cover
Contact Name
-
Contact Email
Jspedpgmi@gmail.com
Phone
+6289616611775
Journal Mail Official
Jspedpgmi@gmail.com
Editorial Address
https://journal.stai-ypbwi.ac.id/index.php/JSPED/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Pendidikan Dasar
ISSN : 30483212     EISSN : 3025499X     DOI : https://doi.org/10.54180/jsped.v3i1
About the Journal Jurnal Studi Pendidikan Dasar atau JSPED adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAI YPBWI Surabaya. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada periode Juni dan Desember sebagai wahana kajian penelitian ilmiah dalam pendidikan, pembelajaran, pengajaran di sekolah dasar. Redaksi JSPED mengundang para ahli peneliti, akademisi, ilmuan semua untuk berkontribusi mengirim artikel berupa paper teks, baik dalam bentuk ide konseptual, penerapan teori, hasil penelitian ilmiah dalam pendidikan, pembelajaran, pengajaran, dan tinjauan literatur yang sejalan dengan disiplin pendidikan di sekolah dasar. Fokus dan ruang lingkup JSPED antara lain: Studi dan Pengembangan Pendidikan di MI/SD Desain, Perencanaan, Strategi Pembelajaran di MI/SD Evaluasi Pembelajaran di MI/SD Manajemen Pendidikan MI/SD Pendidikan Inklusif tentang MI/SD Penelitian Berbasis Integrasi dan Interkoneksi MI/SD Profesionalisme Guru di MI/SD Perangkat dan Inovasi Pembelajaran di MI/SD Teknologi Informasi dan Literasi Digital di MI/SD Manuskrip yang dimuat harus orisinil dan belum pernah diterbitkan sebelumnya.
Articles 57 Documents
Krisis Bullying di Lingkungan Sekolah Dasar Terpadu dan Urgensi Intervensi Komprehensif Kurniawan, Khoiruzzaim
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2025.3.2.194-221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan dinamika pendekatan komprehensif berbasis sekolah (Whole School Approach) dalam menangani krisis bullying di lingkungan Sekolah Dasar Terpadu. Studi kasus intrinsik kualitatif ini dilakukan di Sekolah Dasar Islam Srengat, dengan fokus pada sinergi tripartit antara siswa, guru, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan penelitian mengungkap bahwa implementasi pendekatan ini menghadapi tantangan kompleks di setiap pilar. Pada pilar siswa, meskipun program peer support dan duta anti-bullying berhasil meningkatkan kesadaran, efektivitasnya dibatasi oleh dinamika kelompok sebaya yang eksklusif dan hierarkis. Pada pilar guru, terdapat kesenjangan antara peran ideal sebagai pendeteksi dini dan fasilitator restoratif dengan realitas beban kerja administratif dan tekanan kurikulum yang padat. Sementara itu, pada pilar orang tua, tantangan utama terletak pada jurang persepsi yang menormalisasi bullying serta komunikasi yang bersifat reaktif dan satu arah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Whole School Approach merupakan kerangka yang valid dan diperlukan untuk transformasi iklim sekolah yang lebih aman. Namun, keberhasilannya mensyaratkan implementasi yang kontekstual, dukungan struktural bagi guru, pembangunan kemitraan yang autentik dengan orang tua, serta komitmen berkelanjutan untuk menginstitusionalisasikan program. Penelitian ini berkontribusi pada peta jalan operasional bagi praktisi dan pembuat kebijakan dalam merespons krisis bullying secara holistik dan berkelanjutan di jenjang pendidikan dasar.
Pengembangan Desain Kurikulum Merdeka Perspektif Pendidikan Islam dalam Pendidikan Dasar Trisnani, Evarianisa Endang; Salman Mubarak
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2025.3.2.117-132

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji hakikat kurikulum Merdeka.Perubahan global yang sangat cepat dan kompleks, kurikulum harus mampu menjadi alat adaptif dan inovatif. Perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia dari masa ke masa, seperti Kurikulum 2006 (KTSP), Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka, merupakan cerminan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan yang menyesuaikan dengan tantangan zaman. Hakikat kurikulum dalam implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya sebagai perangkat teknis pembelajarandalam pendidikan dasar, melainkan juga sebagai manifestasi dari paradigma baru pendidikan yang holistik, humanistik, dan kontekstual. Kurikulum ini memfasilitasi peserta didik agar dapat berkembang sesuai dengan kodratnya secara individual dan sosial, sekaligus menekankan pentingnya pembelajaran yang berpihak padamurid (student-centered learning).Kurikulum Merdekapendidikan dasarmendorong pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, serta membentuk karakter yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila
Etnopedagodi Semanggi Surabaya sebagai Sumber Belajar untuk Penguatan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Setyowati, Reni
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2025.3.2.152-168

Abstract

Penelitian ini untuk mengeksplorasi pemanfaatan Semanggi Surabaya sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Ilmu pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengana Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi Pustaka. Instrumen penelitian mencakup panduan observasi, panduan wawancara, rubrik penilaian, catatan lapangan, dan lembar refleksi. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan dengan pendekatan etnografi dan model pembelajaran Discovery Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal Semanggi Surabaya mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat pemahaman terhadap konsep IPAS, serta menumbuhkan kesadaran budaya dan nilai karakter. Siswa menunjukkan antusiasme dalam praktik pembuatan Semanggi. Pembelajaran ini mendorong guru lebih kreatif dalam mengaitkan materi pelajaran dengan konteks lokal yang berguna untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan melestarikan warisan budaya daerah.
Penerapan Pembelajaran Membaca Nyaring untuk Meningkatkan Pemahaman Bacaan Siswa Sekolah Dasar Betaubun, Since Lince; Yasinta, Lucia
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2025.3.2.263-276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa sekolah dasar melalui penerapan pembelajaran membaca nyaring. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SD Negeri 2 Merauke dengan alamat Jl. Trikora, Maro, Merauke, Papua Selatan pada bulan Oktober hingga November 2025 dengan subjek penelitian sebanyak 31 siswa kelas II. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, dan penilaian pemahaman bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I aktivitas guru dan siswa serta kemampuan pemahaman bacaan siswa belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan dan kemampuan pemahaman bacaan siswa meningkat hingga mencapai ketuntasan belajar secara klasikal 96,77% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, penerapan pembelajaran membaca nyaring terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa sekolah dasar.
Strategi dan Peran Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Pembelajaran Bermakna Materi Ekosistem di MINU Tropodo Wulandari, Setyaningsih Yuanita
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2025.3.2.277-283

Abstract

Keterampilan merupakan keterampilan yang perlu dimiliki oleh siswa untuk dapat memahami materi IPA dengan baik. Hal ini, dikarenakan IPA tidak hanya perlu memahami teori saja, tetapi juga perlu pemahaman dengan fakta atau dunia nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pembelajaran bermakna di MINU Tropodo, untuk mengetahui strategi dan peran guru IPA Kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pembelajaran bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang terdiri dari 4 tahapan yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kemampuan berpikir kritis dan pembelajaran bermakna di MINU Tropodo menunjukkan bahwa para guru telah melatihkan 4 indikator keterampilan, yaitu observasi/pengamatan, berhipotesis, menggunakan alat dan bahan, dan mengkomunikasikan, strategi dan peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pembelajaran bermakna dilaksanakan sesuai dengan model, metode, dan media yang dipilih. Strategi yang digunakan adalah strategi inkuiri, dan model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran saintifik.
Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Panoyo
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2026.4.1.1-14

Abstract

Generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah dan masa depan bangsa. Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemuda dituntut untuk memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis generasi muda dalam mendukung terciptanya generasi yang berkualitas melalui penanaman disiplin, semangat belajar keras, cinta tanah air, pembentukan akhlak karimah, peningkatan keterampilan, dan kemampuan berbahasa asing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan data pendidikan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda yang memiliki karakter kuat, wawasan luas, keterampilan yang baik, dan jiwa nasionalisme tinggi akan mampu menjadi penggerak utama kemajuan bangsa. Selain itu, penguasaan teknologi dan bahasa asing juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing generasi muda di era globalisasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Analisis Implementasi Modul Ajar Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di Kelas 5 SD Negeri 4 Mogolaing Joy Kesek; Bachtiar Sjaiful Bachri; Citra Fitri Kholidya
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2026.4.1.15-27

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi modul ajar kurikulum merdeka mata pelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KKA) di kelas 5 SD Negeri 4 Mogolaing. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi transformasi literasi digital siswa dari pengguna konsumtif menjadi pemikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi infrastruktur digital dengan desain instruksional yang menekankan kedalaman kognitif berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pilar berpikir komputasional, khususnya dekomposisi dan algoritma. Aktivitas debugging dan refleksi menjadi kunci dalam memfasilitasi transisi kognitif siswa untuk memahami logika sistem cerdas secara subtantif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektifitas kurikulum KKA di sekolah dasar sangat ditentukan oleh kualitas pedagogi yang mendorong keterlibatan kogniitif tingkat tinggi.
Kearifan Lokal Nyadran sebagai Sumber Belajar Sains di Madrasah Ibtidaiyah Setyaningsih Yuanita Wulandari
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2026.4.1.28-35

Abstract

Nyadran merupakan kegiatan untuk melestarikan tradisi leluhur ritual setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh warga Desa Bluru Kidul Sidoarjo yang di dominasi oleh keluarga nelayan di awali dengan arak-arakan perahu yang merupakan simbol dari harapan masyarakat dan nelayan kedepannya semoga mendapat tangkapan kerang yang melimpah dan diberi keselamatan saat mencari kerang di laut sehingga perekonomian dapat terangkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi nilai-nilai sains yang terdapat pada objek Nyadran serta memetakan KD IPA jenjang MI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nyadran memiliki nilai-nilai sains yang terdapat pada objek keragaman geologi yaitu waktu paruh, radioaktivitas dan energi. Pada objek keragaman hayati terdapat nilai sains klasifikasi makhluk hidup dan lingkungan dan pada objek keragaman budaya terdapat nilai sains konsep bunyi dan gerak tubuh manusia. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal Nyadran memiliki potensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar inovatif sains di MI, meningkatkan pemahaman konsep ilmiah, literasi sains, dan kepedulian terhadap lingkungan yang relevan dengan pengalaman siswa sehingga memperkuat identitas budaya.
Peningkatan Pemahaman Siswa Sekolah Dasar melalui Mind Mapping pada Pembelajaran Penjaskes Moh. Yusroni
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2026.4.1.36-46

Abstract

Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam pembangunan nasional, maka pendidikan perlu di tata dan di kelola seiring dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan masyarakat. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hasil belajar siswa materi senam irama. Metode penelitian ialah penelitian tindakan (action research). Temuan ialah hasil analisis data penelitian yang telah dilakukan, model pembelajaran mind mapping terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran penjaskes materi senam irama. Rata-rata nilai aktivitas siswa pada siklus I sebesar 53% tingkat keaktifan siswa dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 82%. Argumen ialah ada perbedaan hasil belajar siswa pada materi senam irama antara yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping dan yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
Analisis Hambatan Pendidikan Inklusi pada Masa Transisi Anak dari TK ke Sekolah Dasar: Studi Literatur Zahra Adzijah; Ellen Prima
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.2026.4.1.47-59

Abstract

Pendidikan inklusi bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi anak berkebutuhan khusus dalam lingkungan sekolah reguler. Masa transisi dari Taman Kanak-kanak (TK) ke Sekolah Dasar (SD) merupakan periode penting yang sering menimbulkan hambatan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami tantangan yang muncul dalam peralihan tersebut. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi hambatan utama yang dihadapi anak inklusi ketika memasuki jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu menelaah buku, jurnal, dan kebijakan pendidikan yang relevan. Temuan menunjukkan adanya hambatan akademik berupa perbedaan kurikulum dan kesiapan belajar, hambatan sosial-emosional terkait penyesuaian anak terhadap lingkungan baru, hambatan struktural berupa keterbatasan fasilitas serta koordinasi antar lembaga, dan hambatan kolaborasi yang muncul akibat kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua. Argumen utama penelitian ini menekankan perlunya strategi kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua, dan sekolah untuk mengatasi hambatan tersebut.