cover
Contact Name
Joni Setiawan
Contact Email
setiawanjoni@gmail.com
Phone
+628151657716
Journal Mail Official
redaksi.dkb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kusumanegara No. 7 Yogyakarta, Indonesia 55166
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
ISSN : 20874294     EISSN : 25286196     DOI : https://doi.org/10.22322/dkb.v42i1
Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH is an open-access journal published by Center for Handicraft and Batik, Ministry of Industry as scientific journal to accommodate current topics related to include materials research and development, production processes, waste treatment management, designs and entrepreneur of handicrafts and batik. Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH publishes communications, articles, and reviews. The first volume of DKB has been published in 1987 and continued until today with 2 (two) issues of publication each year. The number of articles for each issue is 9 (nine) articles. The official language of the journal is Bahasa Indonesia, but manuscripts in English are also welcomed. Manuscript submission and reviewing process is fully conducted through online journal system, using a double-blind review process
Articles 308 Documents
Uji Coba Prototipe Alat Lorod Lilin Batik Untuk Kain Batik Bentuk Panjang Mulyono, Tjipto
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 9 (1991): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i9.976

Abstract

Tahapan akhir dari proses pembuatan batik adalah pelepasan seluruh lilin yang melekat pada kain. Proses ini dilakukan dengan menggerak-gerakan batik dalam air mendidih, karena temperatur air yang lebih tinggi daripada titik leleh lilin batik, serta adanya gerakan mekanik yang cukup kuat menyebabkan lilin tersebut terlepas dari kain,Untuk menghilangkan (melorod) lilin dari kain batik ukuran panjang (1 piece), dicoba dengan alat lorod yang prinsip kerjanya mirip dengan mesin pencuci tekstil. Sebagai uji coba dilakukan pada temperatur 90 – 92oC, dengan variasi kecepatan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kecepatan yang terbaik adalah 13,75 cm / menit.Tahapan akhir dari proses pembuatan batik adalah pelepasan seluruh lilin yang melekat pada kain. Proses ini dilakukan dengan menggerak-gerakan batik dalam air mendidih, karena temperatur air yang lebih tinggi daripada titik leleh lilin batik, serta adanya gerakan mekanik yang cukup kuat menyebabkan lilin tersebut terlepas dari kain,Untuk menghilangkan (melorod) lilin dari kain batik ukuran panjang (1 piece), dicoba dengan alat lorod yang prinsip kerjanya mirip dengan mesin pencuci tekstil. Sebagai uji coba dilakukan pada temperatur 90 – 92oC, dengan variasi kecepatan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kecepatan yang terbaik adalah 13,75 cm / menit.
Teknologi Proses Batik Kombinasi Sasirangan pada Kain Foalisima, Primisima dan Sutera Murwati, Eustasia Sri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 22 (2005): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v22i1.977

Abstract

Batik kombinasi sasirangan merupakan produk tekstil kerajinan yang dibuat dengan mengkombinasikan proses batik dan proses sasirangan. Motif batik diambil dari motif – motif batik tradisional Jawa maupun dari daerah, sedangkan motif sasirangan diambil dari Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui proses pembuatan produk batik kombinasi sasirangan yang terbaik sehingga dapat diperoleh diverifikasi produk.Bahan baku yang digunakan foalisima, primisima fan sutera super T 54, sistem pewarnaan dilakukan dengan coletan maupun celupan, dengan  menggunakan zat warna indigodol dan reaktif. Desain motif ditargetkan untuk bahan sandang (pakaian casual, resmi dan santai). Urutan proses melalui: pemilihan desain fashion dan desain motif , proses pendahuluan, pemolaan mode, pemolaan motif batik dan sasirangan, pelekatan lilin I, pewarnaan I (colet/celup), pelekatan lilin II/penutupan, penjahitan sasirangan, pewarnaan II, pelepasan benang, pelepasan lilin, penyempurnaan dan pengecekan tata letak pola.Hasil ujicoba memperlihatkan bahwa proses batik kombinasi sasirangan dipengaruhi oleh jenis kain,tebal kain, proses jait – ikat, jenis benang pengikat dan cara pewarnaan. Kain yang cocok digunakan untuk pembuatan kain batik kombinasi sasirangan adalah foalisima dan sutera. Mori primisima agak tebal sehingga agak sulit dalam melakukan proses sasirangan dan perlu tarikan yang kuat. Bahan printang warna yang cocok adalah benang poliester yang tidak dapat diwarnai ketika proses pewarnaan pada suhu dingin. Zat warna yang dapat digunakan untuk batik sasirangan dengan sistem coletan dan celupan adalah zat warna indigosol dan zat warna reaktif. Sistem pewarnaan yang paling tepat dan efisien adalah sistem colet – celup dan celup – colet – celup. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian menunjukkan nilai 4 dan gosokan nilai 3-4. Kata kunci: kombinasi sasirangan, foalisima, primisima, sutera
Jig Saw Tenaga Kaki Moyoretno, Bambang; Haryanto, Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 9 (1991): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i9.978

Abstract

       Pemotongan papan dengan gergaji tangan untuk mendapatkan bentuk khusus (lengkungan, zig-zag, dsb) mengalami kesulitan. Untuk itu perlu dibuat alat yang dapat mengatasi hal tersebut di atas, salah satu alternatifnya adalah pembuatan Jig Saw tenaga kaki.       Jig Saw tenaga kaki dibuat dari bahan yang mudah didapat di pasaran, antara lain: kayu, besi, beton, suku cadang sepeda dan sebagainya. Kemudian alat ini dicoba untuk memotong kayu, ternyata alt ini lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan gergaji tangan.
Pelapisan Barang Kerajinan Tembaga Dan Kuningan Dengan Metode Elektroplating Riyanto, Riyanto; Suwardjono, Suwardjono
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 9 (1991): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i9.979

Abstract

Kerajinan tembaga dan kuningan mudah mengalami korosi dan berubah warnanya karena pengaruh udara. Pelapisan barang kerajinan dengan emas dan perak dimaksudkan untuk memperindah benda aslinya, serta untuk mencegah korosi.Penelitian ini dilakukan dengan mencoba melapiskan emas dan perak secara elektroplanting pada cincin tembaga dan kuningan, dengan variasi lama pelapisan. Kemudian hasil pelapisan diuji dengan pengujian secara gosokan, dan pengujian ketahanan terhadap keringat dengan menggunakan keringat buatan yang bersifat asam.Hasil percobaan menunjukkan bahwa lapisan emas dan perak cukup berbeda ketahanannya, dan pelapisan emas yang didahului dengan pelapisan perak hasilnya tidak jauh berbeda dengan pelapisan emas langsung kepada logam dasarnya. Sementara itu hasil pengujian ketahanan terhadap keringat menunjukkan bahwa pelapIsan emas/perak terhadap kuningan lebih baik daripada pelapisan terhadap tembaga.Kerajinan tembaga dan kuningan mudah mengalami korosi dan berubah warnanya karena pengaruh udara. Pelapisan barang kerajinan dengan emas dan perak dimaksudkan untuk memperindah benda aslinya, serta untuk mencegah korosi.Penelitian ini dilakukan dengan mencoba melapiskan emas dan perak secara elektroplanting pada cincin tembaga dan kuningan, dengan variasi lama pelapisan. Kemudian hasil pelapisan diuji dengan pengujian secara gosokan, dan pengujian ketahanan terhadap keringat dengan menggunakan keringat buatan yang bersifat asam.Hasil percobaan menunjukkan bahwa lapisan emas dan perak cukup berbeda ketahanannya, dan pelapisan emas yang didahului dengan pelapisan perak hasilnya tidak jauh berbeda dengan pelapisan emas langsung kepada logam dasarnya. Sementara itu hasil pengujian ketahanan terhadap keringat menunjukkan bahwa pelapIsan emas/perak terhadap kuningan lebih baik daripada pelapisan terhadap tembaga.
SII Kursi Dan Meja Untuk Siswa Sekolah Lanjutan Utami, Siti
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 9 (1991): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i9.980

Abstract

     Dalam usaha menciptakan suasana nyaman dan sehat selama proses belajar mengajar di sekolah lanjutan, maka diperlukan sarana antara lain kursi dan meja. Kursi meja tersebut hendaknya sesuai dengan porsi tubuh siswa dan dapat berfungsi sebagai penyangga tubuh dalam posisi duduk dan menulis, sehingga tidak menimbulkan gangguan perkembangan tubuh siswa.     Penyusunan SII kursi meja sekolah lanjutan dilakukan melalui pendekatan antropometri dan ergonomi yang meliputi pengelompokan tinggi tubuh dan penentuan syarat ukuran, penjajagan/uji lapangan untuk kesesuaian dalam pemakaian, kemudian disusun konsep sii.     Pembahasan konsep sii menghasilkan 4 (empat) buah dokumen sii kursi dan meja belajar untuk smtp dan smta dari bahan kayu.
Kajian Produksi Bersih Proses Elektroplating Emas pada Perhiasan Imitasi Indriastuti, Surti; Hastuti, Kusreni
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 22 (2005): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v22i1.981

Abstract

Proses electroplating emas pada barang perhiasan imitasi adalah proses melpisi permukaan perhiasan imitasi yang berupa gelang tembaga dengan bahan pelapis emas, dengan bantuan arus litrik. Proses ini menggunakan media pelapisan larutan elaktrolit emas Kau(CN)2. Tahapan proses electroplating meliputi: pencucian gelang tembaga, pembilasan awal, proses electroplating, pembilasan akhir, pengeringan.Kajian Produksi Bersih (PB) yang dilakukan pada proses tersebut yaitu dengan mengganti  bahan masukan, memperpanjang umur larutan elektrolit emas dilakukan minimasi drag out, pengaturan proses dan peralatan. Mengganti bahan masukan meliputi: air alam diganti aquades, emas berkadar di bawah 24 karat diganti dengan emas berkadar 24 karat (murni), bahan pencuci HCl/H2SO4 diganti dengan asam jawa/lerak. Memperpanjang larutan elektrolit emas dengan jalan: penyaringan, penambahan unsur kimia, pengurangan drag in. Minimasi drag out dengan jalan: menampung drag out. Pengaturan proses dan peralatan meliputi penataan layout peralatan, pemisahan proses basah dan kering, pembuangan limbah langsung ke saluran pembuangan.Hasil kajian memberikan simpulan bahwa penerapan prouksi bersih pada proses electroplating barang perhiasan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, mengurangi kuantitas dan meningkatkan kualitas limbah, menurunkan produk rejek dari 10% menjdai 5%. Kata kunci: electroplating, produksi bersih
Penelitian Penggunaan Zat Warna Prada Sulaeman, Sulaeman; Suhartini, Tien
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 10 (1992): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i10.982

Abstract

     Zat warna prada adalah sejenis zat warna metal. Di pasaran terdapat dua bentuk zat warna prada yaitu bentuk bubuk dan bentuk apsta, sedang warnanya terdiri dari dua macam warna yaitu warna eemas dan warna perak. Penggunaan zat warna prada selain  untuk batik juga digunakan untuk bahan sandang lainnya misalnya tekstil kerajinan seperti sasirangan, jumputan dan tenun ikat dengan maksud untuk mendapatkan diversifikasi produk serta meningkatkan nilai tambahnya.            Di dalam penelitian ini pasta dibuat dari zat wana prada bentuk pasta warna emas, zat warna prada bentuk bubuk warna emas dan warna perak. Sedangkan zat pembantu yang digunakan adala binder metalik, katalis DAP dan polysol. Pasta prada kemudian dilekatkan pada kain dengan menggunakan canting tulis. Keenceran pasta prada diatur dengan penambahan air.            Dari hasil evaluasi terlihat bahwa pasta prada yang dibuat dari zat warna prada emas berbentuk pasta zat warna prada bentuk zat warna emas dan perak dan binder dengan perbandingan 1:5, atau campuran keduanya dengan perbandingan 1:1 sampai 1:2 merupakan pasta prada yang cukup baik digunakan, baik dalam kelancaran pelekatan maupun ketahanan luntur terhadao pencucian, gosokan dan sinar.            Di dalam penelitian ini pasta dibuat dari zat wana prada bentuk pasta warna emas, zat warna prada bentuk bubuk warna emas dan warna perak. Sedangkan zat pembantu yang digunakan adala binder metalik, katalis DAP dan polysol. Pasta prada kemudian dilekatkan pada kain dengan menggunakan canting tulis. Keenceran pasta prada diatur dengan penambahan air.            Dari hasil evaluasi terlihat bahwa pasta prada yang dibuat dari zat warna prada emas berbentuk pasta zat warna prada bentuk zat warna emas dan perak dan binder dengan perbandingan 1:5, atau campuran keduanya dengan perbandingan 1:1 sampai 1:2 merupakan pasta prada yang cukup baik digunakan, baik dalam kelancaran pelekatan maupun ketahanan luntur terhadao pencucian, gosokan dan sinar.  
Teknologi Batik Dengan Bahan Baku Kulit Lestari WF, Kun; Djiyono, Djiyono
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 10 (1992): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i10.983

Abstract

     Penelitian proses batik dengan bahan baku kulit merupakan suatu usaha untuk memacu peningkatan desain produk-produk dari kulit yang telah ada.      Percobaan dilakukan dengan menggunakn kulit sapi (jenis kulit kras samak krom) dengan bermacam-macam cara pelekatan lilin bati, pewarnaan dan penyempurnaan. Dari percobaan ini diharapkan didapatkan teknologi proses batik yang tepat pada bahan baku kulit.     Hasil percobaan menunjukkan bahwa kondisi yang optimal terhadap proses batik yang diterapkan adalah sebagai berikut: Untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebelum pelekatan lilin (tulis atau cap) kulit dibasahi dengan air, pewarnaan dengan menggunakan sistem coletan dengan zat warna asam, basa, rapid dan naphtol dan bahan pembantu Recalsyn PNE. Pelepasan lilin dengan menggunakn bensin yang dioleskan dari bagian dalam kulit kemudian dikerok, sedangkan penyempurnaan dengan pelapisan kulit dengan menggunakan lak Relcalaquer GC.
Penelitian Pengaruh Derajat Keasaman Pada Pencelupan Batik Sutera Subardjo, Subardjo; Sulistyani, Sulistyani
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 10 (1992): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i10.984

Abstract

     Keterbatasan sifat bahan sutera untuk batik telah mendorong dilakukannya penelitian mengenai optimalisasi proses pencelupan. Dalam penelitian ini dilakukan pencelupan sutera dengan zat warna reaktif dan indigosol dengan variasi pH:4, 5, 6 , 7 dan 8. Sebagai pembanding dilakukan pencelupan untuk kedua zat warna tersebut pada kondisi normal. Dari hasil pengujian ternyata derajat keasaman berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan beda warna.     Penelitian memberikan hasil terbaik untuk penggunaan zat warna reaktif pada kisaran pH: 7-9 sedang untuk zat warna indigosol pada kisaran pH : 3-5.
Alat Pengolah Sabut Kelapa Bagi Usaha Kecil Azis, Sentot; Suheryanto, Dwi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No. 10 (1992): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i10.985

Abstract

Pengolahan sabut kelapa menjadi serat sabut kelapa telah dilakukan secara sederhana oleh para perajin, yaitu dengan cara direndam yang memerlukan waktu lama sehingga produktivitasnya rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh prototip alat pengolah sabut kelapa yang dapat meningkatkan produktivitas dan sesuai bagi usaha kecil.Penelitian ini menghasilkan alat pengolah sabut kelapa jenis mesin pemisah serat kelapa dengan silinder bersisir (defibring machine) yang diberi kode pengenal MSK-M1. Alat ini menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di pasaran seperti: besi siku, as, bantalan peluru, multiplex, baut-mur dan sekrup kayu. Pembuatan alat ini meliputi pekerjaan-pekerjaan: potong bubut dan las; sehingga dapat dilaksanakan di bengkel kontruksi kecil.Pada uji coba di lapangan alat ini dapat menghasilkan serat kelapa kering sebanyak 3,675 s/d 4,757 kg per jam. Hasil perhitungan ekonomis menunjukkan bahwa usaha pengolahan sabut menjadi serat sabut dengan menggunakan MSK-M1 ini cukup layak untuk dilaksanakan sebagai usaha industri kecil.  Pengolahan sabut kelapa menjadi serat sabut kelapa telah dilakukan secara sederhana oleh para perajin, yaitu dengan cara direndam yang memerlukan waktu lama sehingga produktivitasnya rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh prototip alat pengolah sabut kelapa yang dapat meningkatkan produktivitas dan sesuai bagi usaha kecil.Penelitian ini menghasilkan alat pengolah sabut kelapa jenis mesin pemisah serat kelapa dengan silinder bersisir (defibring machine) yang diberi kode pengenal MSK-M1. Alat ini menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di pasaran seperti: besi siku, as, bantalan peluru, multiplex, baut-mur dan sekrup kayu. Pembuatan alat ini meliputi pekerjaan-pekerjaan: potong bubut dan las; sehingga dapat dilaksanakan di bengkel kontruksi kecil.Pada uji coba di lapangan alat ini dapat menghasilkan serat kelapa kering sebanyak 3,675 s/d 4,757 kg per jam. Hasil perhitungan ekonomis menunjukkan bahwa usaha pengolahan sabut menjadi serat sabut dengan menggunakan MSK-M1 ini cukup layak untuk dilaksanakan sebagai usaha industri kecil.  

Page 3 of 31 | Total Record : 308


Filter by Year

1987 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 1 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 40 No. 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 40 No. 1 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 39 No. 2 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 39 No. 1 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 38 No. 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 38 No. 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 37 No. 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 37 No. 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 2 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 35 No. 2 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 35 No. 1 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 34 No. 2 (2017): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 34 No. 1 (2017): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 33 No. 2 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 33 No. 1 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 32 No. 2 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 32 No. 1 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 31 No. 2 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 31 No. 1 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 30 No. 2 (2013): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 30 No. 1 (2013): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 32 No. 2 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 31 No. 1 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 28 No. 1 (2011): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 27 No. 1 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 28 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 26 (2009): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 25 (2008): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 24 (2007): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 23 (2006): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 22 (2005): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 21 (2004): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 19 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 18 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 16 (1997): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 10 (1992): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 9 (1991): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 8 (1988): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 7 (1987): Dinamika Kerajinan dan Batik More Issue