cover
Contact Name
Faiz Musthofa Abbas
Contact Email
alwajih@stit-buntetpesantren.ac.id
Phone
+6285899538700
Journal Mail Official
alwajih@stit-buntetpesantren.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu tarbiyah Buntet Pesantren Editorial Office of Al-Wajih | STIT Buntet Pesantren Komplek Pondok Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon, Astanajapura, Jawa Barat 45181 Indonesia
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 31098428     DOI : https://doi.org/10.54213/alwajih.v2i1
alwajih adalah jurnal ilmiah studi islam di bawah naungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon. Kehadirannya dimaksudkan sebagai wadah aktualisasi karya akademisi dan praktisi dengan fokus kajian terkait hukum islam, tafsir al quran dan hadits, sejarah peradaban islam dan aqidah filsafat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
Kontekstualisasi Prinsip Al-Jarh wa Al-Ta'dil dalam Verifikasi Kredibilitas Fatwa Digital Abbas, Faiz Musthofa; Mz, Yusuf
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/14pfch12

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial telah mengakibatkan diseminasi fatwa digital yang masif, namun sering kali tidak bersumber dari otoritas yang kredibel. Fenomena ini mendesak perlunya mekanisme verifikasi yang ketat terhadap sumber informasi keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan prinsip Al-Jarh wa Al-Ta'dil—yang secara tradisional digunakan dalam ilmu hadis—sebagai instrumen modern untuk memverifikasi kredibilitas pemberi fatwa di ruang digital. Menggunakan metode studi literatur dan analisis kualitatif, penelitian ini menelaah relevansi indikator "jarh" (kritik/celaan) dan "ta'dil" (pujian/validasi) dalam menilai otoritas akun atau figur publik di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kontekstualisasi prinsip ini sangat relevan sebagai standar uji validitas fatwa yang diterima masyarakat, meskipun penerapannya menghadapi tantangan teknis seperti anonimitas pengguna dan bias algoritma. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara prinsip klasik ini dengan edukasi literasi digital serta kolaborasi kelembagaan untuk memastikan penyaringan fatwa yang efektif dan akurat

Page 4 of 4 | Total Record : 31