cover
Contact Name
Faiz Musthofa Abbas
Contact Email
alwajih@stit-buntetpesantren.ac.id
Phone
+6285899538700
Journal Mail Official
alwajih@stit-buntetpesantren.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu tarbiyah Buntet Pesantren Editorial Office of Al-Wajih | STIT Buntet Pesantren Komplek Pondok Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon, Astanajapura, Jawa Barat 45181 Indonesia
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 31098428     DOI : https://doi.org/10.54213/alwajih.v2i1
alwajih adalah jurnal ilmiah studi islam di bawah naungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon. Kehadirannya dimaksudkan sebagai wadah aktualisasi karya akademisi dan praktisi dengan fokus kajian terkait hukum islam, tafsir al quran dan hadits, sejarah peradaban islam dan aqidah filsafat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
Penafsiran QS Al Maun Dalam Tafsir Al Ibriz Karya KH.Bisri Musthofa : Etika Sosial Pesantren Fawwaz, Muhammad; Refansyah, M Yoga; Pratama, Jecky
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/j0szp921

Abstract

This paper examines the interpretation of Surah al-Ma'un in the Tafsir Al-Ibriz by KH. Bisri Musthofa and its relevance to the formation of social ethics in Islamic boarding schools (pesantren). Through a literature study and content analysis approach, this research finds that KH. Bisri Musthofa understands Surah al-Ma'un as a critique of religious practices that are merely ritualistic without social sensitivity. In his interpretation, values such as concern for the poor, empowerment of the weak, and rejection of stinginess and ostentation become the ethical foundations for students and the Islamic boarding school community. This interpretation not only emphasizes theological aspects but also builds social awareness contextual to the lives of rural Javanese communities. This study concludes that KH. Bisri Musthofa's interpretation makes a significant contribution to strengthening the tradition of Islamic boarding school social ethics oriented towards humanity, solidarity, and social benefit.
Implementasi Layanan Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Permasalahan Belajar Siswa di SMA Nurul Huda Munjul Fadillah, Siti; Nawawi, Abdulloh; Alwi As Solikhin, Muhammad; Ma’ruf, Umar
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/1pfbnv34

Abstract

Penelitian ini berupaya menggambarkan bagaimana layanan bimbingan dan konseling (BK) dijalankan untuk membantu siswa yang mengalami berbagai permasalahan belajar di SMA Nurul Huda Munjul Pesantren. Permasalahan yang muncul beragam, mulai dari rendahnya motivasi, ketidak mampuan memahami materi, hingga kebiasaan belajar yang tidak teratur. Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif memulai wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menemukan bahwa guru BK melakukan sejumlah layanan seperti layanan dasar, layanan responsive, konseling individual, konseling kelompok, serta kerja sama dengan wali kelas dan orang tua. Hasil temuan menunjukkan bahwa layanan ini mampu membantu siswa mengenali hambatan yang mereka hadapi dan menemukan setrategi belajar yang lebih sesuai. Temuan Temuan ini kemudian diperkuat dengan hasil hasil penelitian sebelumnya yang menegaskan pentingnya layanan BK dalam meningkatkan kualitas proses belajar siswa. Meski demikian, masih ada kendala seperti minimnya dukungan orang tua dan keterbatasan konselor. Secara umum, layanan BK terbukti cukup membantu, namun masih membutuhkan penguatan dari sisi sarana dan koordinasi.
Urgensi Pesantren Ditengah Pusaran Ideologi Transnasional(Agama Dan Ideologi) Azmi, Wifaqul; Rifqi, Rifqi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tmdz7t62

Abstract

Artikel ini membahas urgensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan ideologi transnasional yang berkembang di Indonesia. Ideologi transnasional, seperti gerakan radikal dan fundamentalis, telah menimbulkan berbagai persoalan sosial, politik, dan keagamaan yang berpotensi mengancam persatuan bangsa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, artikel ini menelaah literatur yang relevan mengenai konsep ideologi transnasional, faktor penyebab kemunculannya, serta peran pesantren dalam merespon fenomena tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa melalui nilai-nilai panca jiwa, seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Nilai-nilai tersebut menjadi benteng ideologis yang mampu menangkal paham radikal sekaligus memperkuat moderasi beragama. Dengan mengedepankan pendidikan akhlak, wawasan keislaman yang moderat, serta dukungan terhadap prinsip kebangsaan dan demokrasi, pesantren berkontribusi signifikan dalam menjaga harmoni sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Relevansi Filsafat Pendidikan Islam Di Era Digital Dan Artificial Intelligence Firdaus, Restu Aditia; Sofy, Malik
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/z2ca8j06

Abstract

The rapid development of digital technology and Artificial Intelligence (AI) has brought fundamental changes to educational systems and learning practices. While technological advancement offers efficiency, flexibility, and broader access to information, it also raises serious ethical and philosophical concerns, including moral degradation, academic dishonesty, and the reduction of education to mere technical skill acquisition. This article aims to examine the relevance of Islamic educational philosophy in addressing the challenges of education in the digital and AI era. This study employs a library research method with a descriptive-analytical approach by examining the ideas of prominent Islamic educational philosophers such as Al-Ghazali, Syed Muhammad Naquib al-Attas, and Ibn Khaldun. The findings indicate that Islamic educational philosophy, through the concepts of ta’lim, tarbiyah, and ta’dib, provides a comprehensive ethical and philosophical framework for guiding the responsible use of educational technology. By emphasizing adab and spiritual values as the core of education, Islamic educational philosophy remains highly relevant in shaping knowledgeable, ethical, and socially responsible individuals in the era of digital transformation.
Sekularisme: Analisis Konseptual, Genealogi Historis, dan Kritik dalam Perspektif Islam Azmi, Wifaqul; Rifqi, Rifqi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jg0t2s95

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang apa itu sekularisme, sejarah lahirnya, serta pandangan Islam tentang sekularisme itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan libarary research. Pengumpulan data diperoleh dengan mengkaji studi-studi yang berkaitan dengan sekularisme. Selanjutnya hasil penelitian dijabarkan secara deskriptif yang mendalam. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa sekularisme secara umum merupakan sebuah pemikiran yang menjelaskan tentang pemisahan antara agama dan Negara. Berasal dari Negara Barat yang terjadi karena dominasi gereja dan pertentangan antara doktrin gereja dan ilmu pengetahuan pada saat itu. Dalam dunia Islam perkembangan sekularisme berbeda-beda pendapat, Zulkifli dalam tulisanya, menjelaskan sekularisme masuk ke dunia muslim didorong oleh adanya modernisasi (westernisasi) dan tekanan konservatisme, Pendapat lain mengatakan sekularisme dalam dunia islam terjadi karena adanya stagnasi keilmuan di dunia Islam. Fazlur Rahman berpendapat bahwa masuknya masuknya sekularisme terjadi karena kegagalan syari’at dan institusi agama dalam mengembangkan dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang berubah. Disamping itu, Zulkifli menjelaskan bahwa tidak sepenuhnya sekularisme itu tidak relevan dengan tradisi islam, dikarenakan secara sosiologis umat muslim juga melalui perubahan sosial. Namun perlu diperhatikan bahwa makna sekularisme dan kedudukan agama di barat dengan umat Islam berbeda. Dengan demikian respon para sarjana Muslim tentang sekularisme ada yang menerima dan ada yang menolak kehadiran sekularisme tersebut teutama di Indonesia.
Integrasi Akal, Wahyu, Dan Akhlak Dalam Filsafat Pendidikan Islam Hanna, Najwa; Sofy, Malik
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/vp890584

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak mulia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hakikat, tujuan, serta relevansi filsafat pendidikan Islam sebagai landasan konseptual dalam penyelenggaraan pendidikan di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an, Hadis, dan pemikiran para ulama serta cendekiawan Muslim, serta sumber sekunder berupa artikel jurnal ilmiah bereputasi yang relevan dengan tema filsafat pendidikan Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memandang pendidikan sebagai proses pembinaan manusia secara menyeluruh yang berorientasi pada pembentukan insan kamil melalui integrasi akal dan wahyu. Tujuan pendidikan Islam tidak hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai tauhid, pembentukan akhlak, serta tanggung jawab sosial. Selain itu, filsafat pendidikan Islam tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern karena mampu menyeimbangkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penguatan nilai moral dan spiritual. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam dapat dijadikan kerangka berpikir dalam merumuskan sistem pendidikan yang berorientasi pada nilai, karakter, dan kemanusiaan.
Siklus Integratif Metode Taḥlīlī Dan Muqārin: Rekonstruksi Epistemologi Hadis Dalam Hukum Keluarga di Indonesia Hafidh, Mochammad Fakhrizal; Mohamad Sar'an
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tvpnmv15

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistemis integrasi metode taḥlīlī dan muqārin dalam pemahaman hadis hukum keluarga serta implikasinya terhadap putusan peradilan agama di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan kasus melalui sumber data primer berupa al-Kutub al-Sittah serta putusan Pengadilan Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi sanad dan matan melalui metode taḥlīlī terhadap hadis kewajiban walī menegaskan posisi walī sebagai rukun nikah, namun metode muqārin memberikan ruang fleksibilitas bagi hakim untuk menetapkan walī hakim dalam kasus ‘aḍal. Selain itu, analisis taḥlīlī terhadap hadis Miswar bin Makhramah mengungkap bahwa ‘illah pelarangan poligami terletak pada unsur al-idżā’ yang kemudian diadopsi hakim sebagai ratio decidendi dalam membatasi izin poligami secara ketat. Integrasi metodologi ini terbukti krusial untuk menghasilkan produk hukum yang selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah dan responsif terhadap dinamika sosial kontemporer di Indonesia. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan siklus metodologis yang utuh sangat diperlukan oleh para praktisi hukum guna meminimalisir ambiguitas naskah serta mewujudkan keadilan substantif dalam penyelesaian berbagai sengketa keluarga.
Kaidah Awamir wa Nawahi dan Implementasinya dalam Hukum Keluarga di Indonesia Muhammad, Siti Masitoh
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jts1x470

Abstract

Kaidah ushuliyyah memiliki peranan fundamental dalam proses istinbāṭ hukum Islam, khususnya dalam memahami perintah (amr) dan larangan (nahy) yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Kaidah ini berfungsi sebagai instrumen metodologis yang membantu para ulama dan mujtahid dalam menggali makna nash secara tepat berdasarkan pendekatan kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaidah al-aṣlu fī al-amr li al-wujūb dan al-aṣlu fī al-nahy li al-taḥrīm serta penerapannya dalam hadis-hadis hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah dalam nash syariat pada asalnya menunjukkan kewajiban, sementara larangan menunjukkan keharaman, kecuali terdapat qarīnah yang memalingkan makna asal tersebut. Penerapan kaidah awāmir dan nawāhī dalam konteks hukum keluarga, seperti kewajiban menafkahi, berlaku adil terhadap istri, menjaga silaturahim, serta larangan menzhalimi dan menelantarkan keluarga, menegaskan pentingnya kaidah ini dalam menjaga keadilan dan keharmonisan rumah tangga. 
Optimalisasi Komponen Forensik dalam Pendidikan Profesi Hukum di Indonesia Sumarta, Marta; Dinata Firmansyah; Rosidin; Kusyana
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/04j45f19

Abstract

This study examines the critical role of forensic components in enhancing the quality and effectiveness of professional legal education in Indonesia. The increasing complexity of modern criminal cases, including corruption, sexual violence, and other sophisticated crimes, necessitates the integration of forensic knowledgesuch as forensic medicine, forensic linguistics, and evidence analysisinto legal curricula. Using a qualitative approach with library research and thematic content analysis, the study analyzed recent literature, journals, and official documents to identify essential forensic components, evaluate their impact on professional competence, and formulate strategic recommendations for curriculum development. Findings indicate that integrating forensic components equips law graduates with multidisciplinary competencies, ethical awareness, and collaborative skills, enabling them to interpret scientific evidence, analyze verbal and written testimonies, and work effectively with forensic experts. The study proposes a forensic-legal competency framework emphasizing legal knowledge, forensic analytical skills, and ethical-procedural awareness. Implementing structured theoretical and practical forensic training not only improves individual competence but also strengthens the justice system by promoting evidence-based decisions and minimizing errors. This research extends existing legal education theories, offering a foundation for curriculum innovation and future empirical studies on the synergy between law and forensic science, ultimately preparing Indonesian legal professionals to handle complex criminal cases effectively and ethically.
Manajemen Pendidikan Islam Responsif Sosial : Perspektif Studi Islam Sosio-Humaniora Syibromilisi; Neng Wardatushobariah; Sopidi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/et5d2984

Abstract

Pendidikan Islam di era kontemporer menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks, sementara praktik Manajemen Pendidikan Islam (MPI) masih cenderung didominasi oleh pendekatan teknokratis-administratif dan normatif-simbolik. Kondisi ini menyebabkan rendahnya sensitivitas sosial lembaga pendidikan Islam serta lemahnya peran pendidikan Islam sebagai instrumen transformasi sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan kerangka konsep Manajemen Pendidikan Islam Responsif Sosial melalui perspektif Studi Islam Sosio-Humaniora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka ( library study ) yang bersifat konseptual analitis. Data diperoleh dari literatur Studi Islam klasik dan kontemporer, artikel jurnal Manajemen Pendidikan Islam dalam sepuluh tahun terakhir, serta dokumen kebijakan pendidikan Islam yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis isi yang dipadukan dengan pendekatan interpretatif-kritis dan sintesis konteks. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan sosio-humaniora ke dalam MPI melahirkan paradigma manajemen pendidikan Islam yang berbasis keadilan, inklusivitas, empati sosial, dan keberpihakan pada kemanusiaan. Pendekatan ini menggeser orientasi fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan dari efektivitas efektivitas administratif menuju manajemen yang kontekstual dan transformatif. Artikel ini berkontribusi secara teoritis pada paradigma pengembangan MPI dan secara praktis memberikan referensi bagi madrasah, pesantren, dan sekolah Islam dalam memperkuat peran sosial lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam isu moderasi beragama, keadilan sosial, serta krisis kemanusiaan dan ekologi.

Page 3 of 4 | Total Record : 31