cover
Contact Name
Faiz Musthofa Abbas
Contact Email
alwajih@stit-buntetpesantren.ac.id
Phone
+6285899538700
Journal Mail Official
alwajih@stit-buntetpesantren.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu tarbiyah Buntet Pesantren Editorial Office of Al-Wajih | STIT Buntet Pesantren Komplek Pondok Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon, Astanajapura, Jawa Barat 45181 Indonesia
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 31098428     DOI : https://doi.org/10.54213/alwajih.v2i1
alwajih adalah jurnal ilmiah studi islam di bawah naungan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon. Kehadirannya dimaksudkan sebagai wadah aktualisasi karya akademisi dan praktisi dengan fokus kajian terkait hukum islam, tafsir al quran dan hadits, sejarah peradaban islam dan aqidah filsafat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
Relevansi Pemikiran Ekonomi Ibnu Hazm terhadap Konsep Keadilan dan Distribusi di Indonesia Munjat, Ma'mur; Rifqi Muthoharul Janan; Wartoyo
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Studi Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v1i2.638

Abstract

Artikel ini membahas pemikiran ekonomi Ibnu Hazm dalam konteks keadilan dan distribusi, serta relevansinya terhadap ketimpangan ekonomi di Indonesia. Ibnu Hazm, seorang ulama terkemuka dari Andalusia, menekankan pentingnya kewajiban etis dalam menegakkan keadilan (‘adl) dan pemerataan distribusi kekayaan (‘adl fi al-taqsim) dalam ekonomi Islam. Kajian ini mengulas pemikiran Ibnu Hazm dan membandingkannya dengan realitas distribusi ekonomi di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa prinsip-prinsip beliau—seperti larangan monopoli, keadilan dalam kontrak, dan redistribusi berbasis zakat—masih sangat relevan hingga saat ini, khususnya dalam menghadapi ketimpangan yang semakin meningkat. Data mengenai Rasio Gini dan tingkat kemiskinan di Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan distribusi kekayaan yang terus bertahan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemikiran ekonomi Ibnu Hazm yang berpusat pada nilai keadilan dapat menjadi landasan normatif bagi perumusan kebijakan ekonomi yang bertujuan mencapai keadilan distributif di Indonesia modern.
Konsep Mekanisme Pasar Dalam Pemikiran Ekonomi Islam: Studi Pemikiran Yahya Bin Umar Raihan Yahya Ismail; Azizan Sentosah Hutabarat; Wartoyo
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Studi Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v1i2.639

Abstract

Penelitian ini membahas secara komprehensif tentang konsep mekanisme pasar dalam ekonomi Islam berdasarkan pemikiran Yahya bin Umar, seorang ulama Maliki asal Andalusia yang hidup pada abad ke-9 M. Pemikirannya dianggap sebagai fondasi awal regulasi pasar yang tidak hanya memprioritaskan efisiensi, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan etika dalam aktivitas ekonomi. Melalui pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini mengkaji bagaimana Yahya bin Umar menentang intervensi harga secara sepihak oleh negara dalam kondisi pasar normal, namun mendorong peran aktif pemerintah ketika praktik seperti penimbunan (ihtikar) dan dumping harga (siyasah al-ighraq) mengancam kesejahteraan publik. Ia juga menekankan pentingnya peran lembaga hisbah dalam mengawasi jalannya pasar agar tetap adil dan bermoral. Pemikiran Yahya bin Umar menawarkan kerangka pasar yang menyeimbangkan antara kebebasan ekonomi dan keadilan sosial, serta relevan untuk menjawab tantangan pasar modern, termasuk digitalisasi dan praktik monopoli. Penelitian ini menegaskan bahwa warisan intelektual Yahya bin Umar dapat dijadikan pijakan normatif dan aplikatif dalam membangun ekonomi Islam kontemporer yang etis dan berkeadilan.
Negara dalam Perspektif Al-Qur’an Telaah Tafsir Ayat-ayat Tentang Pemerintahan dan Penerapannya dalam Konsep Bentuk Negara Dewi, Nilla Novita; Abbas, Faiz Musthofa
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Studi Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v1i2.641

Abstract

Negara sebagai institusi politik memiliki peranan penting dalam mengatur kehidupan manusia. Dalam pandangan Islam, Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Muslim mengandung prinsip-prinsip dasar yang berkaitan dengan sistem pemerintahan dan kenegaraan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan konsep pemerintahan, serta menelusuri bagaimana penafsiran para ulama memberikan arah bagi pembentukan sistem kenegaraan yang sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tafsir tematik terhadap ayat-ayat yang membahas tentang negara dan pemerintahan, seperti keadilan, musyawarah, kepemimpinan, dan supremasi hukum. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan Islam mengenai negara bersifat normatif, tidak kaku, dengan menekankan nilai-nilai dasar seperti keadilan (‘adl), amanah, musyawarah (shūrā), dan ketaatan pada hukum Allah sebagai pilar utama negara yang Islami. Selain itu, artikel ini juga meninjau sejauh mana prinsip-prinsip tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks negara modern, termasuk demokrasi konstitusional. Sebagai kesimpulan, Al-Qur’an memandang negara sebagai alat untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat serta menegakkan keadilan dan kebenaran ilahiah.
Strategi Dakwah Digital Berbasis Hadis: Tinjauan Nilai-Nilai Adab Komunikasi dalam Media Sosial Almufassir, A Zamzami; Syibromilisi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v2i1.656

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah lanskap dakwah dari ruang fisik ke ruang digital, menuntut pendakwah untuk menyesuaikan strategi komunikasi dengan nilai-nilai Islam, khususnya adab dalam hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai adab komunikasi dalam hadis Nabi Muhammad saw. dalam konten dakwah digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap hadis-hadis terkait etika komunikasi serta konten dakwah di platform YouTube, TikTok, dan Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pendakwah telah menerapkan prinsip adab seperti berkata baik, bersikap santun, dan menyampaikan pesan dengan hikmah. Namun, ditemukan pula konten dakwah yang menyimpang dari nilai-nilai tersebut, seperti retorika provokatif dan ujaran kebencian. Ketidaksesuaian ini umumnya dipicu oleh orientasi terhadap viralitas dan kurangnya pemahaman terhadap etika dakwah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dakwah digital yang berlandaskan nilai-nilai hadis mampu menciptakan komunikasi keislaman yang lebih etis, edukatif, dan konstruktif. Diperlukan strategi dakwah digital yang lebih terarah serta pembinaan terhadap dai dan edukasi masyarakat agar komunikasi dakwah di ruang digital tetap sejalan dengan semangat Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kata kunci: dakwah digital, hadis, adab komunikasi, media sosial, etika Islam.
Inovasi Penguatan Keterampilan Public Speaking Santri melalui Program Dakwah Digital di Pondok Pesantren Sukahideng Yusuf, Iqbal Anggia
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v2i1.668

Abstract

Kemampuan public speaking menjadi kompetensi kunci bagi santri dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penguatan keterampilan tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Pondok Pesantren Sukahideng Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi aktivitas dakwah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Sukahideng Tasikmalaya mengintegrasikan kurikulum dakwah digital, pelatihan teknis, dan latihan tampil di media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Program ini meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi santri, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan kurangnya pelatihan lanjutan. Diperlukan penguatan fasilitas digital serta kemitraan dengan praktisi media agar pesantren mampu menjadi pusat dakwah yang adaptif dan relevan. Kata Kunci:  Public Speaking, Digital Da’wah, Santri, Islamic Boarding School
Pendekatan Etika Manajemen Berbasis Kearifan Pesantren Di Era Disrupsi: Model Dan Implementasi MZ, Yusuf; Sapari, Sapari
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v2i1.669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model etika manajemen berbasis kearifan pesantren dalam menghadapi tantangan era disrupsi. Di tengah perubahan teknologi yang cepat dan lingkungan bisnis yang dinamis, pesantren memiliki peran penting dalam memberikan landasan etika yang kuat bagi pengelolaan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan beberapa pesantren yang ada di lingkungan Pondok Buntet Pesantren Cirebon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk mengeksplorasi nilai-nilai kearifan lokal pesantren dalam membentuk prinsip-prinsip etika manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model etika manajemen pesantren menekankan pada nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan keberlanjutan, yang diterapkan secara integratif dalam praktik manajemen sehari-hari. Implementasi model ini membantu pesantren menjaga integritas dan reputasi di tengah perubahan sosial dan teknologi, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan organisasi yang etis dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model etika manajemen pesantren dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk menerapkan pendekatan etis dalam manajemen, khususnya di era disrupsi. Kata Kunci: Etika manajemen, kearifan lokal pesantren, era disrupsi, model manajemen, implementasi
Orientalis Dan Tantangan Terhadap Integritas Alquran Masruchin, Masruchin; Rifahi, Muhammad Adil; Kholiluddin, Muhammad
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/gfv5cz06

Abstract

The study of the Qur'ān is not only conducted by Muslim scholars, but also by Western scholars known as orientalists. This study aims to critically analyze the challenges posed by orientalists to the integrity of the Qur'ān, focusing on four main issues: claims of influence from previous religious texts, the Qur'ānic codification process, variations in recitation (qira'at), and the authenticity of language and text structure. The method used in this research is a qualitative study with a literature approach, namely through a critical review of the works of orientalist figures such as Abraham Geiger, John Wansbrough, Richard Bell, and Arthur Jeffery, as well as comparisons from the views of Muslim scholars such as M.M. Al-Azami and Toshihiko Jeffery. Al-Azami and Toshihiko Izutsu. The results show that although orientalists have contributed to opening up a space for academic dialogue about the Qur'ān, many of their claims contain methodological biases and historical assumptions that do not consider the context of Islamic revelation. On the other hand, Islamic scholarly tradition shows that the Qur'ān has undergone a systematic codification process since the time of the Prophet Muhammad, and that variations in recitation (qira'at) are part of the linguistic richness that remains within the framework of Islamic orthodoxy.
KH Ahmad Mursyidin dan Rumor Keramat : Sebuah Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Psikologi Sosial Aufa, Ahmad Fariq Asybal
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/1bebk742

Abstract

Penelitian ini mengkaji sosok KH Ahmad Mursyidin, sosok yang sangat dihormati oleh keluarga besarnya, para kiai, dan masyarakat di Pondok Pesantren Buntet serta sekitarnya. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki pengabdian tinggi kepada masyarakat tanpa memandang status sosial, serta mampu memadukan ilmu dan amal saleh, teori dan praktik, agama dan kehidupan sosial, serta kesalehan spiritual dan sosial. Teladan hidupnya membuat beliau dihormati dan bahkan dianggap sebagai wali Allah, karena sifat-sifatnya selaras dengan karakteristik wali sebagaimana yang dideskripsikan oleh para ulama. Keyakinan ini kemudian berujung pada anggapan bahwa beliau adalah sosok yang agung. Namun, terdapat perbedaan penafsiran di kalangan masyarakat; sebagian memandang keramat sebagai anugerah spiritual, sementara yang lain menafsirkannya sebagai bentuk ilmu ramalan yang serupa dengan primbon Jawa.                Melalui penelitian lapangan, penulis mengidentifikasi permasalahan seperti kurangnya klarifikasi yang komprehensif mengenai isu-isu terkait kesucian dan kesulitan masyarakat dalam mengidentifikasi kebenaran informasi yang beredar. Hal ini menimbulkan dua dampak utama: ketidaknyamanan dari KH Ahmad Mursyidin sendiri dan pembenaran sepihak dari masyarakat atas kepercayaan terhadap rumor tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya klarifikasi dan pendekatan ilmiah dalam memahami fenomena keagamaan dan sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan
Pandangan Ulama dan Praktisi Hukum terhadap Validitas Tes DNA dalam Penyelesaian Sengketa Waris Yasin, Ahmad Alamuddin
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/g4k28735

Abstract

This study aims to explore scholars’ perceptions regarding the validity of DNA testing in resolving inheritance disputes from the perspective of Islamic law. The research involves scholars from two groups: the Indonesian Council of Ulama (MUI) and pesantren-based scholars. It employs a qualitative descriptive method, using primary data collected through in-depth interviews and secondary data from legal documents and relevant literature. The data were analyzed through processes of data reduction, presentation of findings, and conclusion drawing. The results indicate that the use of DNA testing in inheritance disputes is a complex issue that requires caution. Although recognized as a scientifically valid and accurate form of evidence, DNA tests cannot serve as the sole basis for legal decisions. They must be viewed as part of an overall body of evidence and integrated with Sharia principles that prioritize justice, public benefit, and the preservation of family dignity. Scholars from MUI and KH. Ahmad Rifqi Chowas from the pesantren community stress that while technologies like DNA testing offer high accuracy in determining biological relationships, their use must be prudent and aligned with Sharia principles. In conclusion, DNA testing has significant potential as a supporting tool in resolving inheritance disputes, but its application must be carried out with great care. Religious courts and policymakers need to develop clear guidelines on when and how DNA testing may be used, ensuring that its integration is consistent with Sharia values and does not lead to injustice or social discord.
Psikologi Islam: Pendekatan Holistik Untuk Kesehatan Mental Dan Pengembangan Diri Ali Fikri, Syarhabil; Andrayani, Dewi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/y3tkja90

Abstract

Psikologi Islam merupakan cabang ilmu yang bertujuan memahami perilaku, pikiran, dan kepribadian manusia berdasarkan nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Berbeda dengan psikologi modern yang umumnya berlandaskan pendekatan ilmiah sekuler, psikologi Islam memandang manusia sebagai makhluk yang terdiri dari unsur jasmani, akal, dan rohani yang saling berkaitan. Pendekatan ini menekankan bahwa kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosial, tetapi juga oleh kualitas spiritual individu. Melalui integrasi antara konsep keimanan, ibadah, dan etika, psikologi Islam menawarkan perspektif yang lebih holistik dalam memahami berbagai masalah psikologis seperti kecemasan, stres, dan krisis identitas. Oleh karena itu, psikologi Islam berperan penting dalam membantu individu mencapai keseimbangan hidup dan kebahagiaan yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan

Page 2 of 4 | Total Record : 31