cover
Contact Name
Dimas Qondias
Contact Email
jurnal.jpicb@gmail.com
Phone
+6281337976383
Journal Mail Official
jurnal.jpicb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 29887852     DOI : https://doi.org/10.38048/jpicb
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti mengkaji tentang hasil hasil penelitian dalam bidang: 1. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 2. Pembelajaran dan Media Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 3. Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 4. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 5. Isu isu Terkini dalam Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus 6. Permasalahan Pendidikan secara Umum seperti kesulitan belajar, gaya belajar, parenting, dan konseling. 7. Identifikasi dan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus
Articles 71 Documents
ANALISIS SISTEM PEMBELAJARAN SISWA DISABILITAS TUNANETRA DI SDLB NEGERI BAJAWA Laksana, Dek Ngurah Laba; Pala, Vinsensius; Moma, Stefania Klaudia F
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v3i2.5213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pembelajaran siswa disabilitas tunanetra di SDLB Negeri Bajawa, khususnya terkait implementasi kurikulum, penggunaan media pembelajaran, dan peran guru dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur dan observasi partisipatif. Subjek penelitian meliputi guru yang menangani siswa tunanetra serta siswa tunanetra sebagai objek observasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran mengacu pada kurikulum nasional yang diimplementasikan secara fleksibel sesuai kemampuan siswa, tanpa menekankan ketuntasan materi semester. Media pembelajaran berbasis taktil dan audio, seperti peta timbul dan audiobook, membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Guru berperan penting melalui pendekatan individual, dukungan emosional, dan kolaborasi dengan sekolah serta orang tua. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian kurikulum, penggunaan media yang tepat, dan peran guru yang optimal mendukung pembelajaran siswa tunanetra secara efektif dan inklusif.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN 1 DENGGEN KELURAHAN DENGGEN KECAMATAN SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Asrianti, Tera Kurnia; Hilmiati
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v3i2.5804

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan upaya untuk memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, di sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di SDN 1 Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN 1 Denggen telah menerapkan pendidikan inklusif berdasarkan prinsip penerimaan dan kesetaraan hak belajar, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya pelatihan pendidikan inklusif, keterbatasan sarana pendukung, serta rendahnya partisipasi aktif anak berkebutuhan khusus dalam pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif memerlukan penguatan kompetensi guru, dukungan sistem sekolah, serta kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.
PERAN KOLABORATIF GURU DAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS LAMBAN BELAJAR DI SDK ROWA Meka, Marsianus; Wonga, Theresia Margareta
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v3i2.6447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kolaboratif guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus kategori anak lamban belajar di SDK Rowa. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam membina dukungan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus setiap anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data seperti observasi dan wawancara. Observasi dilakukan di kelas satu yang terdiri dari dua siswa berkebutuhan khusus, sementara wawancara dilakukan dengan wali kelas dan orang tua untuk mendapatkan wawasan komprehensif mengenai teknik perolehan pengetahuan, jenis bantuan, dan kendala yang dihadapi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun SDK Rowa tidak memiliki fasilitas khusus atau guru pendukung, guru kelas menunjukkan dedikasi yang kuat dalam memberikan layanan pendidikan yang disesuaikan melalui metode personal, pemanfaatan media dasar, dan komunikasi yang menyeluruh dengan orang tua. Orang tua juga terlibat dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka di rumah dan menjaga komunikasi yang konsisten dengan guru. Penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara lembaga pendidikan dan keluarga merupakan elemen penting dalam pencapaian pendidikan inklusif bagi anak lamban belajar dengan kebutuhan khusus, meskipun peningkatan tambahan juga penting dalam hal ini.
STUDI LITERATUR KESENJANGAN KOMPETENSI GURU REGULER DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF Septiani Rahman; Alifia Meysa Ababil; Achmad Muhtadin; Ikmawati
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6848

Abstract

Pendidikan inklusif menempatkan guru reguler sebagai garda terdepan pendidikan, namun fakta lapangan menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi yang signifikan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar kesenjangan antara tugas yang diberikan kepada guru dengan kemampuan nyata di lapangan, sekaligus merumuskan strategi adaptasi bagi guru reguler dalam menanganinya. Metode yang digunakan berupa studi literatur sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah relevan dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kendala serius yang dihadapi guru reguler dikarenakan tidak adanya latar belakang Pendidikan Luar Biasa. Keterbatasan waktu, minimnya fasilitas di sekolah, serta belum tersedianya Guru Pendamping Khusus menjadi tantangan berat yang memicu risiko kelelahan kerja (burnout) pada pendidik. Meskipun pengembangan diri secara mandiri telah dilakukan, hal tersebut belum mampu meningkatkan kompetensi teknis guru secara signifikan dalam mengelola keberagaman di kelas. Kajian ini menyimpulkan bahwa dukungan manajerial melalui Standar Operasional Prosedur yang baku serta penguatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan sangat diperlukan guna mengatasi kesenjangan profesionalisme tersebut. Sinergi antara kebijakan sekolah yang suportif dan inovasi pedagogik menjadi kunci keberhasilan transformasi pendidikan inklusif yang bermartabat.
BUDAYA SEKOLAH SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI LEMBAGA PAUD KABUPATEN NGADA Maria Anjelina Odje; Sisilia Sela; Maria Hermina Bhebhe; Karmelia Rosfinda Meo Maku; Maria Felsita Eno Wou
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamalisis budaya sekolah sebagai dasar pembentukan karakter anak usia dini di lembaga PAUD Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan selama pelaksanaan PLP 1 pada empat lembaga PAUD di Kabupaten Ngada yaitu: PAUD Terpadu Citra Bakti, TKN Harapan Bangsa Koeloda, TKK Santa Theresia Danga, dan TKN Pembina Turekisa. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan bantuan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan lembar dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Teknik analisis Milles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten melalui pembiasaan 3S (senyum, sapa, salam), berdoa, menjaga kebersihan, tata tertib, keteladanan guru, dan kegiatan kokurikuler/ekstrakurikuler mampu menanamkan nilai karakter religius, disiplin, tanggung jawab, peduli lingkungan, dan kecakapan sosial emosional. Keteladanan guru dan lingkungan fisik yang aman menjadi faktor penguat utama. Disimpulkan bahwa budaya sekolah yang positif berfungsi sebagai hidden curriculum yang lebih kuat dari kurikulum formal dalam membentuk perilaku anak. Oleh karena itu, penguatan budaya sekolah perlu menjadi prioritas kebijakan PAUD melalui pelatihan guru, pelibatan orang tua, dan penataan lingkungan belajar yang mendukung.
IMPLEMENTASI PEDAGOGI INKLUSIF BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR INKLUSI: ANALISIS PRAKTIK GURU DAN HAMBATAN PELAKSANAAN Irmawanti; Rizki Aningrum; Dody Bakhtiar Al-Anshori; Sayidatul Maslahah; Annisa
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6938

Abstract

Pendidikan inklusif menempatkan keberagaman siswa sebagai bagian mendasar dalam proses pembealjaran sehingga memerlukan praktik pedagogi yang adaptif dan partisipatif. Namun, implementasi pedagogi inklusif di sekolah dasar menghadapi tantangan terutama praktik guru dan dukungan sistem sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pedagogi inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus berfokus pada praktik guru dan hambatan pelaksanaannya di SD Muhammadiyah Dukuh Widaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian yaitu 1 kepala sekolah dan 2 guru. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu implementasi pedagogi inklusif dilakukan melalui adaptasi pembelajaran dalam kelas regular yaitu pemberian tambahan waktu belajar, pengaturan tempat duduk di kelas, asesmen, dan tutor sebaya. Praktik tersebut mencerminkan upaya yang dilakukan guru dalam menciptakan akses belajar yang sama bagi siswa berkebutuhan khusus. Namun, implementasi pedagogi inklusif masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan guru pembimbing khusus, kompetensi guru dalam melayani kebutuhan aspek non akademik dan dukungan layanan yang belum optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pedagogi inklusif bukan hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan khusus tetapi dipengaruhi keyakinan dan kemampuan guru dalam membangun lingkungan belajar inklusif.
ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN KELAS DAN DAMPAKNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Uswatun; Imanuel Sairo Awang
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan kelas yang diterapkan oleh guru kelas 5A di SD Negeri 10 SP.1 Pandan serta dampaknya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kelas mencakup strategi stilistika, spasial, dan pengajaran. Strategi tersebut berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa, yang ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan, kedisiplinan, dan partisipasi belajar. Faktor pendukung meliputi pengalaman guru, pelatihan, dan fasilitas yang memadai, sedangkan faktor penghambat mencakup karakter siswa yang beragam serta dominasi siswa laki-laki. Kesimpulannya, strategi pengelolaan kelas yang diterapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
ANALISIS TANTANGAN GURU DALAM MENANGANI SISWA ADHD PADA PEMBELAJARAN DI KELAS 1 SD NEGERI 74 KOTA BENGKULU Wulan Septi Ayu; Vegi Miranti; Bima Pertama Sari; Farida Yustika Sari; Via; Irfan Supriatna; Anisah Dwi Indah Sari
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6950

Abstract

Pendidikan inklusif bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang setara kepada semua siswa, termasuk mereka yang mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dalam lingkungan sekolah umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ciri-ciri siswa dengan ADHD, usaha yang dilakukan oleh guru, dan tantangan yang mereka hadapi dalam pelaksanaan pembelajaran inklusif di SD Negeri 74 di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan ADHD memperlihatkan ciri-ciri seperti hiperaktif, sulit berkonsentrasi, dan impulsif, yang tercermin dari perilaku mereka yang sering berjalan-jalan di dalam kelas, keluar-masuk ruangan, serta mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Guru telah berupaya untuk mendukung siswa dengan berbagai cara, termasuk pendekatan yang bersifat pribadi, komunikasi langsung, dan pengarahan individu, namun masih terdapat tantangan seperti kurangnya strategi yang tepat, fasilitas yang mendukung, dan kesulitan dalam mempertahankan fokus siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pihak sekolah, pelatihan bagi para guru, serta kolaborasi antara guru dan orang tua supaya pelaksanaan pembelajaran inklusif dapat lebih optimal.
PERAN GURU KELAS DALAM MENDAMPINGI SISWA DENGAN KARAKTERISTIK ADHD DI MIS ASYIFA KOTA BENGKULU Diska Lestari; Dia Aqmarina; Lexa Lingga Rezqi; Rifqi Farid Al-Aziz; Tiara Anggraini; Zeta Putriyani; Irfan Supriatna; Anisah Dwi Indah Sari
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6957

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan bentuk pemenuhan hak setiap peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi, termasuk bagi siswa dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Namun, implementasi pendidikan inklusif di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam penanganan siswa ADHD di kelas reguler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menangani siswa ADHD pada pembelajaran di MIS Asyifa Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas 2A berinisial ZNS yang menunjukkan karakteristik ADHD. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara bersama wali kelas, serta diperkuat oleh catatan lapangan (field notes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZNS mengalami hambatan berupa kesulitan mempertahankan fokus, keterlambatan membaca dan menulis (reading and writing delay), serta impulsivitas verbal. Dalam menangani kondisi tersebut, guru kelas mengimplementasikan peran profesionalnya secara mandiri sebagai pembimbing individual, fasilitator adaptif, pengelola pembelajaran responsif, dan evaluator yang fleksibel. Meskipun demikian, implementasi pendampingan masih menghadapi kendala berupa ketiadaan Guru Pendamping Khusus (GPK) dan kurangnya kontinuitas penanganan di rumah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan serta kolaborasi sinergis berkelanjutan melalui buku penghubung antara sekolah dan orang tua guna mendukung pembelajaran siswa ADHD secara optimal.
STRATEGI GURU DALAM MENANGANI SISWA ADHD PADA KELAS INKLUSI: STUDI KASUS PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA BENGKULU Mefta Dwi Sapitri; Nurzakiah Efrismadhani; Dita Rahma Yuda; Mutiara Ramadhanty; Windi Triamanda; Chalista Apriastuti; Irfan Supriatna; Anisah Dwi Indah Sari
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v4i1.6958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penanganan serta tantangan yang dihadapi guru dalam mengelola siswa dengan karakteristik Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada kelas inklusi di SD Negeri 85 Kota Bengkulu dan SDIT Alam Generasi Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan strategi penanganan siswa ADHD pada kedua sekolah. SDN 85 Kota Bengkulu yang tidak memiliki Guru Pendamping Khusus (GPK) mengandalkan pendekatan personal, media audio-visual, pembelajaran berbasis praktik, dan tutor sebaya. Sementara itu, SDIT Alam Generasi Islam didukung oleh keberadaan GPK yang memberikan pendampingan individual secara intensif. Meskipun menerapkan strategi yang berbeda, kedua sekolah masih menghadapi tantangan berupa perilaku hiperaktif, kesenjangan akademik, dan perlunya keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran siswa ADHD.