cover
Contact Name
Dimas Qondias
Contact Email
Jurnal.jcpa2025@gmail.com
Phone
+6281337976383
Journal Mail Official
Jurnal.jcpa2025@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Pendidikan Anak
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 28305671     DOI : https://doi.org/10.38048/jcpa
Jurnal Citra Pendidikan Anak mengkaji tentang hasil hasil penelitian dalam bidang: 1. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar 2. Pembelajaran dan Media Pembelajaran Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar 3. Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar 4. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar 5. Isu isu Terkini dalam Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar
Articles 203 Documents
ANALISIS IMPLEMENASI METODE CERITA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK Putri Maulidia; Rifkatul Fajarina; Ulfa Akhlia; Hawani; Lina Amelia
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v5i3.7016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode bercerita dalam pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bercerita dilaksanakan secara rutin pada awal maupun akhir pembelajaran dengan menyesuaikan cerita terhadap tema, usia, minat, dan pengalaman anak. Cerita disampaikan melalui buku bergambar, fabel, kisah keagamaan, dan pengalaman sehari-hari. Kegiatan tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan kosakata, kemampuan menyimak, pemahaman isi cerita, serta keberanian anak dalam menjawab pertanyaan dan berbicara. Pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan media, waktu pembelajaran, perhatian anak yang mudah teralihkan, dan belum meratanya partisipasi anak. Guru mengatasi kendala tersebut melalui penggunaan intonasi dan ekspresi yang variatif, media gambar, pertanyaan penuntun, serta pengaitan cerita dengan pengalaman anak. Dengan demikian, metode bercerita dapat mendukung pengembangan kemampuan berbahasa anak apabila dilaksanakan secara terencana, kreatif, dan interaktif.
MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PENGEMBANGAN KONSEP MATEMATIKA PADA ANAK USIA DINI Nova Annisa Putri Harahap; Sakinah Siregar
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v5i3.7058

Abstract

Kemampuan berpikir logis merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak usia dini dan dapat distimulasi melalui pengembangan konsep matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi, faktor pendukung, dan kendala pengembangan kemampuan berpikir logis anak melalui pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari delapan artikel jurnal yang membahas kemampuan berpikir logis, media pembelajaran, peran orang tua, lingkungan belajar, kompetensi guru, serta kendala pembelajaran. Data dianalisis melalui identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa media interaktif dan digital, keterlibatan orang tua, lingkungan belajar yang kondusif, serta kompetensi guru mendukung pengembangan kemampuan berpikir logis anak. Kendala pelaksanaannya meliputi keterbatasan media, rendahnya pemahaman pendidik, terbatasnya waktu pembelajaran, dan tuntutan kurikulum. Dengan demikian, kemampuan berpikir logis dapat dikembangkan melalui kegiatan matematika yang konkret, interaktif, kontekstual, dan melibatkan kerja sama antara guru dan orang tua.
PENDIDIKAN LITERASI FINANSIAL DI SEKOLAH DASAR: IMPLEMENTASI, KOMPETENSI, DAN TANTANGAN Dimas Qondias; Emiliana Contesa Bhala; Ermelinda Mangko
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v5i3.7311

Abstract

Literasi finansial merupakan kecakapan hidup yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar agar peserta didik mampu memahami dan mengelola sumber daya keuangan secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk implementasi, strategi pembelajaran, dampak, faktor pendukung, serta hambatan pendidikan literasi finansial pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kajian literatur naratif dengan sintesis tematik. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2021–2026. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 17 artikel yang sesuai dengan fokus kajian. Data dianalisis melalui tahap pengorganisasian artikel, pengodean temuan, pengelompokan kode, dan penyusunan tema. Hasil kajian menghasilkan lima tema utama, yaitu bentuk implementasi literasi finansial, strategi dan media pembelajaran, perkembangan kompetensi finansial siswa, peran lingkungan pendukung, serta hambatan pelaksanaan. Literasi finansial diterapkan melalui kegiatan menabung, pengelolaan uang saku, penyusunan anggaran, simulasi transaksi, kewirausahaan, dan kegiatan berbagi. Implementasi tersebut menunjukkan kecenderungan positif terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam mengelola keuangan. Penguatan literasi finansial memerlukan pembelajaran yang kontekstual, sistematis, berkelanjutan, serta didukung oleh kolaborasi sekolah dan keluarga.