cover
Contact Name
Andi Oktami Dewi Artha Ayu Purnama
Contact Email
oktamidewi@iaingorontalo.ac.id
Phone
+6285399880178
Journal Mail Official
jurnaltadayyun@gmail.com
Editorial Address
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies; Jl. Gelatik, Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Indonesia 96135. Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
TADAYYUN: Journal of Religious, Social and Humanities
ISSN : 30322162     EISSN : 30322162     DOI : -
Studies is a media for publication and academic communication in various perspectives as follows: Sociology of Religion, Religious Moderation, Religious Studies, Comparative Religion, Indigenous Religion, Religion and Human Rights, Anthropology of Religion Religion and Science, Philosophy of Religion, Social and Humanities, Religion and Culture , Conflict Resolution, Religion and Literature, Religion and Arts, Religion and Media and Religion and Globalization.
Articles 26 Documents
SEKULARISASI DAN SEKULARISME DALAM ISLAM Al Fiqri, Haikal
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 1 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya paham sekularisme dari Barat menjadi salah satu wawasan pengetahuan baru terlebih dalam Islam. Beberapa menganggap bahwa sekularisme dalam Islam tidaklah bertentangan (konstruktif). Akan tetapi ada juga yang menganggap bahwasanya sekularisme bertentangan dengan Islam sebab penolakan terhadap paham spiritual dan agama (non-religion dan non-spiritualism) yang erat kaitannya dengan paham sekularisme. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif (library research) dengan metode deskriptif-analisis yakni mensistematikkan data atau beberapa keterangan yang ada untuk kemudian dianalisis oleh penulis. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa sudut pandang Islam dalam paham sekularisme setidaknya menyatakan tidak bertentangan (konstruktif) dengan syarat tertentu. Di antaranya adalah ilmu dan pengetahuan boleh bersifat liberal, artinya tidak terbatas termasuk tidak terikat harus berdasarkan agama. Akan tetapi, ketika itu sudah menjadi suatu perwujudan atau amalan, maka syariat atau ketentuan yang sudah ditetapkan agama tidak boleh dilanggar. Dalam hal ini agama menjadi remnya, apabila ilmu pengetahuan tercipta agama akan tetap bertindak yakni jika itu menimbulkan kerusakan maka itu harus diputus dan sebaliknya jika itu sebuah kebaikan (maslahat) ilmu itu boleh untuk diterapkan.
PENGALAMAN EMOSIONAL PEMUDIK DALAM TRADISI MUDIK: studi kasus pada mahasiswa gorontalo Alinggahe, Yusril; Urpiani
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 1 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman emosional pemudik dalam tradisi mudik pada mahasiswa gorontalo menghasilkan bentuk-bentuk emosi pada mahasiswa dan faktor-faktor pendorong emosi pemudik serta Implikasi pemudik. Penulis menggunakan teori kepribadian Dalam konteks psikologi, kita perlu membedakan feeling (perasaan) dari emosi yang dalam     penggunaan     bahasa     sehari-hari   sering     dicampur adukkan. Keadaan yang menyenangkan ataupun yang tidak menyenangkan yang sering mengiringi banyak kegiatan kita adalah keadaan perasaan yang ringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitiatif yang mengutamakan deskripsi atas observasi dilapangan penelitian. Dalam temuan dan pembahasan dalam penelitian ini adalah mudik sebagai fenomena diindonesia. Ada perbedaan emosi pada pemudik antara pulang pada hari lebaran dan pulang pada hari biasa sebab terdapat emosional yang berlebihan pada saat pulang lebaran antara lain senang dan puas yang dirasakan oleh pemudik. Mudik lebaran dijadikan satu momentum dalam melakukan halal bil halal, sungkeman pada orang tua, memberikan hadiah pada oeang tua, tante, kakek, nenek, dan ponakan serta saudara. Sedangkan pulang pada saat hari biasa dianggap tidak bermakna dan biasa saja sebab yang dirasakan hanya mau lari dari permasahan pekerjaan, bosan dalam lingkungan kerja.
SISTEM PENDIDIKAN SURAU: KARAKTERISTIK, ISI, DAN LITERATUR KEAGAMAAN Syamsuri; An An Andari; Nasor, Muhammad
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 1 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Surau merupakan lembaga pendidikan non Islam tertua di Minangkabau, dengan masuknya Islam di Minangkabau, maka terjadinya Islamisasi terhadap fungsi Surau. Dengan adanya perubahan pada lembaga pendidikan Surau ini, terjadi transformasi keilmuan dan kebudayaan kepada para pemuda Minang. Pengetahuan yang didapat pun selama ini di Surau tidak hanya sekedar ilmu agama saja, namun juga ilmu-ilmu umum yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti; ilmu budaya adat istiadat, berwirausaha, ilmu bela diri, kesopanan, kemandirian, dan sebagainya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode literature review yang artinya metode yang sistematis, eksplisit dan reprodusibel untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan sintesis terhadap karya-karya hasil penelitian dan hasil pemikiran yang sudah dihasilkan oleh para peneliti dan praktisi. Menurut Hasibuan, Zainal A. (2007), Literature review berisi uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Sumber data berasal dari referensi internet dan objek penelitian ini adalah Lembaga Pendidikan Surau yang didirikan oleh Syekh Burhanuddin Ulakan, Pariaman. Syekh Burhanuddin pada tahun 1680, ia kembali ke Ulakan dan mendirikan Surau di Tanjung Medan yang terletak dikompleks seluas sekitar 4 hektar. Disana, ia menyebarkan ajaran Islam sekaligus mengembangkan Tarekat Syattariyah. Keberadaan Surau berkontribusi besar bagi masyarakat sekitar dari dulu hingga saat ini dengan mengikuti perkembangan zaman, terlebih diera teknologi informasi. Jadi keberadaan Surau menjadi sesuatu yang unik dan penting bagi perkembangan lembaga pendidikan di Minangkabau.  
PENYESUAIAN PERKAWINAN PASANGAN YANG MENIKAH MELALUI PROSES ADAT SEBAMBANGAN (KAWIN LARI) DI PROVINSI LAMPUNG Monika, Reska; Suryanto, Suryanto
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 1 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena social adat kawin lari di Provinsi Lampung yang dikenal dengan istilah Sebambangan akibat menghindari uang pernikahan dalam adat yang cukup mahal. Dalam melihat gambaran penyesuaian perkawinan, didasarkan pada dimensi penyesuaian perkawinan yaitu, penyesuaian dengan pasangan,penyesuaian seksual, penyesuian keuangan, dan penyesuaian perkawinannya dengan keluarga dari pihak masing-masing pasangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan dengan kriteria (1) pasangan yang menikah melalui proses kawin lari (2) pernikahan masih bertahan sampai sekarang (3) subjek berdomisili di Lampung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis domain. Hasil penelitian ini mendeksripsikan bahwa ketiga subjek mempunyai penyesuian perkawinan yang berbeda-beda pada perkawinan yang dijalaninya. Dimana penyesuian perkawinan yang dijalani masing-masing bersifat unik sesuai faktor pendukung dan penghambat yang dimiliki.
A Quranic Exegesis : TOLERANSI ANTAR MAZHAB PERSPEKTIF WAHBAH AZ-ZUHAYLĪ DALAM KITAB AT-TAFSĪR AL-MUNĪR FĪ ‘AQIDAH WA ASH-SHARĪ’AH WA AL-MANHĀJ Monggo, Wahyudi
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 2 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari adanya ragam perbedaan pendapat dalam intra Islam dengan pendekatan fikih maupun akidah atas dasar konteks sosial dan latar belakang yang berbeda-beda. Dalam perbedaan pendapat antar mazhab, terjadi perselisihan di antara sesama Muslim. Hal ini dipicu adanya interpretasi dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang sifatnya multikultural sehingga dipengaruhi banyak faktor seperti, budaya, geografis dan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Wahbah Az-Zuḥaylī mendefinisikan konsep toleransi antar mazhab dalam At-Tafsīr Al-Munīr fī ‘Aqidah Wa Ash-Sharī’ah Wa Al-Manhāj. Penelitian ini mengkaji konsep toleransi antar mazhab terhadap sikap dan pola pikir umat Islam di tengah pluralitas mazhab, dan merujuk pada kitab At-Tafsīr Al-Munīr karya Wahbah Az-Zuḥaylī dengan menggunakan, pertama metode tematik (Mawḍū`ī.) kedua, metode deskriptif analisis. Jenis Penelitian ini adalah metode kualitatif, hasil dan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa. Pertama, toleransi antar mazhab dalam Islam memiliki landasan kuat, seperti kepatuhan bersama terhadap ajaran Allah dan Sunnah Nabi, menjaga persatuan umat, memahami perbedaan pendapat sebagai kehormatan, kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai penyelesaian konflik utama, dan menghindari perselisihan yang dapat membahayakan umat. Kedua Implikasi penafsiran toleransi antar mazhab terhadap cara bersikap di tengah pluralitas mazhab dengan mengakui prinsip-prinsip kesetaraan asal-usul manusia, saling mengenal dan berinteraksi, ketakwaan sebagai tolok ukur kemuliaan, larangan mencela dan menghina, serta penilaian berdasarkan ketakwaan. Kesetaraan asal-usul manusia menolak sikap superioritas atau inferioritas berdasarkan mazhab atau aliran keagamaan. Konsep saling mengenal dan berinteraksi menjadi kunci penting dalam membangun toleransi antar mazhab.
Nilai-nilai Islam Dalam Tradisi Munggah Molo di daerah Kertapati Eka, Eka Saputra; Muhammad Noupal; Yen Fikri Rani
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 2 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to determine Islamic values in the Munggah Molo tradition in the Kertapati area. This type of research is field research using qualitative methods by taking data from the Kertapati District community (Munggah Molo actors, community leaders, and traditional shops). Descriptive analysis method was used to analyze the data. The research findings show that the results of Islamic values in the Munggah Molo tradition in Kertapati District are good and very relevant because they contain the three concepts in Islamic teachings which teach gratitude, social interaction and trust. Keywords: Islamic values, traditions, Munggah Molo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Islam dalam tradisi Munggah Molo di daerah Kertapati. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif dengan mengambil data dari masyarakat Kecamatan Kertapati (pelaku Munggah Molo, tokoh masyarakat, dan toko adat). Metode analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Temuan penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai Islam dalam tradisi Munggah Molo di Kecamatan Kertapati hasilnya baik dan sangat relevan karena mengandung ketiga konsep dalam ajaran Islam yang mengajarkan rasa syukur, interaksi sosial, dan tawakal. Kata Kunci: nilai-nilai Islam, tradisi, Munggah Molo
Pengaruh Gender dan Seks dalam Struktur Sosial: Sebuah Tinjauan Analitis: Tinjauan Analisis Terhadap Peran Gender dan Seks dalam Masyarakat Hartono, Haikal
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 2 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran gender dan seks dalam masyarakat merupakan fenomena yang kompleks dan terus berubah seiring dengan dinamika sosial, budaya, dan historis. Dalam analisis sosial, konsep ini tidak hanya dipahami sebagai perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga sebagai konstruksi sosial yang membentuk identitas dan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Analisis sosial mengungkapkan bahwa peran gender tidaklah statis, tetapi dipengaruhi oleh norma-norma, nilai-nilai, dan struktur kekuasaan dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) deskriptif-analisis. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwasanya masih banyak stereotip masyakarat yang mempengaruhi persepsi 'cocok' atau 'tidak cocok' pada peran laki-laki maupun perempuan. Tantangan terbesar adalah bagaimana kita dapat mengubah paradigma tersebut dan mempromosikan kesetaraan gender yang lebih besar. Ini memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat sipil, dan individu, untuk bekerja sama dalam mengatasi diskriminasi gender dan membangun masyarakat yang lebih inklusif dan adil. Semuanya dapat dilakukan melalui gerakan perubahan sosial dalam memberikan pemahaman edukasi dan aksi mengenai peran gender serta bantuan hukum terhadap kasus kekerasan gender yang masih banyak terjadi. Tentunya ini akan membawa perubahan menuju masyarakat yang lebih setara dan berkeadilan bagi semua individu, independen dari identitas gender mereka.
Media Global Versus Resistensi Lokal Pada Deepfake Pornografi Sebagai Alat Dehumanisasi Perempuan Dalam Budaya Konservatif Muhammad Kanzul Fikri, Muhammad Kanzul Fikri
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 2 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis bagaimana media global, melalui fenomena deepfake pornografi, memengaruhi identitas gender perempuan dalam konteks budaya konservatif. Media global sering mereproduksi representasi perempuan dalam kacamata hegemoni Barat yang liberal, yang kerap bertentangan dengan nilai-nilai Timur yang lebih normatif dan patriarkal. Dalam budaya Barat, narasi kebebasan seksual sering dilihat sebagai bentuk otonomi individu, sedangkan dalam budaya Timur, hal tersebut dapat dibaca sebagai pelanggaran terhadap kehormatan kolektif. Meski berbeda, keduanya sama-sama berisiko memfasilitasi dehumanisasi perempuan melalui media yang mengeksploitasi tubuh mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana kritis terhadap representasi deepfake pornografi dalam media digital dan tanggapan masyarakat konservatif terhadapnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa media global dapat menjadi alat pemberdayaan jika digunakan untuk mendekonstruksi stereotip gender dan memperkuat narasi alternatif yang berakar pada nilai lokal. Pendekatan lintas budaya diperlukan agar pemberdayaan tidak bersifat homogen dan bias budaya dominan. Kata kunci : Media Global, Deepfake Pornografi, Gender.
PERSPEKTIF PARA ORIENTALIS TERHADAP AL-QUR’AN, DAN HADIS Ahmad, Fauzan Zil Ikram; Lasaba, Muhammad Fathurrahman; Mustaqimah, Mustaqimah
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 1 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kajian ini mengeksplorasi perspektif para orientalis terhadap Al-Qur'an dan Hadis sebagai dua sumber utama ajaran Islam. Para orientalis menggunakan pendekatan sejarah dan kritis untuk menganalisis teks-teks Islam, yang sering kali berbeda dengan pandangan tradisional umat Muslim. Penelitian ini membahas pandangan orientalis seperti Theodor Noldeke, John Wansbrough, Abraham Geiger, Ignaz Goldziher, dan Joseph Schacht. Noldeke meragukan keaslian Al-Qur'an dan menganggapnya sebagai adaptasi dari tradisi Yahudi dan Kristen. Wansbrough menganalisis Al-Qur'an sebagai hasil evolusi teks dalam konteks sejarah tertentu. Geiger berpendapat bahwa banyak konsep dalam Islam diadopsi dari tradisi Yahudi. Goldziher dan Schacht memfokuskan kritik mereka pada otentisitas Hadis, dengan menyimpulkan bahwa sebagian besar Hadis adalah kreasi belakangan untuk mendukung kepentingan sosial dan politik. Kajian ini menunjukkan bahwa meskipun analisis orientalis sering kontroversial, pendekatan mereka dapat membuka ruang discourse antara tradisi Islam dan pendekatan akademik Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur.
Pemikiran Pemikiran Kaum Orientalis Terhadap Nabi Muhammad Saw (Analisis Kritis Mahasiswa Jurusan Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir IAIN Sultan Amai Gorontalo): Pemikiran Kaum Orientalis Terhadap Nabi Muhammad Saw (Analisis Kritis Mahasiswa Jurusan Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir IAIN Sultan Amai Gorontalo) Mustaqimah, Mustaqimah; Khairun Nisa Papeo; Indah Nurmawan
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 3 No 1 (2025): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientalisme adalah cabang studi Islam yang didirikan di negara-negara Barat yang mengkaji banyak aspek Timur seperti bahasa, etika, peradaban, dan agama. Penulis melakukan penelitian dengan jenis penelitian kualitatif yang bersumber dari library research dimana sumber-sumber data tersebut di dapatkan dari literatur berbagai artikel jurnal terkait, setelah itu penulis juga menjadikan para mahasiswa jurusan ilmu Al-Qur’an dan tafsir semester tiga di Institut Agama Islam negeri Sultan Amai Gorontalo, sebagai sumber dalam penelitian ini untuk melihat pandangan mereka terkait tuduhan dan kritik kaum orientalis terhadap Nabi Muhammad Saw., dan bagaimana bantahan mereka terkait hal tersebut. Tujuan penelitian ini menganalisis berbagai kritik dan pandangan para kaum orientalis terhadap Nabi Muhammad Saw. Dengan hasil temuan beberapa tokoh orientalis yang memandang dan mengkritik Nabi Muhammad yakni Theodor Noldeke menyoroti aspek kemampuan membaca dan menulis Nabi Muhammad, dengan menafsirkan istilah "ummi" sebagai lawan dari ahli kitab, bukan sebagai ketidakmampuan membaca dan menulis. Kemudian Sir William Muir, sering memandang Nabi Muhammad dengan penuh bias dan keangkuhan. Seorang tokoh orientalis Montgomery Watt juga mengritik Islam dan juga Nabi Muhammad dari berbagai sisi. Menurut Watt, pada awal hidupnya Muhammad muda sangat dipengaruhi oleh pemikiran Waraqah bin Naufal, seorang rahib Nasrani. Kemudian mahasiswa sebagai narasumber wawancara, mereka sepakat dan menilai bahwa kritikan dan tuduhan para kaum orientalis terhadap Nabi Muhammad SAW. tersebut tidaklah benar, karena kaum orientalis ini menyatakan kritikan-kritikan tersebut tanpa berdasarkan iman, ilmu pengetahuan lain yang mendukung kesimpulan mereka, dan memang beberapa tujuan yang didasari karena mencari kesalahan juga merusak keyakinan kaum Muslim. Para narasumber membantah dan mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW, benar-benar seorang utusan Allah yang diberikan kemukjizatan dalam menyampaikan Al-Qur’an dan kemuliaan dalam menyampaikan hadis.

Page 2 of 3 | Total Record : 26