cover
Contact Name
Andi Oktami Dewi Artha Ayu Purnama
Contact Email
oktamidewi@iaingorontalo.ac.id
Phone
+6285399880178
Journal Mail Official
jurnaltadayyun@gmail.com
Editorial Address
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies; Jl. Gelatik, Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Indonesia 96135. Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
TADAYYUN: Journal of Religious, Social and Humanities
ISSN : 30322162     EISSN : 30322162     DOI : -
Studies is a media for publication and academic communication in various perspectives as follows: Sociology of Religion, Religious Moderation, Religious Studies, Comparative Religion, Indigenous Religion, Religion and Human Rights, Anthropology of Religion Religion and Science, Philosophy of Religion, Social and Humanities, Religion and Culture , Conflict Resolution, Religion and Literature, Religion and Arts, Religion and Media and Religion and Globalization.
Articles 26 Documents
KEGAGALAN INKLUSI PENDIDIKAN: Tinjauan atas Tingginya Angka Putus Sekolah Pemuda di Kawasan Perkebunan Batu Kramat, Gorontalo Muhammad Ibrahim
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 3 No 1 (2025): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penyebab tingginya angka putus sekolah di kalangan pemuda di Desa Batu Kramat, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkap bahwa penyebab putus sekolah tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh faktor kultural yang kompleks. Tekanan dari orang tua untuk segera bekerja, persepsi kolektif yang meremehkan nilai pendidikan, dan ketiadaan sekolah menengah di desa menjadi penghambat utama. Meskipun banyak pemuda memiliki aspirasi untuk melanjutkan pendidikan, mimpi mereka terhambat oleh realitas sosial-ekonomi yang menekan. Studi ini menyimpulkan bahwa upaya penanggulangan memerlukan pendekatan multidimensi yang tidak hanya mengatasi keterbatasan ekonomi tetapi juga melakukan transformasi persepsi masyarakat tentang pentingnya pendidikan dalam memutus siklus kemiskinan. This study analyzes the factors causing the high school dropout rate among youth in Batu Kramat Village, Boalemo Regency, Gorontalo. A qualitative method with a case study approach was employed through in-depth interviews, observation, and documentation studies. The findings reveal that the causes of school dropout are not only economic but also complex cultural factors. Parental pressure to enter the workforce early, a collective perception that undervalues education, and the absence of a senior high school in the village are the main barriers. Although many youths possess aspirations to continue their education, their dreams are hindered by pressing socio-economic realities. The study concludes that mitigation efforts require a multidimensional approach that not only addresses economic constraints but also transforms community perceptions about the importance of education in breaking the cycle of poverty.
Komunikasi Antarbudaya di Era Teknologi Digital: Integrasi Nilai, Waktu, dan Identitas Budaya Global Suryani, Wahidah; Arya Nurwahid Karim; Siti Magfira Ente
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 3 No 1 (2025): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas hubungan antara konsep waktu dan komunikasi antarbudaya dalam konteks perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Waktu tidak hanya dipahami sebagai dimensi kronologis, tetapi juga sebagai konstruksi budaya yang sarat makna sosial, spiritual, dan simbolik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis literatur, kajian ini menelusuri perbedaan pandangan budaya terhadap waktu terutama konsep monokronik dan polikronik sebagaimana dikemukakan oleh Edward T. Hall serta dampaknya terhadap pola komunikasi lintas budaya. Perspektif Islam juga diangkat untuk menegaskan nilai spiritual waktu sebagai anugerah ilahi yang harus dimanfaatkan secara efisien dan bermakna. Selain itu, artikel ini menguraikan penerapan kronemik dan proksemik sebagai aspek komunikasi nonverbal yang memengaruhi interaksi antarindividu dari latar budaya berbeda. Di era digital, teknologi informasi memperpendek jarak komunikasi dan memperluas jangkauan interaksi budaya, namun sekaligus menimbulkan tantangan baru seperti etnosentrisme, stereotip, dan kesenjangan persepsi waktu. Hasil kajian menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi antarbudaya di era digital menuntut kepekaan terhadap perbedaan persepsi waktu, penghargaan terhadap nilai-nilai budaya lain, serta kemampuan adaptasi dalam menggunakan media digital secara etis dan efektif.
Tradisi Molyobui: Simbol Kedewasaan dan Identitas Budaya Masyarakat Desa Bukamog, Kabupaten Buol Saleh, Novitasari A.; Muh. Rusli; Purnama, Andi Oktami Dewi Artha Ayu
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 2 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Molyobui merupakan salah satu ritual adat masyarakat Desa Bukamog, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, yang menandai masa peralihan seorang anak perempuan menuju usia remaja. Tradisi ini sarat dengan makna simbolis yang mencerminkan nilai religius, sosial, dan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan prosesi Molyobui dan makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif jenis dekskriptif dengan pendekatan antropologi yang berusaha menungkapkan informasi yang lengkap dan mendalam mengenai Tradisi Molyobui (Memasuki Usia Remaja) pada masyarakat. Informan dalam penelitian ini adalah remaja, dukun anak, dan orang tua di Desa Bukamog, Kabupaten Buol. Data diperoleh melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Molyobui tidak hanya berfungsi sebagai ritual penyucian dan tanda kedewasaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan identitas budaya remaja perempuan di Desa Bukamog. Dalam proses pelaksanaan Tradisi Molyobui dipimpin oleh dukun anak yang sudah ditentukan sebelumnya. Penentuan dukun anak sebelumnya adalah bahwa remaja yang sudah baligh harus di mandikan oleh dukun anak atau mengikuti prosesi Molyobui. Pelaksanaan tradisi ini dimulai dari proses mandi di sumur atau di sungai kemudian setelah itu kembali ke rumah dilanjutkan dengan berganti pakaian adat serta berhias kemudian dilanjutkan prosesi Nari. Nari yang di maksud adalah menari atau tarian Molyobui yang termasuk dalam prosesi memasuki usia remaja.
PERILAKU SOSIAL REMAJA PENGKONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL DI KECAMATAN MANANGGU, KABUPATEN BOALEMO Golo, Fitriyanti; Sulaiman Ibrahim; Purnama, Andi Oktami Dewi Artha Ayu
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 3 No 1 (2025): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku sosial remaja pengkonsumsi minuman beralkohol di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah remaja, orang tua dan masyarakat di Kecamatan Mananggu. Selanjutnya teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perilaku remaja dalam mengonsumsi minuman beralkohol meliputi pengaruh teman sebaya, pola asuh orang tua, serta kemudahan akses terhadap minuman beralkohol. Dampaknya meliputi gangguan sosial, konflik keluarga, dan penurunan prestasi akademik. Peran orang tua, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam pencegahan dan penanggulangan perilaku ini. Upaya yang dapat dilakukan meliputi penguatan kontrol sosial, edukasi moral, dan penegakan hukum terhadap penjualan alkohol kepada remaja.
KEMISKINAN DAN STRATEGI ADAPTIF KAUM MARJINAL Studi pada Masyarakat Kelurahan Heledulaa Selatan Kota Gorontalo Kadir, Herni Regita; Macpal, Sunandar
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 3 No 1 (2025): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan persoalan sosial yang kompleks dan multidimensional, mencakup keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan hidup yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kemiskinan serta strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh masyarakat miskin di Desa Heledulaa Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kemiskinan di wilayah ini adalah rendahnya akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, keterbatasan kesempatan kerja formal, serta ketergantungan pada sektor informal dengan pendapatan tidak tetap. Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat menerapkan berbagai strategi bertahan hidup, antara lain: (1) memanfaatkan potensi ekonomi keluarga melalui aktivitas ekonomi mandiri, (2) memperluas jaringan sosial untuk memperoleh peluang pendapatan tambahan, dan (3) menerapkan pola hidup hemat untuk menekan pengeluaran rumah tangga. Strategi ini menunjukkan adanya daya lenting (resilience) sosial-ekonomi masyarakat miskin dalam menghadapi tekanan sosial dan ekonomi di wilayah perkotaan. Temuan ini mempertegas pentingnya intervensi kebijakan pembangunan yang berfokus pada perluasan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal sebagai upaya struktural dalam mengatasi kemiskinan secara berkelanjutan.
KONSEP WASATHIYAH ISLAM DALAM KONTEKS GLOBALISASI DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Ayu Rizkia Silviana; Mukh Nursikin
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 3 No 1 (2025): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia terdiri atas masyarakat yang majemuk. Kemajemukan tersebut jika tidak disikapi secara tepat akan menimbulkan berbagai persoalan. Konsep agama yang inklusif perlu ditanamkan supaya tidak menimbulkan radikalisme, ekstremisme, terorisme. Konsep tersebut yaitu Wasathiyah atau moderasi beragama. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan kajian tentang konsep Wasathiyah pendidikan agama islam dalam konteks globalisasi dan multikultural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka. Proses pelaksanaan penelitian sebagai berikut: (1) reduksi data, menyeleksi data dengan kategori tertentu; (2) penyajian data, data temuan penelitian dipaparkan secara sistematis dan jelas; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, tantangan pendidikan Islam di era globalisasi yaitu (a) kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi; (b) demokratisasi; dan (c) kemerosotan moral. Kedua, terdapat tiga pilar dalam menangkal radikalisme, (1) pilar adil; (2) pilar keseimbangan; dan (3) pilar toleransi. Ketiga, terdapat tiga strategi dalam memperkuat moderasi beragama, (1) memperkuat konsep moderasi; (2) mengembangkan muatan kurikulum; dan (3) mengoptimalkan pembelajaran pendidikan agama islam. Keempat, terdapat karakter yang perlu ditanamkan dalam pendidikan di era globalisasi yaitu (1) Tawasuth (pertengahan); (2) Tatsamuh (toleran); (3) Tawazun (seimbang); dan (4) I’tidal (konsisten, tegas dan berlaku adil).

Page 3 of 3 | Total Record : 26