cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SAINSMAT
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 288 Documents
Efektifitas Biji Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai Biokoagulan dalam Menurunkan Cemaran Limbah Cair Industri Minuman Ringan Neny Rasnyanti Aras; Asriani Asriani
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat101261692021

Abstract

Limbah cair industri minuman ringan biasanya menggunakan bahan baku berupa gula sebagai perasa dengan  bahan baku utama glukosa. Dengan demikian tidak  mengherankan limbah tersebut banyak mengandung bahan-bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan alternatif lain dalam mengendalikan pencemaran limbah industri cair dengan menggunakan koagulan alami dalam hal menurunkan nilai COD, TSS, kekeruhan, dan pH dengan variasi dosis koagulan biji kelor. Penelitian ini dilakukan cara mempreparasi biji kelor yang akan digunakan sebagai koagulan lalu memvariasikan bobot biokoagulan dengan teknik pengadukan lambat pada saat dikontakkan dengan limbah untuk mencari dosis optimumnya dalam menurunkan nilai COD, TSS, kekeruhan, dan pH[R1] . Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dosis optimum yang didapatkan yaitu pada 1,5 gram koagulan biji kelor yang dapat menurunkan TSS sebesar 89 %, turbidity 65 % dan COD 88 %. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan koagulan biji kelor dapat memperbaiki kualitas limbah cair industri minuman ringan.Kata kunci: Biji kelor, biokoagulan, limbah cair industri, COD, TSS  The liquid waste of the soft drink industry usually uses raw materials in the form of sugar as a flavoring with glucose as the main raw material. Thus, it is not surprising that the waste contains a lot of organic materials. The purpose of this study is to provide another alternative in controlling the pollution of liquid industrial waste by using natural coagulants in terms of reducing the value of COD, TSS, turbidity, and pH by varying the coagulant dose of Moringa seeds. This research was carried out by preparing Moringa seeds that used as a coagulant and then varying the weight of the biocoagulant with slow stirring technique when contacted with waste to find the optimum dose in reducing COD, TSS, turbidity, and pH values. Based on the results of the study, the optimum dose obtained was 1.5 grams of Moringa seed coagulant which could reduce TSS by 89%, turbidity 65% and COD 88%. From these results it can be concluded that using Moringa seed coagulant can improve the quality of the liquid waste of the soft drink industryKeywords: moringa seeds, biocoagulant, liquid waste industry,COD, TSS
Optimisasi Enzim Protease oleh Bakteri Endofit dari AkarTumbuhan Kawasan Ekosistem Karst dengan Response Surface Methodology Halifah Pagarra; H. Hartati; R. Rachmawaty
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat102262172021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas produksi enzim protease dari isolat bakteri B yang diisolasi dari Akar tumbuhan karst dalam berbagai variasi waktu inkubasi. Isolat bakteri yang digunakan adalah isolat bakteri B, bakteri proteolitik termofilik yang diisolasi dari Ekosistem Karst di Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan Propinsi. Pengujian aktivitas protease dilakukan dengan menggunakan metode Lowry. Protein kasar tertinggi. Kandungan protein dari semua perlakuan diperoleh pada waktu inkubasi 48 jam untuk Isolat Bakteri B sebesar 4,665 mg/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Isolat Bakteri B menunjukkan waktu produksi yang optimal pada 48 jam dengan enzim aktivitas 0,393 Unit/ml. Dapat disimpulkan bahwa Isolat Bakteri B merupakan bakteri proteolitik ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar koloni bakteri pada SMA. Produksi dari enzim protease yang diperoleh melalui metode RSM (CCD) optimum pada 0,393 U/ml pada glukosa konsentrasi 0,60%, ekstrak ragi 0,50% dan susu skim 1,00%.Kata kunci: protein kasar, aktivitas enzim protease dan isolat bakteri B.This study aims to determine the activity of protease enzyme production from bacterial isolate B isolated from the roots of karst plants in various incubation times. The bacterial isolate used was bacterial isolate B, a thermophilic proteolytic bacterium isolated from the Karst Ecosystem in Pangkajene Regency, South Sulawesi Province. Testing of protease activity was carried out using the Lowry method. Highest crude protein. Protein content of all treatments was obtained at 48 hours of incubation for Bacterial Isolate B (5.756 mg/ml).The results showed that Bacterial Isolate B showed optimal production time at 48 hours with enzyme activity 0.393 Unit/ml. It can be concluded that Bacterial Isolate B is a proteolytic bacterium characterized by the formation of a clear zone around the bacterial colonies in SMA. The production of the protease enzyme obtained by the RSM (CCD) method was optimum at 0.393 U/ml at 0.60% glucose concentration, 0.50% yeast extract and 1.00% skim milk. Keywords: crude protein, activity of protease enzymes and isolates of bacteria B.
Peningkatan Kemampuan Matematika Dasar dengan Metode Pembelajaran Langsung dan Tutor Sebaya Mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNM I. Irwan; Sahlan Sidjara; Said Fachry Assagaf
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat91199052020

Abstract

Kemampuan awal memiliki peran yang sangat penting baik dalam mengkonstruksi pengetahuan yang baru dipelajari, maupun mengelaborasi pengetahuan tersebut dengan yang telah dimiliki sebelumnya. Bagi pengajar, pengetahuan tentang kemampuan awal peserta didik dapat menjadi acuan dalam menetapkan titik awal pembelajaran, pendekatan dan teknik mengajar, serta program-program penunjang pembelajaran. Secara umum, pengetahuan awal mahasiswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari latar belakang pendidikan, kondisi ekonomi, lingkungan sosial, hingga kondisi geografis daerah asal. Dalam penerimaan mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNM beberapa tahun terakhir, pihak jurusan berusaha merangkul calon mahasiswa dengan latar belakang yang cukup beragam. Proses tersebut dilakukan dengan menerapkan tiga jalur penerimaan yakni SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Tulis Lokal dengan juga memfasilitasi calon mahasiswa yang kurang mampu secara finansial melalui jalur Bidikmisi. Perlu diketahui bahwa ketiga sistem penyeleksian tersebut menilai calon mahasiswa tidak hanya dari kemampuan matematikanya saja, melainkan pada kemampuan dasar mereka secara menyeluruh, serta jejak prestasi baik akademik maupun non-akademik selama di SMA. Kata kunci: kemampuan awal, pendampingan langsung, dan tutor sebaya
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Masalah Terbuka dalam Pembelajaran Kalkulus. S. Sutamrin; S. Sahid
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat102262272021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berbasis masalah terbuka dalam pembelajaran kalkulus yang berkualitas (valid, praktis, dan efektif). Target khusus yang akan dicapai adalah tersedianya bahan ajar kalkulus berbasis masalah terbuka berupa: Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), Buku Pegangan Mahasiswa (BPM), dan Tes Kemampuan Kalkulus (TKK). Untuk mencapai target tersebut, proses pengembangan menggunakan Model 4-D (four D Models) dari Thiagarajan (1974) yang terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), dan (4) tahap penyebaran (disseminate). Untuk menilai kualitas bahan ajar kalkulus berbasis masalah terbuka yang dikembangkan, digunakan kriteria Nieveen, yaitu memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Untuk keperluan pengujian kualitas, maka bahan ajar diujicobakan pada mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNM Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar berbasis masalah terbuka telah memenuhi kriteria kevalidan, (2) hasil ujicoba menunjukkan: (a) bahan ajar berbasis masalah terbuka telah memenuhi kriteria kepraktisan, (b) bahan ajar berbasis masalah terbuka telah memenuhi kriteria keefektifan. Kata kunci: bahan ajar, masalah terbuka, kalkulus.The purpose of this research is to develop open problem-based teaching materials in quality calculus learning (valid, practical, and effective). The specific target to be achieved is the availability of open problem-based calculus teaching materials in the form of: Lecture Program Unit (SAP), Student Worksheet (LKM), Student Handbook (BPM), and Calculus Ability Test (TKK). To achieve this target, the development process uses the 4-D Model (four D Models) from Thiagarajan (1974) which consists of four stages, namely: (1) the definition stage, (2) the design stage, (3 ) the development stage (develop), and (4) the dissemination stage (disseminate). To assess the quality of open problem-based calculus teaching materials developed, Nieveen's criteria are used, which meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness. For the purposes of quality testing, the teaching materials were tested on students of the Mathematics Department, FMIPA UNM Makassar. The results showed that: (1) open problem-based teaching materials had met the validity criteria, (2) trial results showed: (a) open problem-based teaching materials had met the practicality criteria, (b) open problem-based teaching materials had met the effectiveness criteria. Keywords: keyword 1, keyword 2, etc.
Analisis Hubungan antara Respon dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Pembelajaran Outdoor Learning untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan S. Syamsiah; Andi Farida Arsal; Arifah Novia Arifin
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat102263692021

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara respon dan hasil belajar mahasiswa terhadap pembelajaran outdor learning untuk meningkatkan literasi lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebagai subjek penelitian ialah mahasiswa biologi UNM angkatan 2018 sebanyak 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket respon mahasiswa terhadap pelaksanaan praktikum di Kebun Raya Massenrempulu Enrekang berupa outdoor learning, yang mengacu pada empat aspek, yaitu respon mahasiswa terhadap pelaksanaan outdoor learning, respon terhadap manfaat outdoor learning, respon terhadap pemahaman materi, dan respon terhadap kenyamanan/kebersihan lingkungan. Instrumen soal pilihan ganda untuk menentukan hasil belajar mahasiswa. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk melihat hubungan antara respon dan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran outdoor learning. Hubungan antara respon dan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran outdoor learning diuji dengan menggunakan independent sampel t-test (uji- t). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh antara respon dan hasil belajar mahasiswa terhadap pembelajaran outdoor learning. Pembelajaran dengan menggunakan sistem outdoor learning merupakan pembelajaran yang dilaksanakan di lingkungan sehingga mahasiswa dapat mengamati secara langsung hal-hal yang terjadi dan mengasosiasikan pembelajaran yang dilakukan dengan keadaan lingkungan tempat belajar. Respon terhadap pembelajaran outdoor learning diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi lingkungan mahasiswa. Kata kunci: Outdoor learning, literasi lingkungan, respon mahasiswa, hasil belajaThis study aims to analyze the relationship between responses and student learning outcomes to outdoor learning to improve environmental literacy. This research is an explanatory research with a quantitative approach. The sample was 20 students of UNM biology class 2018. The instrument used is a student response questionnaire to the implementation of the practicum at the Massenrempulu Enrekang Botanical Garden, which refers to four aspects, namely student responses to the implementation of outdoor learning, responses to the benefits of outdoor learning, responses to understanding the material, and responses to comfort/cleanliness. environment. Multiple choice questions instrument to determine student learning outcomes. The data were analyzed using t-test to know the relationship between response and student learning outcomes in outdoor learning. That relationship was tested using independent sample t-test (t-test). The results of data analysis show that there is an influence between the response and learning outcomes on outdoor learning. Learning using the outdoor learning system is learning that is carried out in the environment so that students can observe directly what is happening and associate the learning carried out with the state of the environment where they are studying. The response to outdoor learning is expected to improve students' environmental literacy skills.Keywords : Outdoor learning, environmental literacy , student’s respons, learning outcome
Kemampuan Siswa SMA Menyelesaikan Soal Fisika Bertipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) Salamang Salmiah Sari; Fahmi Hasbullah; K Khaeruddin
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat101317462021

Abstract

Pada abad 21, pendidikan harus memprioritaskan pengajaran berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS). Hal tersebut dikarenakan proses pendidikan yang berbasis HOTS telah menjadi kebutuhan global. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana gambaran kemampuan peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam menyelesaikan soal fisika bertipe HOTS. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sampel jenuh dengan jumlah 166 orang  peserta didik kelas X MIPA di sekolah tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan instrumen tes bertipe HOTS yang telah valid kepada subjek penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum tingkat kemampuan peserta didik kelas X MIPA dalam menyelesaikan soal fisika bertipe HOTS masih tergolong dalam kategori sedang, dilihat dari persentase HOTS peserta didik yang didominasi oleh kategori sedang yakni sebesar 65,06% atau 108 peserta didik. Hal ini menjadi perlu mendapatkan perhatian khusus bagi institusi yang berhubungan dengan pendidikan, khususnya tenaga pendidik yang harus mampu berinovasi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal bertipe HOTS sekaligus melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi mereka.Kata kunci: Penyelesaian Soal, HOTS. In the 21st century, education must prioritize teaching based on Higher Order Thinking Skills (HOTS). This is because the HOTS-based education process has become a global need. This study aim was to study how the description of the ability of high school students (SMA) in solving HOTS-type physics problems. This type of research is a descriptive quantitative with survey method. The sample used in the study was a saturated sample with a total of 166 students of class X MIPA at the school. Data collection was carried out by giving a valid HOTS-type test instrument to the research subject. The data obtained were then analyzed using a descriptive analysis test. The results of this study indicate that in general the level of ability of students in class X MIPA in solving HOTS-type physics questions is still classified in the medium category, as seen from the percentage of HOTS students which is dominated by the medium category, which is 65.06% or 108 students. This becomes a need for special attention for institutions related to education, especially educators who should be able to innovate in the learning process to improve the ability of students to solve HOTS-type questions as well as for training their higher-order thinking skills. Keywords: Problem Solve, HOTS.
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pembelajaran Fisika sebagai Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri Kota Makassar Salamang Salmiah Sari; Zaima Nur Iwana Darwis; K Khaeruddin; Jack Susanto
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat101317482021

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis penguasaan kompetensi pedagogik guru fisika SMAN di Kota. Sampel penelitian dipilih secara acak sebanyak 8 orang guru yang berasal dari 8 sekolah yang ditentukan secara cluster random sampling berdasarkan akreditasi sekolah, guru yang telah bersertifikasi dari Tahun 2007 sampai dengan 2014, guru yang telah mengikuti tes uji kompetensi pedagogik Tahun 2015 dan 2017, dan guru yang telah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 lebih dari tiga kali. Data dikumpulkan dengan cara pemberian kuesioner dan observasi untuk mengukur kompetensi pedagogik guru dan pengkajian dokumentasi RPP untuk mengukur indikator pengembangan kurikulum, selanjutnya dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan indikator (1) penguasaan karakteristik peserta didik memperoleh nilai rata-rata 75,47 dengan kategori cukup, (2) penguasaan teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik memperoleh nilai rata-rata 76,41 dengan kategori baik, (3) penguasaan pengembangan memperoleh nilai rata-rata sebesar 67,19 dengan kategori cukup, (4) penguasaan melaksanakan kegiatan yang mendidik memperoleh nilai rata-rata sebesar 75,00 dengan kategori baik, Secara keseluruhan dalam penguasaan kompetensi pedagogik guru fisika SMAN di kota Makassar dalam kategori baik.Kata kunci: Kompetensi Pedagogik, Kurikulum 2013, Guru Fisika. This research is a descriptive study with a quantitative approach that aims to analyze the mastery of the pedagogical competence of the physics teacher of SMAN in Makassar. The sample of the study was randomly selected as many as 8 teachers from eight schools determined by cluster random sampling based on school accreditation, teachers who have been certified from 2007 to 2014, teachers who have taken the pedagogical competency test in 2015 and 2017, and teachers who have attended the 2013 Curriculum training more than three times. Data were collected by giving questionnaires and observations to measureStudent Assessment of Lecturer Performance, Learning Motivation, And Attitudes Towards teacher's pedagogical competencies and reviewing lesson plans to measure indicators of curriculum development, then analyzed by descriptive statistics. The results of the analysis of the data show the indicators (1) the mastery of the characteristics of students gained an average value of 75,47 with a sufficient category, (2) mastery of learning theory and principles of learning that educate an average score of 76,41 with a good category, ( 3) mastery of development obtains an average value of 67,19 with a sufficient category, (4) mastery of carrying out educational activities obtaining an average value of 75,00 with a good category. Overall in mastering the pedagogical competence of high school physics teachers in Makassar in the good category.Keywords: Pedagogical competence, Curriculum 2013, Physics teacher.
Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa STKIP Pembangunan Indonesia Rusdianto Rusdianto; Yusniar Rasjid
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat102322432021

Abstract

Kecerdasan Emosional dan Prestasi Belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa semester II Pendidikan Biologi STKIP PI. Jenis penelitian ini adalah diskripsi analitik dengan derajat kecepercayaan 95%. Populasi adalah seluruh mahasiswa semester II Prodi Pendidikan biologi yang berjumlah 78 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan anatara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar yang di buktikan dengan nilai p sebesar 0,001< dari 0,05.Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Prestasi Belajar.Emotional Intelligence and Learning Achievement. The purpose of this study was to determine the relationship of emotional intelligence and academic achievement second semester students department of Biology STKIP PI. This type of research is an analytic description with degrees of significant 95%. The population is all second level students Major of Counseling is 78 students. These results indicate a significant relationship between emotional intelligence and academic achievement were proved with a p value of 0.001 <0.05.Keywords: Emotional Intelligence, Learning Achievement.
Pembelajaran Berdasarkan Masalah dengan Pendekatan Deduktif-Induktif pada Matakuliah Persamaan Differensial Biasa Ahmad Talib
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 11, No 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat111325332022

Abstract

This research applies problem based learning with deductive-inductive approach to the course of ordinary differential equation (PDB). This study aims to apply problem-based learning steps involving the student's deductive-inductive thinking approach, applying the teaching materials of PDB involving the student's deductive-inductive thinking approach, but it is also expected that these teaching materials can maximize the deductive-inductive thinking approach, and help students improve their way of thinking, based on the material characteristics of PDB.The research method used is classroom action research, to maximize the deductive-inductive thinking ability of the students. As the paradigm of class action research, the implementation of this research includes planning activities, actions, observation and cyclic reflection, the implementation is divided into two cycles, the first cycle is for two months or seven meetings, and the second cycle is also for two months or seven meetings in the Semester Academic Year  2016/2017, which amounted to 30 students, at Mathematics Department FMIPA UNM Makassar.The results of the first cycle of this study show that problem-based learning with deductive-inductive approaches helps a lot of students, even though at first the students still seem unwilling to apply how their mindset in learning and solving problems. After being given some strengthening, in the following weeks the interaction of learning progressed significantly. Learning scenarios and teaching materials as guidelines for the implementation of lecturing activities, in line with the tendency of the student's deductive-inductive thinking approach. In the second cycle, it shows that the students have been able to handle the problems themselves in applying the inductive-deductive approach, both in terms of improvements of the mindset, the way of starting it and the logic used in working on the problems. Key words: Problem based learning, Deductive-inductive approach, PDB
Validitas Dan Praktikalitas Buku Penuntun Praktikum Pembelajaran Ipa Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Siswa SMP At-Thayyibah Semurup M Eval Setiawan; Emayulia Sastria; Dea Ratno Monica; Januharmen Januharmen; Wilda Purnawati
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat102330742021

Abstract

Pengembangan buku penuntun praktikum IPA berbasis inquiri dapat digunakan untuk acuan pelaksanaan praktikum IPA di SMP At-Thayyibah Semurup.  Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan hasil validitas dan praktikalitas buku penuntun praktikum pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Penelitian ini dilakukan di SMP At-Thayyibah Semurup. Produk yang dikembangkan di nilai oleh validator ahli media dan validator ahli materi serta dilakukan uji kepraktisan pada siswa yang berjumlah 28 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan skala likert. Produk yang dihasilkan yaitu buku penuntun praktikum materi sistem pernapasan pada manusia. Berdasarkan hasil validasi ahli materi diperoleh skor sebesar 3,73 atau 93,25% dengan kategori sangat valid dan validasi ahli media diperoleh skor sebesar 3,15 atau 78,75% dengan kategori valid. Sedangkan respon pengguna siswa terhadap pengembangan buku penuntun praktikum memperoleh skor 3,4 atau sebesar 85% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, media yang telah dinyatakan valid dan praktis melalui sebuah uji, maka dapat digunakan dengan baik sebagai penuntun praktikum