cover
Contact Name
Dian Eka Indriani
Contact Email
stkip.civicculture@gmail.com
Phone
+6281333212229
Journal Mail Official
dianindrian79@stkippgri-bkl.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Bangkalan Jl. Soekarno Hatta No. 52 Telp/Fax (031) 3092325 Bangkalan Website: http://www.stkippgri-bkl.ac.id
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya
Published by STKIP PGRI Bangkalan
ISSN : 25799878     EISSN : 25799924     DOI : https://doi.org/10.31597/ccj
The Aim and Scope of the journal Focus and Civic-Culture are to provide Academic and Scientific writings in the field of Citizenship Education; Character building; Social; Culture; Religious of results of research and thinking in the form of articles, supplemental articles, review articles, research notes.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2022): June" : 6 Documents clear
Paradigma dan Reorientasi Konsepsi Penanaman Nilai Nilai Pancasila pada Masyarakat dan Keluarga Budiman, Lestanta; Harta, Lilik Indri; Hastangka, Hastangka
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 6 No. 1 (2022): June
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v6i1.655

Abstract

Isu penting dalam pendidikan masyarakat dan keluarga ialah persoalan karakter dan nilai. Karakter membahas tentang mindset berupa cara pandang dan bersikap atas sesuatu. Karakter ini akan berpengaruh pada perilaku dan tindakan seseorang dalam mengambil pilihan atas nilai, pilihan atas sikap, dan perilaku yang akan dilakukan secara konkret. Perubahan sosial dan politik yang terjadi di Indonesia sejak paska reformasi tahun 1999 telah membawa dampak pada perubahan sikap, perilaku, dan nilai nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kondisi ini tidak hanya berpengaruh pada orientasi nilai dan sikap di masyarakat dan keluarga untuk dapat menumbuhkan kesadaran nasional dan bela negara. Persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat saat ini ialah persoalan orientasi atas nilai-nilai berbangsa dan bernegara di kalangan masyarakat dan keluarga yang berpengaruh pada sikap dan perilaku dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Maraknya aksis intoleransi, tindakan terorisme, gerakan radikalisme dan fundementalisme yang mengarah pada sikap dan perilaku masyarakat menjadi anti Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan metode dan model penanaman nilai nilai Pancasila di kalangan masyarakat dan keluarga dan memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dan lembaga terkait dalam menanamkan nilai nilai Pancasila di kalangan masyarakat dan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui kajian pustaka, Focus Group Discussion, dan observasi lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma dan konsepsi penanaman nilai nilai Pancasila pada masyarakat dan keluarga perlu menggunakan pendekatan persuasif dan structural untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh tentang peran penting Pancasila sebagai dasar dan pedoman dalam pendidikan masyarakat dan keluarga.
Strategi Pengembangan Mutu Sekolah Dasar dan Penguatan Karakter Siswa Di Masa Pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung) Elva Adelia Yuliani; Cahyono, Hadi; Sinta Utami , Prihma
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 6 No. 1 (2022): June
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v6i1.656

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu sebuah usaha yang tentukan dan dirancang secara terstruktur agar bisa menciptakan sebuah proses belajar mengajar yang aktif, sehingga bisa mengembangkan potensi diri untuk memperkuat spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan masyarakat dan bangsa. Pendidikan juga untuk menciptakan manusia yang memiliki wawasan luas sehingga bisa meningkatkan mutu bagi semua aspek kehidupan. Sekolah menjadi sarana yang sangat stategis dalam menanamkan Pendidikan karakter. Dalam menanamkan Pendidikan karakter bisa dilakukan dengan beberapa Langkah yang strategis yaitu dengan mengintegrasikan konten Pendidikan karakter yang telah dirumuskan dalam semua mata pelajaran, mengintegrasikan Pendidikan karakter dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, mengintegrasikan Pendidikan karakter dalam kegiatan yang di programkan atau direncanakan, dan membangun komunikasi Kerjasama antar sekolah dan orang tua peserta didik. Akan tetapi mutu Pendidikan nasional dan Pendidikan karakter yang sedang diharapkan, saat ini mengalami sebuah permasalahan pada peningkatan kualitas Pendidikan dan Pendidikan karakter, pemerataan kesempatan belajar yang hanya terfokuskan pada Pendidikan akademi sehingga Pendidikan karakter menjadi tidak diperhatikan, keterbatasan anggaran dan masih belum terpenuhinya sumber daya manusia yang professional. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan factor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan mutu sekolah dasar dan penguatan karakter siswa di masa pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung) dan strategi yang dilakukan untuk mengembangkan mutu sekolah dasar dan penguatan karakter Siswa di masa pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Data deskriptif yang diperoleh berasal dari narasumber yang mengetahui kondisi dan situasi dari lingkungan SDN 1 Kunti Sampung seperti kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Penentuan narasumber ini nantinya menggunakan Teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya Kurangnya guru yang berkompeten, Kurangnya minat belajar peserta didik, Kurangnya sarana dan prasarana, Kurangnya media pembelajaran, orang tua/wali peserta didik merupakan penduduk kalangan ekonomi kebawah, dan Kurangnya pembekalan dan masih minimnya informasi mengenai kurikulum 2013. Hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dirumuskan strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan Mutu Sekolah Dasar Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung Di Masa Pandemi Covid-19. Beberaoa strategi yang dilakukan yaitu terfokuskan pada peningkatan kualitas guru, peningkatan kualitas pembelajaran, pemenuhan saran dan prasarana.
Pengembangan Buku Ajar Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Sulkipani, Sulkipani; Edwin Nurdiansyah; Waluyati, Sri Artati; Saputra, M Amin; Dita, Viniar
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 6 No. 1 (2022): June
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v6i1.686

Abstract

Abstract Local wisdom as a form of national character is a national identity that must be developed and preserved in every aspect of life, one way is through education. The nature of the educational process carried out in addition to achieving an understanding of the material is also directed at the motivation to continue to maintain and preserve the local wisdom of the Indonesian people. Understanding of the subject matter is also influenced by the learning resources used. As a learning resource, books can provide the necessary information related to the material being studied, so it is very important to provide informative and comprehensive textbooks. This study aims to develop a textbook based on local wisdom in the National Character Education course that is valid, practical, and has potential impact. This research will use a development (R&D) approach that refers to the R & D Cycle Borg and Gall with the stages of preliminary studies, product development, and product trials. The subjects in this study were students of the Civics Study Program who took character education courses. The results of the validation of material experts and linguists showed that the developed book was valid with a score of 94 and 88. Then on the results of the initial test students obtained an average score of 41.9 then in the final test an average score of 80.9 was obtained, this indicates an increase of 39.1 with an N-Gain of 0.7. So it can be concluded if the character education textbooks based on local wisdom that are developed are able to increase understanding of the material being studied. Keywords: Books, Character Education, Local Wisdom Abstrak Kearifan lokal sebagai bentuk karakter bangsa merupakan jati diri bangsa yang harus dikembangkan dan dilestarikan dalam setiap aspek kehidupan salah satu caranya ialah melalui Pendidikan. Hakikat proses Pendidikan yang dilaksanakan selain tercapainya pemahaman terhadap materi juga diarahkan pada motivasi untuk terus menjaga dan melestarikan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Pemahaman terhadap materi pelajaran dipengaruhi juga oleh sumber belajar yang digunakan. Sebagai sumber belajar, buku dapat memberikan informasi yang diperlukan terkait materi yang dikaji maka sangat penting menyediakan buku ajar yang informatif dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar berbasis kearifan lokal pada mata kuliah Pendidikan Karakter Bangsa yang valid, praktis, dan berdampak potensial. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan pengembangan (R&D) yang mengacu pada R & D Cycle Borg and Gall dengan tahapan studi pendahuluan, pengembangan produk, dan uji coba produk. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi PPKn yang menempuh mata kuliah pendidikan karakter. Hasil validasi ahli materi dan ahli bahasa menunjukan jika buku yang dikembangkan valid dengan skor 94 serta 88. Kemudian pada hasil tes awal mahasiswa memperoleh skor rata-rata 41,9 kemudian pada tes akhir diperoleh skor rata-rata 80,9, ini menunjukkan peningkatan sebesar 39,1 dengan N-Gain sebesar 0,7. Maka dapat disimpulkan jika buku ajar Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang dikembangkan mampu meningkatkan pemahaman terhadap materi yang dipelajari. Kata Kunci: Buku, Pendidikan Karakter, Kearifan Lokal.
Persepsi Siswa Terhadap Game Edukasi Quizizz Pada Mata Pelajaran PPKn: Studi Kasus di Kelas X IPS 3 SMA Negeri 2 Bangkalan Annisa, R. Roro; Indriani, Dian Eka; Ernawati, Ernawati
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 6 No. 1 (2022): June
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v6i1.707

Abstract

Pendidikan pada hakikatnya menyiapkan suatu upaya untuk manusia, agar berkembang dengan berbagai macam pengetahuan yang berdayaguna untuk ikutan di dalam perkembangan pada dunia pendidikan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa. Pada proses pembelajaran di dalam kelas maupun di luar tentunya memunculkan persepsi pada setiap siswa, persepsi yang dihasilkan dari setiap siswa tentunya berbeda-beda, persepsi siswa adalah proses pemberian arti dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap game edukasi quizizz pada mata pelajaran PPKn dan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap game edukasi quizizz pada mata pelajaran PPKn. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif dengan jenis penelitian study kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswakelas X IPS 3 SMA Negeri 2 Bangkalan tahun ajaran 2021 / 2022 yang berjumlah 34 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa kelas X IPS 3 SMA 2 Negeri Bangkalan termotivasi dengan penerapan pembelajaran menggunakan game edukasi quizizz. Penerapan quizizz tersebut dapat membantu siswa untuk mengingat materi yang disampaikan oleh guru dan siswa juga merasa tertantang saat mengerjakan soal-soal yang diberikan guru dengan durasi waktu yang singkat.
Pengembangan Modul Elektronik Ayo Berkarakter Pancasila Untuk Pembelajaran Jarak Jauh SMA/SMK/MA Kelas XI Semester 2 afriska yurniawati; Putri Rarasati , Ida; Yusuf Zen , Moch
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 6 No. 1 (2022): June
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v6i1.731

Abstract

Bahan ajar adalah sebuah alat pembelajaran yang didalamnya memuat informasi yang mengacu pada kurikulum yang dijadikan sebagai acuan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru PPKn kelas XI yang dilakukan pada 8 sekolah yang meliputi SMAN 1 Srengat, SMAN 3 Kota Blitar, SMA Muhammadiyah Kota Blitar, SMK Islam Kota Blitar, MAN 2 Blitar, SMK Islam Kanigoro, SMAN 1 Sutojayan dan SMAN 1 Kademangan ditemukan permasalahan yaitu kurangnya sumber bahan ajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti ingin mengembangkan produk bahan ajar modul elektronik ini sampai dinyatakan valid oleh validator ahli materi, bahan ajar dan bahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetauhi tingkat keterbacaan modul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan RnD sampai tahap uji coba produk dengan melakukan uji keterbacaan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru PPKn kelas XI di SMA Muhammadiyah Kota Blitar dan SMAN 1 Srengat yang berjumlah 2 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi produk dan angket validasi keterbacaan produk. Hasil penelitian ini adalah modul elektronik Ayo Berkarakter Pancasila untuk mata pelajaran PPKn kelas XI semester genap yang dibuat menggunakan aplikasi microsoft word 2013 dan aplikasi flip book maker html serta video pendamping yang diedit menggunakan aplikasi kine master mood.Untuk menilai kelayakan produk dilakukan tahap validasi kepada ahli materi, bahan ajar dan bahasa. Hasil validasi ahli materi diperoleh persentase nilai sebesar 80,11 % dengan kategori valid, ahli bahan ajar memperoleh persentase sebesar 92% kategori sangat valid dan ahli bahasa memperoleh persentase nilai 95,5% kategori sangat valid. Sedangkan tahap uji coba poduk dilakukan dengan menguji tingkat keterbacaan produk. pada uji keterbacaan produk diperoleh persentase nilai rata-rata sebesar 94,5% artinya produk dapat terbaca dari segi gambar dan tampilan, tata bahasa dan penulisan, bahasa, tata letak modul, kegiatan modul dan evaluasi sehingga produk dapat dipakai dalam pembelejaran PPKn kelas XI di tingkat SMA/SMK/MA pada semester genap. Kata Kunci: Ayo Berkarakter, Pancasila, Pembelajaran, Jarak Jauh, PPKn
Kajian Sosioteknologi Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan: Citizenship Competence, Citizenship Education, Sociotechnology, Technology, Information and Communication, Civic Virtue. Nanggala, Agil
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 6 No. 1 (2022): June
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v6i1.737

Abstract

This research was conducted to develop Civics science, especially at the level of using technology, information and communication, so that it is positively beneficial for the nation's civilization and the progress of social life in society, as well as to make Civics science more holistic to address the nation's increasingly dynamic and complex problems. So that the development focuses on analysis as well as reflection on socio-technological studies in the perspective of Civics, which leads to optimal community empowerment through the use of advances in technology, information and communication intelligently, wisely and morally. This research was carried out through a qualitative approach with a literature study method, data analysis focused on: reduction, display and verification or drawing conclusions. The result of the research is that socio-technology studies in the perspective of Civics are able to strengthen civic knowledge, civic skills as well as the civic disposition of citizens that lead to civic virtue, especially in optimizing the existence of technology, information and communication, so that it has a real impact on the progress of social life, because it accommodates civic empowerment and civic movement in utilizing advances in technology, information and communication intelligently, wisely and morally, as social capital to create a civil society based on Pancasila as well as the 1945 Constitution.

Page 1 of 1 | Total Record : 6