cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS X MIA 5 SMA NEGERI 1 SUNGGUMINASA Andi Ati; Muhammad Tawil
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3056

Abstract

This study is a classroom action research which aims at obtaining the description of constructivist-based learning process that can improve problem solving skills in Physics subject of grade X MIA 5 students at SMAN 1 Sungguminasa in Gowa district. The subject of the study were the students of grade X MIA 5 on the second semester of academic year 2015/2016 with the total of 46 students, consisted of 17 female students and 29 male students. The study was conducted in two cycles which consisted of four activities, namely the planning, the implementation of treatment, observation, and reflection. The result of the study reveal that (1) the learning activities of the students using constructivist-based learning approach improve from cycle I 52.00% (fairly active category) to cycle II 81.73% (very active category); (2) the observation result of learning management by the teacher in cycle I and II is at the range of 90.00%< NR< 100% which categorized as very good; (3) the average score of LKPD (students’ worksheet) improves from cycle I 2.96 to 4.08 in cycle II; (4) the average score of problem solving skills of students improve from cycle I 2.37 to 4.12 in cycle II or improve by 73.84%. The conclusion based on the result of the study is the constructivist-based learning can improve problem solving skills of grade X MIA 5 students at SMAN 1 Sungguminasa.Keywords: constructivist, problem  solving skillsPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperoleh gambaran proses pembelajaran berorientasi konstruktivistik yang dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah fisika peserta didik kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas X MIA 5 semester genap tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah peserta didik 46 orang terdiri dari 17 laki-laki dan 29 perempuan.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari empat kegiatan, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan tindakan,observasi, dan refleksi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktifitas pembelajaran peserta didik dengan pendekatan pembelajaran berorientasi konstruktivistik mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 52,00% (kategori cukup aktif) menjadi 81,73% (kategori sangat aktif) pada siklus II, (2) hasil observasi pengelolaan pembelajaran oleh guru pada siklus I dan II berada pada rentang 90,00 % ≤ NR ≤ 100 %, sehingga dikategorikan sangat baik, (3) skor rata-rata LKPD mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 2,96 menjadi 4,08 pada siklus II, (4) skor rata-rata keterampilan pemecahan masalah peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 2,37 menjadi 4,12 pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 73,84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berorientasi konstruktivistik dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta didik kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 sungguminasa.Kata Kunci: konstruktivistik, keterampilan pemecahan masalah. 
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) PADA SISWA KELAS XI IPA3 SMA NEGERI 8 MAKASSAR Nurcaya Nurcaya; Muhammad Agus Martawijaya; Bunga Dara Amin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v7i1.948

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika melalui model pembelajaran berbasis masalah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA3 SMA Negeri 8 Makassar pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari 39 siswa. Penelitian dilaksanakan dua siklus yang terdiri dari empat kegiatan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada siklus I dilaksanakan selama dua kali pertemuan dan pada siklus II dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data  hasil belajar  fisika siswa yang diambil dari tes setiap siklus dan data mengenai situasi belajar mengajar diambil pada saat dilaksanakan tindakan dengan menggunakan lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dengan menggunakan tes hasill belajar  pada evaluasi mata pelajaran fisika pada siklus I menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mencapai nilai di atas KKM adalah 14 orang dengan persentase 35,90% dan pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai nilai di atas KKM adalah 32 orang dengan persentase 82,05%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 8 Makassar kelas XI pada materi usaha dan energi.Kata Kunci : Hasil Belajar Fisika, Model Pembelajaran Berbasis Masalah 
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 WATAMPONE Rabiah, Rabiah; Malago, Jasruddin Daud
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v14i1.6318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses Sains dan berpikir kritis melalui pembelajaran berbasis kontekstual siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Watampone. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), yang dilaksanakan sebanyak dua siklus yang masing-masing berlangsung 2 kali pertemuan dan 3 kali pertemuan, dengan materi Tekanan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Watampone Kabupaten Bone sebanyak 26 siswa. Indikator yang digunakan, Nilai Keterampilan Proses sains dalam kategori baik dan berpikir kritis siswa yang diperoleh dari hasil tes setiap akhir siklus, mengalami peningkatan hingga mencapai atau melampaui KKM, yaitu N≥78 dan ketuntasan klaksikal tercapai jika minimal 75% mencapai N≥78. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pembelajaran berbasis kontekstual dapat meningkatkan keterampilan proses sains, pada siklus I capaian optimum 82,05 dan pada siklus II meningkat menjadi 97,44 dalam kategori sangat baik, (2) pembelajaran berbasis kontekstual dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pada siklus I ketuntasan secara klaksikal diperoleh 26,92%, dan meningkat menjadi 92,31%  pada siklus II. Kata kunci: Keterampilan Proses dan Berpikir Kritis,  Pembelajaran Berbasis Kontekstual.
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 1 MA’RANG KABABUPATEN PANGKEP Bulkis Bulkis; Muhammad Tawil; Aisyah Azis
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v10i3.970

Abstract

 This study was True Experimental Design which aimed to determine whether or notcritical thinking skills and understanding of physics concept sat the eighth grade students of SMP Negeri 1 Ma'rang are increase. The independent variables were conventional learning approach and advance organizer learning approach, while the dependent variable was thecritical thinking skills and understanding of physics concepts. The population was all eighth grade studentsof SMP Negeri 1 Ma'rang, while the sample consisted of class VIII­A as experimental class with a number of students were 22 students and class VIIIB as class control with the number of students were 20students. At theend of the lesson, both classes were given a test of critical thinking skills and understanding of concepts formeasuring critical thinking skills and students’understanding of physics concepts in the Cahaya material. The data analysis used descriptive statistics and inferential statistics. Descriptive analysis showed that the mean score of critical thinking skills and understanding of physics concept sat the eighth grade students of SMP Negeri 1 Ma'rang using an advance organizer approach was higher than the score of critical thinking skills and students’understanding of physics concepts that was taught using conventional approach.Penelitian ini adalah penelitian True Experimental Design yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ma’rang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran pendekatan konvensional dan pembelajaran pendekatan advance organizer, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ma’rang, sedangkan sampelnya adalah kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik sebanyak 22 orang dan kelas VIIIB sebagai kelas control dengan jumlah peserta didik sebanyak 20 orang. Pada akhir pembelajaran kedua kelas diberi tes akhir keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika peserta didik pada materi Cahaya. Analisis data hasil penelitian ini menerapkan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ma’rang yang diajar dengan pendekatan advance organizer lebih besar daripada skor keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ma’rang yang diajar dengan pendekatan konvensional.Kata Kunci:  Advance Organizer, keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep fisika
KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL FISIKA LEVEL KOGNITIF ANALISIS (C4) PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 8 LUWU UTARA Firmansyah, Adji
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v14i3.10125

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan berpikir analisis peserta didik dalam menyelesaikan soal analisis (C4) pada materi kalor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data menggunakan instrumen tes soal essay fisika level kognitif analisis (C4). Data dianalisis menggunakan metode statistic deskriptif. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 8 Luwu Utara yang mencapai skor maksimum 10 pada saat pengerjaan soal. Kemudian diambil beberapa orang sebagai subjek penelitian. Berdasarkan data hasil penelitian dan analisis, diperoleh bahwa kemampuan sebagian besar peserta didik kelas XI SMAN 8 Luwu Utara dalam menyelesaikan soal analisis (C4) hanya berada pada tingkatan analisis elemen dan analisis hubungan.
IMPLEMENTASI SIMULASI PhET (PHYSICS EDUCATION TECHNOLOGY) DAN KIT IPA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SMA NEGERI 6 PINRANG Basri, Dewi Armita; Amin, Bunga Dara; Yani, Ahmad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v15i3.13496

Abstract

Penelitian ini adalah Pra Eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keterampilan proses sains peserta didik yang menggunakan simulasi PhET dan menggunakan KIT IPA, serta aspek yang dominan pada kelas yang menggunakan simulasi PhET dan KIT IPA. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Pinrang tahun ajaran 2018/2019 dengan sampel kelas X MIPA 2 yang berjumlah 33 peserta didik sebagai kelas yang menggunakan KIT IPA dan kelas X MIPA 3 yang berjumlah 33 peserta didik sebagai kelas yang menggunakan simulasi PhET. Alat pengumpul data menggunakan instrumen tes berupa tes keterampilan proses sains dan instrumen nontes berupa lembar observasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu gambaran aspek keterampilan proses sains yang dominan pada kelas yang menggunakan simulasi PhET adalah mengamati, menerapkan konsep, melakukan percobaan, dan mengomunikasikan. Sedangkan gambaran aspek keterampilan proses sains yang dominan pada kelas yang menggunakan KIT IPA adalah menginterpretasi data, memprediksi, mengklasifikasikan, dan menarik kesimpulan. Sehingga, aspek keterampilan proses sains dengan menggunakan KIT IPA lebih banyak muncul dibandingkan dengan menggunakan simulasi PhET.
STUDI MISKONSEPSI PESERTA DIDIK KELAS IX SMP NEGERI 1 MAKASSAR PADA POKOK BAHASAN GERAK DAN GAYA Wirawan Rusli; Abdul Haris
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v12i2.2172

Abstract

This research is purposed to: 1) To find out the description of students misconception at grade IX SMP Negeri 1 Makassar on sub material Motion and Force, 2) To find out the percentage of students misconception at grade IX SMP Negeri 1 Makassar on sub material Motion and Force. Variable used in this research is the students misconception on sub material Motion and Force. This research is a descriptive research that uses a One-Shot Case Study. The technique used for data sampling is a three-tier test, conducted to identify students who understand the concept, misconception, and students with less understanding. The instrument used for the research is three-tier test sheet. The population is the whole students class IX of SMP Negeri 1 Makassar and the sample is student class IX chosen at random. Data analysis is conducted quantitatively resulting in percentage of misconception of the students which then is described narratively. According to the result of the data analysis, it is concluded that the higher percentage of misconception on the concept of motion is 82,4%, where students assume that when few objects with different mass is dropped at the same time from the same altitude and the friction with air is ignored, then the object with the bigger mass will reach the ground first. Meanwhile, the higher percentage of misconception on the concept of force is 48,5%, where student understand that when a motionless object is put on the table then no force affect that object and that the result of force affecting that object does not equal zero. Finally, the average percentages of misconception of the students on the concept of motion and force are 73,2% and 26,5%. This shows that there are still some misconception of the students class IX of SMP Negeri 1 Makassar on either the concept of motion or the concept of force. Keywords : misconception, motion and force Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui gambaran miskonsepsi peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Makassar pada pokok bahasan Gerak dan Gaya, 2) untuk mengetahui persentase miskonsepsi peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Makassar pada pokok bahasan Gerak dan Gaya. Variabel dalam penelitian ini adalah miskonsepsi peserta didik pada pokok bahasan Gerak dan Gaya. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain penelitian One-Shot Case Study. Adapun teknik pengumpulan data berupa tes three-tier untuk mengidentifikasi peserta didik yang paham konsep, miskonsepsi, dan kurang paham konsep. Instrumen yang digunakan berupa lembar tes three-tier. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Makassar sementara sampel penelitian ini adalah kelas IX yang dipilih secara acak. Analisis data miskonsepsi dilakukan secara kuantitatif sehingga diperoleh persentase miskonsepsi peserta didik yang kemudian dideskripsikan secara naratif. Berdasarkan analisis hasil data, maka diperoleh persentase miskonsepsi peserta didik yang tertinggi pada konsep gerak yaitu sebesar 82,4% dimana peserta didik memahami bahwa ketika beberapa benda dengan massa yang berbeda akan dijatuhkan secara bersamaan pada ketinggian yang sama dan gesekan benda dengan udara diabaikan maka benda dengan massa yang lebih besar akan mencapai permukaan tanah lebih dahulu. Sedangkan persentase miskonsepsi peserta didik yang tertinggi pada konsep gaya yaitu sebesar 48,5% dimana peserta didik memahami bahwa apabila benda yang diam diletakkan di atas meja maka tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut. Adapun persentase rata-rata miskonsepsi peserta didik pada konsep gerak dan gaya yaitu 73,2% dan 26,5%. Hal ini menunjukkan bahwa miskonsepsi masih dialami oleh sebagian besar peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Makassar baik pada konsep gerak maupun pada konsep gaya. Kata Kunci:miskonsepsi, gerak dan gaya
BUKU FISIKA PESERTA DIDIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN KETUNTASAN BELAJAR M Agus Martawijaya
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v10i3.966

Abstract

Student’s physics book based on local wisdom occupies a strategic position in learning to improve the character and learning completeness. This is quite reasonable because through the book, some of physical materials can be loaded, especially the materials that can not be presented as a real or abstract. In addition, the book can be inserted by characters based on local wisdom, so that the character and learning completeness of student can be increased. The existence of student’s physics book reinforces the meaning of education as a process of cultural values transformation  in addition to the nature of physics as a subject. Therefore, the physics educators who carry out their professional duties in a community environment, especially in the region of South Sulawesi and West Sulawesi should be able to make local wisdom as a basis for the development of student’s physics book that would be used in the implementation of learning. Thus, physics educators quite a role as a learning manager that implements one of the local wisdom expressions in South Sulawesi and West Sulawesi which stating Assamaiyyako Muabbulo sipeppa, Mupenrekenga Nanre Manasu (using a bamboo stick style in a discussin, so that you can give a good results).Buku fisika peserta didik berbasis kearifan lokal menempati posisi strategis dalam pembelajaran untuk meningkatkan karakter dan ketuntasan belajar peserta didik. Hal ini cukup beralasan karena melalui buku sejumlah materi fisika dapat dimuat, utamanya materi-materi pelajaran yang tidak dapat disajikan secara nyata atau abstrak. Selain itu, pada buku fisika peserta didik dapat disisipkan muatan-muatan karakter yang berbasis kearifan lokal, sehingga karakter dan ketuntasan belajar peserta didik dapat meningkat. Keberadaan buku fisika peserta didik semakin memperkuat makna pendidikan sebagai proses transformasi nilai-nilai budaya di samping hakikat fisika sebagai mata pelajaran. Oleh karena itu, pendidik mata pelajaran fisika yang melaksanakan tugas profesionalnya pada suatu lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat harus mampu menjadikan kearifan lokal yang ada sebagai basis dalam pengembangan buku fisika peserta didik yang kelak digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, pendidik mata pelajaran fisika cukup berperan sebagai seorang manajer pembelajaran yang mengimplementasikan salah satu ungkapan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang menyatakan Assamaiyyako Muabbulo sipeppa, Mupenrekenga  Nanre Manasu (bermusyawaralah ala bambu sebatang, supaya kalian memberikan hasil yang baik).Kata Kunci:  Buku Fisika Peserta Didik, Kearifan Lokal, Karakter, dan Ketuntasan Belajar 
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA SMA NEGERI 2 SENGKANG Rahmini Rahmini; Muris Muris; Bunga Dara Amin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v11i2.1483

Abstract

Quasi-experimental studies have been conducted which aims to describe the motivation to learn physics taught by project-based learning and taught without project-based learning to student of grade XI MIPA SMAN 2 Sengkang academic year 2014/2015, and to determine significant differences between motivation to learn physics taught by project-based learning and taught without project-based learning to student of grade XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang academic year 2014/2015. Subjects tested in this research were grade XI MIPA 3 as a class control with total of 28 students and grade XI MIPA 5 as a class experiment with total of 27 people students. The percentage score of motivation to learn physics students in the experimental class is obtained by 62.85% to 37.15% of intrinsic motivation and extrinsic motivation. While in the control class it was obtained percentage score of 62.55% of intrinsic motivation and extrinsic motivation by 37.45%. Based on hypothesis testing obtained a t hitung value of 2.058 and t table = 2.007.  hitung value is not within the area of -2.007 and 2.007, so it can be concluded that there are significant differences between the motivation to learn physics students are taught with project-based learning with the taught with no project-based learning in grade XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang academic year 2014 / 2015.Telah dilakukan penelitian quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi belajar fisika yang diajar dengan pembelajaran berbasis proyek dan yang diajar dengan pembelajaran tanpa berbasis proyek pada peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang tahun ajaran 2014/2015, dan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar fisika yang diajar dengan pembelajaran berbasis proyek dan yang diajar dengan pembelajaran tanpa berbasis proyek pada peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang tahun ajaran 2014/2015. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 28 orang dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 27 orang. Adapun persentase skor motivasi belajar fisika peserta didik pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 62,85% untuk motivasi intrinsik dan 37,15% motivasi ekstrinsik. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh persentase skor motivasi intrinsik sebesar 62,55% dan motivasi ekstrinsik sebesar 37,45%. Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 2,058 dan ttabel = 2,007. Nilai thitung tidak berada di dalam daerah -2,007 dan 2,007, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar fisika peserta didik yang diajar dengan pembelajaran berbasis proyek dengan yang diajar dengan pembelajaran tanpa berbasis proyek pada kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Sengkang tahun ajaran 2014/2015.Kata Kunci:  motivasi belajar, pembelajaran berbasis proyek 
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI DISKUSI KELOMPOK TERBIMBING OLEH TUTOR SEBAYA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X SMA NEGERI 2 WATANSOPPENG Musdalifah Musdalifah; Agustinus Jarak Patandean; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v7i1.941

Abstract

engetahui peningkatan hasil belajar dan motivasi belajar fisika siswa melalui Diskusi terbimbing oleh tutor sebaya pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang terdiri dari 32 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus yang terdiri dari empat kegiatan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dan Siklus II selama 3 kali pertemuan. Pengumpulan data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar pada akhir Siklus I dan Siklus II, sedangkan data motivasi diperoleh dari angket motivasi dan lembar observasi di setiap akhir Siklus. Data yang terkumpul, dianalisis secara kuantitatif dan kulitatif. Hasil analisis kuantitatif dan kualitatif data hasil belajar menunjukkan bahwa siswa yang tuntas belajarnya pada Siklus I adalah 21 orang atau 65,62% dan siklus II adalah 26 orang atau 81,25%. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar siswa kelas X7 SMA Negeri 2 Watansoppeng. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa pembelajaran fisika melalui diskusi kelompok terbimbing oleh tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: hasil belajar fisika, motivasi belajar siswa dan diskusi kelompok terbimbing oleh tutor sebaya.

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 2 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 3 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014) Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 3 (2012) Vol 8, No 1 (2012) Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011) Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 1 (2011) Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA More Issue