cover
Contact Name
Herman Susilo
Contact Email
hersusilo72@gmail.com
Phone
+62881024199891
Journal Mail Official
hersusilo72@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat GICI Business School Jl. Raya Citayam RT 001/005-Pd. Jaya, Kec Cipayung, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
TPeT
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.58890/tpet.v4i2.382
TPeT (Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. TPeT (Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal terbit untuk pertama kalinya pada Bulan November 2021. TPeT (Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal memiliki ISSN Elektronik Nomor 3032-6265 sesuai dengan SK Badan Riset Dan Inovasi Nasional Nomor 30326265/II.7.4/SK.ISSN/02/2024. TPet Journal memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu terkini di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendampingan kelompok masyarakat, seminar, Kajian keagamaan, sosial, Budaya, keamanan pangan lokal, UMKM, Teknologi Tepat Guna, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, di tingkat Lokal maupun Nasional, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Dalam satu Tahun TPeT (Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal diterbitkan sebanyak 2 (dua) terbitan yaitu Bulan Mei dan November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SEJAK DINI MEMBANGUN MENTAL YANG TANGGUH Andini Kartikasari, Maya
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 2 No 2 (2023): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa adalah dengan melihat komposisi wirausaha dalam struktur masyarakat. Semakin besar jumlah wirausahawan, maka semakin maju dan mapan pula bangsa tersebut. Menanamkan jiwa kewirausahaan kepada masyarakat dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran. Dengan melakukan kegiatan wirausaha maka dapat tercipta lapangan kerja baru sehingga menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan kewirausahaan yang diberikan di tingkat satuan pendidikan menengah atas dapat menjadi gerbang awal dalam menyiapkan siswa untuk mengembangkan potensi diri agar siap menghadapi dunia kerja di masa datang. Dengan menanamkan jiwa wirausaha sejak dini, siswa dapat menciptakan berbagai ide kreatif dan inovatif serta kritis dalam melihat sebuah peluang untuk memulai wirausaha yang berlandaskan kejujuran dan tanggung jawab. Pemaparan materi kewirausahaan ini diberikan dalam acara seminar dengan metode ceramah dihadapan para siswa SMK 1 Jakarta Pusat, kelompok Bisnis dan Manajemen kelas IX. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri, mandiri dan menjadi orang yang memiliki kreativitas yang tinggi sehingga menjadi pribadi yang lebih produktif pada saat dewasa nantinya. Dengan terbentuknya jiwa wirausaha yang tangguh maka diharapkan akan lahir pengusaha-pengusaha muda yang mampu menggerakkan roda perekonomian dan mengurangi angka pengangguran di DKI Jakarta.
IN-HOUSE TRAINING DALAM RANGKA MENJADI NARASUMBER DALAM PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 “CV ESBEMART” KUNINGAN JAWA BARAT Pitaloka, Fajar
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 2 No 2 (2023): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi yang sukses adalah organisasi yang senantiasa fokus kepada kebutuhan dan keinginan pelanggan, oleh karena itu diperlukan komitmen top manajemen dan seluru karyawan untuk senantiasa menjaga dan memahami pentingnya mutu produk / jasa yang dihasilkan. Untuk menjamin bahwa produk / jasa yang dihasilkan sesuai dengan tujuan organisasi diperlukan adanya sistem manajemen yang menjamin mutu tetap terjaga, konsisten dan memenuhi persyaratan pelanggan. Untuk itu perusahaan memerlukan adanya training bagi karyawan khususnya leader (Manajer/karyawan Senior) untuk membuka wawasan mereka agar mengetahui pentingnya penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 agar perusahaan dapat bersaing dengan kompetitor sejenis. Total peserta yang mengikuti training ini sebanyak 20 orang dengan jabatan Leader / Manajer Divisi. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini yaitu berupa Observasi dan Pendampingan yang terdiri dari sosialisasi serta perbincangan yang termasuk didalamnya tanya jawab diskusi, dan evalusi. Kegiatan PKM ini memberikan dampak yang positif. Terhadap pembawaan materi dari pembicara ( Narasumber ) untuk membuka wawasan pentingnya penerapan Sistem Manajemen Mutu. Hasil analisis data respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan In-House Training Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 berada pada kategori sangat tinggi yaitu sebesar 95.0% peserta sangat setuju dengan Implementasi ISO 9001:2015 serta merespon baik saat kegiatan berlangsung dengan adanya tanya jawab serta pembicaraan antara Narasumber dengan perserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
PELAYANAN PRIMA (FOOD AND SERVICE PROTOKOLER) PADA KANTOR OJK Yustina Mart, Catik
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 2 No 2 (2023): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pada aspek layanan merupakan suatu keharusan untuk selalu memberikan yang terbaik hingga terbentuk citra dari lembaga yang positif dan sesuai dengan nilai-nilai yang dicanangkan lembaga tersebut. Dalam konsep layanan, aspek-aspek pengelolaan produk, sistem dan people akan menghasilkan kepuasaan pelanggan, baik internal maupun eksternal. Hal ini seringkali luput dan terabaikan dari perhatian, yang mana adalah bagian-bagian dari tugas pemberi layanan yang seringkali diasumsikan bukan merupakan core business. Sebuah pelayanan tidak membatasi dengan profit ataupun non profit. Untuk suatu lembaga atau organisasi non profit dimana lembaga tersebut tidak mengkhususkan atau tidak bertujuan untuk mencari keuntungan secara finansial, melainkan menjalankan konsep pelayanan sesuai dengan Paradigma Pelayanan. Food and Service Revolution adalah bagian dari sebuah program yang bersifat aplikatif, yang mana dalam workshop ini menegaskan kembali bahwa pelayanan adalah bagian dari sebuah aset lembaga itu sendiri, dan juga implementasi dari keprotokolan yang akan selalu menerima tamu-tamu penting dan menyelengarakan acara-acara yang diadakan oleh lembaga tersebut. Pelatihan ini menggunakan pendekatan berupa Fokus Grup Diskusi dan juga Simulasi.
LAPORAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM Respati , Herry
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 2 No 2 (2023): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan keuangan bagi organisasi sektor publik merupakan wujud akuntabilitas dan pertanggungjawaban pengelolaan dana yang dihimpun dari masyarakat. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, instansi pemerintah dapat berbentuk satuan kerja biasa maupun satuan kerja dengan pola pengelolaan keuangan yang semi mandiri. Satuan kerja yang memiliki karakteristik pelayanan tertentu dapat menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Seiring dengan bertumbuhnya dan berkembangnya bisnis yang dikelola oleh instansi berbentuk Badan Layanan Umum maka diperlukan pemahaman yang komprehensif oleh para pengelola BLU atas pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan instansi pemerintah dengan karakteristik BLU.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN PADA UMKM TOKO KELONTONG BAPAK IPIN DESA LEUWIMEKER KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR Ghofar, Abdul; Toni Endaryono, Bakti; Susilo, Herman
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 1 No 2 (2022): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melaksanakan suatu usaha tentu butuh adanya perencanaan keuangan, di mana perencanaan keuangan tersebut sanggup menggapai suatu tujuan kehidupan yang lebih baik, dengan proses perencanaan pelaku usaha untuk membuat rincian susunan manajemen keuangan guna menggapai tujuan tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan secara khusus kepada pelaku UMKM untuk dapat membuat perencanaan dan pengelolaan keuangan untuk dapat meningkatkan usaha dan mendapatkan keuantungan. Metode pengabdian masyarakat dengan pendekatan FGD, dengan empat tahapan sosialisasi program, pemetaan usaha melalui FGD, kegiatan pendampingan dan penyusunan laporan kegiatan, strategi pengabdian dengan menggambarkan konsep perencanaan dan system keuangan usaha. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatnya pendapatan usaha UMKM Toko kelontong dengan perencanaan dan system keuangan yang baik sehingga menjadi motivasi para UMKM masyarakat disekitar khususnya warga desa Lewikemar.
PELATIHAN DAN PEMBINAAN KOMPETENSI PEGAWAI PADA CV KREASI KERAMIK Zuswana, Aries; Fahmi Firmansah, Nurul
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 1 No 2 (2022): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan dan pembinaan merupakan suatu metode yang digunakan untuk melakukan pengembangan sumber daya manusia yang berkaitan dengan kemampuan atau keterampilan pegawai atau karyawan yang telah menduduki suatu jabatan atau pekerjaan tertentu di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas pegawai pada Cv Jaya Kreasi keramik melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan kompetensi. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah dengan metode Coaching atau Mentoring dengan teknik simulasi dan diskusi Group, kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 25 karyawan pada 1 departemen Cutting pada Cv Jaya Kreasi keramik. Hasil dari kegiatan ini adalah masih ada karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya belum optimal dikarenakan beberapa factor diantaranya factor usia dan penurunan tingkat komitmen dalam melaksanakan pekerjaanya dengan 3 indikator yaitu keterampilan, citra diri dan pengetahuan.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING PADA UMKM SEBGAI PENINGKATAN PENDAPATAN DI KELURAHAN PONDOK JAYA DEPOK Ekawati, Christina; Feryanti, Elsa
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 1 No 2 (2022): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan Digital marketing adalah kegiatan pemasaran dengan memanfaatkan jalur digital guna meningkatkan dan mengembangkan bisnis yang telah beroperasi di pasar global. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada pelaku UMKM serta menginspirasi para peserta untuk memasarkan produknya secara online dengan menggunakan konten promosi yang menarik dan teknik optimalisasi penggunaan layanan promosi berbayar dalam upaya meningkatkan penjualan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan metode Asset-based Community Development (ABCD) dimana metode ini merupakan salah satu pendekatan dalam pengembangan masyarakat khususnya pelaku UMKM dengan melihat potensi diri masyarakat untuk meningkatkan kemampuan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dari 10 jumlah peserta pelaku UMKM ada 6 pelaku UMKM yang sudah bisa menggunakan teknologi promosi dengan media Whatsaapp Business, Design Grafis dengan Canva, serta 2 pelaku UMKM dapat menggunakan media Instagram Ads.
PROGRAM PELATIHAN WIRAUSAHA PEMULA BAGI MAHASISWA STIE GICI BUSINESS SCHOOL DEPOK Hermawan; Ilham Ferdiansah, Muhamad
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 1 No 2 (2022): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun mental dan karakter wirausaha baru (startup wirausaha) tidaklah mudah, tentu dibutuhkan metode, sarana, strategi dan model pemberdayaan (penyuluhan, pendampingan, pembimbingan) yang tepat untuk menghasilkan tujuan tersebut.Kemampuan wirausaha adalah bakat yang dibawa sejak lahir, Pendapat ini keliru, Kemampuan wirausaha bukanlah karena faktor bakat, tetapi juga akan timbul dan terasah melalui pengalaman – pengalaman dan pelatihan - pelatihan kewirausahaan. Kegiatan pemberdayaan (penyuluhan, pendampingan, pembimbingan) yang telah dilakukan memberikan hasil dan feed back sangat positif dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan mental (karakter dan jiwa) entreupreneurship dikalangan mahasiswa STIE GICI Depok. Kegiatan pengabdian ini bertujuan: (a) mempetakan potensi dan menggali potensi peserta inkubasi (mahasiswa) wirausaha, (b) memberdayakan dan menguatkan mental wirausaha peserta inkubasi, (c) fasilitasi dan pendampingan omset kegiatan wirausaha peserta (mahasiswa). Manfaat kegiatan pengabdian ini adalah: (a) dihasilkan informasi tentang potensi peserta berwirausaha, (b) hasil kegiatan pemberdayaan dan pendampingan wirausaha berbasis iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi).
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN MODAL USAHA DARI DANA ZAKAT PADA UMKM KELURAHAN TAJUR BOGOR Jahani; Budiman , Syamsul
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 1 No 2 (2022): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan merupakan aktivitas yang selalu dilakukan oleh kelompok-kelompok sosial seperti pengajaran, pengarahan atau pembinaan dalam kelompok dan bisa menguasai, mengendalikan serta mengontrol orang-orang yang mereka dampingi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pelaku UMKM dalam pengelolaan modal usaha yang besumber dari dana zakat yang merupakan dana amanah dari masyarakat yang disalurkan kepada mustahik yang dimanfaatkan untuk usaha. Metode kegiatan pendampingan masyarakat ini adalah dengan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan langsung kepada masyarakat penerima Dana Zakat untuk kegiatan usaha UMKM kegiatan pengabdian memiliki 3 (tiga) tahapan yaitu 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan kegiatan dan 3) penyusunan laporan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelaku usaha UMKM penerima Dana Zakat mampu mengelola dana tersebut untuk melakukan usaha dengan baik dan tanggung jawab sebagai upaya untuk merubah diri dan termotivasi untuk hidup mandiri.
PENDAMPINGAN PENCATATAN LAPORAN KEUANGAN DI WARUNG NIZAM DESA CILEBUT BARAT Subagyo, Ahmad; Sucirat Cristiningsih, Tami
Where Theory, Practice, Experience & Talent Meet, TPeT Vol 1 No 2 (2022): TPeT (Theory, Practice, Experience & Talent Meet): Community Service Journal
Publisher : LPPM GICI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini yang di dengan judul Pendampingan Pencatatan Lporan Kuuangan di Warung Nizam Desa Cilebut Barat, dengan metode Kegiatan dalam pengabdian ini berbentuk pelatihan dan penerapan dalam pembukuan keuangan mengunakan akuntansi kepada pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yaitu Warung Nizam yang berada di Cilebut Barat. Evaluasi dalam kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: Tahap perencanaan kegiatan, Tim pelaksana dengan para mahasiswa pada awal kegiatan mengunjungi pelaku UMKM di Kelurahan Cilebut Barat. Selanjutnya tim pelaksana menuju sasaran pelatihan ini adalah pelaku UMKM Warung sembako Tahap kedua selama proses kegiatan, Evaluasi pada tahap ini ditujukan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta pelatihan disertai umpan balik berupa pertanyaan-pertanyaan dari kami mahasiswa yang telah mendapatkan transfer pengetahuan terkait kewirausahaan dan strategi bisnis serta pemasaran produk serta pencatatn keuangan yang baik dan benar mengunakan meode akuntansi. Tahap akhir kegiatan, Evaluasi pada akhir kegiatan ini dilakukan untuk mengukur keberhasilan dari seluruh program pelatihan. Adapun indikator keberhasilan dari kegiatan ini ditetapkan 80% peserta dalam kegiatan pelatihan ini dapat memahami tekhnik kewirausahaan dan pencatatan keuangan yang baik dan benar yang akan digunakan untuk mencatat barang yang terjual dan keuntugan yang didapatkan. Dari hasil pengabdian ini masyarakat mendapatkan pemahaman tentang manajemen keuangan dan dapat memahami tentang pembukuan dana secara akuntansi secara sederhana, serta dapat menghitung pendapatan bersih penghasilan perminggu atau perbulan.