Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3, No. 2 (2012)"
:
10 Documents
clear
PENDIDIKAN TINGGI SENI BERKARAKTER BUDAYA ADILUHUNG ESTAFET GENERASI KREATIF YANG BERKELANJUTAN
I Ketut Sunarya
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (88.176 KB)
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1302
Abstrak: Perbuatan manusiawi adalah perbuatan yang diatur oleh manusia dan secara sadar dikontrol atau dikehendakinya. Dalam pendidikan tinggi seni berkarakter budaya adiluhung tidak lepas dari perbuatan manusiawi yang bermakna keutamaan. Perbuatan berlandasan budaya unggulan, cara berpikir yang benar, kreatif dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan bersemangat menguasai berbagai jenis keterampilan dan keahlian khususnya dalam bidang seni. Pendidikan menumbuhkan sikap berorientasi terhadap karya berkualitas atau mewujudkan mentalitas manusia yang selalu berusaha menciptakan karya bermutu. Pendidikan seni sebagai pembentuk sikap mandiri dan merupakan unggulan seseorang lewat tanaman motivasi untuk mengeksplorasi lingkungan dan sumbersumber budaya sebagai kekuatan bangsa. Pendidikan menjadikan manusia tidak tunduk terhadap nasib, tetapi menganggap penting usaha dengan kemampuan sendiri untuk melakukan inovasi, perubahan, dan penyempurnaan dalam bidang seni sebagai tanggungjawab dalam kehidupan. Pendidikan seni berkarakter budaya adiluhung merupakan estafet ilmu yang berkelanjutan. Artinya, tidak berhenti pada satu generasi, namun terus berkembang dari masa lalu, kini, dan masa depan. Kata Kunci: pendidikan tinggi seni, karakter budaya adiluhung, estafet ilmu berkelanjutan
PENDIDIKAN KARAKTER PADA KELUARGA JAWA
Muhammad Idrus
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (100.815 KB)
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1297
Abstrak: Fenomena yang terjadi saat ini secara eksplisit menunjukkan terjadinya penurunan etika, moral, dan karakter bangsa. Situasi tersebut mengharuskan dilakukannya reformulasi pada proses pendidikan karakter agar setiap individu dari masyarakat dan bangsa ini memiliki karakter yang diharapkan sebagaimana diamanatkan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Proses pendidikan dan pembentukannya dapat dilakukan pada tiga institusi pendidikan sebagai tripusat pendidikan, yaitu sekolah, masyarakat, dan keluarga. Dalam konteks masyarakat Jawa, model pendidikan dan pembentukan karakter tercermin dari model pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua. Berbagai model pengasuhan Jawa yang sudah dilakukan ketika anak masih bayi, diyakini memiliki kontribusi positif bagi pendidikan dan pembentukan karakter. Kata Kunci: pendidikan karakter, identitas, pengasuhan Jawa
KEBIASAAN BERPERILAKU HIDUP SEHAT DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER
., Suharjana
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (91.221 KB)
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1303
Abstrak: Tawuran antarpelajar yang sering dipertotonkan di TV, perkelahian antarmahasiswa, perkelahian antarkelompok pemuda, maraknya geng motor yang menjurus ke tindak kriminal seperti perkelahian, pencurian, atau pembunuhan merupakan manivestasi dari kegagalan pendidikan karakter yang dilaksanakan di Indonesia. Untuk mencegah perilaku negatif seperti tersebut pendidikan karakter harus diupayakan melalui berbagai media, baik melalui jalur formal pendidikan di sekolah, di masyarakat, maupun di dalam keluarga, baik melalui jalur pendidikan agama maupun jalur pendidikan yang lain. Pendidikan karakter dapat dikembangkan melaui tahap pengetahuan (knowing), pelaksanaan (acting), dan kebiasan (habit). Setiap hari manusia akan menjalani aktivitas rutin seperti makan, istirahat, mandi, dan beraktivitas lainnya. Jika kegiatan rutin ini dimanagemen dengan baik sesuai dengan kaidah-kaidah yang benar, akan menjadi kebiasaan yang baik yang seterusnya akan menghasilkan nilai-nilai karakter yang positif. Kata Kunci: pendidikan karakter, kebiasaan, perilaku hidup sehat
MENINJAU KEMBALI HUBUNGAN ANTARA SASTRA DAN BUDI PEKERTI
Budiman, Manneke
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.874 KB)
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1298
Abstrak: Hubungan sastra dan budi pekerti telah lama ramai diperbincangkan orang. Ada tuntutan dalam masyarakat bahwa sastra haruslah dapat menjadi sarana pembelajaran moral dan pekerti untuk dapat dinilai sebagai karya sastra yang baik.Timbulnya banyak hujatan pada sejumlah karya sastra, baik di dalam negeri maupun dalam sejarah kesusastraan berbagai bangsa di dunia, mengukuhkan asumsi bahwa sastra yang baik adalah sastra yang diabdikan pada pendidikan moral.Tulisan ini menyoroti berbagai asumsi tersebut dengan memperlihatkan bahwa banyak karya besar dunia justru menggugat hubungan linear dan positif antara sastra dan pendidikan budi pekerti. Tulisan ini juga berargumen bahwa sastra terkadang justru berperan sebagai instrumen untuk menggugat superioritas nilai-nilai moral tertentu, serta menawarkan cara lain untuk memahami wujud hubungan antara sastra dan moralitas. Lewat sejumlah telaah atas karya-karya sastra Indonesia dan dunia, seperti sastra Jerman, dibahas kondisi hubugan antara sastra dan moralitas di Indonesia. Kesimpulan akhir yang diajukan adalah diperlukan perspektif alternatif untuk memahami kembali bentuk-bentuk relasi yang lebih setara antara sastra dan budi pekerti, sehingga sastra bisa ditempatkan secara proporsional dalam kapasitasnya sebagai agen sosialisasi moral ataupun agen perubahan moral. Kata Kunci: pembelajaran moral, sastra Indonesia, sastra dunia, sastra Jerman, hubungan sastra dan budi pekerti
INTEGRATING LOCAL CULTURES IN TEACHING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE FOR CHARACTER BUILDING
Sukarno .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (70.853 KB)
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1304
Abstract: Teaching a language, including English, without contents is meaningless for it consists of merely symbols and grammatical rules. Considering that language is a means of communication, the contents can be the message to be transferred. The contents of teaching English as a foreign language will be more meaningful if they are related to students’ socio-economic cultural backgrounds. It does not mean that it ignores the ideas that teaching a language is also teaching its native speakers’ cultures because a language itself is a kind of cultural products. In teaching English as a foreign language, the cultures of its native speakers can be used as meaningful input texts to explore and elaborate local cultures consisting of moral values and local wisdoms meaningful for character building. To do so, teachers and lecturers teaching English are suggested that they not only discuss linguistic components, but also integrate local cultures consisting of moral values and wisdoms as the contents of their teaching skills. The steps are (1) rendering meaningful input texts related to cultures; (2) discussing contents; (3) exploring and elaborating local cultures especially for productive skills; (4) using appropriate English expressions; (5) discussing contents related to cultures consisting of moral values and wisdoms; and (6) emphasizing moral values and local wisdoms for character. Keywords: local cultures, teaching English as a foreign language, moral values, local wisdoms, character
ASPEK BUDI LUHUR DAN MEMAYU HAYUNING BAWANA DALAM SASTRA MISTIK PENGHAYAT KEPERCAYAAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER
Suwardi Endraswara
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (99.298 KB)
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1306
Abstrak: Penulisan ini bertujuan (1) mendeskripsikan nilai budi luhur dan memayu hayuning bawana dalam teks sastra mistik penghayat kepercayaan (SMPK) kaitannya dengan pendidikan karakter; dan (2) memberikan pemahaman pragmatik sastra ke arah eksistensi ritual mistik kejawen modern. Teks SMPK terdiri dari banyak metrum puisi yang dijadikan bacaan pada saat melaksanakan ritual mistik kejawen sebagai upaya pendekatan diri kepada Tuhan. Data diambil teks-teks sastra mistik SMPK yang dibaca secara heuristik dan hermeneutik. Hasil kajian menunjukkan bahwa teks mistik memuat budi luhur ke arah memayu hayuning bawana yang merupakan upaya mencapai harmoni kosmos sebagai tanda keselamatan dunia. Selain itu, juga ditemukan tiga arah sifat hubungan budi luhur, yaitu (1) hubungan antara manusia dan Tuhan yang diwujudkan ke dalam perilaku manembah; (2) hubungan manusia dengan sesama yang memuat perilaku harus menyenangkan hati sesama; dan (3) hubungan manusia dengan diri sendiri yang intinya harus mengekang hawa nafsu. Kata Kunci: budi luhur, memayu hayuning bawana, penghayat kepercayaan, sastra mistik, pendidikan karakter
MODEL PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN BEROREINTASI PENDIDIKAN KARAKTER
Yunus Abidin
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.544 KB)
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1301
Abstrak: Dalam gamitan pendidikan karakter, pembelajaran membaca di sekolah harus dilaksanakan dengan berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca sekaligus mengembangkan karakter siswa. Untuk itu, perlu dilakukan serangkaian upaya menciptakan proses pembelajaran membaca yang bermutu dan berkarakter. Pengembangan pembelajaran membaca dapat dilakukan melalui pemanfataan tiga saluran penerapan pendidikan karakter, yaitu melalui bahan ajar, model pembelajaran, dan penilaian otentik. Penilaian otentik merupakan saluran yang paling penting sebab penggunaan penilaian otentik akan mencakup pemilihan bahan ajar dan model pembelajaran. Penilaian otentik memandu pembelajaran melalui pengreasian berbagai aktivitas belajar yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran yang di dalamnya terkandung muatan karakter. Penilaian otentik memberikan gambaran nyata kemampuan siswa dalam membaca dan memberikan ukuran ketercapaian pengembangan karakter siswa. Berdasarkan kenyataan tersebut penggunaan penilaian otentik akan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman dan pengembangan karakter siswa. Kata Kunci: penilaian otentik, pembelajaran membaca, pendidikan karakter
PENINGKATAN SOFT SKILLS TANGGUNG JAWAB DAN DISIPLIN TERINTEGRASI MELALUI PEMBELAJARAN PRAKTIK PATISERI
Siti Hamidah;
Sri Palupi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1299
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan soft skills tanggung jawab dan disiplin mahasiswa pendidikan Teknik Boga FT UNY yang terintegrasi melalui pembelajaran praktik Patiseri. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan subjek mahasiswa peserta kuliah Patiseri I yang berjumlah 38 mahasiswa. Instrumen pengumpul data berupa ekspresi diri dan evaluasi antarteman yang dikembangkan dari rambu-rambu tanggung jawab dan disiplin. Data dianalisis dengan teknik diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran praktik, baik dalam kerja kelompok maupun individu mahasiswa telah mampu menunjukkan kinerja tanggung jawab persiapan diri, persiapan kerja, proses produksi, penyajian, dan berkemas antara hampir selalu dan konsisten. Demikian halnya dengan kinerja disiplin telah memberi makna bagi penguasaan soft skills antara hampir selalu dan konsisten. Kata kunci: tanggung jawab, disiplin, pembelajaran terintegrasi IMPROVING
PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK
Das Salirawati
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1305
Abstrak: Pendidikan merupakan salah satu jalan keluar untuk membina karakter generasi muda secara terarah, terprogram, dan optimal agar dapat terbentuk generasi muda yang cerdas intelektual dan berkualitas akhlaknya. Percaya diri adalah karakter yang penting ditanamkan agar mereka menjadi generasi yang tidak mudah dipengaruhi hal-hal negatif di sekitarnya, optimis, dan tegar dalam menghadapi berbagai masalah dengan kemampuannya sendiri. Karakter keingintahuan diharapkan peserta didik suka pada tantangan, berinovasi dan kreatif menciptakan sesuatu yang dapat membanggakan dirinya, keluarga, dan negara. Jiwa wirausaha penting ditanamkan dan dikembangkan dalam diri peserta didik, mengingat di era globalisasi saat ini sangat diperlukan adanya SDM yang mampu bersaing. Karakter seperti ini tidak muncul serta merta, tetapi harus dibina secara dini. Penanaman nilai karakter yang terintegrasi dalam semua mata pelajaran dapat diharapkan nilai-nilai tersebut terinternalisasi dalam diri peserta didik. Materi yang dibelajarkan tidak hanya sebagai pengetahuan sekolah, tetapi juga menjadi pengetahuan dalam diri yang akhirnya ditunjukkan dalam bentuk perilaku. Kata Kunci: karakter, percaya diri, keingintahuan, berjiwa wirausaha
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER KERJA KERAS DAN KERJA SAMA DALAM PERKULIAHAN
Ikhwanuddin .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1300
Abstrak: Penelitian ini berusaha mengintegrasikan pendidikan karakter pada mata kuliah Konstruksi Bangunan dan Menggambar I lewat penelitian tindakan kelas dengan strategi pembelajaran cooperative learning. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan menggambar bangunan. Langkah penelitian adalah rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa peserta kuliah KBM I tahun 2011 pada jurusan PTSP FT UNY. Metode implementasinya adalah (1) penyampaikan nilai-nilai karakter pada saat penyampaian teori konstruksi sebagai dasar penyelesaian tugas; (2) penyampaian nilai-nilai dikaitkan dengan isi materi teori konstruksi; dan (3) pemantauan internalisasi nilai melalui wawancara dan konsultasi tugas mingguan Indikator kerja keras berupa kedisiplinan berkonsultasi dan kualitas tugas, sedang indikator kerjasama berupa pembagian peran, komunikasi, interaksi, dan inisiatif dalam kelompok belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter kerja keras dan kerja sama mampu meningkatkan skill dan prestasi belajar mahasiswa. Prestasi belajar dianggap sebagai efek samping pendidikan karakter pada proses pembelajaran. Kata Kunci: kerja keras, kerjasama, kemampuan menggambar, prestasi