cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN PENDEKATAN SPORT EDUCATION DALAM PERKULIAHAN DI JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA UNY Sugeng Purwanto; Ermawan Susanto; Cukup Pahalawidi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.467 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.2176

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran muatan nilai-nilai karakter dalam perkuliahan melalui pendekatan sport education di Jurusan Pendidikan Olahraga UNY. Penelitian di- rancang melalui penelitian deskriptif yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif se- cara terpadu. Subjek penelitiannya adalah ahli pada bidang pendidikan olahraga, sedang objek pe- nelitiannya mata kuliah yang menggunakan pendekatan sport education. Pemilihan subjek penelitian melalui teknik purposif. Instrumen penelitian untuk mengungkap tingkat pemahaman dosen tentang perkuliahan yang bermuatan pendidikan karakter menggunakan panduan wawancara. Instrumen untuk mengungkap kompetensi pedagogik, gambaran muatan karakter perkuliahan, dan prototipe nilai karakter menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuliahan yang menggunakan pendekatan sport education dapat memunculkan nilai-nilai karakter. Perkuliahan di Jurusan POR FIP UNY dapat dilaksanakan dengan desain perkuliahan sport education dan dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai-nilai karakter. Kata Kunci: sports education, olaharaga, dan pendidikan karakter
KARAKTER TUANG DALAM BUDAYA MASYARAKAT KAMPUNG ADAT CIREUNDEU Mu'min, U. Abdullah
Jurnal Pendidikan Karakter No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN KARAKTER EDISI APRIL 2020, TH. 10, NO.1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v10i1.21538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tuang bagi masyarakat Cireundeu. Tuang tidak sekedar bahasa simbolik, namum mengandung makna budaya, tradisi, adat istiadat bahkan ritual adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Dihasilkan dari penelitian ini, tuang dimaknai bukan sekedar hajat jasmaniah semata, tapi hakikat-nya sumber kekuatan spiritual dengan singkong sebagai kebutuhan pokok. Istilah teu dahar asal kuat, bermakna filosofis sebagai sumber kekuatan, kehidupan, dan kemandirian bagi masyarakat Cireundeu. This study aims to reveal the meaning of Tuang for the people of Cireundeu. Tuang is not just a symbolic language, but contains the meaning of culture, tradition, customs and even traditional rituals. This study uses a qualitative approach to the case study method. Collecting data through observation, interviews, documentation and literature studies. As a result of this research, pour is interpreted not merely as a physical necessity, but the essence of the source of spiritual strength with cassava as a basic need. The term "teu dahar asal kuat", philosophical meaning as a source of strength, life, and independence for the people of Cireundeu.
PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI MELALUI PENDIDIKAN AGRICULTURE DI PONDOK PESANTREN ISLAMIC STUDIES CENTER ASWAJA LINTANG SONGO PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA Mangun Budiyanto; Imam Machali
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.436 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.2784

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui pembentukan karakter mandiri melalui pendidikan pertanian (agriculture)di Pondok Pesantren Islamic Studies Center Aswaja Lintang Songo Piyungan Bantul Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus (case study). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima prinsip pem- bentukan karakter mandiri yang dikembangkan di Pondok Pesantren Islamic Studies Center Aswaja Lintang Songo yang pada umumnya menggunakan pembelajaran berbasis komunitas yang berangkat dari realitas alam dan kehidupan. Bentuk-bentuk karakter mandiri yang dikembangkan adalah disiplin dan bersungguh-sungguh, kemandirian dan kerja keras, religius, kebersamaan, peduli, kasih sayang, kesederhanaan, hormat, santun, tanggung jawab, jujur, dan ikhlas. Kesemuanya terbentuk dalam program-program pendidikan dan praktik pertanian (agriculture) yang dilaksanakan di pondok pesantren tersebut. Kata Kunci: karakter, mandiri, pertanian, dan pesantren aswaja SHAPING AUTONOMOUS CHARACTER THROUGH AGRICULTURAL EDUCATION AT PONDOK PESANTREN ISLAMIC STUDIES CENTER ASWAJA LINTANG SONGO PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA Abstract: this research aims at describing the shaping of autonomous character through agricultural education at Pondok Pesantren Islamic Studies Center Aswaja Lintang Songo Piyungan Bantul Yogyakarta. This is a qualitative study in the form of a case study. Data collection was conducted through observation, interview, and documentation. The data were analyzed using the interactive analysis technique. The findings show that there are five principles of shaping the autonomous character developed at Pondok Pesantren Islamic Studies Center Aswaja Lintang Songo which generally use community-based learning rooted from the reality of nature and life. The forms of autonomous characters developed are discipline, seriousness, autonomy and hard work, religiosity, togetherness, care, love, modesty, respect, politeness, responsibility, honesty, and sincerity. All of these are shaped in the education programs and agricultural practices carried out in the pondok pesantren. Keywords: character, autonomous, agriculture, and pesantren aswaja
PENERIMAAN ORANG TUA MENENTUKAN LINGKUNGAN PENGASUHAN KELUARGA DENGAN ANAK REMAJA DI WILAYAH SUBURBAN Fitriani Voluntir; Alfiasari .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 3 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.536 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.5634

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengasuhan penerimaanpenolakan yang dilakukan orang tua dan lingkungan pengasuhan pada keluarga dengan anak remaja  di wilayah suburban (perbatasan desa dan kota). Penelitian melibatkan 50 keluarga yang dipilih secara acak dari kerangka contoh dan diwawancarai menggunakan kuesioner. Pengasuhan penerimaan-pe- nolakan diukur dengan menggunakan Parental Acceptance Rejection Questionnaire (PARQ) dan lingkungan  pengasuhan diukur dengan menggunakan Home Observation and Measurement of the Environment tipe Early Adolescent (HOME-EA). Hasil penelitian menemukan adanya hubungan nyata antara usia remaja dengan perilaku agresif orang tua. Pendidikan ibu yang semakin meningkat berhubungan nyata dengan lingkungan pengasuhan keluarga yang semakin baik. Hasil juga menunjukkan bahwa pengasuhan penerimaan-penolakan berhubungan nyata dengan kualitas pengasuhan pada keluarga dengan anak remaja di wilayah suburban.   Kata Kunci: HOME-EA, lingkungan pengasuhan, pengasuhan penerimaan-penolakan, PARQ, wilayah suburban PARENTAL ACCEPTANCE DETERMINES ENVIRONMENTAL PARENTING  OF FAMILIES WITH ADOLESCENCE IN THE SUBURBAN AREA Abstract: The aim of this study was to analyze the relationship between parental acceptance-rejection and parenting environment in families with adolescence in the suburban area. This study involved 50 families randomly selected. Data were collected by using questionnaire and structured interview. Parental  acceptance-rejection was measured by Parental Acceptance Rejection Questionnaire (PARQ) and parental environment was measured by Home Observation and Measurement of the Environment type Early Adolescent (HOME-EA). The result showed that there was a significant relationship  between age of adolescence and parents’ aggressive behavior. Meanwhile, longer mothers’ education  was significantly correlated with better parenting environment of the family. The results also revealed  that there was a significant  correlation between parental acceptance-rejection and parenting environment in families with adolescence in the suburban area.    Keywords: HOME-EA, parental acceptance-rejection, parenting environment, PARQ, suburban area
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KULTUR SEKOLAH DI SMP N 14 YOGYAKARTA Novika Malinda Safitri
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 6, No. 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.797 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.8621

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan berbagai strategi yang dilakukan sekolah dalam mengimplemtasikan pendidikan karakter melalui kultur sekolah di SMP N 14 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP N 14 Yogyakarta, dengan subjek guru dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur sekolah merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam proses internalisasi nilai karakter di sekolah. Beberapa strategi dalam mengimplementasikan pendidikan karakter melalui kultur seperti adanya kegiatan rutin, kegiatan spontan, pemodelan, pengajaran, dan penguatan lingkungan sekolah. Dalam upaya mengimplemantasikan pendidikan karakter tidak terlepas dari keteladanan kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa yang saling bersinergi dalam menciptakan kultur sekolah yang positif. Kata Kunci: implementasi pendidikan karakter, kultur sekolah THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION THROUGH THE SCHOOL CULTURE AT SMP N 14 YOGYAKARTA Abstract: This research aimed to describe various strategies taken by the school in implementing character education through school culture at SMP N 14 Yogyakarta. This research is a descriptive research study using a qualitative approach. This research was conducted at SMP N 14 Yogyakarta, with the subjects consisting of the students and teachers. The data were collected by observation, interview, and documentation. The data validity was checked by a triangulation technique. The research results showed that school culture was an important aspect needing close attention in the process of internalizing character values at school. A number of strategies in implementing character education were, among others, routine activities, spontaneous activities, role-modeling, teaching, and strengthening the school environment. The efforts of implementing character education were inseparable from the role modeling of the school principal, teachers, administrative staff, and students who sinergized each other in creating a positive school culture.. Keywords: implementation of character education, school culture
PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 DEPOK SLEMAN Rina Palunga; Marzuki Marzuki
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.256 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i1.20858

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran guru sebagai teladan dalam pengembangan karakter peserta didik dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan karakter peserta didik di SMPN 2 Depok, Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang subjek penelitiannya adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama, guru PPKn, guru Bimbingan Konseling, wali kelas, peserta didik, dan ketua komite di SMPN 2 Depok, Sleman. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles Huberman yang meliputi langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai teladan ditunjukkan oleh tutur kata, sikap,  dan kepribadiannya, seperti sopan santun, disiplin, tanggung jawab, toleransi, jujur, serta kepedulian terhadap peserta didik dan orang lain. Faktor yang mendukung  pengembangan karakter peserta didik yaitu adanya komitmen warga sekolah, standar isi kurikulum, kepemimpinan kepala sekolah, kebersamaan. Faktor penghambat pengembangan karakter peserta didik meliputi terbatasnya sumber dana, kurangnya kepedulian orang tua, dan sikap apatis dari beberapa guru dan peserta didik.Kata Kunci: peran guru, keteladanan guru, peserta didik yang berkarakterTHE ROLE OF TEACHERS IN DEVELOPMENT OF THE CHARACTER STUDENTS OF STATE JUNIOR HIGH SCHOOL 2 DEPOK SLEMAN                                      Abstract: This study aims to reveal the role of teachers as example with in development of the character studets and the factors that influence development of character students of State Junior High School (SMPN) 2 Depok, Sleman. This study used the descriptive qualitative approach. The  subjects were the headmaster, headmaster deputies, teachers, studeats, and chairman of the committee of SMPN 2 Depok, Sleman. Techniques used to collect data were interview, observation, and documentation. The data analysis used interactive model of Miles Huberman, following the steps of data reduction, data presentation, and conclusion drawings. The results of the research show the following the role of  teachers as example must be demonstrated through speech, attitude, and personality, like courtesy, discipline, responsibility, tolerance, honesty, and concern for students and others. The factors that support development of character students include their commitment to the school community, the curriculum standard content, headmaster leadership, and togetherness. The factors that inhibit the development of character students include the limited financial resources, lack of awareness of parents, and in different attitude of some teachers and students.Keywords: the role of teacher, exemplary teacher, students with noble character
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI SEKOLAH ISLAM TERPADU SALMAN AL FARISI YOGYAKARTA Moh. Khairudin; Susiwi .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.543 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1289

Abstract

Abstrak: Penanaman pendidikan karakter sejak dini merupakan harga paling mahal yang perlu dibayar oleh orang tua pada anaknya. Semua karakter yang melekat pada masa anak-anak akan menjadi karakter dan budaya yang kuat dalam sanubari anak. Sekolah Islam Terpadu (SIT) Salman Al Farisi Yogyakarta sebagai salah satu entitas masyarakat menyelenggarakan pendidikan dasar. Metode yang dikembangkan dalam pendidikan karakter adalah melalui penumbuhan budaya sekolah. SIT Salman Al Farisi Yogyakarta melakukan penumbuhan budaya sekolah untuk mendapatkan hasil belajar pada aspek budaya yang memuaskan stakeholder. Nilai budaya yang menjadi trade mark SIT Salman Al Farisi Yogyakarta adalah integratif, produktif, kreatif dan inovatif, qudwah hasanah, kooperatif, ukhuwah, rawat, resik, rapi dan sehat, dan berorientasi mutu. Nilai budaya tersebut telah dituangkan dalam prosedur pelaksanaan sampai dengan petunjuk pelaksanaannya. Hal ini menjadikan SIT Salman Al Farisi siap mengimplementasikan nilai-nilai budaya tersebut pada semua warga sekolah dan orang tua siswa. Kata Kunci: budaya sekolah, Islam terpadu, pendidikan karakter
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK-INTEGRATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER PEDULI DAN TANGGUNG JAWAB Novi Lestariningsih; Siti Partini Suardiman
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.48 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i1.15503

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan bahan ajar tematik integratif berbasis kearifan lokal yang layak untuk meningkatkan karakter peduli dan tanggung jawab siswa dan (2) mengetahui keefektifan bahan ajar tematik integratif berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan karakter peeduli dan tanggung jawab siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (RD) yang mengacu pada pendapat Borg Gall. Subjek uji coba adalah siswa kelas IV MIN Jejeran, Pleret, Bantul. Hasil penilaian ahli menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar ini efektif untuk meningkatkan karakter peduli dan tanggung jawab siswa. Berdasarkan uji-t berpasangan didapat signifikansi untuk karakter peduli pada kelas eksperimen 1 sebesar 0,00 dan kelas eksperimen 2 sebesar 0,00 dan karakter tanggung jawab pada kelas eksperimen 1 sebesar 0,00 dan kelas eksperimen 2 sebesar 0,00 yang berarti ada perbedaan yang signifikan karakter peduli dan tanggung jawab siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar tematik integratif berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: bahan ajar, tematik integratif, pembelajaran berbasis kearifan lokal, peduli, tanggung jawab. DEVELOPING THEMATIC INTEGRATED TEACHING MATERIALS BASED ON LOCAL WISDOM TO IMPROVE CARE AND RESPONSSIBILITY Abstract This study aim to (1) produce a thematic integrated teaching materials based on local wisdom that is feasible to improve care and responssibility character and (2) find out the effectiveness of the integrated thematic teaching materials based on local wisdom to improve care and responssibility character.This study is a research and development according to the opinion of Borg Gall. The testing subject were grade IV students of MIN Jejeran, Pleret, Bantul. The result of expert’s evaluation shows that the teaching materials which have been developed are feasible.The result show that the teaching materials is effective to improve care and responssibility character of students. Based on paired t-test for the care character in experiment class 1 gained sig 0.00 and in experiment class 2 gained sig 0.00. The responssibilty character in experiment class 1 gained 0.00 and experiment class 2 gained sig 0.00. The result show that there are significant differences in care and responssibility character of students before and after learning by using integrated thematic teaching materials based on local wisdom. Keywords: teaching materials, thematic integrative, local wisdom-based learning, care, responssibility
PENDIDIKAN MORAL DI MALAYSIA: TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH Bambang Sumintono; Lokman Mohd Tahir; Mohd Anuar Abdul Rahman
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.89 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1308

Abstract

Abstrak: Bentuk pendidikan karakter di sekolah di Malaysia sudah dilaksanakan sejak sekolah formal dimulai pada jaman penjajahan Inggris. Pertumbuhan ekonomi Malaysia yang pesat membawa perubahan struktur masyarakat dan perilakunya yang membuat pendidikan moral sebagai pelajaran wajib untuk mengantisipasi perubahan sosial dan merupakan implementasi pendidikan karakter di sekolah bagi siswa non-Muslim. Mulai 1980-an diperkenalkan enam belas nilai murni yang harus dipahami siswa dan menjadi tema pokok bagi guru yang diterapkan dalam berbagai pelajaran dan aspek kehidupan. Berbagai tantangan dihadapi siswa dan guru dalam pembelajaran pendidikan karakter ini, mulai metoda pengajaran oleh guru di kelas, pembelajaran oleh siswa yang monoton dan lebih banyak menghapal, serta pola evaluasi yang diterapkan berhubung kompleksitas sistem nilai yang diujikan tidak selalu mudah disepakati bersama. Kata Kunci: pendidikan moral, pendidikan karakter, nilai, pendidikan Malaysia
PEMBENTUKAN KARAKTER TERPUJI DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH CONDONGCATUR Ajat Sudrajat; Ari Wibowo
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.173 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1438

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara lebih rinci pembentukan karakter terpuji di SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta. SD Muhammadiyah Condongcatur ini merupakan salah satu sekolah favorit dan sekaligus unggulan yang menjadi tujuan para orang tua untuk menyekolahkan putera-puterinya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, pengamatan, dan pencermatan dokumen. Berdasarkan data-data yang diperoleh dapat diketahui bahwa ada tiga program yang menjadi tekanan pihak sekolah dalam membangun karakter terpuji ini, yaitu melalui: (1) kultur sekolah bermutu yang mencakup mutu input, mutu akademik, dan mutu nonakademik; (2) kultur sekolah Islam dengan fokus penanaman karakter religius, keterbukaan, kepedulian, kebersamaan, dan kerja sama; (3) kultur disiplin dengan fokus penanaman karakter antara lain religius, kedisiplinan, kepedulian, dan kebersamaan. Kata Kunci: pendidikan karakter, karakter terpuji, kultur sekolah, kultur sekolah Islam THE SHAPING OF NOBLE CHARACTER AT MUHAMMADIYAH ELEMENTARY SCHOOL OF CONDONGCATUR Abstract: This research aims at describing in details the shaping of noble character at Muhammadiyah Elementary School of Condongcatur, Yogyakarta. This school is a favourite school and a school of excellence which has become the school destination for parents to send their children. The data collection was conducted using the techniques of interview, observation, and document examination. Based on the obtained data, it can be concluded that there are three programs emphasized by the school to build the the noble character, namely through: (1) quality school culture which includes input quality, academic quality, and non-academic quality; (2) islamic school culture focusing on the internalization of the characters of religiosity, open-mindedness, caring, togetherness, and cooperation; and (3) discipline culture focusing on the nurturing of religiosity, discipline, caring, and togetherness. Keywords: character education, noble character, school culture, Islamic school culture

Page 5 of 31 | Total Record : 310