cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 25277014     EISSN : 20895003     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 310 Documents
GRAND DESAIN PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI EMAS 2045 Belferik Manullang
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3357.081 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1283

Abstract

Abstrak: Krisis bangsa adalah krisis sumber daya manusia, utamanya krisis karakter. Karakter adalah perilaku relatif permanen yang bersifat baik atau kurang baik. Generasi 2045 disebut “berkarakter generasi emas” haruslah memiliki sikap positif, pola pikir esensial, komitmen normatif dan kompetensi abilitas, dan berlandasan IESQ. Sikap positif adalah representasi perilaku tentang nilai Pancasila dan nilai kemanusiaan. Pola pikir esensial adalah perilaku tidak hanya berlandaskan pertimbangan rasional dan pembuktian empirik, melainkan juga suprarasional. Komitmen normatif adalah kesetiaan atau loyalitas berbasis spirit internal. Kompetensi abilitas adalah profesionalitas pada tingkat seni. Landasan IESQ adalah fokus pendidikan pada kecerdasan komprehensif. Karakter Generasi Emas 2045 adalah kekuatan utama membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, maju, jaya dan bermartabat. Kata Kunci: karakter generasi emas, sikap positif, pola pikir ssensial, komitmen normatif, kompetensi abilitas, IESQ
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM PENINGKATAN KARAKTER, MOTIVASI, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Kustiwi Nur Utami; Ali Mustadi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 8, No. 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.67 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v7i1.15492

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran tematik integratif yang layak dan efektif untuk meningkatkan karakter santun dan tanggung jawab, motivasi intrinsik, dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang terdiri atas sepuluh tahap, yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi hasil uji coba awal, uji coba lapangan, revisi produk hasil uji coba lapangan, uji pelaksanaan lapangan, penyempurnaan produk akhir, dan diseminasi produk. Subjek uji coba berjumlah 3 siswa SD Glagahan pada uji coba awal, dan 9 orang siswa SD Tunjungan pada uji coba lapangan yang dipilih berdasarkan kriteria tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian ini berupa perangkat pembelajaran meliputi: silabus, RPP, LKS, media pembelajaran, dan soal tes prestasi. Hasil penilaian ahli materi dan ahli media untuk menguji kevalidan perangkat pembelajaran dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran valid dan berkategori baik. Hasil uji coba menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan layak serta memenuhi kriteria praktis dan efektif dalam meningkatkan karakter, motivasi, dan prestasi belajar siswa. Pembelajaran dengan produk yang dikembangkan mampu meningkatkan karakter santun dan tanggung jawab, motivasi intrinsik, dan prestasi belajar siswa. Kata kunci: perangkat pembelajaran tematik, karakter, motivasi, prestasi belajar. DEVELOPING THEMATIC LEARNING KITS TO IMPROVE THE CHARACTERS, MOTIVATION, AND LEARNING ACHIEVEMENT OF THE ELEMENTARY SCHOOL Abstract: This study aims to produce integrated thematic learning kits capable of improving students’ characters, especially politeness and responsibility, learning motivation, especially intrinsic learning motivation, and learning achievement. This was a research and development study consisting of ten stages, namely research and data collection, planning, preliminary product development, preliminary tryout, revision based on the preliminary tryout results, field tryout, revision based on the field tryout results, field implementation testing, product finalization, and product dissemination. The tryout subjects were Grade II students of the elementary school, consisting of 3 students of SD Glagahan in the preliminary tryout and 9 students of SD Tunjungan in the field tryout, selected based on the criteria for students from the upper, moderate, and lower groups. The research product is integrated thematic learning kits consisting of a syllabus, lesson plans, student worksheets, learning media, and learning achievement tests. The results of the assessment by the material expert and the learning media expert show that the developed learning kits are valid and good and appropriate to be used for thematic learning at the elementary school. The results of the tryout show that the developed learning kits are appropriate and capable of improving students’ characters, motivation, and learning achievement. Keywords: thematic learning kits, characters, motivation, learning achievemen
PENDIDIKAN TINGGI SENI BERKARAKTER BUDAYA ADILUHUNG ESTAFET GENERASI KREATIF YANG BERKELANJUTAN I Ketut Sunarya
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.176 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.1302

Abstract

Abstrak: Perbuatan manusiawi adalah perbuatan yang diatur oleh manusia dan secara sadar dikontrol atau dikehendakinya. Dalam pendidikan tinggi seni berkarakter budaya adiluhung tidak lepas dari perbuatan manusiawi yang bermakna keutamaan. Perbuatan berlandasan budaya unggulan, cara berpikir yang benar, kreatif dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan bersemangat menguasai berbagai jenis keterampilan dan keahlian khususnya dalam bidang seni. Pendidikan menumbuhkan sikap berorientasi terhadap karya berkualitas atau mewujudkan mentalitas manusia yang selalu berusaha menciptakan karya bermutu. Pendidikan seni sebagai pembentuk sikap mandiri dan merupakan unggulan seseorang lewat tanaman motivasi untuk mengeksplorasi lingkungan dan sumbersumber budaya sebagai kekuatan bangsa. Pendidikan menjadikan manusia tidak tunduk terhadap nasib, tetapi menganggap penting usaha dengan kemampuan sendiri untuk melakukan inovasi, perubahan, dan penyempurnaan dalam bidang seni sebagai tanggungjawab dalam kehidupan. Pendidikan seni berkarakter budaya adiluhung merupakan estafet ilmu yang berkelanjutan. Artinya, tidak berhenti pada satu generasi, namun terus berkembang dari masa lalu, kini, dan masa depan. Kata Kunci: pendidikan tinggi seni, karakter budaya adiluhung, estafet ilmu berkelanjutan
Pengembangan Media Video Animasi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Karakter Tanggung Jawab Siswa Kelas V Margareta Widiyasanti; Yulia Ayriza
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 9, No. 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.741 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v8i1.21489

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi yang layak dan efektif pada materi pahlawan pergerakan nasional untuk meningkatkan motivasi belajar dan karakter tanggung jawab siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus 02 Kecamatan Srandakan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Subjek pada penelitian ini adalah 27 siswa kelas V SD Proketen sebagai kelas kontrol, 33 siswa SD 1 Godegan sebagai kelas eksperimen dan 15 siswa SD Talkondo sebagai kelas uji coba. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis perbedaan melalui uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi layak digunakan untuk pembelajaran pada materi pahlawan pergerakan nasional kelas V SD Gugus 02 Kecamatan Srandakan. Kelayakan media video animasi oleh ahli materi mendapat penilaian dengan kategori “Baik”, dan oleh ahli media mendapat penilaian “Sangat Baik”. Hasil uji kelayakan media video animasi oleh guru pada uji coba lapangan operasional pada kategori “Baik”. Hasil uji t pada motivasi belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan nilai t=2,513 pada taraf signifikansi p= 0,015, (p0,05) dan karakter tanggung jawab  antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan nilai t= 3,810 pada taraf signifikansi p= 0,000 (p0,05). Jadi, pembelajaran dengan menggunakan media video animasi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar dan karakter tanggung jawab siswa. Kata Kunci: media video animasi, motivasi belajar, karakter tanggung jawab. DEVELOPING ANIMATED VIDEO MEDIA TO IMPROVE THE LEARNING MOTIVATION AND RESPONSSIBILITY CHARACTER OF THE FIFTH GRADE  Abstract: This study aims to develop feasible and effective animated learning media on the material of national hero movement to improve the learning motivation and responssibility character of the students of Cluster 02 elementary schools in Srandakan. This study was research and development (R D). The subjects were 27 fifth grade students of SD Proketen as the control class, 33 students of SD 1 Godegan as the experimental class and 15 students of SD Talkondo as the trial class. The data were analyzed using the descriptive quantitative analysis and t test analysis of differences through Anova. The results show that the animated video media is feasible for teaching the national movement hero learning material to the fifth grade students of Cluster 02 elementary schools in Srandakan District. The results of the feasibility of the animated video media by subject matter experts gain "Good"category, and by media experts gain "Very Good" category. The result of the feasibility testing of the animated video media by teachers in the operational field test gain "Good" category. The result of the t test on the learning motivation between the experimental group and control group shows that the t value= 2.513 at the significance level of p= 0.015 (p0.05) and the character of responssibility between the experimental group and control group shows that the t value = 3.810 at the significance level of p = 0.000 (p0.05). So, teaching by using media is effective to improve the learning motivation and responssibility character of students.Keywords: animated video media, learning motivation, responssibility character.
ANALISIS MUATAN NILAI KARAKTER PADA BUKU AJAR KURIKULUM 2013 PEGANGAN GURU DAN SISWA SEKOLAH DASAR Dian Ikawati Rahayuningtyas; Ali Mustadi
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 9, No. 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.82 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v8i2.21848

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) nilai-nilai karakter pada buku pegangan guru, 2) nilai-nilai karakter pada buku pegangan siswa, 3) kesesuaian nilai-nilai karakter pada buku ajar Kurikulum 2013 pegangan guru dan buku pegangan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten. Subjek data yaitu buku ajar kurikulum 2013 pegangan guru dan pegangan siswa kelas V semester 1 yang terdiri atas lima tema yaitu tema benda-benda di lingkungan sekitar, peristiwa dalam kehidupan, kerukunan dalam bermasyarakat, sehat itu penting, dan bangga sebagai bangsa Indonesia. Unit analisisnya nilai-nilai karakter yang terkandung dalam buku ajar. Hasil penelitian yaitu: 1) buku pegangan guru mengembangkan semua nilai karakter yang dianalisis; 2) buku pegangan siswa pada tema benda-benda di lingkungan sekitar, tema kerukunan dalam bermasyarakat, dan tema bangga sebagai bangsa Indonesia tidak mengembangkan nilai karakter jujur. Nilai karakter percaya diri muncul dengan frekuesi terbanyak pada buku pegangan guru maupun pada buku pegangan siswa. Nilai karakter jujur muncul dengan frekuensi paling sedikit pada buku pegangan guru dan buku pegangan siswa; 3) nilai karakter pada buku pegangan guru dan pegangan siswa pada tema benda-benda di lingkungan sekitar, tema peristiwa dalam kehidupan, dan tema sehat itu penting telah sesuai. Kata kunci: nilai-nilai karakter, buku ajar kurikulum 2013, sekolah dasar. AN ANALYSIS OF CONTENT OF CHARACTER VALUES IN THE TEXTBOOK OF 2013 CURRICULUM FOR HANDBOOKS OF TEACHER AND STUDENT IN ELEMENTARY SCHOOL Abstract: This research aims to analyze (1) the character value in teacher handbook content, (2) the character value in student handbook content, (3) the suitability of the character value in course-bookcurriculum 2013 teacher handbook and student handbook. This research was a content analysis. The data soucse used in this study was course-book of curriculum 2013 teacher handbook and student handbook of the grade V of elementary school in the first semester includes five themes: namely objects in the surrounding environmet, events in life, harmony in society, healthy is important, and pround as a nation of Indonesia. The unit analysis of this research was the character contained in the course-book. The result of this study are: 1) Teacher handbooks within each theme have been developing all the character values, namely religious, honest, discipline, responsible, polite, care, confidence, and love of the country; 2) Student handbooks in surrounding environmet theme, harmony in society, and pround as a nation of Indonesia did not develop the values of honesty; 3) Character value in teacher handbooks and students hanbooks on surrounding environmet theme, events in life theme, and healthy are important theme that have been appropriate. Keyword: character values, textbook of curriculum 2013, elementary school
PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Marzuki .
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 3, No. 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.709 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.1450

Abstract

Abstrak: Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Untuk meraih derajat manusia seutuhnya sangatlah tidak mungkin tanpa melalui proses pendidikan. Pendidikan harus dapat menghasilkan insan-insan yang memiliki karakter mulia, di samping memiliki kemampuan akademik dan keterampilan yang memadai. Salah satu cara untuk mewujudkan manusia yang berkarakter adalah dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap pembelajaran. Nilai-nilai karakter utama yang harus terwujud dalam sikap dan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan karakter adalah jujur (olah hati), cerdas (olah pikir), tangguh (olah raga), dan peduli (olah rasa dan karsa). Pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan pemuatan nilai-nilai karakter dalam semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Untuk itu guru harus mempersiapkan pendidikan karakter mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasinya. Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah perlu didukung oleh keteladanan guru dan orang tua murid serta budaya yang berkarakter. Kata Kunci: integrasi pendidikan karakter, pembelajaran, sekolah INTERGATING CHARACTER EDUCATION IN THE TEACHING AND LEARNING AT SCHOOL Abstract: Education is the process of humanizing mankind. To achieve the degree of whole mankind is not possible without the educational process. Education should be able to produce human beings who have a noble character, in addition to academic ability and skills. One way to realize that human has noble character is to integrate character education in all learning. The main character values that should be embodied in the attitudes and behaviors of the students as a result of the process of character education is to be honest (conscience management), intelligent (intellectual management), stern (physical exercise), and care (sense and intent management). The integration of character education in the teaching and learning can be done by including the values in all the subjects taught in school and in the implementation of learning activities. For that character education, the teacher must prepare the teaching and learning activities from planning, implementation, until evaluation. The implementation character education at schools needs to be supported by exemplary teachers and parents as well as the conducive school culture. Keywords: integration of character education, teaching and learning, school
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER BANGSA DENGAN SISTEM FDS (FULL DAY SCHOOL) Hikmah Eva Trisnantari; Prim Masrokan Mutohar; Sulastri Rini Rindrayani
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 10, No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.813 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.21947

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen peningkatan mutu pembelajaran berbasis karakter dengan sistem full day school (FDS). Agar tujuan tersebut bisa tercapai dengan baik maka digunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus di madrasah dan sekolah unggul di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar. Data digali dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa dengan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan peningkatan mutu pembelajaran berbasis karakter didasarkan pada kurikulum nasional, kurikulum sekolah, program-program unggulan sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler dengan sistem integrated curriculum; (2) pelaksanaan peningkatan mutu pembelajaran berbasis karakter dilaksanakan berdasarkan komitmen untuk mencapai visi, misi, dan tujuan sekolah dengan sistem pembelajaran aktif, mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran, dan adanya intervensi dan habituasi dalam penanaman nilai-nilai karakter kepada siswa; dan (3) evaluasi dan pengendalian mutu pembelajaran berbasis karakter dilaksanakan dengan sistem authentic assessment.Kata Kunci: manajemen peningkatan mutu, pembelajaran berbasis karakter, full day schoolQUALITY IMPROVEMENT MANAGEMENT OF CHARACTER BASED LEARNING WITH FULL DAY SCHOOL (FDS) SYSTEM Abstract: This study aims to describe the quality improvement management of character based learning with Full Day School (FDS) system. In order to achieve these objectives well, a qualitative approach was used with a multi-case study design in madrasah and schools at Tulungagung and Blitar districts. Data is collected from principals, teachers, staff, and students with snowball sampling techniques. The results showed that: (1) planning for the quality improvement of learning based character was based on the national curriculum, school curriculum, superior school programs, and extracurricular activities with integrated curriculum system; (2) the implementation of the quality improvement of learning based character was carried out based on commitment to achieve the vision, mission, and goals of the school with an active learning system, integrating character values in the learning process, and the existence of interventions and habituations the core values character at school; and (3) evaluation and control of the quality improvement of learning based character carried out with authentic assessment systemsKeywords: quality improvement management, learning based character, full day school
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN NILAI HUMANIS-RELIGIUS BERBASIS KULTUR MADRASAH Subiyantoro Subiyantoro
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 4, No. 3 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2525.381 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.2726

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menemukan model pendidikan nilai humanis-religius berbasis kultur madrasah. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan pendekatan kualitatif. Proses analisis data dengan menerapkan metode Miles and Huberman, sedangkan tahapan analisisnya dengan model Spradley, dan dalam analisis data ini, juga dilengkapi dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pengembangan model pendidikan nilai humanis-religius dapat ditemukan dengan mengikuti langkah-langkah antara lain: (1) memotret kultur madrasah, yang meliputi aspek artifak dan aktivitas kultur; (2) penentuan visi, misi madrasah, dan standar, serta program dalam bidang artifak; dan (3) implementasi pendidikan nilai humanisreligius ini dirancang dan dilaksanakan melalui saluran kultur madrasah. Kata Kunci: model pendidikan nilai humanis-religius, kultur madrasah DEVELOPING A MODEL OF HUMANISTIC RELIGIOUS VALUE EDUCATION BASED ON ISLAMIC SCHOOL CULTURE Abstract: This study aims to find a model of humanistic-religious value education based on the Islamic school culture. The method employed was the research and development using the qualitative approach. The process of the data analysis applied the method by Miles and Huberman, while the analysis steps employed the model by Spradley; the data analysis was also supplemented by the descriptive statistical analysis. The findings of the study are as follows. The development of a model of humanistic-religious value education was made through the steps of: (1) describing the Islamic school culture, including the material culture and behavioral culture; (2) setting the Islamic school’s vision, mission; and (3) designing and implementing the humanistic-religious value education through the Islamic school culture channel. Keyword: humanistic-religious value education model, on the islamic school culture
REPRESENTASI KESADARAN AGENSI MORAL SEBAGAI GURU: STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWA PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Ibrahim, Teguh; Robandi, Babang
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 11, No. 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.614 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v10i1.30313

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan representasi kesadaran agensi moral mahasiswa pascasarjana UPI pada pengalaman atau fenomena profesi guru. Dalam penelitian ini agensi moral dapat dimaknai pada dua kondisi ganda yang melingkupi guru sebagai figur teladan yang melakukan tindakan profesional secara etis dan sebagai pendidik moral yang mengajarkan nilai-nilai kebajikan kepada siswa agar menjadi manusia yang berkarakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara yang dirancang dengan mengacu pada struktur pembangun agensi moral yaitu: identitas moral, sensitivitas moral, dan tindakan moral. Partisipan pada penelitian ini adalah lima orang mahasiswa Program Studi Magister Pedagogik Sekolah Pascasarjana UPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para Partisipan memaknai guru secara esensial sebagai pekerjaan yang memiliki tanggung jawab moral, dan guru bertanggung jawab atas masa depan peserta didiknya baik secara khusus maupun umum. Partisipan juga menyatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, mengabdi pada negeri, dan sebuah kebahagian batin ketika bisa melihat peserta didiknya berprestasi. Melalui pembangunan identitas moral, partisipan mampu menghidupkan sensitivitas moral dengan mengidentifikasi beberapa situasi problematis yang menggejala pada realitas kehidupan guru di sekolah. Oleh karena itu, dengan penuh kesadaran, partisipan mampu melakukan tindakan moral untuk mengemansipasi kehidupan profesi guru menjadi lebih baik. Kata kunci: Agensi moral, fenomenologi, pendidikan karakter, berpikir reflektif, profesi guru. REPRESENTATION OF MORAL AGENCY AWARENESS AS A TEACHER: PHENOMENOLOGICAL STUDY IN POSTGRADUATE STUDENTS IN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Abstract: This article aims to describe the representation of the moral awareness of UPI graduate students on the experiences or phenomena of the teacher profession. In this study moral agency can be interpreted in two double conditions which surround the teacher as a role model who takes profesional action ethically and as a moral educator who teaches virtue values to students so that they become human characters. The research uses a qualitative approach with a phenomenological framework. Data collection uses interview guidelines designed with reference to the structure of moral agency building, namely moral identity, moral sensitivity and moral action. Participants in this study were five students of the UPI Postgraduate School's Pedagogic Masters Study Program. The results show that participants interpret the teacher essentially as a job that has moral responsibility, the teacher is responsible for the future of the students specifically and education in general. Participants also stated that being a teacher is an unsung hero, serving the country, and an inner happiness can see their students perform. Through the building of moral identity, participants are able to turn on their moral sensitivity by identifying several problematic situations that affect the reality of the teacher's life at school. So that participants are able to perform moral actions with full awareness to emancipate the profesional life of the teacher for the better. Keywords: Moral agency, phenomenology, character education, reflective thinking, teacher profession 
INTERNALISASI NILAI KARAKTER DISIPLIN MELALUI PENCIPTAAN IKLIM KELAS YANG KONDUSIF DI SD MUHAMMADIYAH SAPEN YOGYAKARTA Wuri Wuryandani; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya; Dasim Budimansyah
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.545 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.2793

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai upaya yang dilakukan guru untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif dalam proses internalisasi nilai karakter disiplin di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, dengan subjek guru dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim kelas yang kondusif merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam proses internalisasi nilai karakter disiplin di sekolah, khususnya sekolah dasar. Beberapa kegiatan yang dilakukan guru pada tahap perencanaan adalah mempersiapakan sarana dan prasarana kelas, meliputi wastafel di dekat kelas, rak sepatu, tempat sampah, tempat mengumpulkan tugas siswa, tata tertib kelas, pesan-pesan afektif, daftar piket, dan sebagainya. Selanjutnya pada tahap pelaksanaan pembelajaran, guru perlu melakukan proses pembelajaran sesuai dengan yang telah direncanakan, dan menjaga konsistensi dalam penerapan aturan sekolah maupun aturan kelas. Pada tahap akhir yaitu evaluasi terhadap proses belajar mengajar guru perlu melakuukan refleksi tentang perilaku disiplin siswa pada hari itu. Dalam upaya menciptakan iklim kelas yang kondusif tidak terlepas dari keteladanan kepala sekolah. Kata Kunci: internalisasi, karakter disiplin, iklim kelas INTERNALIZATION OF THE CHARACTER OF DISCIPLINE THROUGH THE CREATION OF CONDUCIVE CLASSROOM ATMOSPHERE AT MUHAMMADIYAH SAPEN ELEMENTARY SCHOOL IN YOGYAKARTA Abstract: This study aims to find the various effortsmade by the teachersto create a conducive classroom atmosphere for the internalization process of the character of discipline in elementary school. This was a descriptive study using a qualitative approach conducted at Muhammadiyah Sapen Elementary School in Yogyakarta, with the subjects consisting of teachers and students. The data were collected through observation, interview, and documentation. Data validity was achieved throughatriangulation technique. The results show that the conducive classroom is an important aspect that must be considered in the internalization process of the character of discipline in schools, particularly in primary schools. Some of the activities carried out at the planning stage were: teachers prepared class infrastructure, covering the washbasin near the classroom, shoe racks, rubbish bins, the box for submitting students’ assignments, classroom rules, affective messages, picket list, and so on. Then, in the implementation phase of learning, teachers needed to run the teaching and learning process as planned, and maintain consistency in the application of the school rules and the classroom rules. At the final stage, evaluation of the teaching and learning process, the teachers needed to reflect on the behavior of the students’ discipline on the day. The effort to create a conduciveclassroom atmospherecould not be separated from the principal’s role model. Keywords : internalization, character of discipline, classroom atmosphere

Page 3 of 31 | Total Record : 310