Articles
232 Documents
Perbedaan Ketangguhan Komposit Berbahan Dasar Serat Kelapa Sawit
Badaruddin Anwar;
Samnur -;
Siti Hartini
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 24, No 1 APR (2023): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini adalah penelitian eksperimental, yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan ketangguhan komposit berbahan dasar serat kelapa sawit. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 10 spesimen, 10 sampel komposit berbahan dasar serat kelapa sawit dengan takikan V dan U dengan takikan V dan U. Hasil dari penelitian ini berupa nilai rata-rata harga impak dengan menggunakan metode charpy yaitu 0,108 J dan 0,114 J untuk komposit berbahan dasar serat kelapa sawit variasi takikan V dan U dan 0,102 J. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil pengujian impak terdapat perbedaan ketangguhan antara spesimen yang menggunakan takikan V dan takikan U yang mempunyai berserat.
Modifikasi Volume Ruang Bakar Kompor Briket Batubara Tipe Pendek Untuk Rumah Tangga
Nurlaela Latief;
Djuanda -;
Icu Sugiarto;
Muh. Wahyu Eka Hasti
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 24, No 1 APR (2023): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Modifikasi volume ruang bakar kompor briket batubara tipe pendek untuk rumah tangga bertujuan untuk meningkatkan unjuk kerja kompor briket batubara yang ada dimasyarakat. Metode pengujian dilakukan pada dua jenis kompor yaitu kompor briket batubara pembanding dan kompor briket batubara hasil modifikasi. Dari hasil pengujian yang dilakukan, kompor briket batubara hasil modifikasi lebih unggul dibandingkan kompor sebelum modifikasi dilihat dari sistem penyalaan awal yang lebih konstan, yaitu 5 menit, proses memasak berlangsung dengan cepat (1,5 liter air) dalam waktu 5 menit dan volume air yang dapat dipanaskan 19,5 liter untuk hasil berikutnya. Sedangkan kompor batubara sebelum dimodifikasi penyalaan awal lebih cepat, yaitu 4-7 menit, proses masak (1,5 liter air) dalam waktu 5-7 menit akan tetapi waktu yang dibutuhkan tidak konstan. dan volume air yang dapat dipanaskan 9 liter untuk 19 biji briket Disamping itu kompor nasil modifikasi memiliki diameter ruang bakar yang lebih besar sehingga dapat menggunakan briket yang lebih banyak dan waktu untuk menghabiskan briket pada proses memasak lebih lama dibandingkan dengan kompor sebelum modifikasi yamg lebih kecil sehimgga daya tampung briket lebih sedikit. Kelebihan lain dari kompor hasil modifikasi adalah dari desain lubang pengarah unggun (penutup emizi) yang lebih baik karena diperbesar yang berpengaruh terhadap kecepatan penyalaan dan proses memasak serta menjaga emizi zat terbang yang berlebihan dibandingkan dengan kompor sebelum modifikasi yang memiliki lubang pengarah unggun lebih kecil sehingga proses penyalaan awal dan memasak tidak konstan dan emizi (asap) yang dihasilkan lebih banyak dengan demikian kompor briket batubara hasil modifikasi lebih efisien dan tidak beresiko untuk rumah tangga.
Analisa Pengaruh Ketebalan Plat Marmer Terhadap Kekuatan Impact dan Bending
Muhammad Halim Asiri
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 4 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Marmer pada umumnya digunakan pada konstruksi bangunan perumahan sebagai bahan pendukung, menggunakan marmer sebagai komponen penting dan presisi menghadapi banyak masalah, kegetasannya menyebabkan sukar untuk dimesin tidak cukup ulet dan tidak cukup kuat serta kualitasnya yang tidak merata akan tetapi kemajuan yang dicapai dalam teori dan teknologi. Penggunaan marmer yang berhubungan erat dengan mesin-mesin presisi. Hasil perhitungan diperoleh ; - Untuk uji impact harga tertinggi U = 5,985 j/mm2 pada marmer warna hijau pada ketebalan 10 mm, sedang marmer warna putih U = 5,398 j/mm2 pada ketebalan yang sama. - Untuk uji bending pada marmer dengan ketebalan 6 mm 1 = 35,42 N/mm2 , yang berwarna hijau dan marmer yang berwarna putih dengan ketebalan 10 mm 2 = 21,00 N/mm2
Modifikasi Meja Komputer yang Ergonomis dengan Motor Semi Otomatis pada Pengaturan Posisi Monitor
Ady Rukma;
A. Ramli Rasyid;
Muhsin Z.;
Djuanda -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 25, No 1 OKT (2023): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Modifikasi Meja Komputer yang Ergonomis dengan motor semiotomatis pada pengaturan posisi monitor bertujuan untuk merancang dan membangun meja komputer semi otomatis. Mengetahui efek ergonomis dengan cara menyesuaikan kemiringan monitor komputer dengan tinggi badan pengguna yang digerakkan oleh motor DC. Pembuatan Modifikasi Meja Komputer yang Ergonomis dengan motor semiotomatis dilaksanakan dengan menggunakan metode : Perencanaan sistem semiotomatis; Mempersiapkan alat dan bahan; Pembuatan meja komputer; Pembuatan rangkaian kontrol; Pembuatan panel komputer; Uji coba alat. Perencanaan meja komputer semi otomatis dilakukan dengan cara menguhubungngkan panel komputer, motor listrik DC dan panel kontrol. Perancangan modifikasi Meja Komputer yang Ergonomis dengan motor semiotomatis otomatis dapat menghasilkan kemiringan dudukan monitor komputer maksimum ke bawah 40o dan kemiringan minimum ke atas 0o. Cara menyesuaikan kemiringan monitor komputer dengan tinggi badan pengguna yaitu dengan menekan sakelar tekan yang merupakan alat yang mengontrol perputaran motor DC. Meja komputer semi otomatis ini telah diuji kinerjanya dan dinyatakan berhasil.
Analisis Pemanfaatan Minyak Nabati Sebagai Alternatif Bahan Bakar Kompor
Hamri - -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 4 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The aim of study for benefit 100% of vegetable oil (castor oil and coconut oil as fuel of pressure stove, without bio fuel process than petroleum, comparison of flaming who happen and emission from 3 of fuel, and what if fuel vegetable oil more economize than petroleum. Procedure of riset is examinee the experiment every fuel to blaze using pressure stove. then measure emission from result of burning from three fuel. to measure temperature of flaming from 3 fuel who burning and examine how long time for to finish fuel with fixed volume from fuel. Result to show time of normal burning for petroleum 1 till 2 minutes, castor oil 12 minutes and coconut oil 15 minutes. emission from burning result of 3 fuel find CO2 is highest at petroleum that is 1,06 %, castor oil 0,66 % and cocounut oil is 0,54 %. time for to finish fuel with fixed volume 200 cc is longest is castor oil that is 36 minutes 27 second,vegetable oil 35 minutes 5 second and petroleum 26 minutes 35 second, temperature of flaming stove from 3 fuel average of result measuring to find 300°C with touch time of flaming fire is 1 minutes.
Analisa Konstruksi Poros Engkol Motor Diesel Traksi 4 Langkah 6 Silinder
Akhiruddin - Pasdah
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 1 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Poros engkol merupkan bagian utama pada mesin yang berputar yaitu merubah gerak translasi dari torak menjadi gerak rotasi, dengan poros inilah yang menggerakkan beban baik secara lansung mampu melalui roda transmisi. Nilai tegangan kombinasi (comb) lebih kecil dari tegangan yang diizinkan untuk bahan poros engkol.- Untuk journal = 800 – 1100 kg/cm2- Untuk cramcheek = 1500 -2200 kg/cm2- Untuk pena engkol = 900 – 1400 kg/cm2
Pengaruh Variasi Jumlah Sudu Terhadap Kinerja Turbin Hidrokinetik Tipe NACA0012
Akhmad Nurdin;
Gunawan -;
Ridwan Rasyid
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 25, No 1 OKT (2023): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Energi hidrokinetik adalah energi listrik yang dihasilkan dari gerakan alami aliran sungai melalui perangkat elektromagnetik tanpa head yang memadai. Pada penelitian sebelumnya pemanfaatan aliran sungai hilir sebagai sumber energi listrik menggunakan turbin sumbu vertikal. Namun belum ditemukan penelitian yang mengkaji pengaruh jenis turbin dan jumlah sudu turbin hidrokinetik bersumbu horizontal yang digunakan langsung di sungai yang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan jumlah sudu turbin hidrokinetik pada sumbu horizontal yang digunakan langsung di sungai dalam untuk menghasilkan keluaran daya listrik yang optimal. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan turbin hidrokinetik dengan variasi 3 jenis sudu berdasarkan literatur dan penelitian sebelumnya. Data pengukuran yang dihasilkan pada kedalaman 1,2 meter untuk masing-masing jenis dikumpulkan. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan Microsoft Excel. Turbin tipe NACA (jumlah sudu 3) menghasilkan Daya Mekanik Turbin(PT) terbesar sebesar 58,81 watt. Koefisien Daya Mekanik Turbin(Cp) terbesar yang dihasilkan adalah tipe NACA (jumlah sudu 3) yaitu sebesar 0,204. Sedangkan koefisien daya optimum sebesar 0,145 dan efisiensi turbin (ηT) yang optimum diperoleh tipe NACA 3 sebesar 14,9%. Turbin NACA yang menghasilkan kinerja optimal diberi nama RR001. Turbin NACA tipe RR001 dengan 3 sudu lebih optimal dalam menghasilkan Daya Mekanik Turbin(PT) dan koefisien daya (Cp) serta lebih efisien (ηT) bila dibandingkan dengan 2 sudu maupun 4 sudu.
Analisis Penggunaan Automatic Lubrication pada Reclaimer Silica di Rawmill V P.T. Semen Tonasa
Nurlaela Latief;
Ryan Rizaldy;
Muhammad Agung
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 25, No 1 OKT (2023): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan automatic lubrication pada reclaimer silica rawmill V PT. Semen Tonasa sehingga dapat mengurangi pemakaian tenaga kerja untuk melakukan pelumasan pada chain. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan stopwatch dan observasi langsung di lapangan, penelitian tersebut dilakukan di Mekanik Rawmill V PT. Semen Tonasa. Hasil analisis data pelumasan manual menunjukkan bahwa output pelumas manual untuk 8 menit adalah 5000 ml, Sedangkanan data automatic lubricaton menunjukkan output automatic lubrication untuk 1 menit adalah 70,6 ml. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan output pelumas manual lebih tinggi dibandingkan dengan output automatic lubrication. sedangkan dari segi waktu dan tenaga kerja pelumas manual membutuhkan waktu dan tenaga dalam pelumasan di bandingkan dengan automatic lubrication yang menggunakan sistem interlock sehingga pelumasan dapat beroperasi secara konsisten. Untuk itu dari segi output, waktu dan tenaga kerja dan ketepatan jadwal pelumasan automatic lubrication jauh lebih unggul digunakan pada chain reclaimer silica di bandingkan dengan peluman manual.
Analisis Motor Diesel Caterpillar 550 Sebagai Penggerak Generator Listrik Daya 550 Kw (50 Hz)
Zulkifli - Manguluang;
AMrullah - -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 4 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Motor bakar torak khusus motor bakar diesel masih memegang peranan penting sebagai sumber tenaga penggerak terutama untuk menggerakkan sebuah generator listrik Dari hasil perhitungan dan analisis kinerja motor bakar diesel caterpillar 550 sebagai penggerak generator listrik pada daya 550 Kw, 50 Hz bahwa kenaikan tekanan dari awal sampai akhir kompresi sebesar 423 kali/sek dan hasil perhitungan dari 2,35 kg/cm2 pada tekanan awal kompresi dan 99,30 kg/cm2 tekanan akhir kompresi dan tekanan pembakaran 218,53 kg/cm2
Analisis Pengaruh Panjang Dan Kekasaran Pipa Terhadap Efek Water Hammer
Ahmad - Amri
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 1 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Water Hammer mengacuh pada fluktuasi tekanan yang disebabkan oleh peningkatan atau penurunan mendadak kecepatan aliran. Fluktuasi tekanan ini dapat memecahkan pipa induk saluran air. Permasalahan potensial Water hammer harus dipertimbangkan dalam mengevaluasi disain saluran, dan juga analisa surge (gelombang tekanan) harus dilakukan secara teliti pada setiap kejadian, untuk menghindari kegagalan pemakaian komponen yang mahal pada suatu sistem distribusi. Setiap perubahan besar disain sistem atau perubahan pengoperasian aliran seperti kebutuhan untuk laju aliran air yang sangat tinggi harus dipertimbangkan potensi terjadinya permasalahan waterhammer. Fenomena ini dan maknanya dalam kegiatan disain dan pengoprasian sistem penyediaan air belumlah dipahami secara luas dengan mengacuh pada frekwensi dan jumlah kerusakan yang disebabkan oleh water hammer. Pada penelitian ini yang diamati adalah efek water hammer yang terjadi akibat pengaruh panjang dan kekeraan pipa yang dipasang pada setiap penutupan katup. Hasilnya memperlihatkan bahwa tidak ada pengaruh panjang pipa uji terhadap efek water hammer karena jarak katup kontrol dengan surge tank konstan yaitu 20 cm, semakin kasar pipa uji efek water hammer semakin kecil dan semakin besar modulus elastisnya semakin besar efek water hammer yang terjadi.