cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
Pengaruh Heat Affected Zone pada Kekerasan Akibat Pengelasan pada Logam ST 42 Ady Rukma; Badaruddin Anwar; A. M. Irfan Amar
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 1 APR (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zona yang terpengaruh panas (HAZ) adalah sesuatu yang terjadi ketika logam terkena suhu tinggi.  Ini  memiliki  dampak  negatif  pada  desain  dan  Struktur  logam.  Beberapa  prosedur produksi  (proses  manufaktur)  yang  menghasilkan  HAZ  adalah  pemotongan  mekanis, pemotongan  termal  dan  pengelasan.  Tujuan  Penelitian  ini  adalah  untuk  membuktikan pengaruh terhadap kekerasan logam, berdasrakan hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kekerasan rockwell pada baja  ST 42 yang diberi perlakuan yang berbeda akan menghasilkan perbedaan  nilai  kekerasan  pula.  baja  ST  42  yang  tidak  diberi  perlakuan  pengelasan  nilai kekerasan  rockwell  nya  yakni  9,056  sedangkan  nilai  rata-rata  kekerasan  rockwell  untuk sampel  yang  diberi  perlakuan  pengelasan  yakni  10,237.  Hal  ini  sesuai  dengan  uji  statistic yang  dilakukan  diman  terdapat  uji  beda  yang  hasilnya  menunjukkan  perbedaan.  Sehingga dapat disimpulkan bahaa terdapat pengaruh HAZ terhadap nilai kekerasan baja ST 42.
Implementasi FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) terhadap Mesin Bubut Konvensional CQ6230b Laboratorium Pendidikan Teknik Mesin FT-UNM Andi Muhammad Idkhan; Muh Reza Daytona; Fiskia Rera Baharuddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 25, No 1 OKT (2023): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hasil implementasi FMEA (Failure Mode and  Effect Analysis) terhadap  mesin  bubut  konvensional  CQ6230B yang  dilaksanakan  pada Laboratorium  Unit  Mesin  Perkakas  Pendidikan  Teknik  Mesin,  Fakultas  Teknik,  Universitas Negeri  Makassar.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  perhitungan  RPN  (Risk  Priority Number) untuk memperoleh nilai kerusakan prioritas yang didapatkan dari perhitungan nilai RPN kritis, kemudian akan dipertimbangkan untuk dilakukan perawatan. Berdasarkan analisis data  kerusakan terdapat  beberapa  komponen  yang  memiliki  nilai RPN  diatas  RPN  kritis  75 yaitu Plug, Cable, Travo, Bold & Nut, dan Gear dengan nilai RPN komulatif tertinggi yaitu 224. Setelah dilakukan perawatan diperoleh persentase penurunan tingkat kerusakan sebesar 59%  yang  menandakan  adanya  penurunan  setelah  dilakukan  penerapan  FMEA.  Kerusakan dapat  disebabkan  karena  kurangnya  pengecekan  dan  perawatan  komponen  secara  berkala. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  frekuensi  kerusakan  setelah  penerapan  FMEA mengalami  penurunan  yang  berarti  Mesin  Bubut  CQ6230B  Laboratorium  PTM  FT-UNM dapat dikatakan efektif.
Wastewater Treatment Technologies (a review of advantages and drawbacks) Ichsan Invanni Baharuddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 1 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wastewater is resulted from residential, institutional, and commercial and industrial establishments and includes household waste liquid from toilets, baths, showers, kitchens, sinks and so forth that is disposed of via sewers. In many areas, sewage also includes liquid waste from industry and commerce. Sewage can be treated close to where it is created, a decentralised system, (in septic tanks, biofilters or aerobic treatment systems), or be collected and transported via a network of pipes and pump stations to a municipal treatment plant, a centralised system. Wastewater treatment generally involves three stages, called primary, secondary and tertiary treatment. Primary treatment consists of temporarily holding the sewage in a quiescent basin where heavy solids can settle to the bottom while oil, grease and lighter solids float to the surface. The settled and floating materials are removed and the remaining liquid may be discharged or subjected to secondary treatment. Secondary treatment removes dissolved and suspended biological matter. Secondary treatment is typically performed by indigenous, water-borne micro-organisms in a managed habitat. Secondary treatment may require a separation process to remove the micro-organisms from the treated water prior to discharge or tertiary treatment. Tertiary treatment is sometimes defined as anything more than primary and secondary treatment in order to allow rejection into a highly sensitive or fragile ecosystem (estuaries, low-flow rivers, coral reefs,...). Treated water is sometimes disinfected chemically or physically prior to discharge into a stream, river, bay, lagoon or wetland, or it can be used for the irrigation of a golf course, green way or park. Review of advantages and drawbacks of wastewater treatment are done by considering the decontamination capacity, operating cost, energy consumption, maintenance, resources needed and etc.
Rancang Bangun Roda Air Sebagai Penggerak Pompa Abdul Waji Malaju
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 4 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi tenaga air dengan pemamfaatannya pada umumnya berlainan bila dibandingkan dengan penggunaan tenaga yang berasal dari, misalnya bahan bakar fosil. Sumber tenaga air secara teratur dibangkitkan kembali melalui hujan penguapan alibat dari penyinaran matahari dan pengaruh gravitasi bumi. Dari hasil perhitungan diperoleh putaran melalui transmisis dari roda air, dengan n = 1500 rpm dan daya yang dibangkitkan P = 4,58 Kw
Unjuk Kerja Alat Pemecah Kemiri Dengan Sistem Sentrifugal Kadirman - -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 1 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk meningkatkan mutu biji kemiri melalui proses pemecahan yang cepat dan efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan daging kemiri dalam jumlah yang besar. Prinsip kerja dari alat ini adalah menggunakan prinsip pelempar dan tumbukan keras yang disebabkan oleh energi kinetik dengan gaya sentrifugal. Daya penggerak yang berasal dari motor listrik ditransmisikan dengan sistem sabuk poros piringan pelempar. Dengan gaya sentrifugal, biji kemiri yang dimasukkan melalui corong pemasukan menuju poros piring pelempar kemudian akan terlempar ke dinding pemecah dan selanjutnya akan keluar melalui corong pengeluaran. Modifikasi yang dilakukan pada piring pelempar kemiri menghasilkan daya dorong yang cenderung lebih cepat, serta dinding pemecah yang berbentuk limas terpancung menyebabkan biji kemiri yang terbentur pada dinding langsung jatuh pada corong pengeluaran. Berdasarkan hasil pengujian alat ini dapat disimpulkan bahwa hasil kerja mesin kurang efektif hal ini disebabkan pengeringan biji kemiri yang belum mencapai standar kekeringan yang diinginkan. Dapat dilihat lebih dominannya biji yang pecah tidak utuh dari hasil pemecahan menggunakan mesin hasil modifikasi.
Struktur Mikro Pengelasan SMAW Stainless Steel Austenitik AISI 201 Media Pendingin Air dan Udara Darmawangsah -; Badaruddin Anwar; Iswahyudi Indra Putra; Nur Fuadah; Samnur -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 1 APR (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat komparatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan struktur mikro stainless steel austenetik aisi 201 terhadap proses pendinginan pada pengelasan SMAW. Dengan perhitungan ukuran butir menggunakan persamaan Hillard diperoleh perbedaan ukuran butir dari struktur mikro stainless steel AISI 201 dari pengelasan SMAW dengan media pendingin air dan udara serta yang tanpa pengelasan. Ukuran butir yang paling besar dengan media pendingin air yaitu 5,27μm sedangkan ukuran butir yang paling kecil yaitu 3,81μm. Ukuran butir paling besar menggunakan media pendingin udara yaitu 5,80μm sedangkan ukuran butir paling kecil yaitu 4,21μm. Dan setelah di rata-ratakan ukuran butir struktur mikro stainless steel aisi 201 menggunakan media pendingin air yaitu 4,462μm, media pendingin udara yaitu 4,814μm. Ukuran butir struktur mikro stailess steel aisi 201 tanpa pengelasan yaitu 6,20 μm.
Studi Bio-Briket Dengan Campuran Batu Bara Dan Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar Alternatif Ahmad - Amri
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 4 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu bara (coal) merupakan sedimen batuan organik dengan komposisi utama karbon, hidrogen dan oksigen sehingga mudah terbakar. Salah satu usaha penggunaan batu bara sebagai bahan bakar alternatif adalah dalam bentuk briket batu bara. Namun pemakaian briket batu bara sebagai sumber energi alternatif masih sangat relatif kecil dibandingkan dengan pemakaian energi lainnya seperti gas dan minyak bumi. Hal ini umumnya disebabkan karena beberapa hal diantaranya adalah kualitas batu bara yang rendah, sulitnya penyalaan pada proses pembakaran awal, sehingga pembakaran yang kurang sempurna akan menimbulkan emisi gas buang yang berbahaya. Bio-briket merupakan salah satu alternatif yang diperkirakan dapat menjadi solusi dari masalah tersebut. Bio-massa berupa sekam padi secara kimiawi memiliki kadar karbon yang sangat tinggi dan sangat mudah terbakar. Untuk itu sebagai praduga sementara bio-briket dari komposisi batu bara dan sekam padi dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis. Hal ini diperkuat karena di Propinsi Sulawesi Selatan, sekam padi merupakan limbah yang melimpah dan tidak punya nilai jual.
Pengaruh Perlakuan Panas Terhadap Kekasaran Permukaan Aluminium Dengan Menggunakan Mesin CNC TU- 2A Muhammad Halim Asiri
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 1 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin CNC dapat menyelesaikan pekerjaan yang tingkat ketelitiannya sangat tinggi seperti ketelitian geometric, artistic, delivery time dan efisiensi kerja. Dalam proses pembuatan part/ komponen tentunya tidak terlepas dari kekuatan maupun kemampuan logam untuk menahan kemampuan yang diberikan kepadanya baik itu beban statis maupun beban dinamis. Dari hasil penelitian diperoleh Nilai kekasaran untuk putaran 600 rpm adalah 1,175 µm, dan kekasaran pada putaran 700 rpm adalah 2,435 µm, ini nilai kekasaran tinggi sedang pada putaran 1000 rpm dengan nilai kekasarannya 0,615yang merupaka nilai terendah ini pada temperature 300oC, dan pada temperature 500oC dengan putaran 600 rpm, 700 rpm, dan 1000 rpm, masing-masing Ra = 11,050 µm, Ra = 10,820 µm dan Ra = 4,900 µm
Analisa Karakteristik Getaran Cantilever Beam Dari Aluminium Dan Besi Cor Akhiruddin - Pasdah
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 4 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulnya getaran pada benda atau system tersebut bilamana ada bagian-bagian yang berputar atau bergerak utamanya konstruksi yang menerima beban dinamik adalah efek-efek dinamik yang diakibatkan oleh kecepatan-kecepatan atau putaran-putaran. Fenomena yang terjadi dengan berputar nya suatu benda atau system pada kecepatan – kecepatan tertentu adalah getaran yang sangat besar meskipun benda atau system dapat berputar dengan mulus pada kecepatan lainnya Parameter system getaran adalah : - Metode system transfer dapat digunakan untuk menganalisa getaran secara ksperimental - Karakteristik ini cenderung menjadi besar jika tempat perletakan motor penggerak semakin mendekati jepitan
Analisis Hasil Pengelasan Oxy-Acetilen Terhadap Kekerasan Lasan Besi Tuang Epriyandi - -; Tri Agus Susanto
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 1 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan besi tuang/besi cor termasuk jenis pengelasan khusus, karena karateristik dari logamnya sangat berbeda dibandingkan dengan jenis logam yang lain, dimana sifat mampu lasnya sangat baik. Pengelasan besi tuang dapat dilakukan dengan berbagai macam jenis las, seperti : SMAW, GMAW dan Oxy-acetilen. Namun dalam pelaksanaan sering mengalami kesulitan saat di las, terutama saat mengelas besi tuang yang tipis. Karena tingkat kesulitan yang tinggi maka hasil lasan sering mengalami keretakan dan berlubang. Untuk mengatasi terjadinya keretakan dan lubang, makapengelasan dapat dilakukan dengan las oxy-acetilen dengan menggunakan bahan tambah dari bekas ring piston. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pada titik sambungan yang dilas mempunyai nilai kekerasan yang tinggi dan tidak terdapat keretakan. Hal ini disebabkan karena terkontrolnya panas yang masuk.