cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
Analisis Kebisingan Terhadap Motor Bakar 2 Tak Badaruddin - Anwar
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 4 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar tingkat kebisingan lingkungan yang ditimbulkan oleh sepeda motor 2 tak. Selain itu juga untuk mengetahui perbedaan tingkat kebisingan lingkungan yang ditimbulkan oleh sepeda motor 2 tak merek (Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Data penelitian ini diperoleh dengan metode eksperimen dan menggunakan bantuan alat “Sound Level”. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. objek penelitian ini adalah kendaraan bermotor yang beroperasi di Kota Makassar merek (Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki). Hasil analisis data dapat ditarik kesimpulan bahwa besarnya tingkat kebisingan motor 2 tak, merek Yamaha sebesar 83,19 dB(A), Suzuki sebesar 84,28 dB(A), dan Kawasaki 84,98 dB(A). juga pada motor 2 tak tidak terdapat perbedaan tingkat kebisingan yang signifikan.
Analisis Getaran Pada Berbagai Jenis Bahan Kayu Dengan Metode Fungsi Transfer Amiruddin - -
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 12, No 1 Okt (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkenaan dengan tingkat kestabilan dan kekuatan-kekuatan barang produksi dilihat dari segi penggunaan barang tersebut adalah efek redaman pada konstruksinya. Terutama bila konstruksi barang tersebut menerima beban yang berubah-ubah, beban bolak balik dan beban tiba-tiba. Efek redaman dipengaruhi oleh suatu bahan atau sistem yang bergetar. Pemelihan bahan atau material yang baik untuk suatu produk sangatlah dipengaruhi oleh karakteristik dari bahan tersebut. Kekuatan spesimen untuk semua jenis bahan kayu adalah : - Kayu ulin : 208538 N/m, faktor redaman = 0,008820 - Kayu bayam : 176422 N/m, faktor redaman = 0,008685 - Kayu jati : 132081 N/m, faktor redaman = 0,008361 Dan faktor peredam untuk bahan yang berbeda diperoleh bahwa faktor peredam tersebut terjadi pada bahan kayu ulin
Perbandingan CDI AC dengan CDI DC terhadap Performa Sepeda Motor Kurniawan, Ahmad; -, Syapril; -, Fajar; Hasim, Muhammad; Jayanegara, Sudarmanto
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 2 OCT (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, bertujuan untuk mengetahui perbandingan CDI AC dengan CDI DC terhadap performa sepeda motor. Adapun variabel bebas dalam penelitian adalah perbandingan CDI AC Dengan CDI DC terhadap performa sepeda motor. Untuk variabel terikatnya adalah torsi dan daya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat dynotest tipe chassis dan pengambilan data dilakukan pada putaran mesin 1500 rpm sampai 8500 rpm. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis regresi dengan statistik ANOVA (Analysis Varians). Hasil penelitian pada CDI AC dengan CDI DC menunjukkan bahwa pada putaran 1500 rpm sampai 8500 rpm, torsi pada mesin lebih tinggi didapatkan pada penggunaan CDI DC sebesar 10,59 Nm, sedangkan daya pada mesin lebih tinggi didapatkan pada penggunaan CDI DC sebesar 7,13 HP.
Analisis Kekerasan Leebs pada Stainless Steel 304 Fuadah, Nur; Anwar, Badaruddin; -, Erniyani; Putra, Iswahyudi Indra; Romadin, Achmad
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 2 OCT (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan material di segala bidang terutama di industri semakin berkembang, sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui sifat-sifat material tersebut sesuai penggunaannya, salah satu sifat dari material adalah sifat mekanik seperti kekerasan perlu dianalisis jika material tersebut dalam penggunaannya mengalami beban gesek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian kekerasan Leebs. Bahan penelitian adalah baja stainless steel. Dengan mengetahui kekerasan dari bahan tersebut, maka akan lebih memperjelas material stainless steel ini dapat di manfaatkan sesuai dengan jenis penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode uji Leebss lebih akurat dan terperinci dibandingkan dengan metode kekerasan yang lain. Metode uji kekerasan Leebs ini menggunakan peralatan terkalibrasi yang menumbukkan tungsten karbida berbentuk bola silicon nitrida dengan kecepatan tetap yang dihasilkan oleh gaya pegas ke bagian permukaan yang diuji. Pada bahan plat baja stainless steel diperoleh nilai kekerasan yang bervariasi dari tujuh titik yang diberikan. Tingkat kekerasan berada direntang 100 HL - 572 HL. Dari titik 1 sampai 7 diperoleh harga kekerasan bahan berfluktuasi. Titik yang berada di permukaan bagian sisi luar bahan uji memiliki harga kekerasan antara 168 HL - 572 HL, sedangkan titik yang berada di bagian dalam permukaan bahan uji antara 151 HL - 357 HL
Analisis Pengaruh Pencampuran Bietanol dengan Pertamax terhadap Prestasi Mesin Motor 4 Langkah Type TD 110 DATA 115 -, Amrullah; Syahrir, Muhammad; Syafrun, Muhammad
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 2 OCT (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etanol merupakan bahan bakar terbarukan yang dapat dihasilkan dari fermentasi tanaman yang mengandung karbohidrat. Banyak sumber daya hayati di Indonesia yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan etanol. Penggunaan etanol sebagai bahan bakar didasari pada sifat etanol murni yang cukup mudah terbakar. Pencampuran etanol dapat menaikkan nilai oktan bahan bakar. Etanol mengandung 30% oksigen, sehingga etanol dapat dikategorikan sebagai high octane gasoline (HOG). Penambahan etanol mampu menciptakan pembakaran yang lebih sempurna, pada hal ini terbukti dengan penurunan nilai emisi gas buang CO dan peningkatan emisi CO2. Kalor laten penguapan etanol lebih tinggi 3-5 kali, sehingga temperature pada intake manifold menjadi lebih rendah dan efisiensi volumetrik mesin menjadi lebih baik. Pembakaran etanol lebih cepat dan suhu api lebih rendah sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih efisien. Krisis energi ini menyebabkan manusia beralih pola pikir untuk lebih mengintensifkan penelitian dan penggunaan dari energi yang tidak terbaharukan menjadi energi yang terbaharukan. Salah satu energi tebarukan tersebut adalah berasal dari bio massa yang diproses menjadi etanol. Etanol atau etil alkohol (lebih dikenal sebagai “alcohol”) adalah cairan berwarna dengan karakteristik antara lain mudah terbakar, larut dalam air,dan jika terjadi pencemaran tidak memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Penggunaan etanol sebagai bahan bakar bernilai oktan tinggi atau adetif meningkat bilangan oktan pada bahan bakar. Hasil penelitian yang akan dihasilkan pada masing-masing pemakaian bahan bakar Pertamax campur Etanol 90%, 80% dan 70% pada perbandingan pencampuran Pertamax dan Etanol yaitu : 80 : 20 pada etanol 90%, 80 : 20 pada etanol 80%, 80 : 20 pada etanol 70%. Pemakaian bahan bakar (FC) lebih hemat perbandingan antara pertamax 100% berbanding dengan Etanaol 90% dengan pencampuran 80 ; 20, jika bidang dengan etanol 80% dan 70%.
Uji Performansi Sistem Bahan Bakar Engine Common Rail pada Mobil Isuzu Seri NMR-81 -, Gunawan; Pongsapan, Lia; Pratama, Wahyu Putra
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 2 OCT (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Mesin diesel ini terdapat komponen yang berfungsi sebagai inti dari tenaga mesin untuk pembentukan kompresi didalam ruang silinder. Sistem bahan bakar merupakan komponen penting didalam suatu unit apabila system ini rusak bisa dipastikan unit tersebut tidak bisa berkerja secara utuh. kerusakan pada system bahan bakar bisa mengakibatkan kehilanganya tekanan kompresi didalam ruang silinder yang mengakibatkan hilangnya power untuk mesin tersebut bisa bekerja secara normal. Permasalahan ini sebenarnya sangat jarang terjadi tetapi jika terjadi akibatnya mesin tersebut bisa di overhoul. Merupakan masalah yang penting jika tidak diatasi dengan cermat konsumen bisa mengalami kerugian-kerugian yang cukup besar. Overhoul bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab dan cara mengatasi kerusakan pada sistem bahan bakar. Sistem bahan bakar adalah Sistem yang berada didalam engine yang berfungsi sebagai menyimpan bahan bakar menyalurkan bahan bakar serta mengkabutkan bahan bakar ke dalam ruang silinder untuk terjadinya pengompresian. Objek penelitian pada kasus ini adalah engine NMR-81 dengan seri 4HL1-TCS berteknologi engine common rail yang dimana peneliti mengambil percobaan sebanyak 3 kali percobaan pada sistem bahan bakar diengine tersebut yang dimana pada saat percobaan pertama dilakukan unit tersebut kehilangan tekanan bahan bakar serta tekanan kompresi yang menyebabkan engine tersebut sama sekali tidak bisa berjalan, yang jika di rata ratakan tekanan bahan bakar hanya mendapatkan tekanan 177,5 Mpa yang dimana standar minimum adalah 200 Mpa dan tekanan kompresi hanya sekitar 19.75 kgf/cm2 . yang mana standar minimum 18 kgf/cm2.penyebab terjadinya kehilangan tekanan pada sistem tersebut dikarenakan perbedaan jenis bahan bakar yang digunakan karena NMR-81 sudah masuk dalam standar EURO 4 yang dimana memiliki RON 98 atau CN 51.
Perancangan dan Pembuatan Mesin Pengupas Buah Kopi Rukma, Ady; Idkhan, Andi Muhammad; Z., Muhsin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 2 OCT (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan dan Pembuatan  ini bertujuan untuk membuat mesin pengupas buah kopi menjadi biji kopi,. Sebagai alat penggerak mesin ini digunanakan motor tempel yang lebih sering dikenal atau disebut sebagai motor serbaguna. Dalam Perancangan dan Pembuatan ini digunakan motor tempel 4 tak dengan kapasitas 5 PK sebagai penggerak. Putaran dari motor penggerak diteruskan ke mesin pengupas dan mesin penggiling dengan perantaraan belt/sabuk. Berikut merupakan ukuran-ukuran pully yang digunakan untuk merubah putaran, baik untuk menurunkan atau menambah putaran, antara lain sebagai berikut: a)Pully motor tempel dengan 2 (dua) jalur, diameter pully bagian luar untuk menggerakkan mesin pengupas 18 cm sedangkan diameter pully bagian dalam untuk menggerakkan mesin penggiling 5,5 cm. b)Pelek sebagai pully yang digerakkan oleh motor tempel dengan diameter 42 cm. c)Pully yang menggerakkan mesin pengupas dengan diameter 7 cm. d)Pully mesin pengupas dengan diameter 30 cm. Putaran untuk mesin pengupas maksimal 0.85 rpm/detik atau 48 rpm/menit.. Proses uji coba proyek Perancangan dan Pembuatan ini dilakukan sebanyak 3 kali. Pada uji coba pertama terdapat beberapa kekurangan, yaitu  :.Tidak adanya pelindung dari percikan air dari mesin pengupas, sehingga percikan tersebut mengotori motor penggerak.. Pada uji kedua seluruh kekurangan dari hasil uji coba pertama telah dilengkapi, yakni dengan menambahkan pelindung percikan air pada mesin pengupas. Setelah diuji coba kembali ternyata hasil gilingan kopi masih belum halus, hal ini disebabkan karena putaran pada mesin penggiling kurang kencang sehingga tidak mampu mengupas kulit buah kopi dengan baik. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka pully yang menggerakkan mesin pengupas diperbesar diameternya. Hal ini bertujuan untuk memperbesar putaran pada mesin pengupas kopi. Setelah melakukan uji coba ketiga dengan menambahkan beberapa macam kekurangan maka didapatkan hasil yang cukup baik
Pengaruh Modifikasi Sudut Kelengkungan Dan Penambahan Turbo Cyclone Pada Intake Manifold Terhadap Performa Mesin 4 Tak Kurniawan, Ahmad; K, Ahmad Yani; Soiswaty, Dwi Purnama; Romadin, Achmad; Anwar, Fahri
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 2 OCT (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, bertujuan untuk mengetahui pengaruh memodifikasi sudut kelengkungan dan penambahan turbo cyclone pada intake manifold  terhadap performa (torsi dan daya) mesin 4 TAK. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah intake manifold standar, intake manifold sudut kelengkungan kanan 30°, 60°, 90° dan penambahan turbo cyclone pada setiap variasi sudut kelengkungan intake manifol. Untuk variabel terikatnya adalah torsi dan daya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat dynotest dan pengambilan data dilakukan pada putaran mesin 5250 rpm  sampai 6500 rpm. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif dan analisis regresi dengan statistik MANOVA (Multivariate Analysis Varians). Hasil peneilitian pada variasi sudut kelengkungan intake manifold  menunjukkan bahwa pada putaran 5250 rpm sampai 5750 rpm, torsi dan daya mesin lebih tinggi didapatkan pada penggunaan intake manifold standar. Pada putaran 6000 rpm sampai 6500 rpm, torsi dan daya lebih tinggi didapatkan pada penggunaan intake manifold dengan sudut kelengkungan 60°. Setelah penambahan turbo cyclone, pada putaran mesin 5250 rpm, torsi dan daya lebih tinggi didapatkan saat menggunakan intake manifold standar dan turbo cyclone. Pada putaran 5500 rpm sampai 6250 rpm  torsi dan daya lebih tinggi didapatkan pada penggunaan intake manifold sudut kelengkungan 90° dan turbo cycylone.
Analisis Keuletan Hasil Pengelasan Baja ST 42 dengan Bending Test secara Face Bend Idkhan, Andi Muhammad; Rukma, Ady; Z., Muhsin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 2 OCT (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian lengkung (bend test) pada permukaan bertujuan untuk mengetahui  ketangguhan hasil pengelasan kampuh V baja ST 42 secara face bend. Populasi penelitian ini adalah ST 42 yang disambung dengan las kampuh V. Teknik sampel yang digunakan adalah random sampling sehingga terpilih satu batang ST 42 dengan ukuran panjang 3000 mm x lebar 20,48 mm x tebal 4,36 mm. Sampel kemudian dibuat dalam bentuk potongan-potongan spesimen uji berdasarkan standard ASTM  dengan ukuran untuk setiap potongan yaitu panjang 60 mm x lebar 20,48 mm x tebal 4,36 mm. Jumlah potongan sampel untuk setiap kelompok sebanyak 20 potong atau 10 pasang setelah melalui proses las. Hasil analisis menunjukkan bahwa spesimen face bend memiliki gaya maksimum rata-rata sebesar 1881,24 N dengan tegangan lentur maksimum rata-rata sebesar 724,82 N/mm2, sehingga dapat disimpulkan bahwa ketangguhan ST 42 yang  mengalami pengelasan kampuh V memiliki lenturan rata-rata pada 724,82 N/mm2. Dengan demikian disimpulkan bahwa sambungan las kampuh V secara face bend memiliki ketangguhan yang baik, kualitas hasil pengelasan tidak hanya tergantung pada keterampilan dalam mengelas dan material pengisinya serta sambungan lasnya, tapi juga tergantung pada posisi penempatan sambungan terhadap gaya atau beban yang diberikan. Apabila diinginkan suatu bahan atau sambungan las kampuh V yang tahan terhadap beban, maka hasilnya akan lebih baik menggunakan sambungan las kampuh V dengan posisi face bend karena akan lebih tahan terhadap beban.
Peningkatan Efisiensi Turbin Kaplan Dengan Menambah Torsi Turbin Mahmuddin, Mahmuddin; Sulaiman, Sulaiman; Hazrina, Fadhillah; Pangeran, Pangeran
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 26, No 2 OCT (2024): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk meningkatkan efisiensi turbin adalah dengan memperbesar torsi turbin dengan cara menambah berat sudu turbin. Torsi merupakan energi atau momen gaya yang dikeluarkan sebuah sistem untuk menghasilkan energi kinetik dalam bentuk gerakan rotasi poros turbin yang muncul saat turbin bergerak. Turbin yang diuji adalah turbin kaplan dengan jumlah sudu 4, 5 dan 6 buah dan berat turbin 6,25 N dan 6,75 N sebagai pemicu meningkatnya torsi turbin. Untuk mengetahui berapa besar efisiensi  kincir, maka dipasang sebuah sistem pembebanan yang dihubungkan dengan pully pada porosnya turbin. Hal  tersebut dilakukan untuk mengetahui daya mekanik turbin dari energi kinetik yang menumbuk sudu turbin melalui putaran porosnya`.Hasil menunjukkan bahwa torsi turbin yang besar dapat mempengaruhi gerak rotasi poros turbin dan kecepatan anguler walaupun beban yang diberikan cukup besar. Untuk berat turbin  6,75 N dapat menghasilkan daya lebih besar dibandingkan dengan berat turbin 6,25 N terutama pada jumlah sudu 5 buah.  Efisiensi turbin dapat mencapai 36 %  pada putaran 546-488 rpm dengan debit aliran 0,0279 m3/s, pada berat turbin 7,25 N dan jumlah sudu 5. Hal tersebut karena rugi-rugi yang ada pada sudu-sudu turbin seperi rugi-rugi mekanik akibat gesekan terhadap poros, fully dan rugi energi kinetik pada saat berputar cukup kecil.