cover
Contact Name
Sugiantoro
Contact Email
sugiantoro@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penips@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Kel. Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS
ISSN : 30251443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26740/penips.v5i4
Core Subject : Education,
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi S1 ​​Pendidikan IPS FISH Unesa, Surabaya. Adapun fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil penelitian ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan wajib terdapat penjelasan dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025): issue" : 11 Documents clear
Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Siti Umayah Savitri; Nuansa Bayu Segara; Jun Surjanti; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai agen penerus bangsa, sudah menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa untuk mempunyai pemahaman yang baik, tidak terkecuali mengenai keuangan. Realita yang tidak bisa dikesampingkan bagi mahasiswa yaitu perubahan pengelolaan keuangan yang awalnya terbiasa diatur oleh orang tua menjadi mandiri ketika mereka diharuskan berkuliah jauh di kota lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat profil literasi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang terdiri dari pengetahuan keuangan, sikap keuangan, perilaku keuangan, serta sosialisasi keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling dan diperoleh sebanyak 270 responden. Instrumen penelitian dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata tingkat literasi keuangan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya 82,7% (tinggi), pengetahuan keuangan 74,9% (sedang), sikap keuangan 86% (tinggi), perilaku keuangan 79% (sedang) dan sosialisasi keuangan 65,7% (sedang). Maka, perlu adanya upaya-upaya untuk meningkatkan keterampilan keuangan mahasiswa dalam program literasi keuangan lainnya.
Peranan Program Kampus Mengajar Ke-7 Sebagai Katalisator Pada Kemampuan Keterampilan Kolaborasi Mahasiswa Calon Guru IPS Istiqomah, Ananda Nurlaila
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan program Kampus Mengajar sebagai katalisator bagi mahasiswa pada keterampilan kolaborasi, serta bagaimana program mengimplementasikan dan memberikan dampak terhadap keterampilan kolaborasi mahasiswa calon guru IPS UPI setelah mengikuti program tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data penelitian diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa Pendidikan IPS UPI 2021 dan PIC Kampus Mengajar UPI dengan purposive sampling. Analisis data penelitian menggunakan penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Program Kampus Mengajar ke-7 berperan sebagai katalisator sangat memberikan dukungan yang besar pada keterampilan kolaborasi mahasiswa calon guru IPS. 2) Program Kampus Mengajar ke-7 berhasil mengimplementasikan keterampilan bertanggung jawab, bekerja dalam tim yang beragam, dan saling menghargai untuk mengelola konflik dan menemukan solusi bersama, yang penting dalam berkolaborasi 3) Program Kampus Mengajar ke-7 memberikan dampak terhadap keterampilan kolaborasi mahasiswa calon guru IPS. Mahasiswa menunjukkan peningkatan kesadaran tanggung jawab dalam bekerja sama, kemampuan untuk bekerja dan fleksibel dalam tim yang beragam, menghargai pendapat berbeda, dan berkompromi untuk mencapai tujuan bersama. Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman, memperkuat keterampilan kolaborasi mereka. Dengan demikian program ini dapat mempercepat dan mendukung mahasiswa calon guru IPS untuk mampu berkolaborasi dalam kelompok. Kata Kunci: Katalisator, Kampus Mengajar, Keterampilan Kolaborasi Abstract This study aims to describe the role of the Teaching Campus program as a catalyst for students in collaboration skills, as well as how the program implements and impacts the collaboration skills of prospective UPI social studies teachers after participating in the program. The approach used in this research is qualitative with case study method. Data collection techniques were obtained using interviews and documentation. The subjects of this research are UPI 2021 social studies education students and UPI Teaching Campus PIC with purposive sampling. Research data analysis using data presentation, data reduction and conclusion drawing. The results showed that 1) The 7th Teaching Campus program acts as a catalyst, providing great support for the collaboration skills of prospective social studies teacher students. 2) The 7th Teaching Campus Program successfully implements the skills of responsibility, working in diverse teams, and mutual respect to manage conflict and find joint solutions, which are important in collaboration 3) The 7th Teaching Campus Program has an impact on the collaboration skills of prospective social studies teachers. Students showed increased awareness of responsibility in working together, the ability to work and be flexible in diverse teams, respect different opinions, and compromise to achieve common goals. The program provides opportunities for students to learn directly from experience, strengthening their collaboration skills. Thus this program can accelerate and support prospective social studies teachers to be able to collaborate in groups. Keywords: Catalyst, Teaching Campus, Collaboration Skills
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY (AR) BERBASIS APLIKASI ASSEMBLR EDU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GEOGRAFI PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VII SMP WIJAYA PUTRA SURABAYA Tyas Wulandari Saummita
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan peran penting dalam mengembangkan pemahaman siswa mengenai berbagai aspek kehidupan ekonomi, sosial, budaya, politik, dan pemahaman geografi. Salah satu tantangan yang ditemui adalah rendahnya literasi geografi dikarenakan kurangnya pemanfaatan sumber belajar berbasis teknologi yang memadai. Solusi alternatif untuk meningkatkan literasi geografi, yaitu dengan melakukan pengembangan media pembelajaran AR (Augmented Reality) berbasis aplikasi Assemblr Edu. Penelitian bertujuan mengembangkan media pembelajaran yang layak dan efektif untuk meningkatkan literasi geografi pada pembelajaran IPS. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE. Desain penelitian ini menggunakan one group pre-test post-test. Penelitian ini dilakukan di SMP Wijaya Putra Surabaya. Subjek penelitian ini adalah ahli media, ahli materi, guru IPS dan peserta didik SMP Wijaya Putra. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes objektif, dan angket respon. Hasil pengembangan media AR memperoleh hasil dengan kategori layak, sehingga media pembelajaran dapat digunakan dalam pembelajaran IPS. Efektivitas penggunaan media AR dalam dalam pembelajaran IPS juga menunjukkan hasil yang cukup efektif diperoleh dari hasil perhitungan peningkatan literasi geografi peserta didik berdasarkan perbandingan hasil kemampuan awal dan kemampuan akhir literasi geografi yang menunjukkan adanya peningkatan cukup signifikan dan respon peserta didik yang menunjukkan hasil sangat baik. Penggunaan teknologi AR berbasis aplikasi Assemblr Edu terbukti dapat meningkatkan kemampuan literasi geografi. dan menjadi media pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran IPS.
Kajian Potensi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo Sebagai Sumber Belajar IPS Sindi Putri Damayanti; Nuansa Bayu Segara; Dhimas Virgiawan; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, perlu dikenalkan kepada siswa sejak dini guna membentuk kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), isu ini dapat dijadikan bahan ajar yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo di Surabaya sebagai sumber belajar IPS di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian dilakukan di TPA Benowo dan SMP Bina Putra Surabaya dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan terdiri dari manajer operasional TPA Benowo, guru IPS, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi video. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPA Benowo memiliki potensi edukatif yang signifikan, terutama dalam pengenalan pengelolaan sampah modern, kerja sama antarlembaga, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Respon guru dan siswa menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan di luar kelas memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Namun, terdapat kendala seperti akses yang terbatas serta belum optimalnya kolaborasi antara sekolah dan pengelola TPA. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi penguatan kerja sama dan pengembangan materi ajar berbasis lingkungan untuk memaksimalkan peran TPA Benowo sebagai sumber belajar IPS secara berkelanjutan.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Tradisi Upacara Kasada Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Shinta Dewi Kusumaningrum
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Era 4.0 atau era digital memberikan tantangan baru yang berpotensi mengikis nilai-nilai budaya bangsa. Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang dapat berperan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal guna memperkuat karakter generasi muda agar memiliki kesadaran budaya dan menghadapi dampak negatif globalisasi. Masyarakat Suku Tengger yang tetap mempertahankan tradisi upacara Kasada menjadi contoh nyata pelestarian nilai-nilai budaya lokal di tengah arus kemajuan teknologi seperti saat ini. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi upacara Kasada sebagai sumber pembelajaran IPS diharapkan tercipta pembelajaran IPS yang menarik dan tidak membosankan serta dapat membuat peserta didik lebih mengenal budaya lokal yang ada di daerahnya.. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Upacara Kasada memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang meliputi nilai religi, nilai sosial, nilai budaya, nilai ekologis, dan nilai pendidikan. Nilai-nilai tersebut tercermin dari sikap yang menunjukkan penghormatan terhadap Sang Hyang Widhi dan para roh leluhur, solidaritas masyarakat dalam gotong royong, pelestarian budaya lokal, upaya dalam menjaga keseimbangan lingkungan, serta selalu mengingat, menghormati, dan menjalankan perintah para leluhur karena ajaran-ajaran dari para leluhur sangat berpengaruh bagi kehidupan. Nilai-nilai kearifan lokal dari tradisi Upacara Kasada memiliki relevansi dengan Capaian Pembelajaran Fase D IPS dan dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran IPS dalam materi “Pelestarian Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi dan Globalisasi” kelas IX SMP.
Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis TPACK Dengan Berbantuan Gamifikasi Terhadap Capaian Pembelajaran Pengetahuan Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII Di SMPN 1 Mojowarno Sari, Yuniarti Karlina
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) berbantuan gamifikasi terhadap capaian pembelajaran pengetahuan siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Mojowarno pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII-H sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-I sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pretest dan posttest serta angket persepsi siswa terhadap pembelajaran yang diberikan. Berdasarkan hasil uji prasyarat, yaitu uji normalitas dan homogenitas, data dinyatakan berdistribusi normal dan homogen, sehingga dapat dianalisis menggunakan uji-t Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK berbantuan gamifikasi terhadap capaian pembelajaran pengetahuan siswa. Nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen sebesar 86,25, lebih tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 81,50. Selain itu, hasil N-Gain menunjukkan peningkatan capaian pengetahuan siswa kelas eksperimen sebesar 0,67 dan termasuk dalam kategori sedang ke tinggi. Berdasarkan hasil angket persepsi siswa, diperoleh rata-rata skor sebesar 89,58% yang termasuk kategori sangat baik, menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran ini dinilai membantu siswa dalam memahami materi, meningkatkan motivasi belajar, dan sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Penelitian ini juga memperkuat teori konstruktivisme dan menunjukkan bahwa integrasi strategi diferensiasi, TPACK, dan gamifikasi memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran IPS yang relevan dan kontekstual
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK DENGAN APLIKASI ARTIVULATE STORYLINE TERHADAP KEMAMPUAN KOLABORATIF SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMPN 1 KARANGGENENG Muzaiyanah, Irma Nur Faizah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media pembelajaran berbasis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dengan bantuan aplikasi Articulate Storyline terhadap peningkatan kemampuan kolaboratif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII SMPN 1 Karanggeneng. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan model pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta sesuai dengan tuntutan abad ke-21 dan era masyarakat 5.0. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII-A yang terdiri dari 33 siswa. Instrumen penelitian berupa lembar observasi berbasis rubrik kemampuan kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 21,6 pada saat pre-test menjadi 29,1 pada post-test. Uji statistik menggunakan one sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kolaboratif siswa setelah penerapan media pembelajaran TPACK dengan aplikasi Articulate Storyline. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran ini menunjukkan hasil sangat baik dengan rata-rata sebesar 92,57%. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan partisipasi aktif, pemahaman materi, dan kemampuan sosial siswa, khususnya kolaborasi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru, sekolah, dan pengembang media pembelajaran untuk mengadopsi teknologi dalam strategi pengajaran. Penelitian ini juga memperkaya kajian teoritis mengenai efektivitas pendekatan TPACK yang dikombinasikan dengan media interaktif dalam meningkatkan keterampilan abad ke-21.
Interaksi Sosial Murid Reguler dan Murid Inklusi Kelas VII di SMPN 4 Sidoarjo Ines, Lestria
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial antara murid inklusi dan murid reguler di kelas VII SMPN 4 Sidoarjo serta mengidentifikasi peran guru dan hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, guru pendamping khusus (GPK), murid reguler, dan murid inklusi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara murid reguler dan murid inklusi di SMPN 4 Sidoarjo berlangsung secara bertahap dan bersifat dinamis. Bentuk interaksi yang terjalin meliputi kerja sama dalam pembelajaran, solidaritas sosial, serta tumbuhnya penerimaan sosial dan empati. Program Sobat Inklusi menjadi salah satu sarana efektif dalam mendorong interaksi yang suportif dan setara. Guru berperan sebagai fasilitator, mediator konflik, serta pemberi pemahaman sosial yang membantu menciptakan iklim kelas inklusif. Namun demikian, ditemukan pula tantangan seperti ketakutan atau kecanggungan murid reguler dalam menghadapi perilaku emosional murid inklusi yang sulit diprediksi, seperti tantrum atau kemarahan mendadak. Hal ini menunjukkan perlunya dukungan berkelanjutan dari guru dan pihak sekolah dalam membentuk pola interaksi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. interaksi sosial, murid inklusi, murid reguler, pendidikan inklusi
Analisis Kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai Potensi sumber Belajar IPS dalam Kurikulum Merdeka zahrotun islamiyah; Nuansa Bayu Segara; Riyadi; Niswatin
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai potensi sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru dan siswa untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Trowulan, yang merupakan bekas pusat Kerajaan Majapahit, memiliki kekayaan situs sejarah seperti Candi Brahu, Candi Tikus, Gapura Wringinlawang, dan Museum Trowulan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru IPS, siswa, dan pengelola situs budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kawasan Trowulan memiliki potensi besar sebagai sumber belajar, pemanfaatannya dalam proses pembelajaran masih sangat terbatas. Hambatan utama adalah kurangnya integrasi dalam kurikulum, kendala administratif, serta kurangnya pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran berbasis lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa peningkatan kolaborasi antara pihak sekolah dan pengelola situs budaya, serta penyusunan bahan ajar dan proyek pembelajaran berbasis lokal. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kompetensi Profil Pelajar Pancasila seperti berfikir kritis, bernalar, kreatif, dan cinta budaya bangsa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme. Dengan demikian, kawasan Cagar Budaya Trowulan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga sumber belajar yang kaya nilai edukatif. Kata kunci: Cagar Budaya, Trowulan, Sumber Belajar, IPS, Kurikulum Merdeka ABSTRACT This study aims to analyze the Trowulan Cultural Heritage Area as a potential learning resource for Social Studies (IPS) within the implementation of the Merdeka Curriculum. The Merdeka Curriculum provides flexibility for teachers and students to develop contextual and environmentally-based learning. Trowulan, formerly the center of the Majapahit Kingdom, is rich in historical sites such as Brahu Temple, Tikus Temple, Wringinlawang Gate, and the Trowulan Museum, all of which can serve as educational resources. This research uses a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Informants include social studies teachers, students, and heritage site managers. The findings reveal that although Trowulan has significant potential as a learning resource, its actual use in educational activities remains minimal. Major obstacles include lack of curriculum integration, administrative barriers, and limited teacher understanding of place-based learning strategies. This research recommends enhancing collaboration between schools and site managers, and developing local-based teaching materials and learning projects. Through this approach, students are expected to develop key competencies of the Pancasila Student Profile, such as critical thinking, reasoning, creativity, and appreciation of national culture. The study also emphasizes the importance of cultural preservation as part of character education and nationalism. Thus, the Trowulan Cultural Heritage Area is not only a tourist attraction but also a valuable educational asset. Keywords: Cultural Heritage, Trowulan, Learning Resource, Social Studies, Merdeka Curriculum
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS MEDIA FILM PENDEK TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA MATERI MASA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME KELAS VIII DI SMP LABSCHOOL UNESA 2 SURABAYA Wiwik Krisnowati, Lolita Salsabilla Widiyanti
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis media film pendek terhadap hasil belajar IPS materi Masa Kolonialisme dan Imperialisme di SMP Labschool Unesa 2 Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain Quasi Eksperimen, melibatkan kelas VIII-A sebagai kontrol dan VIII-B sebagai eksperimen yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample t-test, Independent Sample t-test, dan N-Gain Score dengan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelas eksperimen dengan rata-rata N-Gain Score 70 (kategori tinggi), serta perbedaan signifikan hasil posttest antara kelas kontrol dan eksperimen. Dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis media film pendek efektif diterapkan dalam pembelajaran IPS untuk memberikan peningkatan dalam hasil belajar IPS.

Page 1 of 2 | Total Record : 11