cover
Contact Name
MASJUDIN
Contact Email
masjudin@undikma.ac.id
Phone
+6281917700789
Journal Mail Official
jmpm@undikma.ac.id
Editorial Address
Jl. Pemuda, No.59A Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Media Pendidikan Matematika
ISSN : 23383836     EISSN : 26570610     DOI : https://doi.org/10.33394/mpm.v13i1
Journal of Media Pendidikan Matematika (MPM) focuses on publishing articles related to research results as well as the results of literature studies on mathematics education. This type of research can be in the form of classroom action research, experiments, qualitative research or other research. The results of the study can be the results of the application of the model / method / approach, the use of learning media (props).
Articles 329 Documents
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DITINJAU PADA ASPEK PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI 1 PALIBELO BIMA Mariamah, Mariamah
Media Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v2i1.1855

Abstract

This study aimed to: 1) describe the effectiveness of cooperative learning model of Student Teams Achievement Division (STAD) and Number Head Together (NHT) seen from the students’ learning achievement and motivation  in learning mathematics; 2) the compare more effective of the two models seen  from the students’ learning achievement and motivation  in learning mathematics. This study was a quasi-experimental study. It involved two experimental groups. The research population comprised all Year X students consisting of 5 classes, of SMA Negeri 1 Palibelo Bima. From the population, two classes, class X-1 and class X-2, were randomly established as the research sample. Class X-1 was taught using the STAD cooperative learning model and class X-2 1 was taught using the STAD cooperative learning model. The data collecting instruments consisted of a mathematical achievement test and questionnaires for student’s motivation in mathematics. The instrument was validated for its content and construct, while the reliability was measured using Crombach Alpha formula, and then the Standard Error of Measurement (SEM) was calculated. To test the effectiveness of the mathematics learning through the STAD and NHT cooperative learning model, the one sample t-test was carried out. Then to compare the effectiveness of the two models, the data were analyzed using the T2 hotelling test, and the t-test to find out which of the two models was more effective. The result of the study shows that: 1) cooperative learning model of STAD and cooperative learning model of NHT are effective seen from the achievement and motivation in learning mathematics; 2) there is a difference in the effectiveness of the STAD and NHT cooperative learning models in terms of students’ achievement and motivation in mathematics; and 3) STAD cooperative learning model is not more effective compared with NHT cooperative learning in terms of mathematics learning achievement, while STAD cooperative learning model is more effective compared with NHT cooperative learning in terms of  motivation in learning mathematics.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEHNIK TARI BAMBU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS X MA NW TERARA PADA MATERI POKOK TRIGONOMETRI Hariyanto, M Januardi Lutfi
Media Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v2i2.1856

Abstract

Penyebab rendahnya kemampuan kognitif siswa kelas X.2 MA NW Terara semester genap pada  karena metode pembelajaran yang diterapkan masih berpusat pada guru, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa dengan menerapkan pembelajaran tari bambu. Pembelajaran tari bambu adalah pembelajaran yang dikakukan oleh siswa dalam kelompok besar dan saling berpasangan berhadapan dalam melakukan pertukaran informasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dalam empat langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X.2 MA NW Terara  yang terdiri dari 26 orang siswa.data yang di pereoleh peneliti berupa data kuantitatif yang di peroleh dari hasil evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir siklus dan data kualitatif yang diperoleh dari observaisi  aktivitas guru pada saat proses belajar mengajar.hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan aktivitas guru yaitu dari 3,13 pada siklus I dan pada siklus II sebesar 3,64. Selain itu presentase rata-rata kemampuan kognitif siswa pada siklus I mencapai rata-rata 75,26 kemudian menjadi 77,38 pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I sampai dengan siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tehnik tari bambu dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas X.2 MANW Terara pada materi pokok Trigonometri .
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) PADA MATERI TURUNAN FUNGSI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS XI IPA 1 SMAN1 JEROWARU Ansori, Muhlis
Media Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v2i2.1857

Abstract

Masalah yang ada dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Mengatasi permasalahan tersebut peneliti mengimplementasikan pembelajaran CORE,yaitu model diskusi yang dapat mempengaruhi perkembangan pengetahuan dan berfikir reflektif yang memiliki 4 tahapan pengajaran yaitu connecting,organizing, reflecting, extending. Dengan memperhatikan karakteristik matematika yang rasional yaitu memuat cara pembuktian yang valid,rumus-rumus atau aturan yang umum atau sifat penalaran matematika yang sistematis memerlukan kemampuan pemecahan masalah yang mampu mengaitkan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dengan suatu teori atau pernyataan dalam matematika yang diterima kebenarannya bila telah dibuktikan secara deduktif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IX IPA1 SMA Negeri 1 Jerowaru sebanyak 26 orang.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus,dengan masing–masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Adapun instrument yang digunakan peneliti berupa tes evaluasi berupa soal essay untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan angket observasi aktivitas siswa dan guru untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa di dalam kelas. Dan hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa meningkat, yaitu skor pada siklus I adalah 67,47 dan pada tes siklus II yaitu 73,47 dengan kategori baik, sedangkan skor rata-rata aktivitas siswa dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan yaitu 2,075 dengan kategori cukup aktif pada siklus I sedangkan pada siklus II meningkat dengan nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 2,99 dengan kategori aktif. Jadi dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) pada materi turunan fungsi mampu meningkatkan aktivitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI IPA1 SMAN 1 Jerowaru .
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Diana, Nanang; Mariamah, Mariamah
Media Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v2i2.1858

Abstract

Pembelajaran matematika pada geometri seharusnya memperhatikan gaya belajar siswa, sehinga akan memudahkan guru dalam membantu siswa yang memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah sehingga dapat mengembangkan berpikir ktitis siswa. Perbedaan dalam pemecahan masalah kemungkinan besar dipengaruhi oleh gaya belajar siswa. Dalam menyampaikan materi kepada siswanya, guru diharapkan mampu mengakomodasi perbedaan gayabelajar yang dimiliki setiap siswa agar tercapai hasil pembelajaran yang maksimal. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan bersifat eksploratif.Subjek diambil dari siswa SMP yang masing-masing memiliki gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Selanjutnya untuk menguji kredibilitas data, dilakukan triangulasi waktu. Subjek visual, dalam memecahkan masalah: Tahap memahami masalah fokusnya membangun makna tentang masalah yang dihadapi. Subjek auditori, pada tahap memahami masalah fokusnya membangun makna tentang masalah yang dihadapi. Subjek kinestetik, tahap memahami masalah fokusnya mampu membangun makna tentang masalah yang dihadapi.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF Utami, Niken Wahyu
Media Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v2i2.1859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang layak digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu ahli menyatakan valid sesuai dengan teori, hasil ujicoba menyatakan praktis digunakan, dan efektif jika ditinjau dari kemampuan berfikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development), yang mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. yang dilakukan dengan 4 tahap utama yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran) yang telah dimodifikasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi perangkat, lembar observasi, dan  tes. Data yang dikumpulkan berupa data tentang kualitas produk yang dikembangkan yaitu kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini menghasilkan prototype perangkat pembelajaran pada Standar Kompetensi “Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya”. Berdasarkan pendapat ahli prototype perangkat pembelajaran berada dalam kategori sangat valid, sedangkan berdasarkan hasil ujicoba pengembangan yang dilakukan di Kelas VIIIC SMP N 11 Yogyakarta dan Kelas VIIIB SMP Muhamadiyah 9 Yogyakarta perangkat pembelajaran berada dalam kategori cukup praktis, dan efektif jika ditinjau dari kemampuan berfikir kreatif siswa.
KOMPARASI PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA BERDASARKAN GENDER Rizki, Heru Tri Novi; Anwar, Yunita Septriana; Suhaedi, Saefudin
Media Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v2i2.1860

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian komparasi yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika berdasarkan gender di SMP Negeri 8 Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode Ex Post Facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 8 Mataram dengan sampel 100 siswa. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik Stratified Random Sampling dan Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dokumentasi dan wawancara sedangkan teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji korelasi , uji hipotesis dan koreksi Yates dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan analisis data dan interpretasi hasil penelitian dari observasi, penyebaran angket dan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar matematika berdasarkan gender di SMP Negeri 8 Mataram. Hal ini didasarkan pada pengujian hipotesis yang menyatakan bahwa dari uji 𝑡 diperoleh 𝑡hitung = −1,06 dan 𝑡𝑡abel = 1,668 sehingga 𝑡hitung < 𝑡tabel dan dengan koreksi Yates diperoleh 𝜒2 hitung = 0,029 dan 𝜒2 tabel = 3,341 sehingga 𝜒2 hitung < 𝜒2 tabel. Dengan demikian dapat diartikan bahwa 𝐻0 diterima dan 𝐻𝑎 ditolak.
PEMBELAJARAN BERBANTUAN MULTIMEDIA BERDASARKAN TEORI BEBAN KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA Yulianti, Sri; Juliangkary, Eliska; Pujilestari, Pujilestari
Media Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v2i2.1861

Abstract

Penyebab rendahnya pemahaman siswa terhadap pembelajaran matematika sangat dipengaruhi oleh beberapa komponen pembelajaran meliputi guru, siswa, strategi dan media yang digunakan dalam pembelajaran. Pembelajaran yang digunakan di MTs NW Montong Ba’an masih cendrung berpusat pada guru sebagai sumber belajar, sehingga komunikasi yang terjadi hanya satu arah. Akibatnya pada proses pembelajaran siswa kurang aktif, kurang berminat dan  mudah bosan, siswa cendrung belajar secara mekanistik, interaksi kurang, belajar dengan cara menghafal tanpa memahami makna yang sebenarnya, dan motivasi untuk belajar kurang. Pembelajaran multimedia merupakan komponen system penyampaian pengajaran yang dapat digunakan dalam mendukung proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang efektif terletak pada optimalisasi beban kognitif dalam kapasitas memori kerja siswa yang terbatas. Dalam mendesain pembelajaran perlu mempertimbangkan faktor beban kognitif. Pembelajaran yang efektif dapat dicapai dengan mengelola beban kognitif intrinsik, mengurangi beban kognitif asing, dan meningkatkan beban kognitif erat. Semakin banyak pengetahuan yang dapat digunakan secara otomatis dalam proses pembelajaran maka semakin minimum beban kognitif di memori kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran multimedia berdasarkan teori beban kognitif pada materi lingkaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII MTs NW Montong Ba’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan alur yang berulang (siklus), yang terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran multimedia dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa berorientasi pada beban kognitif dengan siklus I mencapai 70,69 dari 36 siswa dan yang tuntas sebanyak  28 orang atau ketuntasan belajar mencapai 77,77 % dan siklus II mencapai 75,83 dan ketuntasan belajar siswa sebesar 88,88% dengan kategori aktivitas belajar siswa ”Sangat aktif”.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TEHNIK “INDEKS CARD MATCH (ICM)” UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 1 PADA MATERI POKOK LIMIT FUNGSI DI SMAN 2 GERUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 FEBRIANI, BAIQ ETI
Media Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v1i1.1862

Abstract

System pembelajaran di SMA Negeri 2 Gerung masih berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar, menyebabkan prestasi dan aktivitas belajar siswa menjadi rendah. Untuk mengatasi hal tersebu, maka dicoba dilakukan suatu penelitian dengan penerapkan model pemebelajaran aktif tehnik Indeks Card Match (ICM). Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan prestasidan aktivitas belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Gerung tahun pelajaran 2012/2013 pada materi pokok limit fungsi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dilakukan dua kali pertemuan dan pada tiap pertemuan peneliti melakukan prosedur PTK dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan prestasi dan aktivitas belajar siswa. Padasiklus I nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 74,7 dan persentase ketuntasan klasikalnya 84,2% sedangkan skor aktivitas belajar siswa sebesar 15,7 dengan kategori tinggi. Pada siklus II nilai rata-rata prestasi belajar siswasebesar 75,4 dan persentase ketuntasan klasikalnya 94,7% sedangkan skor aktivitas siswa sebesar 16,6 berkategori sangat tinggi. Berdasarkan data hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pengajaran dengan penerapanmodel pembelajaran aktif tehnik Indeks Card Match dapat meningkatkan prestasi dan aktivitas belajar siswa kelas XI IPS 1 pada materi pokok limit fungsi di SMA Negeri 2 Gerung tahun pelajaran 2012/2013.
ENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MEDIA PUZZLE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI POKOK KUBUS DAN BALOK SMPN 9 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DIANA, AYUNI
Media Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v1i1.1863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pebelajaran kooperatif tipe STAD dengan media puzzle terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII pada materi pokok kubus dan balok SMPN 9 Mataram tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini melibatkan 64 siswa yang terdapat pada kelas VIII E dan VIII F yang diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. Dimana kelas VIII F sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media puzzle, sedangkan kelas VIII E sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan menggunakan non model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media puzzle. Adapun instrumen yang digunakan untuk mengukur aktivitas siswa adalah lembar observasi sedangkan metode yang digunakan untuk mengumpulakan data, yakni metode wawancara, dan tes akhir. Metode tes yang digunakan adalah tes objektif yangterdiri dari 20 butir soal. Analisis data menggunakan analisis t-test yang independent yaitu polled varians pada taraf signifikan 5%. Hasil posttes yang telah diberikan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajarmatematika siswa, dan perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan dan kelas kontrol terlihat dari nilai rataratanya yaitu kelas eksperimen adalah 79,37 sedangkan kelas kontrol adalah 65,94. Sehingga disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media puzzle mempunyai pengaruh dalam meningkatkan hasil belajar matematika yang ditunjukkan dari hasil uji-t dengan thitung = 3,43 >1,670= t. Sedangkan dari hasil tabel observasi aktivitas belajar siswa menunjukkan kategori aktif. Jadi, dapat ditarik simpulan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media puzzle berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII padamateri pokok kubus dan balok SMPN 9 Mataram tahun pelajaran 2012/2013.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PLANTET QUESTION (PERTANYAAN REKAYASA) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII-A SMPN 1 LABUAPI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SETIAWAN, AGUS
Media Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v1i1.1864

Abstract

tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII-A di SMPN 1 Labuapi yang berjumlah 23 siswa. Pembelajaran dengan metode pembelajaran plantet question (pertanyaan rekayasa) dapat membantu guru untuk mempresentasikan informasi (materipembelajaran) dalam bentuk respon terhadap pertanyaan yang telah ditanamkan dan diberikan sebelumnya kepada siswa dengan beberapa isyarat tertentu. Selain itu, metode ini dapat membantu siswa yang tidak pernahbertanya atau bahkan tidak pernah berbicara pada jam-jam pelajaran untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan menjadi penanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Data aktivitas siswa dan guru dikumpulkan menggunakan lembar observasi, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes yang diberikan pada tiap akhir siklus. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa minimal berkategori aktif dan rata-rata skor hasil belajar siswa minimal 65 dan persentase ketuntasan belajar siswa minimal 85 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor aktivitas siswa pada siklus I adalah 1,83 dengan kategori cukup aktif, sedangkan pada siklus II dengan rata-rata 3,08 dengan kategori sangat aktif. Rata-rata skor hasil belajar siswa pada siklus I dan II adalah 70,25 dan 77,53 dengan persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I dan II yakni 73,19% dan 86,96%. Hal ini berarti bahwa penelitian tindakan kelas ini telah memenuhi indikator yang ingin dicapai. Hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran plantet question (pertanyaan rekayasa) dapat menigkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMPN 1 Labuapi materi pokok kubus dan balok tahun pelajaran 2012/2013.

Page 10 of 33 | Total Record : 329