cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis inkuiri untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab siswa pada pembelajaran tematik integratif Marlina, Amalia Dwi; Sugito, Sugito
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 6, No 2 (2018): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.987 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v6i2.23631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Perangkat Pembelajaran Tematik Integratif Berbasis Inkuiri yang layak untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab siswa serta menguji keefektifan perangkat pembelajaran yang dihasilkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (RD). Desain penelitian yang digunakan mengacu pada desain Borg Gall, yaitu: (1) research and information collection, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing ,(7) operational product revision, (8) operational field testing, (9) final product revision, dan (10) dissemination and implementation. Subjek penelitian adalah siswa dan guru kelas IV SD N Grindang, SD N Pucanggading, SD N Gunung Agung, dan SD N Sangon. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran tematik integratif berbasis inkuiri yang dihasilkan layak untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab siswa, (2) Perangkat pembelajaran yang dihasilkan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab siswa.Kata kunci: perangkat pembelajaran tematik integratif, inkuiri, kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab DEVELOPING AN INQUIRY-BASED LEARNING KIT FOR IMPROVING THE CRITICAL THINKING ABILITY AND RESPONSIBILITY ON INTEGRATIVE THEMATIC LEARNING AbstractThis study aims to produce an inquiry-based integrative thematic learning kit for improve the critical thinking skills and responsibility of students and to reveal the effectiveness of the developed learning kit. This research was research and development (R D). The research design used the design of Borg Gall, namely: (1) research and information gathering, (2) planning, (3) developing initial product forms, (4) preliminary field testing, (5) product revisions main, (6) main field testing, (7) revision of operational products, (8) operational field trials, (9) final product revisions, and (10) dissemination and implementation. The subjects were the fourth grade students and teachers of State Elementary School  SD N Grindang, SD N Pucanggading, SD N Gunung Agung, and SD N Sangon. The data were obtained through interviews, questionnaires, and tests. The results are as follow (1) the developed inquiry-based integrative thematic learning kit can be used to improve critical the thinking skills and responsibility of student, (2) The developed learning kit is effective in improving the student critical thinking skills and responsibility.Keywords: integrative thematic learning devices, inquiry, critical thinking skills, responsibility
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL Supardi Supardi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.974 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2621

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan konsep pendidikan yang  mengakui perbeda-an/keberagaman dalam suatu bingkai kebersamaan dan kesederajatan. Konsep pendidikan multikultural relevan dalam konsep negara yang mempunyai keanekaragaman budaya seperti Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu media efektif untuk mengembangkan kesadaran multikulturalis. Pendidikan sejarah, merupakan salah satu konsep pendidikan yang bertujuan untuk membangun sikap demokrasi dan nasionalisme dan kesadaran multikultural. Salah satu unit sejarah yang mengkaji heterogenitas bangsa Indonesia adalah sejarah lokal. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui 1) peranan pendidikan sejarah lokal dalam mengembangkan kesadaran multikultural; dan 2) konsep pengajaran sejarah lokal yang efektif untuk mengembangkan kesadaran multikultural. Kajian sejarah lokal mampu memberikan kesadaran sejarah keberagaman masyarakat padaa siswa. Melalui kajian perbedaan masa lalu setiap masyarakat,  kesadaran multikultural dapat terbentuk. Pengajaran sejarah lokal dapat dilakukan melalui tiga model: 1) mempelajari tentang pengalaman masa lalu; 2) studi kasus berbagai perbedaan; 3) pengembangan strategi pembelajaran; 4) pengembangan kurikulum; dan 5)menyisipkan pengajaran sejarah lokal dalam materi yang berhubungan dengan sejarah nasional.Kata kunci: sejarah lokal, pendidikan
PENDIDIKAN HUMANIS BERBASIS KULTUR SEKOLAH DASAR TUMBUH 1 YOGYAKARTA Suswanto Suswanto; Sodiq A Kuntoro; Suyata Suyata
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.39 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.7813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memaknai pengembangan pendidikan humanis dalam proses pembelajaran dan proses pengembangan kultur sekolah yang dilakukan oleh warga Sekolah Dasar Tumbuh 1 Yogyakarta untuk mewujudkan pendidikan yang bersifat humanis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping khusus, guru bidang studi, staf administrasi, librarian teacher, konselor, siswa, dan komite sekolah. Semua informan tersebut merupakan sumber data primer yang berkenaan dengan pengembangan kegiatan pendidikan dan pembelajaran serta pengembangan kultur sekolah yang bersifat humanis. Data dikumpulkan dengan mengunakan pengamatan nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan dua model analisis yaitu analisis saat mempertajam keabsahan data dan analisis melalui interpretasi data secara keseluruhan. Dalam hal ini ada empat tahap penting yang sangat berkaitan, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan humanis yang diperoleh peserta didik dalam mengembangkan potensinya terdapat pada: implementasi pendidikan dalam pembelajaran dan pengembangan kultur sekolah. Pertama, nilai-nilai humanis yang ada pada implementasi pendidikan dalam pembelajaran yaitu ada pada pendekatan pendidikan, metode, dan proses pembelajarannya, kedua, nilai-nilai humanis yang terdapat pada pengembangan kultur sekolah yaitu pada bentuk kultur sekolah inklusi serta kegiatan-kegiatan yang terdapat dalam unsur kultur sekolah yang positif.
KARAKTER PRO-LINGKUNGAN: 3S PLUS 6R MENUJU INSAN “NGERTI-NGERASA-NGELAKONI” Eko Yulianto
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.017 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.12116

Abstract

Kerusakan lingkungan di Indonesia termasuk kategori “parah”. Hal ini akan berdampak munculnya global warming, banjir, dan persebaran wabah penyakit. Adanya permasalahan ini maka diperlukan suatu solusi. Salah satu solusi mendasar yaitu penguatan karakter “pro-lingkungan” pada generasi muda. Pelestarian lingkungan telah didukung oleh pemerintah, salah satunya tentang sampah, dalam UU No.18 Tahun 2008 dan PP No. 81 Tahun 2012. Peraturan tersebut mengamanatkan pengelolaan sampah dari paradigma “buang” menjadi pengolahan berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan untuk keberlanjutan dimuat dalam pendidikan karakter “pro-lingkungan”. Pendidikan karakter pro-lingkungan diimplementasikan pada tingkat dasar, menengah, tinggi, maupun umum. Karakter pro-lingkungan dapat ditumbuhkan dengan falsafah sentuh tanah-sentuh air-sentuh budaya (3S) dan falsafah rethink-reduce-replace-repair-reuse-recycle (6R) secara simultan dengan dimensi moral knowing, moral feeling dan moral action hingga masyarakat memperoleh “ngerti-ngerasa-ngelakoni” artinya mengerti, menginsyafi dalam hati dan melakukan suatu tindakan nyata.Kata kunci: karakter, pro-lingkungan, 3S, 6R PRO-ENVIRONMENTAL CHARACTER: 3S PLUS 6R BEING HUMAN “NGERTI-NGERASA-NGELAKONI”AbstractThe damage of environment in Indonesia was categorized as "severe". This would result in the emergence of global warming, floods, and the spread of diseases. The existence of this problems, we need a solution. One of the fundamental solution is strengthening the character of "pro-environment" to the younger generation. The environmental sustainability has been supported by the government, one of the rubbish in UU No. 18 Tahun 2008 and PP. No. 81 Tahun 2012. The regulation mandates of waste management paradigm "waste" into a continuous processing. The environmental management for sustainability loaded in education of pro-environmental character. The education of pro-environmental character implemented on elementary level, secondary level, higher level, or the public. The education of pro-environmental character can be grown with a philosophy of “sentuh tanah, sentuh air, dan sentuh budaya” (3S) and rethink-reduce- replace-repair-reuse- recycle (6R) with the moral dimension of moral knowing, moral feeling and moral action  to obtain something called society “ngerti-ngerasa-ngelakoni" those means to understand, to realize and to be performed a real actionKeywords: character, pro-environmental, 3S, 6R
Front Matter (Cover, Table of Content) Editorial Team
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4498.949 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.12436

Abstract

Back Matter (index, author guidelines) Editorial Team
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 5, No 1 (2017): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.231 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v5i1.15634

Abstract

Kebijakan pendidikan bahasa asing di Indonesia dalam perspektif masyarakat global Banun Havifah Cahyo Khosiyono
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 6, No 1 (2018): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.21 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v6i1.20612

Abstract

Tujuan dalam artikel ini adalah untuk mengetahui kebijakan pendidikan bahasa Asing di Indonesia dalam perspektif masyarakat global. Artikel ini pemaparkan kebijakan pendidikan bahasa Asing di Indonesia dalam menghadapi era globalisasi. Kebijakan pendidikan bahasa Asing di Indonesia mengalami perubahan dari Indonesia merdeka hingga saat ini. Perubahan ini disebabkan karena perubahan kurikulum yang mengalami karena penyempurnaan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Sehingga, kebijakan pendidikan Bahasa Asing disesuaikan dengan tujuan kurikulum-kurikulum dari masa setelah kemerdekaan hingga saat ini.Kata kunci: kebijakan, pendidikan bahasa Asing, masyarakat global THE POLICY OF FOREIGN LANGUAGE EDUCATION IN INDONESIA WITHIN GLOBAL COMMUNITY PERSPECTIVEAbstractThe aims of this article is to know the policy of Foreign language education in Indonesia in perspective of global society.  This article to explain the policy of Foreign language education in Indonesia in facing globalization era. The policy of foreign language education in Indonesia is changing from Indonesia get independent until now. This changing because curriculum become different and the causing is finishing the curriculum before. Therefore, the policy of foreign language education must appropriate with the aims of curricula from In  Indonesia get independent until now.Keywords: policy, foreign language education, global society
Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar terhadap berpikir kreatif siswa Wahyu Jati Kurniawan; Zuhdan Kun Prasetyo
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.23914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar terhadap berpikir kreatif pada pembelajaran tematik integrative siswa kelas IV SD. Penelitian dilakukan di SDN Warureja 01 dan SDN Warureja 02 Kabupaten Tegal. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi observasi, lembar validasi ahli dan lembar tes berpikir kreatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperiment dengan desain pretest-posttest control group design. Uji normalitas dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas data menggunakan Box’M test. Data dianalisis dengan pengujian hipotesis yaitu uji beda rata-rata univariat menggunakan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap berpikir kreatif dengan nilai signifikansi 0,037 0.05.AbstractThis study aimed to know the Effect of the Surrounding Environment as a Learning Resource on Creative Thinking to the 4th Grade Students of State Elementary Schools. in integrative thematic learning of the fourth grade of State Elementary Schools. The study was conducted at SDN Warureja 01 and SDN Warureja 02 Tegal Regency. The research instruments used included observation, expert validation sheets, and creative thinking test sheets. The type of research used was quasi-experiment with pretest-posttest design nonequivalent control group design. The normality test was done by the Kolmogorov-Smirnov method and homogeneity test using the Box'M test. The Data were analyzed by hypothesis testing beginning with univariate mean difference test using independent sample t-test with a 5% significance level. The results showed that: the utilization of the surrounding environment as a source of learning approach affects the creative thinking, the significance level of 0,037 0.05.
Kapasitas Kultural Pemimpin Informal dalam Mewujudkan Masyarakat Harmonis Entoh Tohani
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.504 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v1i1.1048

Abstract

Abstrak Pendidikan multikultural diselenggarakan sebagai upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang terbebas dari ketidakadilan atau disfungsi sosial. Keberhasilan pencapain tujuan pendidikan multukultural di masyarakat dipengaruhi oleh keberfungsian pemimpin informal. Pemimpin informal memiliki pengaruh dan posisi strategis dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis-humanis. Oleh karena itu, pemimpin informal perlu menjalankan berbagai pendekatan pendidikan multikultural secara optimal sebagai individu yang  paling berperan aktif dalam penyelenggaraan pendidikan mutlikultural di masyarakat. Fungsi pemimpin dimaksud tidak akan tercapai apabila kapasitas cultural pemimpin informal tidak dapat terwujud. Oleh karena itu, kapasitas cultural perlu dikembangkan melalui berbagai intervensi. Kata kunci: pendidikan multikultural, pemimpin informal, kapasitas cultural
KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA Muhamad Ngafifi
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.337 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2616

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses perkembangan kemajuan teknologi, (2) mengetahui perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi, (3) mengetahui pengaruh kemajuan teknologi di bidang sosial budaya, dan (4) mendapatkan solusi dalam mengatasi dampak negatif dari kemajuan teknologi. Makalah ini merupakan hasil studi pustaka yang bersumber pada buku, artikel, jurnal, dan dilengkapi dengan hasil survei tentang penggunaan teknologi modern yang digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif secara kritis oleh penulis dengan menggunakan pendekatan teori perubahan sosial budaya. Hasil pembahasan dalam makalah ini menunjukkan sebagai berikut: (1) kemajuan teknologi terus berkembang sangat pesat dan melahirkan masyarakat digital; (2) terjadi perubahan pola hidup manusia akibat kemajuan teknologi sehingga menjadi lebih pragmatis, hedonis, sekuler, dan melahirkan generasi instan namun juga mengedepankan efektifitas dan efisiensi dalam tingkah laku dan tindakannya; (3) kemajuan teknologi berwajah ganda karena menimbulkan pengaruh positif dan negatif bagi kehidupan manusia; (4) upaya untuk menekan dan mengatasi dampak negatif dari kemajuan teknologi dapat dilakukan dengan mensinergiskan peran keluarga, pendidikan, masyarakat, dan negara.Kata kunci: teknologi, pola hidup, dan perubahan sosial budaya

Page 6 of 22 | Total Record : 219