cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
PENELITIAN ETNOGRAFI TENTANG BUDAYA SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Sukadari Sukadari; Suyata Suyata; Shodiq A. Kuntoro
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.323 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.7812

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pengembangan budaya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kasihan, Bantul dalam pembentukan karakter siswa, (2) pengintegrasian unsur penilaian pendidikan karakter dalam kegiatan sehari-hari di sekolah dasar secara utuh, (3) bentuk kegiatan siswa dalam pelaksanaan pendidikan karakter melalui budaya sekolah, dan (4) hubungan pergaulan antarwarga sekolah setelah mendapatkan pendidikan karakter melalui budaya sekolah.Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografik dengan pendekatan kualitatif, untuk memahami kehidupan masyarakat sekolah berdasarkan sudut pandang masyarakat sekolah yang bersangkutan. Subjek penelitian ini adalah siswa dan warga sekolah SD N Kasihan, Bantul. Sumber data penelitian adalah: (1) sumber tertulis, (2) sumber lisan, (3) artefak, (4) dokumen dan (5) rekaman. Teknik Pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sejak, sebelum, selama, dan sesudah penelitian dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) Guru dan kepala sekolah SD N Kasihan Bantul telah memahami budaya sekolah dan pendidikan karakter. (2) Pelaksanaan pendidikan karakter melalui budaya sekolah dalam mengintegrasikan mata pelajaran dengan nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter sudah berjalan dengan baik dan signifikan dengan perkembangan perilaku siswa. (3) Kegiatan siswa telah berjalan dengan baik; siswa dapat mengikuti kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minatnya. (4) Hubungan pergaulan antarwarga sekolah berada dalam suasana kondusif dan harmonis.
KETELADANAN DOSEN DAN INTEGRASI NILAI-NILAI MORAL DALAM PEMBELAJARAN PSIKOLOGI OLAHRAGA UNTUK MEMBENTUK KARAKTER KEPATUHAN DAN KEJUJURAN MAHASISWA D. Dimyati
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.108 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i1.12113

Abstract

Di perguruan tinggi, dosen memegang peran  sangat penting bagi kemajuan institusi dan pembentukan karakter mahasiswa. Namun, sudah bukan rahasia lagi banyak dosen mengabaikan tugas pokok mengajar.  Bagi sebagian besar dosen, tugas mengajar telah dijadikan prioritas kedua. Di sisi lain Hatten, dkk (2001) menegaskan bahwa satu masalah utama dewasa ini adalah sangat sedikit pendidik yang mengajarkan perilaku etis terhadap peserta didik. Makalah hasil penelitian ini akan mengungkap sejauh mana keteladanan dosen dan penerapan nilai-nilai moral selama perkuliahan Psikologi Olahraga dapat meningkatkan karakter kepatuhan dan kejujuran mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kerangka Lesson Study. Tindakan yang dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara menyusun rancangan pembelajaran mata kuliah Psikologi Olahraga yang bermuatan nilai-nilai moral yang disampaikan dosen selama proses pembelajaran, dan keteladan dosen, yaitu prilaku disiplin datang tepat waktu setiap akan memberi kuliah atau mengajar. A teacher's integrity, or lack thereof, is observed by students.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan dosen dalam wujud selalu memberi contoh datang tepat waktu dalam mengajar mata kuliah Psikologi Olahraga dapat meningkatkan karakter kepatuhan mahasiswa, yaitu datang tepat waktu atau tidak terlambat dalam mengikuti perkuliahan. Begitu juga dosen yang menyelipkan nilai-nilai moral selama mengajar mata kuliah Psikologi Olahraga dapat memberi dampak terhadap terbentuknya karakter kejujuran mahasiswa, yaitu perilaku jujur atau tidak melakukan tindakan menyontek dalam ujian.Kata kunci: dosen, keteladanan, karakter, kepatuhan, kejujuran, mahasiswa THE LECTURER’S PATRONAGE AND THE INTEGRATION OF MORAL VALUES IN SPORT PSYCHOLOGY TEACHING AS A MEANS TO BUILD THE STUDENTS’ OBEDIENCE AND HONESTYAbstractThis research aims to  identify the impacts of lecturers’ patronage and the implementation of  moral values in  Sport Psychology subject on the  obedience and honesty character of the students of PJKR Study Program, Faculty of Sports Science,Yogyakarta State University. To achieve the objective and provide clearer direction, this research was conducted based on the Lesson Study framework. The action to solve the problem was performed by developing Sport Psychology Lesson Plan  containing  moral values  that the lecturer presented during teaching processes and the lecturers’ patronage through  punctuality in coming to class and discipline  in providing the lecture. The target of the action involved Class A Semester 5 students of PJKR  Study Program attending the  Sport Psychology subject. The result of this research indicates that the lecturers’ patronage  in terms of providing examples, i.e.  coming to class on time to teach the  Sport Psychology subject, is able to improve the students’ obedience, i.e. coming to lecture on time or not  late  in attending  the Sport Psychology subject. Moreover, the lecturer  that integrates the  moral values during the teaching of Sport Psychology subject is able to provide impact on the  students’ honesty character, i.e. honest behavior  or not  cheating during  examination.Keywords: lecturer, patronage, character, obedience, honesty, students
MEMBENTUK GURU YANG BERMORAL, HUMANIS DAN PROFESIONAL MELALUI PROSES PSIKO-PEDAGOGIS Muhammad Nur Wangid
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.18 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i2.12426

Abstract

Keinginan mewujudkan guru yang berkarakter sudah lama diinginkan. Setiap periode masa dan lembaga merumuskannya dalam termonologi yang beragam. Universitas Negeri Yogyakarta menginginkan menghasilkan calon guru yang bermoral, humanis, dan profesional pada saat ini. Untuk dapat menghasilkan calon guru yang berkarakter maka hendaknya dipahami terlebih dahulu hakekat guru yang akan dibentuk dan cara menanganinya. Guru pada hekekatnya bukanlah sekedar bertugas menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Guru memiliki tugas yang jauh lebih mulia yaitu mengembangkan aspek mental siswa sehingga menjadi manusia yang berbudipekerti luhur. Agar mencapai tujuan ini maka pelaksanaan pembelajaran diperguruan tinggi harus mempertimbangkan pula aspek pengembangan psikopedagogisnya. Optimalisasi aspek rohaniah mahasiswa dapat dilakukan dengan merujuk pada kemampuan (psikis) yang dimiliki manusia seperti yang dikemukakan oleh Bandura yang selanjutnya dikembangkan melalui proses pendidikan (pedagogis). Setiap jenis karakter yang diinginkan dikembangkan melalui pengintegrasian materi perkuliahan dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Di samping itu seluruh civitas sebisa mungkin memberikan contoh, dan secara khusus dosen sendiri harus memberikan teladan bagi mahasiswa dalam keseharian pelaksanaan tugasnya. Ini adalah salah satu perspektif tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap dosen dalam membentuk calon guru yang bermoral, humanis, dan profesional.Kata kunci: membentuk guru, psikopedagogis BUILDING THE TEACHER MORAL, HUMANIST AND PROFESSIONAL THROUGH PSYCHO-PEDAGOGICALAbstractThe desire to realize the teacher’s character had long desired. Each period and institutions formulate in diverse terminology. Nowadays Yogyakarta State University want to produce teacher candidates who characterized moral, humane, and professional. In order to produce the prospective teachers it should be understood  the characteristics of the teachers that will be set up and how to handle it first. The tasks of teachers is not just delivering course material to students. Teachers have a much more noble tasks to develop the spiritual aspects of the student so that they were to be humans noble character. In order to achieve this goal the implementation of learning in college should also considers the development of psycho-paedagogis aspects. Optimizing the spiritual aspects of the student can be done by referring to the ability (psychic) of human beings as proposed by Bandura, it all further developed through the process of education (paedagogical). Each type of character developed by integrated in lecture material and implemented continually. In addition, the entire community of college may give an example, and particularly the lecturers themselves should set the example for the students in the daily execution of their duties. It is one of perspective tasks that must be implemented by each lecturer in shaping future teachers that characterized by moral, humane, and professional.Keywords: shaping teacher, psycho-paedagogis
Front Matter (Cover, Table of Content) Editorial Team
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 5, No 1 (2017): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4500.873 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v5i1.15633

Abstract

Model pendidikan karakter pada madrasah ibtidaiyah Miskiah Miskiah
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 6, No 1 (2018): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.552 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v6i1.20611

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui: (1)konsep pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah, dan (2) model pengembangan pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran di  Madrasah Ibtidaiyah.  Penelitian ini berhasil menemukan bahwa: (1) konsep pendidikan  karakter di Madrasah Ibtidaiyah  merupakan bentuk pendidikan yang memuat materi-materi pendidikan karakter yang diperuntukkan bagi pembelajaran anak sejak dini dalam rangka mengenalkan dan menanamkan karakter-karakter baik pada diri anak. (2) model pengembangan pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah dilakukan dengan menggunakan empat model pendekatan penyampaian, yaitu model sebagai mata pelajaran tersendiri (monolitik), model terintegrasi dalam semua bidang studi, model di luar pengajaran dan model gabungan. Dari keempat pendekatan tersebut yang cocok diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah hanya dua, yakni: model terintegrasi pada semua bidang studi dan model gabungan.Kata kunci: pendidikan karakter, madrasah ibtidaiyah THE MODEL OF CHARACTERISTIC EDUCATION IN MADRASAH IBTIDAIYAHAbstractThe purpose of this article is: (1) to describe the concept of character education in Madrasah Ibtidaiyah, (2) to describe the development of character education model in Madrasah Ibtidaiyah. This study was a descriptive qualitative method. The data were collected through interviews, observation and documentation. The results of this study are: (1) the concept of character education in Madrasah Ibtidaiyah is a form of education that contains the materials of character education which given to the teaching and learning of the children.(2) There are several models of implementation of character education in Madrasah Ibtidaiyah, a) Model as an individual subject (monolithic), b) Integrated model in all field of study,  c) Model outside  of teaching, d) Combined model. There only two approaches that can be applied in Madrasah Ibtidaiyah: integrated model in all field of study and combined model.Keywords: character education, madrasah ibtidaiyah
Kajian reflektif: Relevansi pendidikan humanis-religius dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 Rohmatun Lukluk Isnaini
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2019): June
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.894 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v7i1.26945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan humanis-religius secara reflektif dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Data dikumpulkan dengan teknik library research (penelitian pustaka). Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan melalui pemaparan suatu pemikiran, pendapat para ahli (Ki Hajar Dewantara dan Prof. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D.) atau fenomena yang ada dalam kehidupan masyarakat. Hasilnya menyebutkan bahwa pendidikan humanis-religius akan terus relevan dengan berbagai perubahan zaman, terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Hal ini dikarenakan pendidikan humanis-religius merupakan dasar pondasi dalam kehidupan setiap insan untuk menjadikannya manusia yang berkarakter baik, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga mampu bersikap humanis terhadap sesama dengan landasan agama. Sikap humanis dan religius akan dibutuhkan pada setiap masa oleh manusia, oleh karenanya melalui pendidikan humanis-religius akan ada keseimbangan antara kemajuan intelektual untuk sosial kemasyarakatan, sehingga dapat menghasilkan generasi-generasi yang berkarakter kuat secara humanis dan religius dengan segala potensi yang dimilikinya dan diorientasikan untuk kemashlahatan umat untuk meraih kebahagiaan bagi kehidupan AbstractThis research aims to examine reflective humanist-religious education in the face of the industrial revolution era 4.0. Data collected by library research techniques (library research). The collected data is then analyzed qualitatively using a descriptive approach. Data analysis is carried out through the presentation of thought, opinion of experts (Ki Hajar Dewantara and Prof. Abdurrahman Mas'ud, Ph.D.) or phenomena that exist in people's lives. The results state that humanist-religious education will continue to be relevant to the changing times, especially in the face of the industrial revolution 4.0. This is because humanist-religious education is the basic foundation in the life of every human being to make him a human with good character not only for himself but also able to be humane towards others with a religious foundation. Humanist and religious attitudes will be needed at all times by humans. Therefore, through humanist-religious education, there will be a balance between intellectual progress for social society so that it can produce generations of people who have strong human and religious characteristics with all the potential they have and are oriented to the benefit of the people to achieve happiness for life.
implementasi Pendekatan Pendidikan Multikultural Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia Tatang M Amirin
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.669 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v1i1.1047

Abstract

Abstrak Tujuan utama penerapan pendekatan pendidikan multikultural di tingkat nasional hendaknya dititikberatkan pada pemahaman dan penghargaan peserta didik terhadap budayanya sendiri dan budaya orang lain, mencakup agama, berlandaskan semboyan bhinneka tunggal ika serta Pancasila. Untuk itu maka diperlukan adanya penataan ulang dan penguatan pendidikan kewarganegaraan (PKn), IPS, dan pendidikan agama dengan memasukkan muatan materi keanekaragaman nilai-budaya, didukung oleh penelitian sosiologis dan antropologis untuk pendidikan. Di tingkat daerah atau lokal, pendekatan pendidikan multikultural seyogyanya diterapkan secara kontekstual, dengan menggunakan “kearifan lokal” membangun pemahaman dan saling menghargai perbedaan nilai budaya dan asal-usul etnisitas dan atau suku bangsa sesuai dengan keadaan setempat. Penelitian mengenai perbedaan nilai budaya setempat seyogyanya dilakukan oleh para pejabat pendidikan setempat dan guru dan atau pengajar universitas untuk dapat digunakan secara bijak dalam pengembangan struktur dan kultur sekolah dan kegiatan belajar-mengajar dan bimbingan di dalamnya. Kata kunci: gerakan pendidikan multikultural; pendekatan pendidikan multikultural; ras; etnis; subetnis; kesetaraan jender; disabilitas; kultur dan subkultur di Indonesia; kearifan lokal; penelitian sosiologis-antropologis untuk pendidikan
MEMBANGUN RESILIENSI KOLEKTIF MASYARAKAT TRADISIONAL MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Ign Y Kristio Budiasmoro
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.463 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v2i1.2615

Abstract

Traditional peoples order with religiosity and spirituality in harmony with nature, often become vulnerable when the quality and carrying capacity decreases due to the economic exploitation. Diversity of perspectives on the diversity of socio-cultural reality there are many causes for miscommunication and the seeds of social conflict. Conditions of such a society will be increasingly vulnerable in the next collective powerlessness and they will easily become the object of the struggle for economic exploitation. Multicultural education plays an important role in the community to raise awareness of the importance of seeking equality of access rights to live more dignifiedly. Strengthening and revealing of traditional culture values would enhance the collective resilience. The implementation of multicultural education and ethnic identity are expected to become increasingly affirmed. Thus multicultural education is able to contribute to society’s in awareness of equality and rights to live more dignifiedly.Keywords: collective resilience, multicultural education, ethnic identity
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN HUMANIS RELIGIUS DI MADRASAH Hibana Hibana; Sodiq A. Kuntoro; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.267 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.5922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji konsep pendidikan humanis religius di Madrasah, 2) mengkaji strategi pengembangan pendidikan humanis religius dalam proses belajar mengajar di kelas, 3) mengkaji konsep pengembangan sikap humanis religius siswa dalam kehidupan di madrasah, dan 4) mengkaji dan menganalisis konsep pengembangan budaya kehidupan yang humanis religius di madrasah. Metode Penelitian: kualitatif, menggunakan paradigma naturalistik fenomenologi. Penelitian dilakukan di MAN Wonokromo Bantul dan MAN Lab UIN Yogyakarta. Tahap penelitian: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah: 1) Konsep pendidikan yang humanis adalah  pendidikan yang berbasis pada lima nilai dasar, yaitu nilai kebebasan, kerja sama, kreativitas, kejujuran, dan aktualisasi diri. Sedangkan konsep pendidikan yang religius mengandung lima dimensi secara bertahap, yakni dimensi pengetahuan (ilmu keagamaan), keimanan (aqidah), praktik keagamaan (syariah), pengamalan keagamaan (akhlak), dan penghayatan keagamaan (ma’rifah).  2) Pengembangan pendidikan humanis religius dalam proses belajar mengajar di kelas dilakukan dengan menyediakan sarana yang memadai, menciptakan suasana belajar yang nyaman, membangun guru yang berwibawa dan berkarakter, menyelenggarakan proses pendidikan yang konstruktif, dan membangun lingkungan belajar yang kondusif. 3) Pengembangan sikap humanis religius siswa di madrasah  dilakukan melalui proses belajar mengajar yang mengembangkan nilai, memberikan banyak pengalaman kepada siswa, dan menciptakan lingkungan yang kondusif.  4) pengembangan budaya humanis religius di madrasah dilakukan dengan cara pemantapan visi madrasah, membentuk tim inti, membangun kelas inti, dan menciptakan kelas imbas.
ADAPTASI DAN RESPON PONDOK TREMAS TERHADAP ARUS GLOBALISASI Mukodi Mukodi; Sodiq A Kuntoro; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2015): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.844 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i2.9813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji dan menganalisis adaptasi yang dilakukan Pesantren Tremas terhadap tuntutan perubahan kehidupan, mulai dari pergeseran nilai-nilai, politik, ekonomi, bahkan sosial budaya di era globalisasi, dan (2) mengkaji dan menganalisis respon yang dibangun di Pondok Tremas, sehingga ia tetap bertahan di tengah himpitan arus perubahan sosial era globalisasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Model penelitian ini menggunakan interaksi simbolik. Interaksi simbolis mengejar makna dibalik yang sensual, mencari phenomena yang lebih esensial daripada sekadar gejala. Fokus penelitian ini adalah Pondok Pesantren Tremas, di Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Key informan sekaligus kiai yang diamati di Pesantren Tremas adalah KH. Fuad Habib, dan KH. Luqman Harist Dimyathi. Metode pengumpulan meliputi tiga tahap, yakni: (i) tahap pra lapangan; (ii) tahap di lapangan; dan (iii) tahap analisis data. Analisis data melalui intensionalitas; intersubjectivity; refleksi atau intuisi; dan transendental logic. Penelitian di rancang selama satu tahun mulai dari pembuatan proposal, pelaksanaan sampai laporan penelitian. Hasil penelitian ini menemukan dua hal dasar. Pertama, bahwa adaptasi Pondok Tremas dalam mewarnai modernisasi dilakukan dengan dibukanya pendidikan formal mulai dari Taman Kanak-Kanak, MTs, MA Salafiyah hingga community college, dan Ma’had Aly. Eksistensi pendidikan formal di lingkungan Pondok Tremas yang dimulai pada tahun 1952 seolah mempertegas keberpihakan para kiai terhadap modernisasi, sekaligus tanggap atas kebutuhan masyarakat sekitar atas pendidikan formal. Kedua, respon Pondok Tremas dalam menghadapi era globalisasi dilakukan dengan pembagian peran dan tanggung jawab, yakni KH. Fuad Habib Dimyathi menjadi penjaga kedalaman Pondok Tremas, khususnya urusan domestik, terkait masalah pendidikan dan pengajaran, sedangkan KH. Lukman Hakim bertanggung jawab sebagai jangkar penggerak pelbagai modal yang berada di luar pesantren (networking dan hubungan sosial kemasyarakatan). Sementara itu, keluarga besar pondok bertugas sebagai penjaga keadaban pondok, yakni nilai-nilai kebaikan, tata susila, tradisi-tradisi, budaya pondok yang telah dibangun dan diwariskan.

Page 4 of 22 | Total Record : 219