cover
Contact Name
Fadila Suryandika
Contact Email
fadila.agrotek@upnjatim.ac.id
Phone
+6285643020925
Journal Mail Official
agrisevika@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Pertanian Lantai 2 Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika
ISSN : -     EISSN : 3110441X     DOI : https://doi.org/10.33005/agrisevika
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika merupakan Jurnal Ilmiah dengan terbitan dua kali setahun, yang dikelola oleh Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Artikel yang dimuat meliputi penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat yang berkaitan dengan pertanian tropis dalam displin ilmu Agroteknologi dan Agribisnis, serta dalam arti luas mencakup biologi, klimatologi, agronomi, sumber daya lahan, hama dan penyakit tanaman, teknologi pangan, gizi dan kesehatan masyarakat, keluarga dan konsumen, mekanisasi pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, konservasi, lingkungan, sosiologi pedesaan, komunikasi pertanian, manajemen, kewirausahaan dan pemasaran.
Articles 25 Documents
Penghijauan Sekolah melalui Vertikultur Botol Bekas dan Penanaman Trembesi sebagai Edukasi Lingkungan di SDN Bendungan, Jombang Rika Miftakhul Jannah; Arga Dwi Indrawan; Makhziah Makhziah
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v3i1.28

Abstract

Program penghijauan berbasis vertikultur dan penanaman trembesi dilaksanakan di SDN Bendungan, Kabupaten Jombang, sebagai bentuk implementasi pendidikan lingkungan hidup berbasis aksi nyata. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, sehat, dan edukatif sekaligus meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pelestarian lingkungan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, pengisian kuesioner, dan praktik langsung pembuatan instalasi vertikultur menggunakan botol bekas serta penanaman pohon trembesi (Samanea saman). Sasaran kegiatan adalah siswa kelas 1 hingga 6 dengan pendampingan guru dan tim pelaksana. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa. Berdasarkan hasil kuesioner, seluruh peserta menyatakan memperoleh pengetahuan baru mengenai vertikultur dan pemanfaatan limbah plastik sebagai media tanam. Selain itu, kegiatan ini mendukung prinsip ekonomi sirkular dan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan poin 15 (Ekosistem Darat). Program ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui praktik vertikultur efektif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini dan membentuk karakter peduli lingkungan di lingkungan sekolah dasar.
Workshop Agroforestry: Tumpang Sari Kopi di Kebun Sawit pada Kelompok Tani di Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Riau Enriski Efrata; M. Amrul Khoiri; Puan Habibah; Joni Irawan; Fetmi Silvina; Zafitra; Nisa Azzahra Gusviani; Freddy Alexander Simatupang; Ahmad Alwi Azhari; Gian Juliano; Ahmad Imtaz Sumbari
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v3i1.35

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab rendahnya diversifikasi usaha tani dan tingginya ketergantungan petani Desa Tanjung Kuras terhadap komoditas sawit yang rentan akan fluktuasi harga dan penurunan pendapatan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan sistem agroforestri berkelanjutan yang adaptif pada lahan gambut melalui integrasi budidaya kopi Liberika sebagai tanaman sela yang berpotensi meningkatkan pendapatan alternatif. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi teknis, serta praktik lapangan terkait teknik budidaya, pengelolaan hama dan penyakit, penanganan pascapanen, serta tata niaga dan pengembangan UMKM kopi. Hasil kegiatan menunjukkan perkembangan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, terutama dalam teknik penanaman, identifikasi dini OPT, dan pemahaman nilai tambah produk kopi melalui hilirisasi. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya inisiatif petani untuk mengembangkan kelompok tani, memperkuat jejaring kemitraan desa, serta membuka peluang pengembangan model agroforestri yang produktif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat serta menjadi dasar penting bagi pendampingan lanjutan.
Pendampingan Petani dalam Optimalisasi Produktivitas Cabai (Capsicum annuum L.) Berkelanjutan Di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor Iis Purnamawati; Merry Gloria Meliala; Wanda Russianzi; Aidil Azhar; Lili Dahliani; Yuli Maryanti; Tifaningrum Winda Syaharani
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v3i1.36

Abstract

Budi daya cabai oleh Kelompok Taruna Tani Muara Jaya Tani Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor masih secara konvensional. Budi daya cabai didasarkan pada kebiasaaan dan belum menerapkan good agricultural practices (GAP). Hal lain yang dihadapi yaitu masih tingginya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berdampak pada rendahnya produktivitas cabai yang dihasilkan. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan praktik budi daya yang efektif dan berkelanjutan. Kegiatan pendampingan dilaksanakan melalui pelatihan secara teoritis dan praktik mengenai GAP cabai, pelatihan identifikasi OPT utama cabai, serta pelatihan penerapan prinsip 5T (tepat sasaran, tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara) dalam penggunaan pestisida dan pembuatan biopestisida berbahan sumber daya lokal. Kegiatan juga dilengkapi dengan pretest dan posttest dengan total responden 12 orang sebagai salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan program yang dilakukan. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya minat dan kemampuan petani dalam menerapkan praktik budi daya cabai yang lebih tepat dan ramah lingkungan yaitu melalui partisipasi aktif dalam kegiatan budi daya cabai mulai dari penyiapan lahan hingga penanaman dan perawatan, keikutsertaan dan antusiasme dalam pembuatan pestisida nabati juga aplikasinya, serta adanya peningkatan nilai pada post-test dengan rata-rata 24 dari 100. Indikator tersebut diharapkan menjadi bukti nyata adanya peningkatan kapasitas petani dalam melakukan budi daya cabai secara efektif dengan produktivitas maksimal dan berkelanjutan.  
Bauran Pemasaran Sayur Organik Dengan Pendekatan 9P Di PT Orgo Organik Farm Indonesia Valerina Anindira; Ika Sari Tondang
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v3i1.41

Abstract

Artikel ini membahas penerapan strategi bauran pemasaran 9P pada komoditas sayur organik di PT Orgo Organic Farm Indonesia, Kota Malang. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat mendorong pelaku agribisnis untuk lebih adaptif dalam memasarkan produk organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis penerapan bauran pemasaran 9P yang meliputi product, price, place, promotion, people, process, physical evidence, packaging, dan payment, serta mengevaluasi kendala dan solusi yang diterapkan perusahaan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan operasional perusahaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa PT Orgo Organic Farm Indonesia telah menerapkan seluruh elemen 9P secara terintegrasi melalui peningkatan kualitas produk, harga kompetitif, distribusi langsung, promosi digital, pelayanan konsumen, pengemasan produk, serta sistem pembayaran yang fleksibel. Kendala operasional seperti keterbatasan distribusi dan promosi berhasil diatasi melalui standarisasi proses kerja dan kerja sama strategis. Penerapan strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan citra merek, efisiensi operasional, perluasan jangkauan pasar, dan loyalitas konsumen.
Edukasi Kewirausahaan Berbasis Produk Olahan Pertanian Lokal Fadilah Nurdin; Megawati Megawati
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v3i1.43

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa SMPN 5 Watansoppeng mengenai nilai tambah produk olahan pertanian dan membangkitkan semangat kewirausahaan sejak dini. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2025 di Kabupaten Soppeng dengan melibatkan sekitar 40 siswa dari kelas VII hingga IX. Metode yang digunakan meliputi presentasi interaktif, pemutaran video edukatif, diskusi terbuka, dan simulasi penyusunan ide usaha melalui lembar kerja sebagai instrumen evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari total peserta, 5 siswa berhasil mengumpulkan lembar kerja dengan ide usaha yang lengkap dan dapat diidentifikasi berdasarkan bahan lokal yang tersedia, seperti keripik pisang, jus pepaya, keripik ubi, dan wedang jahe. Rendahnya jumlah lembar kerja yang terkumpul mengindikasikan perlunya perbaikan pada aspek waktu dan pendampingan pada kegiatan serupa di masa mendatang. Meski demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi awal yang nyata dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar muda berbasis potensi pertanian lokal.

Page 3 of 3 | Total Record : 25