cover
Contact Name
Andre Agachi Purba
Contact Email
pt.lembagappn@gmail.com
Phone
+6282181396566
Journal Mail Official
pt.lembagappn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kakak Tua No. 17 Kec. Medan Sunggal, Kota Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Golden Generation Religious
ISSN : -     EISSN : 31104886     DOI : https://doi.org/10.65244/jggr
Core Subject : Religion,
Journal of Golden Generation Religious (E-ISSN : 3110-4886) adalah jurnal ilmiah internasional, peer-review, dan open access yang diterbitkan oleh PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara. Jurnal ini menjadi platform bagi para akademisi untuk mempublikasikan penelitian tentang berbagai fenomena agama dan spiritualitas di seluruh dunia. Misi kami adalah memajukan studi agama secara ilmiah, mendorong dialog antaragama, dan mendukung analisis kritis terhadap tradisi keagamaan. Kami menyambut kontribusi yang mencakup semua tradisi agama. Mulai dari agama-agama besar dunia hingga aliran kepercayaan lokal dan gerakan spiritual baru. Topik utama meliputi studi teks suci, sejarah dan filsafat agama, sosiologi agama, serta interaksi agama dengan isu-isu kontemporer seperti politik, sains, dan gender. Jurnal ini terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
KEPEMIMPINAN (Leadrship) KRISTEN YANG BERPENGARUH Hotria Imelda Sagala
Journal of Golden Generation Religious Vol. 1 No. 1 (2025): AGUSTUS 2025 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v1i1.9

Abstract

Kepemimpinan Kristen bukan hanya soal jabatan atau kuasa, tetapi tentang pengaruh yang lahir dari keteladanan, kerendahan hati, dan kasih seperti yang diteladankan oleh Kristus. Paper ini membahas konsep kepemimpinan Kristen yang sejati, dengan menekankan pentingnya identitas pemimpin sebagai pelayan, bukan penguasa. Berdasarkan 1 Petrus 5:2–3, pemimpin Kristen dipanggil untuk melayani dengan sukarela, tidak mencari keuntungan pribadi, dan menjadi teladan dalam segala hal. Selain itu, paper ini juga mengangkat permasalahan nyata di gereja masa kini, seperti penyalahgunaan kuasa dan motivasi finansial, yang justru merusak citra pelayanan. Dengan pendekatan reflektif dan aplikatif, tulisan ini mengajak para pemimpin gereja untuk kembali kepada dasar Injil dalam memimpin, yaitu kasih, ketulusan, dan pengaruh yang membangun umat.
GEMBALA YANG SEJATI BERDASARKAN 1 PETRUS 5:1-4 Nikolaus Dachi; Hotria Imelda Sagala
Journal of Golden Generation Religious Vol. 1 No. 1 (2025): AGUSTUS 2025 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v1i1.10

Abstract

Tulisan ini mengkaji prinsip kepemimpinan rohani yang ideal menurut 1 Petrus 5:1–4, dengan menyoroti karakteristik gembala yang sejati. Petrus, sebagai sesama penatua dan saksi penderitaan Kristus, memberikan nasihat kepada para pemimpin jemaat agar menggembalakan kawanan Allah dengan sukarela, bukan karena paksaan atau demi keuntungan pribadi, melainkan dengan pengabdian tulus, menjadi teladan, dan tidak memerintah dengan otoritas yang menindas. Penekanan utamanya adalah bahwa pelayanan yang lahir dari kasih dan integritas akan memperoleh mahkota kemuliaan dari Gembala Agung. Tulisan ini relevan untuk konteks gereja masa kini, sebagai cermin untuk menilai dan membentuk kepemimpinan yang berpusat pada Kristus.
MISIONARIS DAN PENGINJIL: KETELADAN HIDUP SEORANG MISIONARIS DAVID LIVINGSTONE Hotria Imelda Sagala; Agustin Halawa
Journal of Golden Generation Religious Vol. 1 No. 1 (2025): AGUSTUS 2025 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v1i1.20

Abstract

David Livingstone dikenal bukan hanya sebagai penjelajah, tetapi juga sebagai misionaris yang dengan sepenuh hati menyerahkan hidupnya bagi pekabaran Injil di Afrika. Paper ini mengulas perjalanan hidup dan strategi penginjilan Livingstone yang menginspirasi, mulai dari latar belakang keluarganya yang sederhana hingga komitmennya memberitakan Injil kepada suku-suku terabaikan. Strateginya yang khas, yakni the Gentle Approach, menunjukkan bahwa penginjilan yang efektif lahir dari keteladanan hidup, cinta kasih, dan pendekatan budaya yang mendalam. Kesetiaannya yang luar biasa hingga akhir hayat, menjadi teladan bagi para pelayan Tuhan masa kini tentang arti sejati dari pelayanan yang berpusat pada Kristus. Livingstone bukan hanya mengabarkan Injil, tetapi menghidupi Injil dalam seluruh aspek kehidupannya.
KEADILAN DAN KEMENANGAN ORANG KUDUS: SUATU EKSEGESIS WAHYU 15:1-8 Hotria Imelda Sagala
Journal of Golden Generation Religious Vol. 1 No. 1 (2025): AGUSTUS 2025 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v1i1.21

Abstract

Paper ini membahas penglihatan Yohanes dalam Wahyu 15:1–8 yang menggambarkan keadilan Allah dan kemenangan orang-orang kudus dalam konteks penghakiman akhir zaman. Melalui analisis ekspositori, dipaparkan bagaimana tujuh malaikat membawa tujuh malapetaka terakhir sebagai perwujudan final dari murka Allah atas dosa dunia, khususnya terhadap mereka yang mengikuti binatang, patung, dan bilangan namanya. Di sisi lain, orang-orang kudus yang setia digambarkan menang dan memuliakan Allah dengan nyanyian kemenangan di tepi lautan kaca bercampur api—simbol kemuliaan dan murka Allah. Paper ini menekankan bahwa kemenangan orang percaya bukan karena kekuatan mereka sendiri, melainkan sebagai buah dari keadilan Allah yang menegakkan kebenaran. Dalam penglihatan Yohanes, kemuliaan Allah dipertegas melalui simbol asap di bait suci yang menunjukkan kesucian dan ketidakterjangkauan rencana ilahi sampai penghakiman itu selesai. Dengan demikian, tulisan ini menegaskan bahwa kesetiaan kepada Allah akan berujung pada kemenangan kekal, sementara penolakan terhadap Allah membawa pada murka dan kebinasaan. Penelitian ini relevan bagi kehidupan iman Kristen masa kini sebagai panggilan untuk tetap setia di tengah penderitaan dan penindasan.
MENYIKAPI ABORSI DARI PRESPEKTIF ETIKA KRISTEN Radiman Siringo-ringo; Hotria Imelda Sagala
Journal of Golden Generation Religious Vol. 1 No. 1 (2025): AGUSTUS 2025 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v1i1.22

Abstract

Aborsi merupakan isu moral yang kompleks dan terus menimbulkan perdebatan di tengah kemajuan zaman. Paper ini membahas aborsi dari perspektif etika Kristen, dengan menelaah berbagai alasan yang diajukan untuk membenarkannya, seperti alasan medis, sosial, ekonomi, hingga kasus pemerkosaan. Di tengah berbagai pandangan pro dan kontra, etika Kristen menegaskan bahwa hidup adalah anugerah dan hak prerogatif Allah, sehingga setiap bentuk pengguguran kandungan harus dilihat dalam terang nilai kekudusan hidup manusia sebagai gambar dan rupa Allah. Melalui kajian teologis dan etis, tulisan ini mendorong pemahaman yang bijak dan penuh takut akan Tuhan dalam menyikapi aborsi, serta menolak normalisasi praktik tersebut atas dasar utilitarian semata.
ANALISIS TOLERANSI BERAGAMA DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA Rudy Harold; Sri Maryani Putri Kai; Rosita Pulubolo; Ramadhan Kaesan
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i1.128

Abstract

Keberagaman agama merupakan realitas sosial yang melekat dalam kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Negeri Gorontalo. Kondisi tersebut menuntut adanya sikap toleransi beragama agar interaksi sosial dan kehidupan akademik dapat berlangsung secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat toleransi beragama mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo ditinjau dari perspektif sosiologi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert yang disebarkan kepada 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan latar belakang agama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai toleransi beragama, serta mampu menerapkan sikap saling menghormati, tidak diskriminatif, dan bekerja sama lintas agama dalam kehidupan kampus. Secara keseluruhan, tingkat toleransi beragama mahasiswa berada pada kategori baik, yang didukung oleh lingkungan kampus yang inklusif dan interaksi sosial yang intensif.
Hadis dalam Lintasan Sejarah Awal Islam: Era Sahabat hingga Khulafā’ al-Rāsyidīn Ammar, Ammar; Syarafuddin Hamza Zainuddin
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i1.136

Abstract

Hadis sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an memiliki posisi sentral dalam membentuk landasan hukum, akidah, dan akhlak umat Islam. Perkembangan hadis pada masa awal Islam, khususnya di era sahabat dan Khulafā’ al-Rāsyidīn, menunjukkan dinamika yang kompleks. Pada masa sahabat, hadis disampaikan melalui hafalan dan periwayatan lisan dengan intensitas yang berbeda, dipengaruhi oleh faktor kedekatan dengan Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa Sallam, lamanya kebersamaan, waktu masuk Islam, serta kemampuan untuk bertanya dan mengakses majelis ilmu. Sementara itu, pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn, muncul perhatian lebih besar terhadap seleksi riwayat, verifikasi sanad, serta pengawasan terhadap periwayatan sebagai langkah menjaga kemurnian hadis dari distorsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis historis terhadap literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menegaskan bahwa periode sahabat dan Khulafā’ al-Rāsyidīn merupakan fase fundamental dalam menjaga otentisitas hadis serta meletakkan fondasi bagi proses kodifikasi pada generasi berikutnya.
Membangun Empati Berbasis Produktifitas dan Ekonomi: Studi Hermeneutika ayat 267 Surat Al-Baqarah Anis Putri Karima; Abdul Halim
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i1.139

Abstract

Artikel ini merupakan jabaran QS. al-Baqarah ayat 267, yang menandung makna pemanfaatan ekonomi untuk membangun empati, serta membangkitkan produktifitas diti. Hal ini dimaksudkan sebagai jawaban atas semakin melemahnya empati dalam masyarakat modern. Selama ini, kajian ayat tersebut lebih banyak didekati dari sisi hukum fikih, sementara integrasi antara empati, produktivitas, dan ekonomi jarang disentuh. Artikel ini menggunakan kerangka teori hermeneutika Hans-Georg Gadamer, khususnya konsep lingkaran hermeneutika dan fusi horizon, guna menghadirkan pemaknaan yang relevan dengan realitas kekinian. Secara operasional, penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan menelaah tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur tentang empati, produktivitas, dan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini menekankan pentingnya infak dari harta yang baik dan halal yang termaktub dalam  teks kasabtum sebagai wujud empati sosial sekaligus cermin produktivitas ekonomi. Empati diposisikan sebagai fondasi sosial dalam berinfak, sementara produktivitas menjadi sumber utama yang memastikan nilai kebermanfaatan. Kesimpulannya, QS. al-Baqarah ayat 267 memberikan landasan normatif untuk membangun etika filantropi Islam yang transformatif: tidak hanya karitatif, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji implementasi empati dan produktivitas dalam praktik infak produktif berbasis komunitas.
Kontribusi Pelayanan PAK terhadap Kesiapan Dewasa Muda Memasuki Pernikahan Kristen Dhevi Simanjuntak; Natasya Sinaga; Kesia Simanjuntak; Melati Pasaribu
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i1.227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pelayanan Pendidikan Agama Kristen terhadap kesiapan dewasa muda dalam memasuki pernikahan Kristen. Subjek penelitian adalah dewasa muda yang terlibat dalam kegiatan pembinaan gerejawi seperti kelas pembinaan pranikah, kelompok pemuridan, dan pendampingan pastoral. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur dan analisis data yang berkaitan dengan proses pembinaan kerohanian dewasa muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pendidikan agama di gereja berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan spiritual, emosional, dan sosial dewasa muda. Pelayanan tersebut membantu mereka memahami tujuan pernikahan Kristen, membangun komunikasi yang sehat, serta mengembangkan sikap bertanggung jawab sebagai calon pasangan hidup. Kegiatan pembinaan juga memperkuat keyakinan dewasa muda terhadap nilai-nilai kekristenan sebagai dasar dalam membangun rumah tangga. Rekomendasi penelitian ini adalah agar gereja memperluas program pembinaan pranikah, menyediakan pendampingan berkelanjutan, serta menciptakan ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan dewasa muda agar mereka semakin siap memasuki pernikahan yang matang dan berlandaskan iman.
Konflik Antaragama, Resolusi dan Rekonsiliasi Alexsa; Amanda, Tasya; Lingga, Hani Wulan Sari
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i1.290

Abstract

Penelitian ini mengkaji konflik antaragama di Indonesia dengan fokus pada faktor penyebab, bentuk penyelesaian, serta upaya rekonsiliasi yang ditempuh. Konflik keagamaan tidak semata-mata muncul karena perbedaan keyakinan, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dalam banyak kasus, agama justru dijadikan simbol atau alat legitimasi dari pertentangan yang sebenarnya berakar pada persoalan struktural lain. Penyelesaian konflik di masyarakat yang majemuk menuntut pendekatan yang adil, terbuka melalui dialog, serta berlandaskan nilai kemanusiaan. Lebih jauh, rekonsiliasi dipandang sebagai langkah penting untuk memulihkan kepercayaan antar kelompok sekaligus membangun perdamaian yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa konflik, resolusi, dan rekonsiliasi merupakan tiga aspek yang saling berkaitan erat dan perlu dipahami secara menyeluruh agar tercipta harmoni dalam kehidupan masyarakat plural.

Page 1 of 2 | Total Record : 11