cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2014)" : 35 Documents clear
PELAKSANAAN PROGRAM MANAJEMEN PASIEN DENGAN RISIKO JATUH DI RUMAH SAKIT Budiono, Sugeng; Sarwiyata, Tri Wahyu; Alamsyah, Arief
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.28

Abstract

Manajemen pasien dengan risiko jatuh merupakan salah satu tujuan keselamatan pasien, dan pada Rumah Sakit Islam Unisma Malang, masih menempati urutan ke empat dari seluruh kejadian yang tidak di inginkan (KTD). Sejak dimulainya program patient safety bulan Januari 2013 belum ada suatu kebijakan atau program manajemen pasien risiko jatuh termasuk Standar Prosedur Operasional (SPO). Penelitian ini merupakan bentuk kaji tindak manajemen risiko pasien jatuh di Rumah Sakit Islam Unisma Malang. Kajian diawali dengan analisis akar masalah, penetapan solusi terpilih dan uji program. Uji program dilakukan terhadap penerapan screening pasien dengan risiko jatuh. Instrumen menggunakan  observasi  dan form screening pasien jatuh. Hasil menunjukkan sebagian besar petugas atau perawat telah melaksanakan dengan baik program manajemen pasien jatuh yang meliputi: screening, pemasangan gelang identitas risiko jatuh, edukasi pasien dan keluarga tentang menggunakan leaflet edukasi, pengelolaan pasien risiko jatuh, penanganan pasien jatuh dan pelaporan insiden. Penetapan kebijakan dan impementasi prosedur yang diikuti supervisi dan monitoring lebih menjamin keterlaksanaan program.Kata Kunci: Kejadian tidak diinginkan (KTD), manajemen risiko pasien jatuh, patient safety
Penerapan Hand Hygiene Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ernawati, Elies; Tri Rachmi, Asih; Wiyanto, Satra
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.104 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.30

Abstract

Hand hygiene adalah mencuci tangan menggunakan antiseptik pencuci tangan. Perilaku hand hygiene perawat merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan perawat dan pasien dalam pencegahan terjadinya infeksi nosokomial. Studi bertujuan  mengetahui gambaran tingkat kepatuhan perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit “ X ” di Malang dalam penerapan lima momen hand hygiene, mengidentifikasi faktor potensial yang berhubungan dengan hand hygiene tersebut. Studi observasional jumlah subjek sebesar 54 orang. Teknik pengambilan sampel dengan proportional stratified random sampling. Penentuan akar masalah menggunakan diagram fishbone. Pemilihan solusi dilakukan melalui pendekatan Urgency Seriousness Growth. Kepatuhan hand hygiene perawat ruang rawat inap rumah sakit masih rendah (35%). Angka kepatuhan yang tinggi ditemukan pada momen sesudah kontak atau melakukan tindakan sedangkan kepatuhan cuci tangan sebelum kontak sangat rendah bahkan nol pada momen sebelum kontak dengan pasien. Analisis akar masalah menunjukkan faktor pengetahuan dan penguatan monitoring dalam bentuk audit, media pengingat, tidak adanya mekanisme sangsi dan penghargaan merupakan determinan kepatuhan hand hygiene.Kata Kunci: Hand hygiene , kepatuhan, perawat
Laporan Kasus: Diagnosa Sindrom Loeffler dan Nekatoriasis Duodenum Berdasarkan Endoskopi Rahmawati, Yuni; Mustika, Syifa; Ahmad, Harijono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.363 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.13

Abstract

Nekatoriasis adalah infeksi cacing tambang yang disebabkan oleh Necator americanus dan terdistribusi luas ke seluruh daerah di negara tropis dan subtropis. Larva migran cacing ini dapat menyebabkan gejala pneumonitis yang disebut sindrom Loeffler. Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya telur cacing dalam tinja, tetapi bisa juga tidak terdiagnosis terutama pada kasus infeksi yang ringan. Pada kasus ini  pria, 60 tahun, suku Jawa, petani, dirawat di rumah sakit karena anemia gravis , sesak napas, melena selama 1 minggu. Foto polos dada menunjukkan infiltrat di paracardial kanan dan kiri. Laboratorium menunjukkan eosinofilia masif, kadar hemoglobin sangat rendah (1,7g/dL), hypochrom mikrositik, penurunan saturasi besi, penurunan kadar albumin. Analisa pada tinja tidak menunjukkan adanya infeksi parasit, hasil endoskopi menunjukkan ulkus gaster duodenum multipel, banyak cacing ditemukan pada duodenum , ukuran 1 cm dan teridentifikasi sebagai Necator americanus. Keluhan pasien membaik  setelah transfusi darah dan pemberian  pirantel pamoat selama 3 hari. Kasus  ini menggambarkan adanya infeksi berat cacing tambang (Necator americanus) yang ditandai dengan  gejala anemia berat, dispepsia, perdarahan saluran cerna bagian atas,  disertai wheezing, rhonki dan infiltrat di area paracardia kanan dan kiri. Analisis tinja metode hapusan langsung menunjukkan tidak adanya infeksi parasit, namun pemeriksaan endoskopi menunjukkan ada banyak infestasi cacing Necator americanus pada duodenum. Hal tersebut mungkin disebabkan karena analisa sampel tinja terbatas pada metode hapusan langsung. Pasien diterapi berdasarkan klinis, temuan endoskopi, dan   menunjukkan respon klinis yang baik.Kata Kunci: Anemia, endoskopi, melena, Necator Americanus , sindrom  Loeffler
Hambatan Implementasi Surviving Sepsis Campaign Guidelines 2012 pada Pasien Anak di Rumah Sakit Rujukan Tersier Yuliarto, Saptadi; Kadafi, Kurniawan Taufiq; Nugrahani, Iin Tri Listiyanti; Aminingrum, Rahmawati; Asariati, Husnul
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.824 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.11

Abstract

Tata laksana adekuat sepsis dapat memperbaiki luaran pasien. Surviving sepsis campaign (SSC) guidelines 2012 merupakan panduan internasional tata laksana sepsis berat dan syok septik, namun implementasinya dipengaruhi oleh sumberdaya dan fasilitas kesehatan. Penelitian ini mengevaluasi implementasi SSC di rumah sakit. Studi prospektif dilakukan antara Februari-Juni 2013 pada seluruh pasien usia 1 bulan–18 tahun yang memenuhi kriteria sepsis, dengan menilai penggunaan cairan resusitasi dan obat vasoaktif, waktu pemberian antibiotika, waktu pengambilan kultur, pemberian nutrisi, penggunaan ventilator, dan angka kematian. Di antara 40 pasien, 34 merupakan kasus syok septik. Seluruh pasien syok septik mendapatkan resusitasi cairan dan obat vasoaktif. Obat vasoaktif diberikan kurang dari 6 jam pada 21 pasien. Hanya 14 pasien mendapatkan antibiotika pada jam pertama, dan hanya 6 pasien dilakukan pemeriksaan kultur darah sebelum pemberian antibiotika awal. Sebanyak 28 pasien membutuhkan ventilator, namun 13 pasien tidak bisa mendapatkannya.Hal ini meningkatkan risiko mortalitas 2,1 kali (95% IK 1,2; 3,7). Saat perawatan di unit intensif, 27 pasien mendapatkan nutrisi pada 6-24 jam pertama, namun sebagian besar (32 pasien) mendapatkan kalori kurang dari 80% dalam 48 jam pertama yang meningkatkan risiko mortalitas 3 kali (95% IK 1,1; 8,2). Mortalitas terjadi pada 24 pasien. Hal ini menunjukkan adanya hambatan pelaksanaan SSC guidelines 2012 dalam hal pemberian antibiotika, pemeriksaan kultur darah, penggunaan ventilator, dan pemberian nutrisi adekuat. Ketidaktersediaan ventilator dan terapi nutrisi inadekuat meningkatkan risiko mortalitas.Kata Kunci: Antibiotika, kultur darah, mortalita, nutrisi, sepsis, ventilator
Faktor yang Mempengaruhi Cakupan Layanan Farmasi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Herjunianto, Herjunianto; Wardhani, Viera; Prihastuty, Jany
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.083 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.15

Abstract

Cakupan layanan farmasi merupakan indikator penting mutu layanan dan mempengaruhi pendapatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mencari akar masalah pembelian resep instalasi rawat jalan di farmasi (pharmacy coverage) rumah sakit yang tidak optimal. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi alur pelayanan rawat jalan dan farmasi serta potensi permasalahan sebagai dasar dalam mengidentifikasi akar masalah melalui observasi, ghost shopping, wawancara dan survei harga obat. Penentuan akar masalah menggunakan metode “5 Whys”. Akar masalah pengambilan resep obat di farmasi tidak optimal antara lain karena keterlambatan praktek dokter, kurangnya komunikasi perawat maupun petugas farmasi kepada pasien, sistem administrasi dan informasi rumah sakit tidak real time, kurangnya sarana penunjang dan pengalih perhatian pasien saat menunggu yang mempengaruhi persepsi waktu tunggu. Meskipun waktu aktual yang dibutuhkan untuk mendapatkan layanan di rawat jalan masih sesuai Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, namun seringkali pasien menilai lama dalam menunggu untuk mendapatkan layanan sehingga tidak puas. Hal ini dimungkinkan karena adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan layanan yang diterima. Pengelolaan persepsi waktu tunggu dapat menjadi kunci bagi rumah sakit untuk meningkatkan cakupan layanan farmasi.Kata Kunci: Instalasi rawat jalan, pelayanan farmasi, waktu tunggu
Kepuasan Kerja Mempengaruhi Kinerja Pelayanan Operasi Elektif Sujianto, Sujianto; Koeswo, Mulyatim; Utami, Endah Woro
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.686 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.23

Abstract

Kinerja pelayanan operasi elektif merupakan kontributor penting dalam kinerja dan keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja petugas kamar operasi dengan kinerja pelayanan operasi elektif di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional dengan uji regresi linierpada 30 petugas kamar operasi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kepuasan kerja dan kinerja pelayanan operasi elektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara kepuasan kerja terhadap kinerja tunggu pelayanan operasi elektif, sedangkan jenis kelamin, status kepegawaian dan pendidikan tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kepuasan yang kurang ada pada perbedaan tarip pelayanan operatif menyebabkan memanjangnya waktu tunggu pelayanan operasi elektif. Kajian dan revisi besaran tarip dan jasa pelayanan dapat menjadi pilihan solusi.Kata Kunci: Kepuasan kerja, kinerja operasi elektif
Pengelolaan Rujukan Kedaruratan Maternal di Rumah Sakit dengan Pelayanan PONEK Wahyudi, Yuni Priyo; Nurfaidah, Siti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.555 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.29

Abstract

Kemampuan pengelolaan kasus rujukan kegawatan maternal pada rumah sakit dengan program Pelayanan  Obstetri  Neonatal  Emergensi  Komprehensif  (PONEK) mempengaruhi kematian maternal. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi permasalahan dalam pengelolaan kasus rujukan kegawatan maternal di rumah sakit PPK 2. Studi ini menggunakan metode deskriptip kualitatip, dengan responden primer 22 orang terdiri dari 6 dokter UGD, 6 perawat UGD dan 10 bidan ruang kebidanan dan penyakit kandungan. Pengumpulan data melalaui wawancara terstruktur pada responden, FGD dan observasi lapangan dengan pengamatan langsung. Data sekunder memanfaatkan laporan rumah sakit, data rekam medis dan data kepegawaian. Hasil penelitian memberikan gambaran ada kekurangjelasan pengelolaan rujukan masuk terhadap pasien dengan kegawatan obstetri ginekologi di RS tempat studi. Sebanyak 32% responden menyatakan pernah menolak pasien dan 86% responden menyatakan pernah merujuk kembali pasien dengan kegawatan obstetri ginekologi ke rumah sakit lain. Kurangnya ketersediaan SDM (Dokter), sarana yang adekuat untuk pengelolaan kegawatan, serta metode atau prosedur pengelolaan rujukan yang tidak jelas menyebabkan rumah sakit tidak mampu mengelola kasus rujukan maternal sesuai kapasitasnya sebagai PONEK. Kerjasama denga jejaring rujukan dan dokter konsultan kebidanan dan kandungn lain yang didukung kebijakan dan prosedur pengelolaan kegawatan saat tidak ada dokter dapat dipertimbangkan rumah sakit sebagai solusi.Kata Kunci: Kegawatan persalinan, ketersediaan dokter, rujukan
Tingkat Keberhasilan Dakriosistorinostomi Eksternal di RS Saiful Anwar Malang Malik, Fattahillah; Shintiya D, Debby
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.827 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.9

Abstract

Dakriosistorinostomi eksterna masih menjadi pilihan tindakan terhadap keluhan epifora karena stenosis atau obstruksi duktus nasolakrimalis dengan tingkat keberhasilan yang dilaporkan tinggi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dakriosistorinostomi dengan intubasi silikon yang telah dilakukan di RS Saiful Anwar Malang selama tahun 2006 – 2012 dengan mengevaluasi data rekam medik. Enam belas pasien termasuk dalam kriteria inklusi penelitian, jumlah pasien perempuan 10 orang (62,5%) sedangkan laki-laki berjumlah 6 orang (37,5%). Kelompok usia terbanyak yang menjalani operasi adalah 21-30 tahun berjumlah 4 orang (25%), patologi terbanyak adalah dakriosistitis kronis berjumlah 7 pasien (43,8%). Hasil dari pemeriksaan anel tes didapatkan komplet obstruksi pada 14 pasien (87,5%), dilakukan operasi terbanyak pada mata kiri dengan 75%. Silikon intubasi dipasang pada semua pasien dengan lama intubasi terpasang terbanyak selama 6 bulan atau lebih sebesar 56,2%. Evaluasi keluhan mata berair pasca operasi dan anel tes pasca operasi didapatkansebesar 87,5% tanpa keluhan subjektif lagi dengan pada anel tes tidak didapatkan obstruksi ataupun regurgitasi baik total maupun parsial. Tingkat keberhasilan dakriosistorinostomi eksterna dengan intubasi silikon di RS Saiful Anwar cukup baik sehingga dapat menjadi pilihan utama manajemen obstruksi duktus nasolakrimalis.Kata Kunci: Dakriosistorinostomi eksterna, intubasi silikon, obstruksi duktus nasolakrimal
Ekstrak Rosela Menurunkan Perlemakan dan Ekspresi ADMA Hepar akibat Diet Aterogenik pada Tikus Fathoni, Zuhrotun Ulya; Indra, Rasjad; Supranowo, Supranowo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.579 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.2

Abstract

Rosela memiliki anthocyanin sebagai antioksidan polifenol yang berpotensi mencegah progresivitas penyakit akibat stres oksidasi. Diet aterogenik dan stres oksidasi memicu serangan radikal bebas pada komponen lemak dan protein sehingga terjadi perlemakan hepar dan peningkatan ekspresi ADMA (Asymmetric dimethylarginine). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rosela strain Hibiscus sabdariffa terhadap perlemakan hepar dan ekspresi ADMA hepar pada tikus Rattus norvegicus yang diberi diet aterogenik. Studi eksperimental menggunakan post test only control group pada Rattus norvegicus strain Wistar jantan yang dibagi dalam empat kelompok, yaitu kelompok kontrol positif (diet aterogenik), kelompok1 (ekstrak rosela 150mg/kgBB/hari + diet aterogenik), kelompok 2 (ekstrak rosela 300mg/kgBB/hari + diet aterogenik), dan kelompok kontrol negatif (tanpa pemberian diet aterogenik dan ekstrak rosela). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rosela mampu menurunkan perlemakan hepar yang berdasar pemeriksaan histopatologi berupa jumlah sel yang mengalami perlemakan lebih sedikit (p=0,000). Ekspresi ADMA dari gambaran imunohistokimia menunjukkan ekspresi yang lebih sedikit pada kelompok dengan diberi ekstrak rosela (p=0,000). Dapat disimpulkan pemberian ekstrak rosela menghambat perlemakan hepar akibat diet aterogenik dan ekspresi ADMA akibat diet aterogenik pada tikus, dengan dosis optimum rosela 300 mg/kgBB/hari. Kata Kunci: Diet aterogenik, ekspresi ADMA hepar, perlemakan hepar, rosela
PENINGKATAN EKSPRESI IFN-γ PADA PARU MENCIT YANG DIINDUKSI PROTEIN ADHESIN 38- KDA MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS DAN ISCOM PER ORAL Udin, M Fahrul; Barlianto, Wisnu; Kusuma, HMS Chandra
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.921 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.3

Abstract

Studi menemukan bahwa vaksin tuberkulosis memberikan respon imun seluler bervariasi terhadap hemaglutinin protein 38 kDa M. tuberkulosis, suatu protein adhesin pada enterosit tikus. Protein tersebut dapat menginduksi sekresi S-IgA ke dalam lumen usus dan lumen bronkiolus. Immune stimulating complex (ISCOM) adalah bahan pembantu yang efektif meningkatkan respon kekebalan. Ekspresi IFN-? menunjukkan respon imun seseorang terhadap mikroba seperti virus dan bakteri serta produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pemberian 38-kDa protein adhesin dengan atau tanpa kombinasi ajuvan ISCOM secara oral dapat menginduksi ekspresi IFN-? pada jaringan paru mencit BALB/c. Metode eksperimental dilakukan dengan 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok terpapar protein adhesin 38-kDa, kelompok yang hanya terpapar ajuvan ISCOM dan kelompok terpapar kombinasi protein adhesin 38-kDa dengan ISCOM. Ekspresi IFN-? diukur dengan pewarnaan imunohistokimia. Analisis statistik dengan Kruskall Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ekspresi IFN-? pada semua kelompok perlakuan. Uji perbandingan multipel Mann Whitney menyatakan bahwa terdapat peningkatan ekspresi IFN-? secara signifikan dalam kombinasi protein adhesin dengan ajuvan ISCOM (mean±SD=126±17, p=0,000) bila dibandingkan dengan kelompok lain. Paparan dengan ISCOM saja mampu menginduksi ekspresi IFN-? secara signifikan bila dibandingkan dengan kontrol (p=0,000). Pemberian protein adhesin 38 kDa M. tuberculosis mampu menstimulasi ekspresi IFN-? pada jaringan paru mencit BALB/c, dan penambahan ISCOM akan meningkatkan efek.Kata Kunci: 38-kDa adhesin protein, interferon gamma, Mycobacterium tuberculosis, oral vaccination , paru

Page 1 of 4 | Total Record : 35