cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 30, No 4 (2019)" : 19 Documents clear
Pengaruh Seduhan Tepung Kulit Mangga Manalagi (Mangifera Indica L.) terhadap Kadar MDA pada Tikus Wilyanti, Wardah; Kurniasari, Fuadiyah Nila; Harti, Leny Budhi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.1

Abstract

Diet tinggi lemak merupakan salah satu faktor yang dapat menyebakan stress oksidatif sehingga akan meningkatkan kadar Malondialdehid (MDA) didalam tubuh. Kadar MDA dipengaruhi oleh antioksidan salah satunya adalah polifenol yang terdapat pada kulit mangga manalagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar MDA pada tikus yang mendapatkan seduhan tepung kulit mangga manalagi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan post test only control group design. Subjek pada penelitian ini adalah 30 tikus putih (Ratus Norvegicus Strain Wistar) jantan. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok antara lain P0 (diet normal), P1 (diet tinggi lemak), P2, P3, dan P4 adalah tikus yang diberi diet tinggi lemak dan seduhan tepung kulit mangga manalagi dengan dosis sebesar 0,4; 0,8; dan 1,6 gram. Kadar MDA pada serum tikus diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 532nm. Perbedaan kadar MDA dianalisis dengan menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kadar MDA P0, P1, P2, P3, P4 adalah 311,25, 371,75, 283,63, 323,00, dan 0,00ng/ml. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kadar MDA pada kelompok P0 dengan P1 (p=0,013). Kadar MDA kelompok P1 juga berbeda signifikan dengan P2 (p=0,001), namun tidak berbeda signifikan dengan P3 (p=0,159) dan kadar MDA P4 adalah 0,00ng/ml karena drop out.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian seduhan tepung kulit mangga manalagi dengan berat tepung 0,4 gram dapat menurunkan kadar MDA serum tikus putih yang diberi diet tinggi lemak.
Diving Frequency Increase the Risk Barotrauma in Traditional Fisherman-Divers Fatimah, Fatimah; Andarini, Sri; Astari, Asti Melani
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.9

Abstract

Barotrauma is a problem caused by differences between air pressures inside the body and in the environment. This condition causes damage to many organs and body tissues. Many factors influence the occurrence of barotrauma. However, the two factors that are not obviously influencing the incidence of barotrauma are the diving frequency and the diving resting time. This study aimed to identify the effect of diving frequency and resting time on barotrauma. This study used an observational analytic design through a case-control approach of 174 respondents. The results show p-value=0.000 and OR=5.48 that indicate an effect of diving frequency on barotrauma. The diving resting time does not influence barotrauma with p-value=0.621. The diving frequency is a factor that affects the incidence of barotrauma.
Performa Rapid Emergency Medicine Score dalam Memprediksi Outcome Pasien Trauma Kepala di Instalasi Gawat Darurat Mulyono, Didik; Nurdiana, Nurdiana; Kapti, Rinik Eko
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.13

Abstract

Rapid Emergency Medicine Score (REMS) merupakan suatu sistem skor yang telah digunakan secara luas di berbagai negara untuk memprediksi mortalitas pasien non bedah maupun trauma di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tetapi belum diuji pada populasi yang spesifik pada trauma kepala. Tujuan penelitian ini untuk menilai performa REMS dalam memprediksi outcome pasien trauma kepala di IGD. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel menggunakan data rekam medis pasien dengan trauma kepala sedang-berat disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan digunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 181 responden. Analisis bivariat yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan uji Somers'd, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ordinal. Selanjutnya, kemampuan untuk memprediksi outcome dinilai menggunakan analisis the area under the receiver operating characteristic (AUROC). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa nilai somers'd REMS sebesar 0,310 dengan p value <0,001 dan arah hubungan positif dengan outcome pasien trauma kepala. Hasil regresi logistik ordinal menunjukkan parameter Glasgow Coma Scale (GCS) memperoleh Odds Ratio sebesar 0,7, artinya skor GCS yang rendah memiliki risiko memperoleh outcome death sebesar 0,7 kali lebih besar dibandingkan memperoleh outcome moderate disability, severe disability, persisten vegetatif state. Nilai Area Under Curve (AUC) REMS pada cut of point >5 dengan sensitivitas 61,4 dan spesifisitas 77,8 adalah 0,753 (95% CI; 0,683-0,814. REMS menunjukkan performa yang baik dalam memprediksi outcome pasien trauma kepala.
Adiksi Alkohol Meningkatkan Risiko Pemburukan Kualitas Hidup, Studi pada: Pengunjung Kafe-kafe di Jakarta Selatan pada Tahun 2018 Fonda, Grace; Agus, Dharmady; Juliawati, Dwi Jani
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.16

Abstract

Adiksi alkohol adalah suatu fenomena yang berdampak pada perilaku, kognitif, dan fisiologis seseorang yang berkembang setelah berulangkali mengonsumsi minuman beralkohol dan dapat terjadi pada semua kelompok usia. Pengonsumsian alkohol yang berlebihan telah menjadi masalah kesehatan di berbagai negara dan permasalahan ini cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berbagai dampak buruk yang diakibatkan oleh adiksi alkohol, baik pada segi fisik, psikologis, hubungan sosial, maupun lingkungan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, peneliti ingin membuktikan adanya hubungan antara adiksi alkohol dan kualitas hidup. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian potong lintang. Sampel penelitian ini adalah 80 orang pengunjung yang mengonsumsi alkohol di kafe-kafe wilayah Jakarta Selatan pada bulan Mei sampai Juli 2018 yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Adiksi alkohol dinilai dengan menggunakan kuesioner CAGE dan kualitas hidup dinilai dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF versi bahasa Indonesia. Hubungan antara kedua variabel ini dinilai dengan uji analisis statistik Kai-kuadrat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara adiksi alkohol dan kualitas hidup pada pengunjung kafe-kafe di Jakarta Selatan pada keempat domain WHOQOL-BREF (p=0,000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa individu dengan adiksi alkohol memiliki risiko lebih besar untuk mengalami perburukan kualitas hidup dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami adiksi alkohol, yakni OR=33,696, OR=18,208, OR=31,200, OR=7,737 pada masing-masing domain WHOQOL-BREF. Dapat disimpulkan, terhadap hubungan bermakna antara adiksi alkohol dan kualitas hidup.
Aktivitas Sitotoksik Fraksi Heksana Terung Pokak (Solanum torvum) terhadap Sel Kanker T47D Helilusiatiningsih, Nunuk; Yunianta, Yunianta; Harijono, Harijono; Widjanarko, Simon Bambang; Sujuti, Hidayat
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.4

Abstract

Terung pokak adalah tanaman dari genus Solanum yang diperkirakan memiliki sifat antikanker. Tujuan penelitian ini menganalisis kandungan dan aktivitas sitotoksik fraksi heksana terung pokak terhadap sel kanker T47D secara invitro. Uji identifikasi senyawa pada fraksi heksana terung pokak menggunakan uji kualitatif dengan penapisan fitokimia dan  (Gas Chromatography-Mass Spectometry), uji sitotoksik menggunakan metode MTT, uji siklus sel kanker T47D dan apoptosis menggunakan metode flowcytometry.  Hasil uji fitokimia menunjukkan terung pokak  mengandung alkaloid, saponin, glikosida dan steroid.  Hasil uji identifikasi kimia fraksi heksana  terung pokak menunjukkan 29 komponen yaitu asam asetat, asam propionat, 2- pentenal, 2- metilfuran, 1- penten-3-on, asam butirat, 2 -metilbutan, 2,3 butanedion, dimetil disuksipirazin, lfida, asam valerat, furfural, 3- heksanon, metional, heksanal, benzaldehid, 2-heptenal, 4- heptenal, 1,5 - octadien 3-on, 2- butilfuran, 3,5- oktadien-2- on, 1 okten-3-on, 2-pentilfuran, 2,6-nonadienal, 2- nonenal, 2- Isopropil-3-metoksipirazin, linalool, 2- isobutil metoksipirazin, dekalakton. Fraksi heksana terung pokak bersifat sitotoksik terhadap sel kanker T47D  dengan IC50 sebesar  85,58µg/mL. Fraksi heksana terung pokak dapat menghambat siklus sel T47D pada fase G0-G1 sebesar 35,84%, fase S 27,05%, fase G2-M 37,46% dari pengamatan 20.000 sel T47D . Fraksi heksana terung pokak dapat memacu apoptosis awal sebesar 28,89% dan apoptosis akhir  1,04% dari pengamatan 20.000 sel T47D.  Hasil tersebut menunjukkan bahwa  fraksi heksana terung pokak bersifat sitotoksik, menghambat proliferasi dan memacu apoptosis sel T47D, sehingga layak dikembangkan  sebagai antikanker.
Kinerja Kader dalam Pencegahan Stunting: Peran Lama Kerja sebagai Kader, Pengetahuan dan Motivasi Afifa, Irma
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.949 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.19

Abstract

Salah satu upaya penanganan stunting melalui keterlibatan kader posyandu. Tujuan penelitian untuk menguji peranan pengetahuan dan motivasi sebagai variabel mediasi pengaruh lama menjadi kader terhadap kinerja kader dalam program pencegahan stunting di wilayah Puskesmas Pagelaran dan Gedangan. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah dua puskesmas (705 kader), dengan sampel125 kader pada masing-masing puskesmas diambil secara proportional cluster random sampling. Kriteria responden yaitu kader posyandu yang aktif bekerja di wilayah Puskesmas Pagelaran atau Gedangan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis uji beda Independet Sample T-Test digunakan untuk membandingkan lama menjadi kader, pengetahuan, motivasi, dan kinerja kader antara dua puskesmas. Analisis jalur digunakan untuk mengetahui pengaruh lama menjadi kader terhadap kinerja kader yang dimediasi pengetahuan dan motivasi kader pada masing-masing wilayah puskesmas. Transformasi data terlebih dulu dilakukan untuh merubah data ordinal menjadi interval dan dilakukan uji kesetaraan pada karakteristik responden meliputi usia, pendidikan, dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan kinerja kader terbukti berbeda signifikan, sedangkan lama menjadi kader dan motivasi kader tidak berbeda signifikan di kedua wilayah Puskesmas. Berdasarkan hasil analisis jalur pengetahuan dan motivasi kader tidak terbukti menjadi variabel mediasi lama menjadi kader terhadap kinerja kader serta lama menjadi kader tidak berpengaruh terhadap kinerja kader di kedua wilayah. Meskipun demikian, motivasi kader berpengaruh dominan terhadap kinerja kader di kedua wilayah Puskesmas.
Kadar Prokalsitonin dan Interleukin-6 sebagai Penanda Prognostik pada Pasien Pneumonia dengan Sepsis Siahaan, Sylvia Sagita; Putra, Ngakan Putu; Sugiri, Yani Jane; Rasyid, Harun Al
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.6

Abstract

Pneumonia merupakan sepuluh besar kasus rawat inap dengan tingkat kematian 7,6%. Pneumonia dengan sepsis membutuhkan terapi suportif dan perawatan intensif karena tingkat kematian tinggi. Untuk memperbaiki kualitas perawatan dan hasil terapi yang lebih baik, perlu pengkajian dini diagnostik maupun prognostik. Prokalsitonin (PCT) dan Interleukin-6 (IL-6) merupakan penanda infeksi berat dan sepsis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa apakah PCT dan IL-6 dapat digunakan bersama-sama untuk menentukan prognosis pasien pneumonia dengan sepsis dalam hubungannya dengan status mortalitas pada hari ke-30. Penelitian kohort dilakukan pada Oktober 2018 dilakukan di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang, melibatkan 40 pasien pneumonia dengan sepsis tanpa diabetes, kanker, HIV dan kehamilan. Sequential Organ Failure Assesment (SOFA) score dihitung dan sampel darah diambil pada hari ke-0 dan ke-5 perawatan untuk mengukur kadar PCT dan IL-6. Status mortalitas pasien dilihat pada hari ke-30 sejak masuk rumah sakit. Dari 40 pasien, 23 pasien hidup (57,5%) dan 17 pasien meninggal (47,5%). Perbandingan antara kelompok hidup dan meninggal menunjukan perbedaan bermakna dan secara signifikan berhubungan dengan mortalitas pada SOFA score hari ke-5 (p<0,001; OR: 78,75, CI 95% (9,948-623,414)), kadar IL-6 hari ke-5 (p<0,05; OR: 9,208, CI 95% (2,146-39,521)) dan kadar PCT hari ke-5 (p<0,05; OR: 4,190, CI 95% (1,104-15,901)). Hasil uji regresi logistik, didapatkan bahwa IL-6 hari ke-5 dan SOFA score hari ke-5 dapat digunakan sebagai faktor prognostik mortalitas pasien pneumonia dengan sepsis hari ke-30, artinya SOFA score diatas 6 dan kadar IL-6 diatas 332pg/mL pada hari ke-5, merupakan faktor penting dari kematian pasien (AUC: 0,935).
Hubungan Indeks Massa Tubuh, Asupan Lemak, dan Mikronutrisi, serta Aktivitas Fisik terhadap Tekanan Darah pada Wanita Usia Subur Andarini, Sri; Wirawan, Nia Novita; Rahmawati, Widya; Maulidiana, Annisa Rizky
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.8

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia maupun di Kota Malang. Hipertensi pada wanita usia subur akan meningkatkan resiko pre-eklampsi/eklampsi pada masa kehamilan. Pada tahun 2012, angka kematian ibu yang disebabkan oleh pre-eklampsi/eklampsi adalah sebesar 34,88%. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mengkaji hubungan antara indeks massa tubuh (IMT), asupan lemak, mikronutrisi (Na, K, Ca, Mg) serta aktivitas fisik dengan tekanan darah, kedua, mengevaluasi faktor yang dominan berhubungan dengan tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional design. Total responden sebanyak 150 wanita berusia 18-44 tahun di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Pengukuran tekanan darah, berat dan tinggi badan dilakukan secara replikasi. Aktifitas fisik diukur menggunakan perhitungan Metabolic Equivalent of Task. Hubungan antara faktor resiko yang diteliti dengan tekanan darah diuji menggunakan uji korelasi Spearman's rank dan Regresi Linier Ganda dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan 31.3% responden tergolong pre-hipertensi dan 12% responden tergolong hipertensi. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara tekanan darah dengan IMT (p=0,000) dan asupan lemak (p=0,015). Selain itu, uji regresi menunjukkan bahwa IMT merupakan faktor dominan terhadap tekanan darah. Asupan lemak hanya berpengaruh terhadap tekanan darah diastolik. Sedangkan asupan mikronutrisi dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tekanan darah. 
Sayur Bukan Menjadi Preferensi Makanan Remaja di Indonesia Hendra, Phebe; Suhadi, Rita; Virginia, Dita Maria; Setiawan, Christianus Heru
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.975 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.18

Abstract

Remaja dan perilaku akan makanan dan kesehatannya perlu mendapat perhatian utama. Perilaku tersebut akan berlanjut hingga usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat preferensi makanan pada remaja di Indonesia. Penelitian dengan desain potong lintang menggunakan kuesioner untuk melihat preferensi makanan remaja siswa sekolah menengah atas. Informasi yang diperoleh adalah preferensi makanan utama, minuman dan perilaku snack serta karateristik responden. Responden yang terlibat dalam penelitian sejumlah 774 orang. Ayam merupakan makanan utama yang disebutkan remaja di Indonesia dari 3 jenis makanan utama. Air putih dan biskuit merupakan preferensi minum dan dan snack yang dikonsumsi remaja di Indonesia, sedangkan sayur hanya dipilih oleh sebagian kecil remaja.

Page 2 of 2 | Total Record : 19