cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Pengaruh Ekstrak Pegagan (Centella asiatica) terhadap Ekspresi Tirosin Hidroksilase (TH) serta Aktivitas Lokomotor Ikan Zebra (Danio rerio) Hanum, Syafira -; Widodo, Mochammad Aris; Rahayu, Masruroh -
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.02.1

Abstract

Beberapa faktor yang mungkin berpengaruh atau menjadi penyebab Parkinson adalah genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan termasuk didalamnya adalah paparan dari organofosfat atau insektisida diduga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya berbagai penyakit neurodegeneratif antara lain Alzheimer, Parkinson, Multiple sclerosis. Rotenone dapat masuk ke jaringan dan merusak dopaminergic synapses pada substansia nigra (SN) pars compacta dan jalur nigrostriatal sehingga akan menyebabkan penurunan pada kadar dopamin dan akan berpengaruh pada aktivitas lokomotor. Pengobatan Parkinson bertujuan untuk mencegah kematian neuron dopaminergic. Pegagan mempunyai efek sebagai antioksidan dan antiinflamasi mampu mencegah stres oksidatif serta membersihkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek ekstrak pegagan (Centella asiatica) berbagai dosis dalam memperbaiki aktivitas lokomotor dan menurunkan ekspresi Tirosin hidroksilase (TH) di otak ikan zebra (Danio rerio). Ikan zebra yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan yang dipapar rotenone dan dberikan perlakuan ekstrak pegagan masing-masing dosis 2,5μg/ml, 5μg/ml, dan 10μg/ml. Setiap kelompok terdiri dari 5 ikan zebra. Pada setiap kelompok dilakukan pengukuran aktivitas lokomotor ikan zebra pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Selain itu juga dilakukan penghitungan ekspresi Tirosine hidroksilase (TH) dengan menggunakan teknik imunohistokimia dari jaringan otak ikan zebra pada setiap kelompok di hari ke-28. Terbukti bahwa ekstrak pegagan (Centella asiatica) dapat memperbaiki aktivitas lokomotor dan meningkatkan ekspresi Tirosin hidroksilase di otak ikan zebra (Danio rerio).Kata Kunci: Centella asiatica, aktivitas lokomotor, tirosine hidroksilase, rotenone
Deteksi Antibodi IGA-Spesifik dalam Saliva Penderita Demam Dengue dengan Teknik Elisa Rumende, Rooije RH; HNES, Marsetyawan; Sutaryo, Sutaryo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 2 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1576.705 KB)

Abstract

Demam dengue (DD) merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue. Pemeriksaan secara serologis terhadap infeksi dengue dangan menggunakan darah sampai saat ini masih terdapat beberapa kendala. Kendala yang sering dijumpai adalah pasien tidak bersedia karena merasa takut dan sakit saat pengambilan darah. Saat ini sedang dikembangkan pemeriksaan serologis menggunakan saliva dengan alasan lebih mudah, tidak intervensif dan lebih ekonomis. Pengembangan pemeriksaan diarahkan pada deteksi antibodi yang ada dalam saliva. Deteksi antibodi (IgG dan IgM) pada saliva yang terifeksi dengue telah dilaksanakan, sedangkan IgA-spesifik hingga kini belum pernah diperiksa. Tujuan penelitian umum adalah untuk mendeteksi IgA-spesifik terhadap virus dengue pada saliva anak-anak yang terinfeksi DD dengan teknis ELISA. Sedangkan tujuan khusus adalah mendapatkan gambaran kadar IgA-spesifik terhadap virus dengue secara sekuensial (serial) pada saliva anak-anak terinfeksi DD dengan teknik ELISA. Metodologi yang digunakan penelitian ini ada dua tahap. Pertama, pengumpulan saliva individu sehat dan saliva penderita DD/demam nondengue menurut gejala klinis  sesuai kriteria WHO. Kedua, deteksi IgA-spesifik dalam saliva individu (anak) sehat dan saliiva penderita DD/demam nondengue dengan teknik ELISA. Pengumpulan saliva penderita (secara serial) dilakukan di Bagian Anak/SMF RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Saliva individu (anak) sehat dikumpulkan sekali bertempat di Yogyakarta. Hasil penelitian adalah IgA-spesifik pada saliva anak-anak yang terifeksi DD dapat dideteksi dengan teknik ELISA. Dari 14 sampel saliva dari anak-anak yang sehat, cut off value didapat 0,417. Kesimpulan penelitian adalah IgA-spesifik terhadap virus dengue pada saliva anak-anak yang terifeksi dengue dapat terdeteksi. Rerata kadar OD dari penderita demam nondengue (tifoid) mengalami fluktuasi dan dalam tingkat dengue negatif.
Prediksi Prognosis Penderita Trauma Kapitis Berdasarkan Gambaran CT scan Kepala Husnah, Kurniawati; Murtala, Bachtiar; Asriyani, Sri; Zainuddin, Andi Alfian; Mustamir, Nasrullah; Latief, Nikmatia
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.337 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.12

Abstract

Trauma kapitis memiliki penyebab, patologi, tingkat keparahan dan prognosis yang berbeda-beda sehingga diperlukan prediktor terpercaya untuk menilai luaran pasien. CT scan berperan penting dalam mengevaluasi kerusakan struktural pada fase akut trauma kapitis. Penelitian ini bertujuan menilai gambaran CT scan kepala dalam memprediksi prognosis penderita trauma kapitis. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif terhadap 444 penderita trauma kapitis ringan sampai berat yang dilakukan pemeriksaan CT scan kepala di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar selama periode Januari-Juni 2018. Peneliti mengidentifikasi gambaran CT scan yang berpengaruh terhadap mortalitas pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sisterna basalis (compressed, OR=31.690, absent, OR=11.092, p<0.0001), midline shift (OR=2.889, p<0.0001), dan pendarahan subarachnoid atau intraventrikel (OR=6,977, p<0.0001) merupakan prediktor independen mortalitas penderita trauma kapitis.
TERAPI BIOLOGIK PADA PASIEN PSORIASIS Thaha, Athuf
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.985 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2008.024.03.6

Abstract

ABSTRACT Treatment  limitations  of  current  immunosuppressive  therapies,  and  growing  understanding  of  psoriasispathogenesis on a molecular level have stimulated much interest in the field of immunomodulatory therapy fomanagement of psoriasis. Genetic engineering has allowed the development of proteins that are targeted tospecific cell surface receptors. A well over 40 targeted biologic agents are in preclinical and clinical testing foT-cell  mediated  inflammatory    diseases,  including  psoriasis.  It  is  important  that,  as  a  doctor  become  weleducated in biologics, since several of these agents are available for the management of psoriasis.   Keywords:  immunosuppressive  therapy,  immunomodulatory  therapy,  genetic  engineering,  surface  receptors,  targetedbiologic agents, biologics.
GAMBARAN BAKTERIOLOGIS TANGAN PERAWAT Zuhriyah, Lilik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 20, No 1 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.96 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2004.020.01.10

Abstract

Hand hygiene of health-care workers become an important thing since hands of health-care personnel arethe most frequent vehicles for nosocomial ifections. However, adherence of hand washing has been poor. This study was to obtain bacteriological descriptions of nurses’s hand. The study was conducted in Surgical  and Medical Intensive Care Services using A Cross Sectional Survey. Populationwere all of nurses in ICU and CVC room. Purposive Sampling was carried to obtain samples of  20 nurses. Measurement was carried on January 2004. Bacteriological descriptions of nurses’s hand was measured by swabbing ofright side after hand washing. Examination by hand swab with positive result were found in 20% of nurses. Species of bacteria which were found from nurses’s hand were Staphilococcus epidermidis and Enterobacter aerogenes. It can be concluded that species of bacteria found from had swabbing are non pathogenic bacteria. Efforts to improve of all health workers for hand hygiene appropriate with procedures are still needed. Focusing on had washing practice among nurses and others health workers are needed for the following research. Keywords: bacteriological, nurses’s hand
PENINGKATAN EKSPRESI INTERLEUKIN (IL)-4 BERHUBUNGAN DENGAN PENURUNAN BAX DAN APOPTOSIS LIMFOSIT PADA BRONKIOLUS DAN PARU MENCIT ASMA Yuliarto, Saptadi; Kusuma, HMS Chandra; Widjajanto, Edi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 25, No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.17 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2009.025.03.2

Abstract

Decrease of lymphocyte  apoptosis is  one factor  that  leads  to  chronic airway inflammation  in  allergic asthma. Previous  studies  revealed  the  role  of  interleukin  (IL)-4  in  preventing  lymphocyte  apoptosis;  however  there  are few  studies  about  the  role  of  lymphocyte-Bax  and  its  relationship  with  IL-4  in  asthma.  The  aim  of  the  study  is  to demonstrate IL-4 role in preventing lymphocyte apoptosis via lymphocyte-Bax inactivation in bronchioli and lungs  of  asthmatic  mice.  It  is  a  randomized  control  group  experimental  study .  The  subject  was  Balb/c  mice  that categorized  into  2  groups:  asthma  and  non-asthma.  Asthma  group  was  sensitized  by  ovalbumin intraperitoneally  in  day  0  and  14,  followed  by  inhalation  every  2-3  days  for  6  weeks.  In  week  8,  all  of  mice were terminated.  The  IL-4  and  lymphocyte-Bax  expression  was  examined  through  immunohistochemistry  method, whereas  lymphocyte  apoptosis  by  TUNEL  method.  Independent  sample  t-test,  Mann  Whitney  U  test, regression  analysis,  and  path  analysis  was  used  in  statistical  analysis  with  confident  interval  95%.  The bronchioli and lungs specimens were obtained from 18 mice (9 in each group). Lymphocyte apoptosis was similar between 2 groups (p=0.1 16), additionally lymphocyte-Bax  decreased in  asthmatic group (p=0.003). This  indicated  low  activity  of  lymphocyte  apoptosis  in  asthmatic  group.
KOMBINASI KLOROKUIN DAN N-ACETYL CYSTEINE MENURUNKAN EKSPRESI INOS TUBULUS PROKSIMAL GINJAL MENCIT YANG DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Fitri, L Enggar; Sarwono, Imam; Rahmalia, Rita
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 4 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.953 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.04.8

Abstract

Gagal ginjal adalah salah satu komplikasi malaria dengan adanya kerusakan pada tubulus selain disebabkan sumbatan kapiler oleh eritrosit terinfeksi Plasmodium juga adanya keterlibatan peningkatan produksi Nitric Oxide yang dikatalis enzim inducible Nitric Oxide Synthase (iNOS). Penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian kombinasi klorokuin dan NAC terhadap ekspresi inducible Nitric Oxide Synthase (iNOS) pada sel tubulus proksimal ginjal terinfeksi malaria. Kombinasi klorokuin dan NAC yang dicobakan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental terhadap mencit Balb/c jantan yang diinfeksi Plasmodium berghei. Kelompok penelitian dibagi menjadi kelompok kontrol (-) (normal) ,kelompok kontrol (+) (mencit terinfeksi Plasmodium tanpa terapi), kelompok klorokuin dengan dosis 0,05 mg/grBB, dan kelompok kombinasi klorokuin dengan dosis 0,05 mg/grBB dan NAC dengan dosis 0,05 mg/grBB. Setelah diinfeksi dan derajat parasitemia mencapai 15% masing-masing kelompok diberi perlakuan. Pada hari ke 3 dan 7 mencit dari masing-masing kelompok dimatikan. Efek kerja klorokuin dan NAC dilihat dari perubahan jumlah ekspresi iNOS yang dideteksi dengan tehnik imunohistokimia pada sel tubulus proksimal ginjal. Hasil memperlihatkan ekspresi iNOS meningkat secara signifikan pada sel tubulus proksimal ginjal yang diinfeksi Plasmodium (p&lt;0,05) dan mengalami penurunan secara signifikan dengan pemberian kombinasi klorokuin dan NAC pada hari ke-3 dan ke-7 (p&lt;0,05). Kesimpulannya infeksi Plasmodium ekspresi iNOS pada sel tubulus proksimal ginjal mencit meningkat, ekspresi iNOS menurun baik dengan pemberian klorokuin saja maupun dengan pemberian kombinasi klorokuin dan NAC.Kata Kunci: Plasmodium berghei, klorokuin, N-acetyl cysteine (NAC), inducible Nitric Oxide Synthase (iNOS)
EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK CINCAU HITAM (MESONA PALUSTRIS BL) PADA TIKUS WISTAR DIABETES YANG DI INDUKSI ALLOXAN Widyaningsih, Tri Dewanti; Wijayanti, Novita; Handayani, Dian; Rochmawati, Nia
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.7

Abstract

Cincau hitam atau black grass jelly (Mesona palustris BL) adalah bahan minuman tradisional Indonesia yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Cincau hitam biasanya dikonsumsi dalam bentuk gel untuk es campur. Pada penelitian ini cincau hitam dibuat serbuk sehingga praktis penggunaannya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek hipoglikemik serbuk ekstrak cincau hitam pada tikus Wistar diabetes karena induksi alloxan, dengan rancangan nested design (faktor perlakuan dan waktu) pada kelompok perlakuan dan menggunakan  kontrol. Pengukuran dilakukan sesudah perlakuan pada semua kelompok. Terdapat 5 kelompok, kontrol negatif (tikus normal), kontrol positif (tikus diabetes), tikus diabetes perlakuan dengan obat glibenklamid, tikus diabetes perlakuan suplemen cincau hitam dosis 1 (7,2mg/200gBB) dan perlakuan dosis 2 (21,6mg/200gBB). Hasil dari penelitian ini serbuk suplemen ekstrak cincau hitam tergolong tinggi aktifitas antioksidannya (IC50=69,04±2,89ppm). Hasil penelitian menunjukkan suplemen ekstrak cincau hitam mempunyai efek hipoglikemik. Efek hipoglikemik perlakuan suplemen dosis 2 bahkan tidak berbeda dengan perlakuan obat diabetes glibenklamid. Hasil histopatologi dengan pewarnaan HE perlakuan dosis 2 selama 4 minggu menunjukkan secara signifikan dapat memperbaiki kerusakan morfologi pulau Langerhans pankreas karena induksi alloxan. Dapat disimpulkan pemberian serbuk ekstrak cincau hitam pada dosis 21,6mg/200g BB selama 4 minggu dapat memberikan efek hipoglikemik setara dengan glibenklamid, dan memperbaiki kerusakan morfologi pulau Langerhans pankreas pada tikus diabetes yang diinduksi alloxan.Kata Kunci: Efek hipoglikemik, induksi alloxan, pulau Langerhans, serbuk ekstrak cincau hitam (Mesona palustris BL), tikus Wistar diabetes
EKSTRAK METANOL DAUN KELOR MENURUNKAN KADAR TNF-α DAN IL-6 SERUM, SERTA MDA KOLON TIKUS YANG DIINDUKSI DMBA H, Tinny Endang; H, Dian Sukma
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.01.6

Abstract

Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat berfungsi sebagai anti oksidan, anti radang, dan anti kanker.TNF-? dan IL-6 merupakan sitokin proinflamasi yang berperan penting pada patogenesis kanker, sedangkan pada jaringan kanker sering ditemukan peningkatan kadar MDA. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian ekstrak metanol daun kelor terhadap kadar TNF-? dan IL-6 serum serta MDA jaringan  kolon  tikus Wistar  yang diinduksi DMBA. Penelitian eksperimental post test group design dilakukan pada 20 ekor tikus yang dipilih secara acak. Semua tikus dibagi dalam 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok perlakuan ekstrak daun kelor. Tikus diinduksi DMBA 10mg/kgBB/hari peroral selama 44 hari, kemudian ekstrak metanol daun kelor dosis 20mg/kgBB/hari, 40mg/kgBB/hari, dan 80mg/kgBB/hari selama 60 hari dan selanjutnya diperiksa. Pemeriksaan kadar TNF-? dan IL-6 dengan metode ELISA sedangkan pemeriksaan kadar MDA dengan metode kolorimetrik. Data dianalisis dengan uji Anova, uji Tuckey,uji Kruskal-Wallis, uji Mann-Whitney, dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan dosis efektif dalam menurunkan kadar TNF-? dan MDA didapatkan pada pemberian ekstrak metanol daun kelor dosis 20mg/kgBB/hari (p=0,000; 0,019), sedangkan penurunan kadar IL-6terhadap IL-6 ditunjukkan pada dosis 20mg/kgBB/hari (p=0,019), tetapi belum mencapai dosis efektif. Pada pemberian dosis 80mg/kgBB/hari didapatkan peningkatan TNF-?, IL-6, dan MDA yang bermakna (p=0,000; 0,000; 0,020). Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak metanol daun kelor dapat menurunkan kadar TNF-?, IL-6, dan MDA dengan dosis efektif adalah 20mg/kgBB/hari.
Pola Pengobatan dan Fungsi Kognitif Pasien Epilepsi di RSJ Mutiara Sukma Harahap, Herpan Syafii; Indrayana, Yanna -; Amalia, Emmy -
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.9

Abstract

Epilepsi merupakan suatu gangguan pada sistem saraf pusat yang memiliki dampak neurobiologik, kognitif, psikologik, dan sosial. Penggunaan obat antiepilepsi diperlukan untuk mencegah komplikasi yang ditimbulkan oleh epilepsi. Salah satu komplikasi penting dari epilepsi adalah terjadinya gangguan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola pengobatan dan fungsi kognitif pasien epilepsi di RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB. Sebanyak 97 subjek dilibatkan dalam penelitian potong lintang dengan pengambilan data meliputi usia, jenis kelamin, usia awitan bangkitan, tipe bangkitan, etiologi bangkitan, dan obat antiepilepsi yang digunakan. Fungsi kognitif dari 45 subjek penelitian diperiksa menggunakan instrumen MoCA-INA dan TMT-B. Perbandingan antara jenis OAE yang digunakan dan jumlah subjek dengan gangguan fungsi kognitif dianalisis dengan uji statistik Kai-kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan 80,4% subjek mendapatkan monoterapi OAE. Monoterapi yang digunakan antara lain fenitoin (30,9%), karbamazepin (27,8%), dan asam valproat (21,7%). Pada pemeriksaan MoCA-INA, 100% subjek mengalami gangguan fungsi kognitif. Pada pemeriksaan TMT-B, 91,11% subjek memiliki hasil pemeriksaan tidak normal. Tidak terdapat perbedaan jumlah subjek dengan gangguan fungsi kognitif yang bermakna diantara berbagai kelompok yang mendapatkan OAE berbeda (p=0,304). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien epilepsi di RS ini mendapatkan monoterapi OAE fenitoin, mengalami gangguan fungsi kognitif terutama pada domain atensi dan fungsi eksekutif dan tidak ditemukan perbedaan antar jenis pengobatan.Â