cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Efek Pemberian Asam Alfa Lipoat terhadap Kadar MDA dan Gambaran Histologi pada Hati Tikus Wistar Jantan dengan Diabetes Melitus Tipe 1 Fitria, Nur Lailatul; Lyrawati, Diana; Handaru, Mudjiwijono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.901 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.2

Abstract

Diabetes melitus dan komplikasinya disebabkan oleh hiperglikemia yang menyebabkan stres oksidatif melalui produksi spesies oksigen reaktif (ROS). Asam Alfa Lipoat (ALA) terbukti dalam mengatasi stres oksidatif yang menyebabkan komplikasi vaskular pada diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ALA terhadap kadar malondialdehid (MDA) dan gambaran histologi hati tikus diabetes mellitus tipe 1. Rancangan penelitian ini menggunakan true experimental design dan posttest  only  control  group.  Tiga puluh ekor  tikus jantan (Rattus norvegicus galur wistar)  dibagi menjadi  lima  kelompok yaitu:  kelompok  tikus  normal,  tikus diabetes, tikus  diabetes  dengan  ALA  dosis 80mg/kgBB/hari, tikus  diabetes  dengan  ALA  dosis  200mg/kgBB/hari, dan tikus diabetes dengan ALA dosis 500mg/kg/hari. ALA diberikan sehari sekali secara oral. Induksi diabetes pada tikus dilakukan  secara intraperitonial  dosis  tunggal  streptozotocin  60mg/kgBB. Kadar  MDA  pada hati  diukur dengan metode spektrofotometri dan histologi hati diuji  setelah diwarnai dengan hematoksilin dan eosin. Pada penelitian ini, ALA dosis 80 dan 200mg/kgBB/hari tidak memberikan pengaruh terhadap kadar MDA, namun terjadi perbaikan gambaran histologi, warna hati, dan penurunan perlemakan pada hepatosit dibandingkan tikus diabetes. Pada dosis ALA 500mg/kgBB/hari menunjukkan warna hati lebih pucat, peningkatan perlemakan pada hepatosit, dan tingkat kematian yang tinggi. Kesimpulan  dari  penelitian  ini, pemberian  ALA selama 4 minggu tidak berpengaruh terhadap kadar MDA, namun memperbaiki gambaran histologi hati tikus.ata Kunci: Asam alfa lipoat, diabetes mellitus tipe 1, histologi hati, malondialdehid,perlemakan hepatosit
Kadar Kortisol, Transforming Growth Factor β, serta Derajat Adhesi Pasca Laparoskopi dan Laparotomi Pribadi, Agung; Riwanto, Ignatius; Budijitno, Selamat
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.01.13

Abstract

Adhesi intraperitoneal pasca bedah abdomen terjadi pada 50-97% kasus adhesi, dengan penyebab terbanyak adalah laparotomi. Penelitian ini bertujuan membuktikan perbedaan dampak laparoskopi dan laparotomi terhadap derajat adhesi peritoneal, kadar kortisol dan TGF-β. Desain randomized control trial post test only diterapkan pada dua kelompok, yaitu kelompok laparoskopi dan laparotomi dalam anestesi umum. Sampel darah diambil sesaat sebelum dan 6 jam paska operasi untuk pemeriksaan kadar kortisol. Tujuh hari pasca operasi dilakukan terminasi, dilanjutkan laparotomi untuk penilaian adhesi intraperitoneal, dan pengambilan cairan peritoneum untuk pemeriksaan kadar TGF-β. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan bermakna pada kenaikan kadar kortisol (rerata 20,03±1,550ng/ml), TGF-β (rerata 6.772,50±414,77pg/ml), dan derajat adhesi antara kedua kelompok (p=0,021, p<0,001, p=0,002). Terdapat korelasi positif kuat antara kadar kortisol denganTGF-β (p=0,030, r=0,632) dan korelasi positif yang signifikan antara kadar TGF-β dengan derajat adhesi (p=0,001, r=0,941). Penelitian ini membuktikan bahwa bedah laparoskopi dapat mengurangi peningkatan kadar kortisol dan TGF-β, serta insidens adhesi.
Pengalaman Pasien Rawat Inap terhadap Penerapan Patient Centered Care di RS UMM Riskiyah, Riskiyah; Hariyanti, Tita; Juhariah, Siti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.13

Abstract

Patient centered care disebut juga pelayanan yang berpusat pada seseorang, berpusat pada klien, pasien dan keluarga. Berdasarkan survei kepuasan pasien dirawat inap RS UMM bulan Juli dan Agustus 2015 didapatkan data bahwa masih terdapat pasien komplain tentang  sikap dan komunikasi petugas kepada pasien/keluarga yang kurang baik. Ini menandakan bahwa sikap dan komunikasi yang dilakukan oleh petugas kepada pasien maupun keluarganya kurang bagus. Artinya penerapan patient centered care belum dijalankan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman pasien selama menjalani rawat inap terhadap penerapan patient centered care yang dilakukan oleh  RS UMM.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif fenomenologi. Wawancara dilakukan secara mendalam kepada 8 informan yang dianggap mewakili pasien kelas 3, 2, 1 dan kelas utama. Hasil penelitian didapatkan pengalaman yang menyenangkan tentang penerapan PCC yaitu pasien senang mendapatkan pelayanan yang ramah dan  sopan  dari petugas, pasien merasa dipedulikan oleh perawat selama dirawat, petugas berupaya berkomunikasi dengan baik, petugas memberikan pelayanan yang sama, petugas mengecek nama pasien ketika akan memberikan obat, makanan yang disediakan disesuaikan  dengan kebutuhan dan gizi pasien. Kesimpulannya, sebagian besar pengalaman pasien rawat inap didapatkan bahwa RS UMM telah menerapkan PCC dengan cukup baik sehingga pasien merasa dikedepankan dalam proses perawatan maupun untuk memenuhi kebutuhannya.
Pengetahuan sebagai Faktor Dominan Efikasi Diri Kader dalam Melakukan Deteksi Dini Gangguan Jiwa Rosdiana, Yanti; Widjajanto, Edi; Kapti, Rinik Eko
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.11

Abstract

Kader kesehatan jiwa berperan penting di masyarakat dalam pelaksanaan deteksi dini gangguan jiwa. Pengetahuan, pengalaman, dan dukungan sosial merupakan sebagian dari faktor yang diduga mempengaruhi efikasi diri kader dalam melakukan deteksi dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tiap faktor dengan efikasi diri kader dan mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi efikasi diri kader. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 138 sampel yang memenuhi kriteria inklusi diambil secara proporsional dari lima desa di wilayah kerja Puskesmas Bantur Kabupaten Malang. Data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji regresi logistik untuk mengetahui faktor dominan yang meningkatkan efikasi diri kader. Hasil menunjukkan kader adalah ibu rumah tangga pada usia produktif dengan latar belakangan pendidikan menengah. Secara umum kader telah memiliki pengetahuan, pengalaman, dan dukungan sosial yang baik dalam melakukan deteksi dini ganggungan jiwa. Uji regresi logistik menunjukkan kader yang memiliki pengetahuan tinggi akan meningkatkan 6,853 kali efikasi diri (OR=6,853, p=0,007) dibandingkan kader yang memiliki pengetahuan rendah. Pengetahuan, pengalaman dan dukungan sosial yang baik akan meningkatkan efikasi diri kader dalam melakukan deteksi dini gangguan jiwa dengan pengetahuan sebagai faktor dominan.
Respon Imun terhadap Vaksin Influenza pada Remaja Dhamayanti, Meita; Rusmil, Kusnandi; Idjradinata, Ponpon
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.659 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.02.9

Abstract

Influenza merupakan penyakit yang mudah menular dengan mortalitas dan morbiditas tinggi serta sering menimbulkan kejadian  luar biasa, epidemi, dan pandemi. Pada anak  sekolah,  influenza menyebabkan  tingginya angka absensi dan remaja merupakan  sumber  penularan  terbesar .  Penelitian  dilakukan  untuk menilai  respons  imun    terhadap  vaksin influenza pada kelompok remaja 12–18 tahunpada bulan Juni–September 2008, di Puskesmas Garuda Bandung. Desain dilakukan dengan  intervensional,  longitudinal, acak sederhana, dan tersamar tunggal. Vaksin  influenza yang mengandung 3 jenis virus A/H1N1, A/H3N2 dan B, disuntikkan intramuskular. Pengambilan darah dilakukan pra dan pasca vaksinasi. Pemeriksaan kadar antibodi dilakukan dengan metode hemaglutinasi inhibisi (HI). Respons imun dinilai berdasarkan nilai serokonversi, dan peningkatan geometric mean titer (GMT). Subjek dibagi 2 kelompok, 69 (52,7%) remaja pertengahan (12–15  tahun) dan 62  (47,3%)  remaja akhir  (16–18  tahun). Semua  subjek  telah mempunyai kadar antibodi protektif HI>1:40 pascavaksinasi. Nilai serokonversi kedua kelompok berbeda bermakna pada pra  (p=0,02) dan pascavaksinasi (p=0,02). Serokonversi  terhadap virus A/H3N2 antara remaja pertengahan dan akhir berbeda bermakna pada pravaksinasi (p=0,02). Pada pra dan pascavaksinasi  terdapat peningkatan GMT bermakna  terhadap ketiga  jenis virus  influenza  (Zw 9,73; 9,19; 9,59 dan p=0,00). Simpulan, vaksinasi influenza pada remaja menghasilkan kadar protektif. Respons imun remaja pertengahan dan akhir  tidak berbeda, namun  remaja pertengahan  tampak   lebih  responsif.Kata Kunci: Influenza,  remaja,  responsimun, vaksin
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI INTENSITAS TERAPI PERILAKU AUTISME METODE ABA (APPLIED BEHAVIOR ANALYSIS) PADA ANAK AUTIS DI RUMAH Aisyah, Aisyah; Asmika, Asmika; Setijowati, Nanik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 2 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.131 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2003.019.02.6

Abstract

ABSTRACT The Autism children in Indonesia had increased drastically every year. From HOPA’s (Himpunan Orang tua Peduli Autisme) data, inMalang and surrounding area, there were 12 autism children in 2001, 98 children ini 2002 and increased to 120 children in June 2003.Major behavioral therapy centers in Indonesian are using ABA method for autism’s therapy. The3 intensity of ABA methode needs toapply at leas 40 hours a week to get on optimal result. However, in  “ A- PLUS ” Dharma Wanita Autistic Behavioral Therapy Center,the intensity of ABA methode didn’t achieve the target. Thus the lack of time should be substitute by applying at home. The objectiveof the study is to observe the factors that influence the intensity of autistic behavioral therapy with ABA methode to the autismchildrena their home. This research is descriptive observational with cross sectional study using questionaire as instrument. The Study hasbeen  done  17  parents  with  autism  children  whom  received  behavioral  therapy  in  “A-PLUS  “Dharma  Wanita  Autistic  BehavioralTherapy Center Kota Malang. It was held from June until August 2003 using quota sapling technique. The result of the intensity ofABA methode on autistic children at home is sufficient (47%).The respondent’s knowledge about autism and the treatment are good(59%). The father’s occupations are merchant (70%) while the mother’s are housewives (58%). The incomes of the parets are morethan 2 million rupiah monthly (59%).
HUBUNGAN KADAR SENG SERUM DENGAN TINGGI BADAN ANAK SEKOLAH DASAR PENDERITA GAKY Setijowati, Nanik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 21, No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.892 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2005.021.01.5

Abstract

The incidence goiter starts to the extend in Urban area. Not all Elementary School children with goiterexperience of pursued growth. This indicates that besides low iodine content, there are other elements which also influence growth. This research intends to study the relationship between zinc the level of serum and height on elementary school children (8 – 12 year) in endemic goitre areas, in Malang Municipality. Data ware collected with cross-sectional study from August to December 2000. Blood and urine sample of twenty  children of each group were examined for zinc serumand iodine urine concentration. Information about diet pattern, socio-economical condition were obtained by structured questionairre for mother and children.This research used Independent T-test, Person Correlation test, and Multiple Regression for statistics analysis. The result showed that: (1). There were significant relationships between energy (r= 0.364, p = 0.012); protein (r = 0.481, p = 0.001) and zinc intake (r =0.491, p = 0.001) with height; (2). There were significant difference in energy (p = 0.014), carbohydrate (p = 0.042), lipid( p = 0.014), protein (p = 0.003), and zinc intake(p = 0.004) between the two groups examined. The conclusion was that lower height for age was possibly ascribed to lack of energy, protein, iodine and zinc intake. Key words:zinc serum, iodine urine, height for age, and goiter
Regulasi Adipogenesis oleh mTORC1 melalui Jalur ST A T3 Triawanti, Triawanti; Indra, M Rasjad; Tjokroprawiro, Askandar; Sujuti, Hidayat
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.568 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2013.027.03.1

Abstract

Obesitas  merupakan  suatu  penyakit  kelebihan  massa  lemak  tubuh  yang  mempunyai  efek  merugikan  bagi  kesehatan.  Pada saat  ini  proses  adipogenesis  menjadi salah  satu  target  terapi  obesitas.  Salah  satu  jalur  yang  diduga  teraktivasi  pada  proses adipogenesis  adalah  melalui aktivasi  ST A T3  yang  salah  satu  jalur  hulunya  melalui protein  mammalian target  of rapamycin complex 1 (mTOR). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan proses adipogenesis melalui jalur ST A T3 yang diaktivasi oleh  mTORC1.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  eksperimental  dengan  rancangan  post  test  only  control.  Untuk penghambatan  mTORC1  digunakan  rapamycin  dan  penghambatan  ST A T3  digunakan  inhibitor  ST A T3  peptide.  Subjek penelitian  adalah  kultur  primer  sel  preadiposit  yang  diambil  dari  lemak  viseral  tikus  putih  Rattus  norvegicus.  Setelah  kultur sel preadiposit dinilai konfluen minimal 70-80% dilakukan induksi diferensiasi dan dibagi menjadi  4 kelompok yakni (K) kontrol  (A):   diberi rapamycin  10  nM,  (B):  diberi  inhibitor  ST A T3  100  µM (C):  diberi  inhibitor  ST A T3  100  µM dan   rapamycin10  nM.  Parameter  yang  diukur  adalah  aktivasi  p70S6K1,  ST A T3,  ekspresi  C/EBPδ,  aktivitas  enzim  Glyserol-3-fosfodehidrogenase  (GPDH)  pada  hari  ke-2,  ke-4  dan  ke-6  serta  gambaran  morfologis  sel  adiposit.  Analisis  statistik menggunakan uji ANOVA, Duncan dan korelasi Pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian membuktikan terjadi  penghambatan  proses  adipogenesis  karena  penghambatan  aktivasi  p70S6K1,  dan  ST A T3  oleh  rapamycin  dan inhibitor ST A T3.
Peran Pengetahuan dan Sikap Dokter dalam Ketepatan Koding Diagnosis berdasar ICD 10 Noor, Viva Maiga Mahliafa; Ansyori, Anis; Hariyanto, Tuti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.387 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.25

Abstract

Berdasarkan data di RS X di Malang, sejak diterapkannya INA-CBG pada tahun 2009 masih terdapat ketidaksesuaian diagnosis dengan kode ICD-10. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan penulisan koding diagnosis ICD-10 oleh tenaga medis RS X di Malang. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (In depth interview) dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan lemahnya pengetahuan, pemahaman dan sikap Dokter terhadap pentingnya akurasi koding diagnosis sesuai ICD 10 dalam manajemen di rumah sakit, meskipun sudah terpapar dengan pelatihan dan sosialisasi yang didukung dengan adanya prosedur standar. Rumah sakit perlu memperkuat pemahaman dan sikap positif Dokter terhadap akurasi koding diagnosis sesuai ICD yang didukung dengan mekanisme reward and punishment yang jelas.Kata Kunci: Akurasi koding diagnosis,dokter,  ICD 10, pengetahuan dan sikap
High Level of Plasma Tumour Necrosis Factor-α (TNF- α) in Pregnant Mice Infected with Plasmodium berghei is Strongly Related to Low Level of Hemoglobin but not Related to Fetal Low Weight Yuliyanik, Yuliyanik; Fitri, Loeki E; Sardjono, Teguh Wahju
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.3

Abstract

Malaria infection in pregnancy may increase the morbidity and mortality for both mother and fetus. In pregnant women, it can lead to severe anemia, cerebral malaria, pulmonary edema, renal failure and even death, while in the fetus it can cause abortion, premature birth, low birth weight, and fetal death. Elevated levels of tumor necrosis factor-α (TNF-α ) are associated with low birth weight and anemia in pregnant women. This study was conducted to measure the levels of TNF-α in plasma and hemoglobin levels as well as fetal weight to determine the relationship among them in P. berghei infected pregnant mice and normal pregnant mice. Seventeen BALB/c mice used in this study were divided into two groups, those were the study group (9 pregnant mice infected with P. berghei) and control group (8 pregnant mice not infected with P. berghei). Levels of TNF-α were measured using Enzyme Linked Immunosorbent assay (R&D Systems, catalog A00B MT). Hemoglobin levels were determined using flowcytometri, whereas fetal weights were measured with Mettler analytical balance AE 50. T-test statistical analysis showed that the levels of plasma TNF-α in study group were higher than control group (p=0,000). Hemoglobin levels in the study group  were lower than control group (p=0,025). Fetal weights were also lower in fetuses of infected mice than fetuses of uninfected mice (p=0,002). Pearson correlation test showed that increasing plasma levels of TNF-α in infected P. berghei pregnant mice were related with the decreasing levels of Hb, (p=0,020; r=-0,748).  However plasma levels of TNF-α were not associated with the incidence of fetal low weight (p=0,380, and p=0,365). It can be concluded that the increasing levels of TNF-α is associated with decreasing levels of hemoglobin (Hb), but not associated with fetal low weight.Keywords:  Birth weight, hemoglobin, Plasmodium berghei, Tumour Necrosis Factor-α (TNF- α)