cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Pengaruh Ekstrak Jintan Hitam terhadap MDA dan Sel Spermatogonium Tikus yang Dipapar Asap Rokok Kretek Subakut P, Happy Kurnia; Permatasari, Nur; Subandi, Subandi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.083 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.03.6

Abstract

Radikal  bebas  dalam  asap  rokok  diketahui  dapat  menyebabkan  gangguan  infertilitas.  Aktivitas  radikal  bebas  dapat dihambat oleh antioksidan seperti yang terkandung dalam jintan hitam (thymoquinone, nigellone, carvacrol, t-anetholedan 4-terpineol). T ujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak jintan hitam terhadap kadar Malon Di Aldehid  (MDA)  testis  dan  jumlah  sel  spermatogonium  testis  tikus  yang  dipapar  asap  rokok  kretek  selama  21  hari  (subakut). Penelitian eksperimental ini menggunakan 20 ekor tikus (Rattus norvegicus) strain Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok,  terdiri  dari  kelompok  kontrol  negatif,  kelompok  kontrol  positif ,  kelompok  perlakuan  1,  2,  dan  3  (masing-masing dipapar asap rokok kretek dan diberi ekstrak jintan hitam dosis 0,6; 1,2; 2,4 g/kgBB/hari secara berurutan). Kadar MDA testis  diukur  menggunakan  metode  Thio  Barbituric  Acid  test  (TBA  T est).  T estis  tikus  dijadikan  preparat  histopatologi menggunakan  pengecatan  Haematoxcylin  Eosin  (HE),  untuk  dihitung  jumlah  sel  spermatogonium  yang  melekat  pada membrana  basalis.  Dapat  disimpulkan  bahwa  jintan  hitam  mempunyai  efek  antioksidan,  yaitu  dapat  mencegah penurunan jumlah  sel spermatogonium pada tubulus  seminiferus testis  tikus strain Wistar melalui hambatannya pada pembentukan  peroksidasi  lipid  (MDA)  akibat  paparan  asap  rokok  kretek  subakut.
Positioning Unit Rehabilitasi Medik sebagai Centre of Excellence di Rumah Sakit Baptis Batu Laksana, Evi; Hariyanto, Tatong; Pusparahaju, Arhwinda
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.091 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.18

Abstract

Rumah sakit perlu membangun produk unggulan (centre of excellence) yang dapat menarik pasien dan citra rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi positioning unit rehabilitasi medi di mata pelanggan. Penelitian dilakukan pada 30 responden yang dipilih secara accidental sampling pada bulan Oktober 2013. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 responden dengan menggunakan kuesioner, dengan variasi pertanyaan tertutup yang menggunakan skala Likert, serta pertanyaan terbuka sebagai instrumen. Variabel yang diukur adalah karakteristik responden dan respon terhadap positioning kualitas pelayanan rehabilitasi medik. Hasil menunjukkan karakteristik responden yang datang menggunakan fasilitas rehabilitasi medik sebagian besar berusia usia 31-35, perempuan, berasal dari dari wilayah batu, tingkat pendidikan sarjana, bekerja sebagai PNS/PPNS, dengan sumber pembiayaan terbesar dari ASKES. Dimata pelanggan menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan baik, ramah, cepat, tepat, serta mempunyai tingkat keberhasilan terapi yang baik, dengan fasilitas lengkap dan harga terjangkau. Unit juga sudah menjadi top of mind responden jika memerlukan pelayanan rehabilitasi medik. Hasil ini menunjukkan bahwa unit rehabilitasi medik mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi centre of excellence di Rumah Sakit Baptis Batu.Kata Kunci:  Produk unggulan (centre of excellence), unit rehabilitasi medik, positioning
Faktor Penyebab Kurangnya Kinerja Surveilans Infeksi Nosokomial di RSUD Dr. Iskak Tulungagung Lelonowati, Dewi; Koeswo, Mulyatim; Rochmad, Kasil
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.13

Abstract

Surveilans infeksi nosokomial merupakan salah satu kegiatan dalam program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di rumah sakit.  Pada studi pendahuluan menunjukkan kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi nosokomial di RSUD Dr. Iskak Tulungagung (minimal 1 parameter) jauh lebih rendah dari Standar Pelayanan Minimal (SPM), meskipun sudah tersedia Tim PPI yang terlatih.  Hal ini mengindikasikan kinerja surveilans infeksi nosokomial belum berjalan dengan baik.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis dan menentukan solusi dari faktor penyebab kurangnya kinerja surveilans infeksi nosokomial di RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mempelajari dokumen-dokumen, wawancara terstruktur dan observasi dengan checklist.  Pencarian akar masalah dilakukan dengan melakukan Focus Group Discussion dengan peserta 19 perawat Infection Prevention Control Nurse (IPCN) dan Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN).  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar komponen surveilans infeksi nosokomial belum dijalankan dengan benar sesuai Petunjuk Teknis Surveilans dari Kemenkes tahun 2010. Hal tersebut disebabkan belum adanya kebijakan untuk sosialisasi program kepada Tim PPI, kurangnya dukungan manajemen terhadap program dan sarana penunjang, serta belum adanya fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program surveilans infeksi nosokomial. Kesimpulan hasil tapisan pilihan solusi terbaik dengan metode Nominal Group Technique (NGT) dan metode CARL adalah pengadaan program pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan kepada Tim PPI untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap demi menunjang keberhasilan program surveilans infeksi nosokomial di rumah sakit.Kata Kunci:  Pendidikan dan pelatihan, surveilans infeksi nosokomial, Tim PPI
Persepsi Pasien terhadap Bauran Pemasaran Rumah Sakit dan Pilihan Rumah Sakit retnaningtyas, sri; utami, endah woro; Hasyim, Mafrurrochim
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi pasien terhadap bauran pemasaran menurut pilihan utama pasien rawat inap. Jenis penelitian deskriptif dengan sampeI 36 responden yang dipilih secara accidental sampling. Penelitian dilakukan di unit rawat inap Kelas I, Kelas II, Kelas III dan Kelas VIP di RS Syuhada' Haji selama 3 hari. Variabel yang diukur meliputi bauran pemasaran yaitu: produk, lokasi, karyawan, proses, tarif, promosi, dan lingkungan fisik serta penialaian umum dan pilihan utama pelayanan. Hasil menunjukkan persepsi positif pada bauran produk, proses, tarif, dan keahlian namun pada aspek lokasi, promosi, serta penampilan fisik dianggap kurang. Responden juga sebagian besar menyatakan rumah sakit ini sebagai pilihan utama dan menganggap pelayanan yang diberikan adalah terbaik. Tabulasi silang menunjukkan pada responden yang menjadikan rumah sakit ini sebagai pilihan utama cenderung memberikan penilaian yang lebih tinggi pada semua aspek bauran pemasaran dibandingkan yang menyatakan bukan sebagai pilihan utama. Temuan ini mengindikasikan bahwa bauran pemasaran dapat menjadi faktor yang menjadi pertimbangan pasien ketika memilih rumah sakit.Kata Kunci: Bauran pemasaran, pilihan rumah sakit, persepsi pasien
Kebijakan Program Pemberantasan Malaria dan Pelaksanaan yang Diharapkan dalam Era Otonomi Daerah (Desentralisasi) Garjito, Triwibowo Ambar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 3 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.903 KB)

Abstract

Kebijakan Program Pemberantasan Malaria dan Pelaksanaan yang Diharapkan dalam Era Otonomi Daerah (Desentralisasi)
Antioxidant and Anti-Hyaluronidase Activities of Dragon Fruit Peel Extract and Kaempferol-3-O-Rutinoside Liana, Liana; Rizal, Rizal; Widowati, Wahyu; Fioni, Fioni; Akbar, Khainir; Fachrial, Edy; Lister, I Nyoman Ehrich
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.286 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.3

Abstract

Aging is a natural process in human life and is triggered by the presence of free radicals (ROS). The use of antioxidants from natural ingredients is one of the breakthroughs to overcome aging and counteract the harmful effects caused by the free radicals. This study aimed to determine and compare the antioxidant activity of H2O2 scavenging and hyaluronidase inhibition of red dragon fruit peel extract (DFPE) and kaempferol-3-o-rutinoside (KOR) compounds. Dragon fruit peel extract (DFPE) is obtained through extraction by maceration method using 70% ethanol solvent. The design of this study included antioxidant and anti-aging activity assay of EKBN and KOR at the series concentration of 15.63; 31.25; 62.50; 125; 250; 500 µg/mL through H2O2 scavenging, as well as the DFPE and KOR hyaluronidase inhibition assay at the series concentration of 5.21; 10.42; 20.83; 41.7; 83.33; 166.67 µg/mL. EKBN shows that the average activity of H2O2 scavenging is lower than KOR. In addition, the IC50 values of KOR for H2O2 scavenging is lower (351.46±2.30ug/mL) than DFPE (409.64±23.17ug/mL). While, KOR also has higher values of inhibitory activity than of the DFPE. However, the IC50 value of KOR for hyaluronidase inhibition activity was 84.07±10.46µg/mL, equivalent to the IC50 value of DFPE (85.32±10.24µg/mL). The presence of antioxidant and anti-aging activity in the EKBN is probably caused by betalain and the KOR compound itself contained in red dragon fruit. The results of the paired-samples T-test on antioxidant activity and anti-aging of DFPE and KOR showed non-significant difference. Thus, DFPE has an equivalent antioxidant and anti-aging through H2O2 scavenging and hyaluronidase activity as possessed by the KOR compound.
Efek Latihan Kegel pada Kekuatan Otot Dasar Panggul Ibu Pasca Persalinan Rahajeng, Rahajeng
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.224 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.11

Abstract

ABSTRAKKehamilan dan persalinan menyebabkan perubahan mekanik dan denervasi otot-otot dasar panggul yang menimbulkakeluhan stres inkotinensia, prolaps organ panggul dan gangguan seksual sehingga menurunkan kualitas hidup pasienPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek latihan otot dasar panggul   pada kekuatan otot dasar panggul. Desairandomized clinical trial dilakukan pada ibu 4 minggu pasca persalinan pervaginam yang memenuhi kriteria inklusi daeksklusi.    Pada  kelompok  eksperimen  dilatih  untuk  melakukan  latihan  otot  dasar  panggul,  sehingga  mereka  dapamelakukan latihan otot dasar panggul di rumah. Evaluasi kontraksi otot dasar panggul dengan perineometer dilakukadiawal  dan  setiap  4  minggu  sekali  selama  12  minggu.  Perbedaan  kekuatan  otot  dasar  panggul  pada  setiap  kelompodianalisis dengan paired t test, sedangkan perbedaan antar kelompok diuji dengan unpaired t test. Pada kelompok kontrotidak  didapatkan  perbedaan  kekuatan  otot  panggul  sesudah  4-12  minggu  bila  dibandingkan  kondisi  awal  (44.4)sebaliknya pada kelompok perlakuan didapatkan perbedaan bermakna. Hasil uji independent sample t test menunjukkaperubahan otot dasar panggul sesudah 12 minggu pada kelompok perlakuan lebih tinggi secara bermakna dibandingkakontrol. Penelitian ini membuktikan latihan otot dasaar panggul secara mandiri memberikan perbaikan kekuatan otodasar panggul sejak 4 minggu pertama hingga 12 minggu. Kata Kunci : Kekuatan otot dasar panggul, senam kegel, postportum
PERAN LABORATORIUM DALAM DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN KASUS KASUS PENYAKIT TROPIK DAN INFEKSI Sardjono, Teguh Wahju; Ismanoe, Gatoet; Widjayanto, Edi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 20, No 1 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.874 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2004.020.01.4

Abstract

Infectious disease is still a health problem in theworld, especially in tropical and developing countries, including Indonesia. The diagnosis of tropical disease cases mostly are still based on the main of clinical symptoms, that is fever. Among 900 fever patients, 21% of the disease were diagnosed by clinical examinations, 35% by laboratory tests and 40% were diagnosed as fever of unknown origin (FUO). One forth of the FUO patients were definitively diagnosed after specific laboratory tests, but the use of the specific tests in daily practice were relatively rare. The tests ordered by physicians to the Department of Central Clinical Laboratory Dr. Saiful Anwar Hospital Malang, are mostly hematology and blood chemical tests (59.54% and 21.52%). Specific tests for microbiology and parasitology were only 3.15% and 0.46% respectively. Fever patients who not definitively diagnosed, often received unnecessary treatments or medications (over-treatment), those are actually dangerous to them. To improve the quality of clinical management, the traditional laboratory service should be changed tobe the interactive laboratory service. It needs a  role, understanding and good collaboration between clinical practitioners who know the basic sciences and the pre/para-clinical scientists who interest to the clinical phenomenon. The aim of the change is to get the more scientific, ethical and professional medical services. Key words:Laboratory medicine, diagnosis,management, infectious disease
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN MINYAK KELAPA SAWIT (Palm Oil) DAN MINYAK KELAPA MURNI (Virgin Coconut Oil) TERHADAP PERBAIKAN PROFIL LEMAK (KOLESTEROL) PADA TIKUS DENGAN DIET ATEROGENIK Kusumastuty, Inggita; Andarini, Sri; Anom Aswin, Anak Agung Gede
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 22, No 3 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.125 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2006.022.03.5

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) is a kind of coconut oil that most of its contained is Medium Chain Fatty Acids (MCFA) and previous stdy showed that MCFA has an ability to prevent vascular desease. This experiment was done to  prove the ability of virgin coconut oil to reduce cholesteroltotal of rats with atherogenic diet compared with palm oil. This experiment was designed as true pre test post test experiment with control groups. The number of samples were 24 male wistar rats and they were separated into 4 treatment groups in  which each of them has 2 diet sections. The First section was done within 8 weeks, group A got normal diet, group B, Cand D got atherogenic diet with lard, after this section finished all of the groups got cholesterol pre test level. The next 4 weeks, in the second section treatment diet, group A got normal diet, group B got atherogenic diet with lard, group C gotatherogenic diet with palm oil and group D got atherogenic diet with virgin coconut oil, after the second section was over rat cholesterol levels were measured by enzymatic photometric test base on “CHO-PAP”. The results from One Way Anova which was continued to Tukey test showed that group B,C and D were homogenous, but they were different significantly againts group A on pre test with p(0.001) < 0.05.
Gambaran Klinis dan Laboratoris Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak C, Haryudi Aji
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 4 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.393 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.04.2

Abstract

Diabetes mellitus tipe 1 disebabkan oleh kerusakan sel β pankreas sehingga produksi insulin tidak memadai. Gambaran klinis dan laboratorium telah banyak dipelajari. Penelitian ditujukan untuk mereview gambaran Klinis pada pasien yang didiagnosis diabetes melitus tipe 1  di laboratorium Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar antara tahun 2005 dan 2009. Penelitian deskriptif pada 27 pasien Diabetes Mellitus tipe 1, usia 1-14 tahun, tingkat kejadian diabetes mellitus tipe 1 di klinik rawat jalan selama periode 2005-2009 adalah 0,0034%. Ada tiga puluh pasien diabetes mellitus tipe 1 dengan durasi penyakit lebih dari 2 tahun, dengan rasio laki-laki dan wanita adalah 1:1,7. Sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat keluarga diabetes dan memiliki malnutrisi sedang. Frekuensi rata-rata pemantauan glukosa darah di rumah kurang dari ideal. 23 dari 27 pasien gambaran metabolik sepenuhnya terkendali.  Pasien masih memiliki poliuria, polidipsia, dan polifagia. Semua pasien diabetes mellitus tipe 1 memiliki poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat badan. Mayoritas usia pasien 5-10 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat Diabetes mellitus, dan pasien dirawat di rumah sakit dengan ketoasidosis diabetik, malnutrisi sedang, dan kadar gula darah lebih dari 300 mg/dl.Kata Kunci: Anak, DM tipe 1, gambaran klinis