cover
Contact Name
Moh Su'i
Contact Email
sui_uwg@yahoo.co.id
Phone
+6285749611076
Journal Mail Official
silvynovita1992@widyagama.ac.id
Editorial Address
Jl. Taman Borobudur Indah No 3, Malang 65128, INDONESIA
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTePP
ISSN : -     EISSN : 31090583     DOI : -
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP) memuat publikasi dalam lingkup teknologi pangan dan hasil pertanian, gizi pangan, agroindustri, pembangunan industri pangan, mekanisasi pertanian dan alat dan teknologi pertanian. Jurnal dikelola oleh Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Widyagama Malang. JTePP terbit dua kali dalam setahun, yakni Bulan Mei dan Nopember. JTePP diterbitkan oleh Universitas Widyagama Malang. Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP) memuat publikasi dalam lingkup: Teknologi hasil pertanian, Mikrobiologi pangan Pengolahan pangan Kimia pangan Gizi pangan, Agroindustri Alat dan teknologi pertanian JTePP menekankan pada penyajian artikel penelitian atau review yang berdampak atau menyiratkan perspektif pengembangan teknologi pangan. Setiap artikel didorong untuk mempresentasikan temuan dan mempromosikan mutu dan nilai tambah pangan untuk memberi manfaat bagi para pelaku agribisnis dan agroindustri pangan.
Articles 18 Documents
PENGARUH KONSENTRASI SARI BUAH NAGA MERAH (Hyloceramus polyrhizus) TERHADAP MUTU PERMEN (Hard Candy) pradipta, tasdiq; sumaryati, enny; suprihana; silvy
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTEPP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga adalah salah satu buah yang baru dikenal di Indonesia.. Walaupun kulitnya bersisik seperti naga, tetapi bukan karena itu buah ini disebut buah naga atau dragon fruit. Permen adalah produk pangan yang banyak digemari. Permen merupakan produk sejenis gula gula (confectionary) yang dibuat dengan mendidihkan campuran gula dan air bersama dengan bahan perwarna dan pemberi rasa sampai mencapai kadar air kira-kira 3%. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh dari formulasi sari buah naga merah dengan gula pasir ditambah dengan sirup glukosa pada pembuatan permen buah naga merah. Penelitian ini merupakan penelitian faktor tunggal yang disusun dalam (RAL) dengan 4 ulangan. Faktor yang diteliti adalah penambahan sari buah naga merah : gula pasir ditambah sirup glukosa yang dimana perbandingan gula pasir dan sirup glukosa yaitu 60% : 40%. Terdiri dari 5 taraf konsentrasi yaitu P1 10%, P2 20%, P3 30%, P4 40% dan P5 50%. Hasil penelitian menunjukan permen yang memiliki kadar air terendah rata-rata 0,6032 % pada perlakuan 10% dan tertinggi rata-rata 1,7460% pada perlakuan 50%, kandungan vitamin C yang tinggi yaitu perlakuan 50% berkisar 11,44 mg/100g, dan permen yang memiliki kandungan gula reduksi terendah yaitu perlakuan 10% berkisar 22,085% dan yang tertinggi perlakuan 50% berkisar 35,030%. Kata kunci: Buah Naga, Permen
PENENTUAN KADAR MINERAL PADA ORGAN TANAMAN ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) METODE AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) helilusi, nunuk
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTEPP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rosella dapat tumbuh dengan subur di Indonesia terutama daerah dataran tinggi,. Tanaman ini sangat dikenal saat ini karena kelopak bunga rosella dapat digunakan sebagai minuman kesehatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan diuretik. Permasalahan yang belum dilakukan penelitian adalah kandungan mineral pada organ tanaman sebab setelah panen raya tanaman ini akan di cabut sehingga limbahnya berupa batang, akar, daun tidak banyak digunakan. Penelitian bertujuan mempelajari kandungan mineral pada batang, daun, akar, biji, kelopak bunga. Metode yang digunakan yaitu AAS, Hasil penelitian menunjukkan hasil secara berurutan Kadar mineral bunga : Kalium (K): 1456 mg/100g; Magnesium (Mg): 58 mg/100g; Kalsium (Ca): 337 mg/100g; Fosfor (P): 115 mg/100g; Besi (Fe): 2,3 mg/100g; Seng (Zn): 1,4 mg/100g. Kadar mineral biji : Kalium (K): 1287 mg/100g; Magnesium (Mg): 76 mg/100g; Kalsium (Ca): 225mg/100g; Fosfor (P): 165 mg/100g; Besi (Fe): 3,3mg/100g; Seng (Zn): 2,1 mg/100g. Kadar mineral daun : Kalium (K): 1.668mg/100g; Magnesium (Mg): 115 mg/100g; Kalsium (Ca): 424 mg/100g; Fosfor (P): 236 mg/100g; Besi (Fe): 4,3 mg/100g; Seng (Zn): 3,6 mg/100g. Kadar mineral batang: Kalium (K): 1.350mg/100g; Magnesium (Mg): 62 mg/100g; Kalsium (Ca): 243 mg/100g; Fosfor (P): 128 mg/100g; Besi (Fe): 2,5 mg/100g; Seng (Zn): 1,8 mg/100g. kadar mineral akar : Kalium (K): 857 mg/100g; Magnesium (Mg): 38 mg/100g; Kalsium (Ca): 166 mg/100g; Fosfor (P): 72 mg/100g; Besi (Fe): 1,8 mg/100g; Seng (Zn): 0,6 mg/100g.
Pengaruh Penambahan Gelatin dan CMC terhadap Mutu Minuman Fungsional Sari Buah Bit arigo gusta; suprihana; silvy novita
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 2 No 01 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman sari buah bit berpotensi sebagai minuman fungsional karena mengandung betalain, vitamin C, dan antioksidan. Namun, sari buah bit memiliki kestabilan rendah sehingga diperlukan bahan penstabil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis bahan penstabil (CMC dan gelatin) serta konsentrasinya (0,5%; 0,75%; dan 1%) terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik minuman sari buah bit. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi stabilitas, pH, viskositas, kadar vitamin C, total padatan terlarut, serta uji organoleptik warna, aroma, dan rasa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara jenis bahan penstabil dan konsentrasi terhadap seluruh parameter. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan gelatin 1% dengan nilai stabilitas 0,9664%, pH 4,16, viskositas 0,055 Ns/m², kadar vitamin C 1,253 mg, total padatan terlarut 8,4 mg/L, serta skor warna 4,1, aroma 3,1, dan rasa 4,4. Gelatin konsentrasi 1% merupakan bahan penstabil terbaik untuk meningkatkan mutu minuman sari buah bit. Kata kunci: buah bit, minuman sari buah, gelatin, CMC, penstabil.
Pengaruh Penambahan Tepung Kedelai dan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) Terhadap Kualitas Mie Basah flaviana sharen; Sudiono
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 2 No 01 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie basah adalah salah satu produk pangan yang cukup digemari di Indonesia. Namun ketersedian tepung terigu sebagai bahan baku utama masih impor. Sehingga perlu alternatif substitusi bahan baku dalam pembuatan mie basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung kedelai dan penambahan cmc terhadap kualitas mie basah. Penelitian ini menggunakan dua faktor yang disusun secara faktorial menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah proporsi tepung kedelai yang terdiri dari level 30: 70, 40: 60, 50:50, dan faktor kedua adalah kosentrasi cmc yang terdiri dari dua level yaitu 1 gram dan 2 gram. Karakteristik mutu yang diuji anatara lain adalah daya serap air, daya putus, kadar air, kadar protein, tingkat kesukaan pada organoleptik rasa, warna dan tekstur dengan penilaian uji hedonic test berskala 5. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai dari masing-masing variabel yakni : Daya serap air 17,13%-42,65%, daya putus 0,045 N/cm2-0,079 N/cm2, kadar air 61,78%-66.90%, dan kadar protein 2,75%-6,98%. Rasa mie basah yang paling disukai adalah pada perlakuan tepung kedelai : terigu 40:60 dan penambahan 1 gram cmc, sedangkan warna mie basah yang paling disukai terpada pada perlakuan tepung kedelai: terigu 30: 70 dan penambahan 1 gram cmc, dan tekstur mie basah yang paling disukai adalah pada perlakuan tepung kedelai : terigu 30: 70 dan penambahan 2 gram CMC. Kata kunci : mie, tepung kedelai, CMC
PEMANFAATAN BEKATUL DALAM PEMBUATAN TEPUNG BROWNIES INSTAN FORMULASI layung ulhaq; Moh Su'i
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 2 No 01 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh substitusi tepung terigu dan tepung bekatul 10%, 15%, dan 20%, serta penambahan baking powder konsentrasi 0,4%, 0,7%, dan1% pada tepung brownies instan terhadap sifat fisik dan kimianya. Rata-rata kadar air tepung brownies instan antara 3,51%-4,26%, kadar abu antara 3,80% - 4,62%, kadar protein antara 10,89%bb-11,20%bb, kadar karbo-hidrat antara 13,185%-15,66%, serta daya kembang brownies setelah dikukus antara 105%-166,67%. Terdapat interaksi antara antara perlakuan bekatul dan baking powder terhadap kadar air brownies instan, dan daya kembang brownies setelah dikukus. Perlakuan substitusi bekatul 10%, 15%, 20% memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar kerbohidrat, daya kembang, tekstur, dan rasa, sedangkan perlakuan penambahan baking powder 0,4%, 0,7%, 1% memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar karbohidrat, daya kembang, dan tekstur. Perlakuan terbaik tepung brownies instan ditunjukkan oleh perlakuan B1P3 dengan kadar air 3,59%, kadar protein 11%bb, kadar abu 4,68%, kadar karbohidrat 14,68%, dan brownies kukus yang dihasilkan mempunyai daya kembang 142%. Keywords: Bekatul, Tepung Terigu, Brownis, Tepung Formulasi
Pengaruh Metode dan Kadar Pelarut Terhadap Ekstrak Klorofil Berbasis Daun Pepaya dan Daun Bayam mariah alqibtiyah; fitriyah nur; poppy diana; syarifa ramadhani; andriani eko
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 2 No 01 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klorofil merupakan pigmen hijau alami yang memiliki peran penting dalam fotosintesis serta berpotensi dimanfaatkan sebagai antioksidan dan pewarna alami pada industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis pelarut (aseton dan etanol) serta konsentrasi natrium bikarbonat (NaHCO₃) terhadap hasil ekstraksi klorofil dari daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun bayam (Amaranthus sp.). Penelitian dilakukan melalui dua tahap, yaitu persiapan bahan baku berupa pembuatan bubuk daun, kemudian ekstraksi selama 48 jam menggunakan pelarut sesuai perlakuan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, rendemen, pH, klorofil a, klorofil b, dan total klorofil. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut aseton menghasilkan kadar klorofil lebih tinggi dibandingkan etanol pada seluruh perlakuan. Konsentrasi NaHCO₃ 3% merupakan kondisi optimal dengan total klorofil tertinggi, yaitu 10,597% pada daun pepaya dan 9,616% pada daun bayam menggunakan pelarut aseton. Selain itu, pH netral hingga sedikit basa terbukti mampu menjaga stabilitas klorofil dan mencegah degradasi pigmen selama ekstraksi. Secara umum, daun pepaya memiliki kandungan klorofil lebih tinggi dibandingkan daun bayam. Dengan demikian, kombinasi pelarut aseton dan NaHCO₃ 3% merupakan perlakuan terbaik untuk ekstraksi klorofil, sedangkan daun pepaya berpotensi lebih besar sebagai sumber klorofil alami. Kata kunci: klorofil, daun pepaya, daun bayam, aseton, etanol, NaHCO₃.
PENGARUH SUBSTITUSI PUREE KECAMBAH KEDELAI DAN KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC) TERHADAP MUTU PRODUK MIE BASAH mercy chrisphilia; Frida Dwi
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 2 No 01 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie merupakan salah satu produk pangan berbasis tepung terigu yang memiliki tingkat konsumsi tinggi di Indonesia. Secara umum, mie basah diproduksi menggunakan bahan baku utama berupa tepung terigu. Namun demikian, tingginya permintaan masyarakat terhadap produk mie, disertai dengan semakin berkembangnya variasi produk olahan mie, menyebabkan ketergantungan terhadap impor masih relatif tinggi. Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan tersebut adalah melalui diversifikasi bahan baku dengan memanfaatkan pangan lokal yang memiliki nilai gizi dan mutu fungsional yang baik, seperti puree kecambah kedelai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proporsi substitusi puree kecambah kedelai dan konsentrasi penambahan karboksimetil selulosa terhadap mutu mie basah. Penelitian ini merupakan penelitian dua faktor yang disusun dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 kali pengulangan. Faktor pertama adalah substitusi puree kecambah kedelai, yang terdiri dari tiga level yaitu 10 %, 15 %, dan 20 % serta konsentrasi penambahan karboksimetil selulosa yang terdiri dari dua level yaitu 1 gram dan 2 gram. Karakteristik mutu yang diuji antara lain adalah daya serap air, daya putus, kadar air, kadar N-amino, tingkat kesukaan pada organoleptik rasa, warna dan tekstur dengan penilaian uji hedonic test berskala 9. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa, substitusi puree kecambah kedelai dan konsentrasi penambahan karboksimetil selulosa tidak berpengaruh nyata pada daya serap air, kadar air, dan kadar N-amino, namun memberikan beda sangat nyata pada daya putus mie basah. Nilai yang dari masing-masing variabel yakni : Daya serap air berkisar antara 54,11 % - 63,95 %, kadar air berkisar antara 62,49 % - 72,06, daya putus berkisar antara 0,10 N/cm2 – 0,24 0,10 N/cm2 dan kadar N-amino berkisar antara 0,43 % – 0,74 %. Substitusi puree kecambah kedelai dan konsentrasi penambahan karboksimetil selulosa tidak berpengaruh nyata pada warna, rasa dan tekstur mie basah. Kata kunci : puree kecambah kedelai, karboksimetil selulosa, mie basah, pangan lokal, tepung terigu
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Segmentasi Pasar Kuliner Bakso Malang: Kajian Systematic Literature Review (SLR) Fatimah Karim; Marwanti Marwanti; Sukamto Sukamto
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 2 No 01 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan sistematis terhadap faktor determinan segmentasi pasar kuliner bakso di Kota Malang melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Analisis dilakukan terhadap 34 literatur terpilih dalam rentang waktu 2021–2026 yang mencakup baksom malang, studi kasus usaha kecil manengah, perilaku konsumen, dan inovasi teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa segmentasi pasar bakso Malang telah bertransformasi dari pasar tradisional yang homogen menjadi ekosistem yang sangat terdiferensiasi. Temuan utama mengidentifikasi empat dimensi utama yaitu : psikografis, perilaku digital, ekonomi, dan inovasi produk. Faktor psikografis menempatkan bakso sebagai identitas kultural dan medium interaksi sosial, sementara dimensi digital melahirkan segmen konsumen baru yang berbasis pada ulasan media sosial dan platform pengiriman daring. Secara ekonomi, harga dan lokasi tetap menjadi variabel dominan bagi segmen konsumen sadar anggaran (budget-conscious). Selain itu, adopsi teknologi vacuum packaging ditemukan sebagai strategi untuk memperluas jangkauan pasar menuju segmen pangan dalam bentuk frozen food yang berskala nasional. Kesimpulan dari hasil kajian adalah bahwa keberlanjutan industri bakso Malang sangat bergantung pada integrasi narasi warisan budaya (heritage) dengan inovasi teknologi digital. Implikasi praktis dari penelitian ini merekomendasikan para pelaku usaha kecil menengah untuk melakukan diversifikasi produk dan digitalisasi pemasaran guna mempertahankan keunggulan kompetitif di tengah dinamika preferensi konsumen yang semakin kompleks. Kata Kunci: Segmentasi Pasar, Bakso Malang, Perilaku Konsumen, Wisata Gastronomi.

Page 2 of 2 | Total Record : 18