cover
Contact Name
Hesti Fitriana
Contact Email
midadunajournal@gmail.com
Phone
+6281391626393
Journal Mail Official
midadunajournal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Trajaya, Palasah, Kabupaten Majalengka, West Java, Indonesia, 45475
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Midaduna: Journal of Islamic Studies
Published by Edupedia Publisher
ISSN : -     EISSN : 30902606     DOI : -
MIDADUNA Journal of Islamic Studies is a periodical scientific journal published by Edupedia Publisher. This journal specializes in Islamic studies. FOCUS MIDADUNA Journal of Islamic Studies focuses on providing readers with a clear understanding of Islamic studies from various perspectives including Islamic Philosophy, Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science and Civilization in Islam, Islam in Local Area, Muslim Community, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics and Business, Quran and Hadith Studies. SCOPE MIDADUNA Journal of Islamic Studies covers studies from various perspectives including Islamic Philosophy, Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science and Civilization in Islam, Islam in Local Area, Muslim Community, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics and Business, Quran and Hadith Studies.
Articles 15 Documents
Integrasi Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Epistemologi Islam Modern Amelia Oktaviany Ashari; Abdul Mukti
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya integrasi epistemologi bayani, burhani, dan irfani dalam kerangka epistemologi Islam modern, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui penelusuran berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan karya akademik yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengkaji karakteristik masing-masing epistemologi serta relevansinya dalam menghadapi tantangan peradaban kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi bayani berperan dalam menjaga otoritas wahyu dan nilai normatif keislaman, epistemologi burhani memperkuat rasionalitas dan argumentasi ilmiah, sementara epistemologi irfani menghadirkan dimensi spiritual dan etis dalam pengembangan   ilmu   pengetahuan.   Integrasi   ketiganya membentuk kerangka epistemologi Islam yang holistik, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan dan kehidupan modern. Dengan demikian, epistemologi Islam integratif berpotensi menjadi landasan dalam membangun pendidikan Islam yang seimbang antara kecerdasan intelektual, kematangan moral, dan kesadaran spiritual.
KONSEP KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DALAM AL- QUR’AN Wahda, Laila Muthia; Pria Rika Saputri
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas Isu keberlanjutan lingkungan telah menjadi perhatian global di tengah meningkatnya krisis ekologi yang mengkhawatirkan. Dalam konteks ini, Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam memberikan panduan yang komprehensif untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keberlanjutan lingkungan berdasarkan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan pendekatan tafsir tematik, kajian ini mengeksplorasi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta, peran manusia sebagai khalifah, serta perintah untuk menghindari kerusakan (fasād) di bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memandangalamsebagai ciptaanTuhan, tetapi jugasebagai tanda-tanda (āyāt) kebesaran-Nya yang perlu dihormati dan dilindungi. Konsep keberlanjutan dalam Al-Qur’an mencakup prinsip keseimbangan (mīzān), pemeliharaan (ḥifẓ), dan tanggung jawab (mas'ūliyyah). Manusia diberikan mandat sebagai khalifah bukan untuk mengeksploitasi, melainkan untuk mengelola dan melestarikan lingkungan dengan bijaksana. Kerusakan alam dianggap sebagai bentuk pengingkaran terhadap amanah ilahi dan memiliki konsekuensi spiritual. Oleh karena itu, keberlanjutan lingkungan menurut Al-Qur’an bukan hanya isu ekologis, tetapi juga merupakan bagian integral dari etika dan akhlak Islami yang menyeluruh. Temuan ini menegaskan bahwa ajaran Islam memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran ekologis umat manusia di era modern.
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Telaah Konseptual dan Relevansinya dengan Nilai Agama dan Moral Nasrul Umam; Imroatul Munawwaroh; Arya Ivan Fuadi
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas rendahnya internalisasi nilai agama dan moral dalam pendidikan anak usia dini yang masih didominasi pembelajaran permukaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep pembelajaran mendalam (deep learning) dan relevansinya dengan penguatan nilai agama serta moral anak usia dini dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan menelaah literatur akademik terkini dari jurnal bereputasi dan sumber terindeks Sinta 1–6. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi keterkaitan teori pendidikan, psikologi perkembangan, dan nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning dapat menjadi pendekatan efektif dalam membentuk kesadaran nilai melalui pengalaman reflektif dan kontekstual. Kesimpulannya, pembelajaran mendalam berpotensi menjadi paradigma baru dalam pendidikan Islam anak usia dini yang berorientasi pada pembentukan akhlak dan spiritualitas.
Hak Digital dan Etika Media Sosial dalam Perspektif Al-Qur’an Pratiwi, Neyza Asti; Nurul Qomariyah; Dwi Latifatu Ulya
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana Al-Qur’an memberikan landasan etis dalam bermedia sosial, terutama dalam menangkal penyebaran informasi palsu atau hoaks. Melalui pendekatan ayat QS. An-Nur:11 dan QS. Al-Hujurat: 6, dijelaskan bahwa prinsip tabayyun (verifikasi) merupakan kewajiban moral bagi setiap Muslim sebelum menyebarkan informasi. Hoaks dipandang sebagai perbuatan dosa besar yang membawa dampak buruk, baik di dunia maupun akhirat. Selain itu, nilai-nilai etika Qur'ani seperti berkata baik dan bersikap jujur menjadi dasar dalam membentuk komunikasi yang sehat di dunia digital. Artikel ini menekankan bahwa penguatan literasi digital berbasis nilai Islam sangat penting dalam membangun masyarakat informasi yang bertanggung jawab.
Living Hadits Sebagai Pendekatan Holistik Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini pada Pendidikan Islam Nasrul Umam; Erisa Farah Faizatul Aqma; Imam Taqiyyuddin Assubky
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji implementasi living hadits dalam pembentukan karakter anak pada lembaga pendidikan Islam kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten dan studi literatur, penelitian ini mengeksplorasi proses transformasi hadits-hadits Nabi tentang pengasuhan anak dari teks normatif menjadi praktik pendidikan yang hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi living hadits dalam konteks pendidikan anak dilakukan melalui tiga dimensi utama: kurikuler, kultural, dan interpersonal. Nilai-nilai yang dihidupkan dari hadits, seperti kasih sayang (rahmah), konsistensi (istiqamah), keteladanan (uswah), dan pembiasaan (ta‘wīd), menjadi dasar dalam pembentukan karakter anak. Integrasi antara nilai-nilai hadits dan teori perkembangan anak kontemporer menghasilkan kerangka pendidikan Islam yang kontekstual dan relevan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan ilmu pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa tercerabut dari akar tradisi kenabian.

Page 2 of 2 | Total Record : 15