cover
Contact Name
Ari Kartini
Contact Email
arikartini@institutpendidikan.ac.id
Phone
+6281314641289
Journal Mail Official
arikartini@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
ISSN : 31107826     EISSN : 31107826     DOI : -
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah publikasi ilmiah yang memuat artikel penelitian, studi teoretis, dan wawasan kritis di bidang bahasa, sastra, serta pengajaran dan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi media penyebaran pengetahuan ilmiah yang relevan, terkini, dan inovatif yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik profesional. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Maret dan September, dan menggunakan proses peninjauan sejawat yang ketat untuk memastikan kualitas dan orisinalitas setiap artikel. Semua artikel diterbitkan di bawah kebijakan akses terbuka , yang memungkinkan artikel tersebut dibaca, diunduh, dan dibagikan secara bebas, asalkan ketentuan hak cipta dihormati. Hak cipta tetap berada pada penulis, sementara jurnal mempertahankan hak publikasi pertama di bawah lisensi Creative Commons Attribution . Alusi dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Pendidikan Indonesia , dan terintegrasi dengan sistem pengarsipan LOCKSS/CLOCKSS untuk memastikan keamanan dan pelestarian arsip digitalnya. Privasi pembaca dan penulis dihormati; data pribadi yang dikumpulkan hanya digunakan untuk keperluan pengelolaan jurnal dan tidak akan dibagikan kepada pihak ketiga. “Terbitkan karya ilmiah terbaik Anda di Alusi untuk menjangkau khalayak pembaca yang luas dan berkontribusi pada kemajuan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.”
Articles 27 Documents
Tindak Tutur dan Implikatur Percakapan dalam Siniar Podkesmas: Kajian Pragmatik pada Episode “Yang Ditanya Eca, Yang Jawab Surya, Dasar Abang Adik!” Regita Jaharatul Rosyida; Didin Sahidin; Ardi Mulyana Haryadi
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Alusi: Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i2.3275

Abstract

Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur dan Implikatur Percakapan dalam Siniar Podkesmas Berjudul ‘Yang Ditanya Eca yang Jawab Surya, Dasar Abang Adek!’”. Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: (1) jenis tindak tutur apa saja yang digunakan dalam siniar tersebut, dan (2) wujud implikatur apa saja yang muncul dalam percakapan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan jenis tindak tutur yang digunakan, dan (2) mengidentifikasi wujud implikatur yang terdapat dalam siniar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan dalam siniar Podkesmas yang diunggah pada kanal YouTube pada 10 September 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan catat rekam, kemudian dianalisis dengan klasifikasi jenis tindak tutur dan implikatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 data tuturan, ditemukan tindak tutur representatif sebanyak 70 tuturan (78%), komisif 3 tuturan (3%), direktif 5 tuturan (6%), ekspresif 6 tuturan (7%), dan deklaratif 1 tuturan (1%). Selain itu, ditemukan wujud implikatur konvensional sebanyak 23 tuturan (26%), implikatur nonkonvensional 13 tuturan (14%), implikatur percakapan umum 40 tuturan (44%), dan implikatur percakapan khusus 4 tuturan (4%). Temuan penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang paling dominan adalah representatif, sedangkan implikatur yang paling dominan adalah implikatur percakapan umum. Hasil ini memberikan implikasi terhadap kajian pragmatik, khususnya dalam memahami strategi komunikasi dan makna implisit yang digunakan dalam media siniar sebagai sarana hiburan dan informasi.
Menelisik Kesalahan Preposisi dan Awalan: Analisis Berdasarkan Kaidah Ejaan Lesi Lestari; Arief Loekman; Ninah Hasanah
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Alusi: Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i2.3276

Abstract

Kesalahan dan kebingungan mahasiswa dalam membedakan penggunaan di sebagai preposisi dan sebagai awalan masih sering ditemukan dalam konteks akademik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk penggunaan preposisi di dan awalan di- oleh mahasiswa semester enam dari berbagai program studi di IPI Garut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa jawaban kuesioner daring yang memuat sepuluh butir soal terkait penggunaan kedua bentuk tersebut. Instrumen penelitian disebarkan kepada 108 mahasiswa dari empat program studi, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Matematika, dan Biologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan preposisi di terjadi pada lebih dari separuh responden, dengan persentase tertinggi pada soal nomor 1 (56,5%), diikuti nomor 5 (50,9%) dan nomor 6 (50%). Kesalahan penggunaan awalan di- juga ditemukan pada sebagian responden, dengan persentase tertinggi pada soal nomor 3 (37%) dan nomor 4 (31,5%). Temuan ini menunjukkan rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap kaidah penulisan di sebagai preposisi dan awalan. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya perbaikan materi ajar dan strategi pembelajaran ejaan yang lebih sistematis, serta perluasan kajian pada aspek kebahasaan lainnya untuk meningkatkan kompetensi berbahasa secara menyeluruh.
Kajian Ekokritik Sastra pada Antologi Puisi Air Mata Manggar Karya Arif Hidayat Agus Sulton; Aditya Ardi Nugroho
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Alusi: Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v2i1.3511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan antologi puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat dengan kajian ekokritik sastra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku antologi puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat yang diterbitkan oleh penerbit Basabasi, Yogyakarta, pada tahun 2018. Data dalam penelitian ini berupa kata atau kalimat dalam buku antologi puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat. Proses penelitian ini dilaksanakan sebagai berikut: (1) pembacaan secara cermat buku antologi puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat yang diterbitkan oleh penerbit Basabasi, Yogyakarta, pada tahun 2018; (2) melakukan pencatatan data (3) melakukan kodifikasi data; (4) melakukan analisis data dan melakukan pembahasan; (5) menuliskan simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa: (1) antologi puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat merepresentasikan suatu sikap solidaritas kepada alam; (2) antologi puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat merefleksikan suatu sikap penghargaan kepada alam; (3) antologi puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat mengungkapkan sebuah gagasan tentang perbuatan tidak mengusik hidup alam; (4) antologi puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat merepresentasikan sikap peduli kepada alam dan kasih sayang kepada alam; (5) antologi puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat merefleksikan sikap bertanggung jawab kepada alam.
Dekonstruksi Novel Kabut Dendam Ciayo Indah serta Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Sofiatin Sofiatin; Muhamad Ichsan Nurjam’an; Nur Rajabiyah
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Alusi: Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v2i1.3624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekonstruksi novel Kabut Dendam karya Ciayo Indah serta implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kajian dekonstruksi terhadap novel kontemporer Indonesia, khususnya yang bergenre misteri dan thriller, serta kurangnya pemanfaatan hasil kajian tersebut dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Novel Kabut Dendam karya Ciayo Indah dipilih karena memuat konflik sosial, psikologis, dan moral yang kompleks serta sarat dengan nilai-nilai budaya dan religius, sehingga relevan dianalisis menggunakan pendekatan dekonstruksi Jacques Derrida. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi oposisi biner yang terdapat dalam novel Kabut Dendam, (2) mendeskripsikan bentuk dekonstruksi terhadap struktur naratifnya, dan (3) menjelaskan implikasi hasil analisis tersebut terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Datanya berupa kutipan narasi, dialog, dan deskripsi analisis melalui tahapan reduksi, interpretasi, dan penyajian data. Sementara itu, keabsahan datanya diuji menggunakan triangulasi teori dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Kabut Dendam mengandung berbagai oposisi biner seperti kaya–miskin, kuat–lemah, korban–pelaku, tradisi–modernitas, dan logis–mistis. Implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA meliputi pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan menafsirkan teks secara multidimensi, dan pemahaman nilai-nilai kehidupan melalui sastra. ABSTRACT This study aims to determine the deconstruction of the novel Kabut Dendam by Ciayo Indah and its implications for Indonesian language learning in high school. This research is motivated by the lack of deconstruction studies on contemporary Indonesian novels, especially those in the mystery and thriller genres, and the lack of utilization of the results of these studies in Indonesian language learning in high school. The novel Kabut Dendam by Ciayo Indah was chosen because it contains complex social, psychological, and moral conflicts and is full of cultural and religious values, making it relevant to be analyzed using Jacques Derrida's deconstruction approach. The objectives of this study are to (1) identify the binary oppositions contained in the novel Kabut Dendam, (2) describe the form of deconstruction of its narrative structure, and (3) explain the implications of the results of the analysis for Indonesian language learning in high school. This study uses a qualitative method with content analysis techniques. The data are in the form of narrative excerpts, dialogues, and analytical descriptions through the stages of data reduction, interpretation, and presentation. Meanwhile, the validity of the data is tested using theory triangulation and source triangulation. The results of this study indicate that the novel Kabut Dendam contains various binary oppositions such as rich–poor, strong–weak, victim–perpetrator, tradition–modernity, and logic–mysticism. Implications for Indonesian language learning in high school include the development of critical thinking skills, the ability to interpret texts multidimensionally, and an understanding of life values ​​through literature.
Di Balik Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Potret Ketidakadilan Gender dan Pengorbanan Perempuan Winka Winka; Anis Pitri Nurjakia; Dhea Astri Agusni
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Alusi: Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v2i1.3640

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena beban kerja ganda berbasis gender sebagaimana digambarkan dalam novel "Dompet Ayah Sepatu Ibu" karya Khairen (2024). Masalah sentral terletak pada ketidakadilan gender sistemik di mana tokoh perempuan memikul tanggung jawab simultan di ranah domestik-reproduktif dan publik-produktif, yang berakar pada stereotip patriarki yang kaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi beban ganda tersebut dan dampaknya terhadap tokoh utama, Zenna, melalui lensa kerangka ketidakadilan gender. Dengan menggunakan metodologi deskriptif-kualitatif melalui pendekatan kritik sastra feminis, penelitian ini melibatkan pembacaan mendalam dan analisis isi narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zenna mengalami perpanjangan jam kerja yang ekstrem, kelelahan fisik-psikologis, dan marginalisasi diri, mulai dari masa remaja sebagai siswa yang bekerja hingga masa dewasa sebagai istri dan pencari nafkah. Temuan mengungkapkan bahwa metafora "Dompet" dan "Sepatu" menyimbolkan ketimpangan kekuasaan, identitas laki-laki dikaitkan dengan status, sementara identitas perempuan terikat pada pengorbanan sunyi. Pengorbanan ini sering kali diromantisasi sebagai bentuk pengabdian, yang sebenarnya menyembunyikan penindasan di baliknya. Implikasi dari studi ini menunjukkan bahwa pencapaian kesetaraan gender memerlukan lebih dari sekadar akses ekonomi bagi perempuan; hal ini menuntut redistribusi struktural peran domestik dan dekonstruksi peran gender yang dianggap "alami". Penelitian ini berkontribusi pada diskursus mengenai sastra merefleksikan kelelahan sistemik perempuan dalam masyarakat patriarki, serta mendorong pergeseran dari sekadar meromantisasi penderitaan menuju transformasi sosial yang autentik.
Konstruksi Otoritas Akademik Melalui Praktik Bahasa Baku Tuti Masitoh
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Alusi: Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v2i1.3650

Abstract

Artikel ini mengkaji peran bahasa Indonesia baku sebagai strategi diskursif dalam membangun otoritas akademik pada artikel ilmiah di Indonesia. Berangkat dari perspektif analisis wacana akademik, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kebakuan bahasa digunakan untuk mengonstruksi impersonalisasi, mengendalikan klaim ilmiah, serta memperoleh legitimasi epistemik. Data penelitian berupa korpus artikel ilmiah nasional lintas disiplin yang dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif berbasis korpus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia baku tidak semata berfungsi sebagai perangkat teknis kebahasaan, melainkan sebagai strategi retoris yang menegaskan objektivitas, netralitas, dan jarak antara penulis dan klaim ilmiah. Selain itu, kebakuan bahasa beroperasi sebagai modal simbolik yang mereproduksi norma akademik nasional sekaligus menegosiasikan pengaruh praktik akademik global. Temuan ini memperkaya kajian authorial identity dengan menghadirkan perspektif konteks non-Barat serta memberikan implikasi penting bagi penulisan artikel ilmiah dan kebijakan bahasa akademik di Indonesia.
Variasi Leksikal Bahasa Gaul dalam Wacana Digital: Studi Multiplatform pada Media Sosial dan E-Commerce Yulia Adiningsih Adiningsih; M.Ichsan Nurjam’an Nurjam’an
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Alusi: Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v2i1.3675

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin masifnya penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi digital yang memunculkan dinamika kebahasaan baru, baik pada media sosial maupun platform e-commerce. Bahasa gaul tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi informal, tetapi juga sebagai strategi linguistik yang adaptif terhadap konteks sosial dan ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis variasi leksikal bahasa gaul dalam wacana digital melalui studi multiplatform pada media sosial dan e-commerce, dengan fokus pada bentuk variasi leksikal, kecenderungan penggunaan lintas platform, serta fungsi linguistik dan pragmatisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks digital dari WhatsApp Group, Facebook, dan platform e-commerce Shopee. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi leksikal bahasa gaul meliputi pemendekan kata, akronim, plesetan, serapan bahasa asing, serta metafora atau idiom digital. Kecenderungan penggunaan bahasa gaul berbeda pada setiap platform, bergantung pada tujuan dan konteks komunikasi. Secara pragmatis, bahasa gaul berfungsi sebagai sarana ekspresif, interaktif, interpersonal, dan persuasif. Temuan ini berimplikasi pada penguatan kajian sosiolinguistik digital serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan literasi bahasa dan strategi komunikasi di era digital.

Page 3 of 3 | Total Record : 27