Jurnal Sains dan Sains Terapan
Jurnal Sains dan Sains Terapan merupakan publikasi ilmiah bergengsi yang didedikasikan untuk memajukan pengetahuan dan menyebarluaskan penelitian mutakhir di bidang kimia, fisika, dan aplikasi praktisnya. Dengan komitmen terhadap keunggulan, jurnal ini menerbitkan dua edisi per tahun, menyediakan platform bagi para akademisi, ilmuwan, dan peneliti untuk berbagi temuan terbaru, metodologi inovatif, dan wawasan kritis mereka. Cakupan: Kimia: Jurnal ini mencakup berbagai topik dalam kimia, termasuk kimia organik, kimia anorganik, kimia fisika, kimia analitik, biokimia, kimia medisinal, kimia material, dan kimia lingkungan. Jurnal ini menerima artikel yang membahas konsep dasar, reaksi kimia baru, sintesis dan karakterisasi senyawa, kimia komputasional, dan biologi kimia. Fisika: Jurnal ini mencakup semua bidang fisika, seperti fisika klasik, mekanika kuantum, fisika partikel, fisika benda terkondensasi, astrofisika, fisika nuklir, fisika optik, dan biofisika. Jurnal ini mengundang kiriman tentang studi teoritis dan eksperimental, pemodelan teoritis, teori medan kuantum, elektromagnetisme, termodinamika, dan penemuan terbaru dalam bidang fisika. Aplikasi: Jurnal ini menekankan penerapan kimia dan fisika di berbagai bidang, termasuk tetapi tidak terbatas pada ilmu material, nanoteknologi, energi, ilmu lingkungan, farmasi, bioteknologi, elektronik, dan telekomunikasi. Jurnal ini mendorong penelitian yang menunjukkan aplikasi praktis, kemajuan teknologi, pendekatan interdisipliner, dan kolaborasi industri.
Articles
31 Documents
Ekstraksi Gelatin dari Kulit Ikan Gabus Menggunakan Jeruk Nipis
Erika Dwi Oktaviani;
Iriani Reka Septiana;
Melantina Oktriayanti;
Metta wijayanti
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 1 No 2 (2023): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v1i2.27
Salah satu turunan kolagen yang banyak dimanfaatkan saat ini adalah gelatin. Gelatin yang saat ini banyak dipasarkan berasal dari hewan jenis mamalia yang rentan terhadap status ketidakhalalannya serta penyakit yang dibawa. Ikan menjadi solusi dari sumber gelatin yang halal. Ikan gabus merupakan jenis ikan yang banyak dimanfaatkan dalam bidang pangan namun meninggalkan limbah tulang dan kulit. Kulit ikan gabus memiliki kandungan kolagen sebesar 16,57%. Ekstraksi kolagen dapat dilakukan dengan cara asam maupun basa, namun metode asam lebih mudah dilakukan dan memperoleh rendemen yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan jeruk nipis sebagai sumber asam. Kulit ikan gabus dilakukan perendaman menggunakan asam dari jeruk nipis selama 24 jam, kemudian diekstraksi menggunakan pelarut air pada suhu 50 °C , 60 °C , 70 °C , 80 °C , dan 90 °C selama variasi waktu 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin dengan kondisi terbaik yaitu variasi ekstraksi dengan suhu 90 oC selama 3 jam. Berdasarkan kondisi tersebut didapatkan yield gelatin sebesar 7,45%, kadar air 9,03%, kadar abu 4,28%, kadar protein 87,25%, pH = 6,2, kekuatan gel 57,6295 gbloom, dan viskositas sebesar 12,7915 cPs.
AL-QUR’AN DALAM PEMIKIRAN JABIR BIN HAYYAN
Mhd. Abror Muzakkir Muda;
Musli
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 1 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i1.41
Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi umat Islam yang berisi firman Allah Subhanahu Wata’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk disampaikan dan diajarkan kepada semua manusia. Isi Al-Qur’an tidak hanya mengandung unsur spiritual saja, namun juga mengandung seluruh unsur yang terdapat dalam kehidupan, termasuk mengenai ilmu pengetahuan. Hal tersebut menarik perhatian Jabir bin Hayyan, seorang ilmuan muslim yang berhasil mengemukakan dasar ilmu pengetahuan saat ini. Pengembangan tersebut Jabir dasarkan berdasar ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Bermodalkan hal tersebut, Jabir berhasil menguasai dan menjadi ahli pada berbagai bidang, khususnya pada bidang kimia hingga Jabir disebut sebagai “The Father of Chemistry”. Jabir juga telah menemukan beberapa atom pada unsur logam didasarkan pada Al-Qur’an. Selain itu Jabir juga mengemukakan teori yang membahas mengenai reaksi-reaksi kimia di antaranya yaitu kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.
PEMANFAATAN CANGKANG TELUR SEBAGAI FILTRASI LIMBAH CAIR TEMPE
Novita Sari;
Tanti;
Firna Jumira
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 1 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i1.42
Limbah cair tempe mengandung zat berbahaya, mempunyai keasaman yang rendah yaitu; pH 4,57 dan tingkat kekeruhan yang tinggi yaitu 535 NTU sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum limbah tersebut di buang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan konsentrasi TDS, BOD, kekeruhan air dan meningkatkan pH. Penelitian ini dilakukan dengan cara filtrasi menggunakan cangkang telur ayam sebagai media filter dengan dua variasi yaitu yang pertama menggunakan cangkang telur saja dengan berbagai variasi ketebalan 3 cm, 5 cm, dan 7 cm, dan yang kedua cangkang telur ditambahkan dengan media filter lainnya berupa pasir Silika, batu Zeolit, dan kapas dengan pengulangan sebanyak 20 kali. Cangkang telur ayam dihancurkan dan dihaluskan lalu diayak menggunakan sieve shaker dengan ukuran 100 mesh dan dioven dengan suhu 110ᵒ C selama 1 jam. Penelitian terdahulu menunjukkan kandungan Kalsium Karbonat ) yang terkandung didalam cangkang telur ayam dapat meningkatkan pH pada limbah cair. Sampel yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui TDS, BOD, pH dan kekeruhan air sebelum dan sesudah difilter. Dengan menggunakan alat Water Quality Meter dan Turbidity Meter. Hasil filtrasi limbah cair tempe menggunakan cangkang telur tanpa tambahan media lain mampu menurunkan konsentrasi TDS, BOD dan kekeruhan masing-masing dengan keefektifitasan sebesar 63 %, 73 %, dan 73 %. Sedangkan hasil penelitian cangkang telur dengan tambahan media filter lain mampu meningkatkan pH limbah cair tempe dari 4,56 menjadi 5,98. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan cangkang telur sebagai media filtrasi limbah cair tempe cukup efektif.
ANALISIS KUALITAS UDARA TERHADAP AKTIVITAS TRUK BATUBARA DI PROVINSI JAMBI
Hayyu Salma
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 1 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i1.44
Provinsi jambi merupakan salah satu Provinsi di Indonesia dengan potensi kekayaan tambang yang cukup besar salah satu diantaranya adalah tambang batubara. Dari 9 Kabupaten 2 Kota madya, terdapat 6 Kabupaten penghasil tambang batubara yang pengangkutan dari lokasi tambang ke pelabuhan menggunakan transportasi darat seperti truk. Emisi gas buangan dari truk angkutan batubara dan debu batubara ini mengakibatkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, karena besarnya kadar debu yang ada di udara ambien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas udara pada saat truk angkutan batubara beroperasional dan tidak beroperasional serta menganalisa korelasi kualitas udara dengan aktivitas truk batubara. Metode penelitian menggunakan analisa statistik deskriptif yang menggambarkan kualitas udara di lokasi pengukuran. Alat yang digunakan software windy.com. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai maksimal pada saat truk angkutan batubara beroperasional nilai konsentrasi SO2 sebesar 7,36 ug/m3 berlokasi Selat, nilai konsentrasi NO2 sebesar 4,89 ug/m3 berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, nilai konsentrasi Massa Debu sebesar 3,42 ug/m3 berlokasi di Merlung. Sedangkan nilai kualitas udara terendah pada saat truk batubara tidak beroperasional konsentrasi PM2.5 sebesar 11,84 ug/m3 berlokasi Simpang Bajubang.
IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK N-HEKSANA DARI DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L)
Nuliyana Harnita;
Agnes Mahesa Putri;
Dori Fitria;
Melisa Fajriati
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 1 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i1.46
Sirsak (Annona Muricata l) memiliki kandungan kimia yang bermanfaat untuk pengobatan, antara lain sebagai antibakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, antiparasit, antihipertensi, antistres, dan menyehatkan sistem saraf. Penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder. Sampel daun sirsak diperoleh dari Kematan Talang Bakung Jambi Indonesia. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol kemudian dipartisi dan dilanjutkan dengan skrining uji fitokimia dan uji kromotagrafi lapis tipis. Hasil skrining fitokimia sebelum dipartisi positif mengandung semua senyawa kecuali alkaloid dengan pereksi mayer dan steroid. Hasil skrining fitokimia sesudah dipartisi positif mengandung alkaloid dan terpenoid.
TINGGINYA KENAIKAN SUHU AKIBAT PENINGKATAN EMISI GAS RUMAH KACA DI INDONESIA
Mona Febriani Irma;
Eva Gusmira
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 1 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i1.49
Saat ini cuaca terus mengalami perubahan, sewaktu waktu bisa terjadi hujan ataupun panas. Perubahan cuaca ini mengalami pergeseran pada periodenya, penyebabnya bisa bermacam-macam salah satunya adalah peningkatan emisi gas rumah kaca. Gas rumah kaca yang paling banyak berada di atmosfer bumi adalah karbondioksida (CO2), metana (CH4), uap air (H2O), dan dinitrogen monoksida (N2O) serta gas lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis krisis iklim akibat peningkatan emisi gas rumah kaca terhadap kondisi suhu bumi. Dengan menggunakan metode literatur review penelitian ini mereview berbagai jurnal maupun artikel dengan topik bahasan yang sesuai dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi peningkatan emisi gas rumah kaca maka bumi semakin hangat. Peningkatan emisi gas rumah kaca menyebabkan peningkatan kemampuan atmosfer bumi untuk menahan panas matahari dan mencegahnya meninggalkan atmosfer. Ini mengakibatkan pemanasan global dan perubahan iklim yang lebih ekstrem, termasuk peningkatan suhu rata-rata global, pencairan es di kutub, dan perubahan pola cuaca yang tidak stabil. Oleh karena itu, semakin tinggi emisi gas rumah kaca, semakin hangat kondisi bumi secara keseluruhan. Pentingnya penulis mengangkat judul ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang perubahan iklim serta upaya mitigasi yang diperlukan, dan mendukung upaya pelestarian lingkungan untuk melindungi bumi dari konsekuensi negatifnya.
Effect of Calcination Temperature on Green Powder From Ensis sp. Shell Waste
Wiji Utami
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 2 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i2.52
Ensis sp. is a primary source of protein from the Nyumbun Tradition in Jambi Province, and it is becoming solid waste after tradition. This study explored the effect of calcination temperature on green powder derived from Ensis sp. shell waste. Before characterization, the powder was treated at room temperature, 800 °C, and 900 °C. After that, the powder material was studied using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) and Scanning Electron Microscope (SEM) instruments. The material was shifted using a 200 mesh sieve. Temperature of 800 and 900 °C showed similar Ca content of 443 and 447,6 mg/g, respectively. The morphology of the two samples was different due to the other temperature conditions used. Higher temperatures induce decomposition, leading to a decrease in particle size. The product of this process could be used as a promising heterogeneous catalyst, so it reduced the existence of shell waste. Keywords: shells waste, Ensis sp, heterogeneous catalyst
Literatur review: penggunaan Internet of things (IoT)) dalam pemantauan suhu dan kelembapan menggunakan sensor DHT11
Scendynawa;
Eva Gusmira
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 2 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i2.53
Suhu adalah derajat panas atau dingin yang diukur pada skala tertentu dan dapat diukur dengan termometer. Suhu yang umum digunakan adalah dalam derajat Celcius (°C). Waktu paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi suhu. Internet of Things (IoT) adalah komponen utama yang telah mengubah cara orang menggunakan dan menghubungkan perangkat teknologi. Dengan data yang lebih akurat, sistem yang lebih responsif, dan pemahaman yang lebih baik, sensor IoT dapat membantu memecahkan tantangan lingkungan yang semakin kompleks dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pola lingkungan. Misalnya, sensor DHT11 dapat digunakan untuk mengukur suhu lingkungan di STRING (Teknologi Unit Penulisan Penelitian dan Inovasi). Hasil pengukuran suhu menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan termometer analog. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor DHT11 mempunyai error yang sangat kecil berkisar antara 1% hingga 3,9%. Kata kunci: Suhu dan kelembaban, Internet of Things (IoT), sensor DT11.
Literatur Review: Studi Tentang Distribusi Suhu dan Dampaknya Terhadap Ekosistem Hutan Tropis
Marbun Hakim;
Eva Gusmira
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 2 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i2.57
Suhu adalah derajat panas atau dingin yang diukur pada skala tertentu dan dapat diukur dengan termometer. Suhu yang umum digunakan adalah dalam derajat Celcius (°C). Waktu paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi suhu. Hutan tropis sering disamakan dengan hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan alam yang terletak di daerah beriklim tropis antara garis lintang 23° 27' LU dan 23° 27' LS. Hutan tropis terdiri dari dua musim: musim hujan dan musim kemarau. Hutan tropis mempunyai lebih dari 0,01% yang melebihi suhu kritis untuk fotosintesis setidaknya setahun sekali. Karena dedaunan lebih cepat panas dibandingkan udara, perubahan iklim di masa depan diperkirakan akan meningkatkan laju pemanasan hingga 1,4%. Saat suhu rata-rata berkisar 46,7 derajat Celcius, kegagalan fotosintesis pada daun pohon hutan tropis menurun. Jika hal ini terjadi, stomata akan menutup, sehingga mengurangi pendinginan transpirasi, dan daun mungkin tidak lagi dapat menjalankan fungsinya. Suhu daun ini jauh lebih tinggi dibandingkan suhu udara. Kata kunci: Suhu, Hutan Tropis.
A Pengolahan Limbah Zat Warna Batik di Perairan : SLR: Pengolahan Limbah Zat Warna
Wiji Utami;
Mutiara Indah
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 2 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i2.61
Limbah cair industri batik menjadi permasalahan utama pada lingkungan perairan. Limbah tersebut mengandung kontaminan zat warna yang dapat memperburuk dampak pencemaran lingkungan. Penelitian SLR ini bertujuan untuk mengetahui metode pengolahan zat warna dan jenis zat warna yang digunakan pada industri batik. Penelitian SLR ini menggunakan metode PRISMA 2020 dengan sumber yang berasal dari Google Schoolar dengan memanfaatkan aplikasi Publish or Perish (PoP). Hasil penelusuran artikel ditemukan sebanyak 22 artikel memenuhi kriteria penelitian. Data penelitian menyatakan bahwa jenis metode yang umum digunakan untuk mengolah limbah zat warna batik adalah adsorpsi karena efisien, ekonomis, dan daya penyerapan yang baik, fleksibel, ramah terhadap lingkungan, dapat diaplikasikan dalam skala besar, dan tetap efektif pada konsentrasi rendah Selanjutnya, zat warna yang sering diteliti yaitu metilen biru. Hal ini disebabkan zat warna ini sangat mudah diserap oleh adsorben, dapat diadsorpsi dengan berbagai material, serta kemampuan MB yang dapat terserap secara merata di seluruh permukaan adaorben. Penelitian SLR ini diharapkan dapat memberikan wawasan akan pentingnya proses adsorpsi sebagai solusi yang ramah lingkungan dalam mengatasi masalah cemaran zat warna pada limbah, terutama di industri batik. Kata kunci: Adsorpsi, Limbah Cair Batik, SLR, Zat Warna