Jurnal Sains dan Sains Terapan
Jurnal Sains dan Sains Terapan merupakan publikasi ilmiah bergengsi yang didedikasikan untuk memajukan pengetahuan dan menyebarluaskan penelitian mutakhir di bidang kimia, fisika, dan aplikasi praktisnya. Dengan komitmen terhadap keunggulan, jurnal ini menerbitkan dua edisi per tahun, menyediakan platform bagi para akademisi, ilmuwan, dan peneliti untuk berbagi temuan terbaru, metodologi inovatif, dan wawasan kritis mereka. Cakupan: Kimia: Jurnal ini mencakup berbagai topik dalam kimia, termasuk kimia organik, kimia anorganik, kimia fisika, kimia analitik, biokimia, kimia medisinal, kimia material, dan kimia lingkungan. Jurnal ini menerima artikel yang membahas konsep dasar, reaksi kimia baru, sintesis dan karakterisasi senyawa, kimia komputasional, dan biologi kimia. Fisika: Jurnal ini mencakup semua bidang fisika, seperti fisika klasik, mekanika kuantum, fisika partikel, fisika benda terkondensasi, astrofisika, fisika nuklir, fisika optik, dan biofisika. Jurnal ini mengundang kiriman tentang studi teoritis dan eksperimental, pemodelan teoritis, teori medan kuantum, elektromagnetisme, termodinamika, dan penemuan terbaru dalam bidang fisika. Aplikasi: Jurnal ini menekankan penerapan kimia dan fisika di berbagai bidang, termasuk tetapi tidak terbatas pada ilmu material, nanoteknologi, energi, ilmu lingkungan, farmasi, bioteknologi, elektronik, dan telekomunikasi. Jurnal ini mendorong penelitian yang menunjukkan aplikasi praktis, kemajuan teknologi, pendekatan interdisipliner, dan kolaborasi industri.
Articles
35 Documents
Desain Pengering Makanan dan Analisis Neraca Massa Pada Pembuatan Tepung Sawi
Erwan Adi Saputro;
Mutasim Billah;
Ardika Nurmawati;
AR Yelvia Sunarti;
Elene Afrisia Efendi
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 3 No 2 (2025): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v3i2.137
The majority of the residents of Giripurno Village rely on activities in the agricultural and plantation sectors. One of the plantation commodities with high prospects in the area is mustard greens. Until now, the harvested mustard greens from local plantations have generally been marketed in fresh form without undergoing any processing. However, this commodity has the potential to generate various processed products with higher economic value if handled appropriately. One form of processing that can be carried out is converting mustard greens into flour. Therefore, this study focuses on the design of a simple drying device (food dehydrator) and the mass balance analysis in the mustard flour production process. This research was conducted using literature review, the design of a box-type insulated dryer equipped with incandescent lamp heating elements and a temperature control system, and the mass balance analysis of mustard flour production. Based on the analysis of the first experiment, 12 grams of mustard flour were obtained from 150 grams of fresh mustard greens. In the second experiment, 15 grams of mustard flour were obtained from 175 grams of fresh mustard greens.
Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan: Pemanfaatan Flood Warning Alarm Sebagai Sistem Peringatan Yang Berkelanjutan
Fadhilah Aini;
Nurul Husna;
Melisa Fajriati
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 4 No 1 (2026): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/65tw4214
Banjir merupakan ancaman utama di Provinsi Aceh, khususnya di daerah seperti Kota Subulussalam, yang sering mengalami kerugian material dan korban jiwa akibat keterlambatan sistem peringatan dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe flood warning alarm ramah lingkungan, dengan indikator multilevel dan notifikasi suara untuk meningkatkan efektivitas mitigasi banjir. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi sistem. Prototipe menggunakan sensor ketinggian air, panel surya, baterai cadangan, LED indikator bertingkat, buzzer, serta modul GSM untuk notifikasi. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu memberikan peringatan dini secara akurat dan real-time, tetap beroperasi saat listrik padam, serta mudah dioperasikan dan dirawat. Implementasi sistem ini berpotensi mengurangi emisi karbon, menekan biaya hingga 40% dibandingkan sistem konvensional, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir. Flood warning alarm ini menjadi solusi berkelanjutan dalam mitigasi risiko banjir dan mendukung perlindungan lingkungan.
Uji Aktivitas Antimikroba dan Antiinflamasi Ekstrak Kasar Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata)
Suciana Syafitra;
Riski Dwimalida Putri
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 4 No 1 (2026): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/wr9eb391
Tanaman Sambiloto merupakan salah satu bahan alam yang semakin banyak peminatnya untuk dijadikan obat tradisional, karena memiliki khasiat yang banyak sejak zaman dulu. Kandungan utama dari daun Sambiloto adalah diterpenoide lactones (andrographolide), paniculides, farnesols dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui rendemen ekstrak kasar dan ekstrak sesudah partisi. Setelah itu, uji aktivitas antimikroba bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menggunakan metode kertas cakram dengan melihat diameter zona hambat yang dihasilkan. Dilanjutkan kembali uji aktivitas anttinflamasi metode membran sel darah merah dengan metode HRBC banyak digunakan karena membran eritrosit mirip dengan membran lisosom yang dapat mempengaruhiproses inflamasi. Dikatakan pula bahwa kestabilan membran eritrosit terhadap gangguan yang diinduksi larutan hipotonik, dapat juga digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui stabilisasi membran lisosom. Berdasarkan hasil tersebut tanaman sambiloto mendapatkan persen rendemen ekstrak kasar sebesar 52%, etil asetat dengan nilai 78%, dan n-heksan 10%. Setelah itu, pengukuran zona hambat pada uji bakteri Escherichia ekstrak kental, etil asetat, etanol- air, mendapatkan aktivitas zona hambat sebesar sebesar 0,65 cm, 0,65 cm, 1,1 cm. Pada bakteri Staphylococcus aureus zona hambat yang dipatkan pada ekstrak kental, etil asetat, dan etanol- air yaitu 1,6 cm, 2,25 cm, 2,35 cm. Hasil aktivitas antiinflamasi % inhibisi tertinggi yaitu pada ekstrak kasar sebesar 92%, ektrak etanol-etil 89%, etil aetat sebesar 88%, dan n-heksan 85%.
Uji Antioksidan Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica) sebagai Kandidat Anti Aging Menggunakan Metode 2,2-Difenil -1- Pikrilhidrazil
Nursinta;
M. Rezky Yahya Dinata
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 4 No 1 (2026): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/2vsr1385
Paparan sinar matahari berlebih dapat menyebabkan penuaan dini dan kerusakan kulit akibat radikal bebas. Untuk mengatasi hal ini diperlukan antioksidan alami yang aman dan efektif. Penelitian ini mengkaji aktivitas antioksidan ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) sebagai kandidat bahan aktif anti-aging. Untuk sumber antioksidan alami pengganti senyawa sintetik yang berpotensi toksik. Pada penelitian bertujuan untuk menentukan senyawa bioaktif yang terkandung dalam daun pegagan serta mengetahui aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dipartisi dengan pelarut etanol:air, n-heksan, dan etil asetat. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa fraksi etanol:air mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan fraksi n-heksan dan etil asetat mengandung terpenoid. Aktivitas antioksidan diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm, dinyatakan sebagai nilai IC₅₀. Hasil menunjukkan fraksi etil asetat memiliki aktivitas sangat kuat (IC₅₀ = 14,14 µg/mL), mendekati kontrol positif vitamin C (13,71 µg/mL), fraksi n-heksan kuat (IC₅₀ = 74,72 µg/mL), dan etanol:air sedang (IC₅₀ = 105 µg/mL). Dengan demikian, ekstrak etil asetat daun pegagan berpotensi besar sebagai agen anti-aging alami dan berkontribusi terhadap pengembangan bahan aktif kosmetik herbal yang aman dan efektif.
Kajian Literatur Stabilitas Atmosfer dan Dampaknya terhadap Penyebaran Polutan pada Peristiwa Inversi Suhu
Aisyah ZM;
Syarifa Aini Surnita Santini
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 4 No 1 (2026): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/8epph542
Pencemaran udara oleh partikulat halus berdiameter aerodinamis kurang dari 2,5 µm (PM2.5) merupakan permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan, serta dipengaruhi tidak hanya oleh emisi, tetapi juga oleh kondisi meteorologi. Salah satu faktor kunci yang mengendalikan variasi konsentrasi PM2.5 adalah stabilitas atmosfer, khususnya melalui pembentukan inversi suhu yang membatasi pencampuran vertikal udara. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis temuan-temuan ilmiah terkini mengenai peran stabilitas atmosfer dan inversi suhu dalam mengontrol penyebaran dan akumulasi PM2.5 di lapisan dekat permukaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan meninjau sepuluh artikel jurnal bereputasi yang dipublikasikan pada periode 2021–2025, mencakup studi observasional, penginderaan jauh, dan pemodelan numerik di berbagai konteks geografis. Hasil sintesis menunjukkan konsensus yang kuat bahwa kejadian inversi suhu secara konsisten menurunkan tinggi lapisan pencampuran dan melemahkan turbulensi vertikal, sehingga mendorong akumulasi PM2.5, terutama selama kondisi atmosfer stabil dan episode kabut asap. Selain itu, beberapa studi mengungkap adanya mekanisme umpan balik aerosol atmosfer, di mana aerosol penyerap radiasi memperkuat inversi suhu dan memperpanjang durasi kondisi stabil. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas atmosfer merupakan pengontrol sistemik pencemaran udara dan perlu dipertimbangkan secara eksplisit dalam analisis, pemodelan, serta perumusan strategi mitigasi kualitas udara.