cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2024): September" : 5 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Novita Auliah Insani Aritonang; Rasmi Manullang; Yasrida Nadeak; Lasria Yolivia Aruan
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2hr6dr69

Abstract

Gangguan menstruasi adalah masalah signifikan pada remaja yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 2 Sibolga. Penelitian menggunakan desain survei analitik cross-sectional dengan 36 responden yang terdiri dari 12 sampel kasus dan 24 sampel kontrol, dipilih melalui teknik non-probability sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner tingkat stres dan keparahan dismenore, serta dianalisis menggunakan korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 16 tahun. Sebanyak 40% mengalami stres ringan, 51,1% stres sedang, dan 8,9% stres berat. Tingkat keparahan dismenore bervariasi, dengan 48,9% responden mengalami dismenore ringan, 33,3% sedang, dan 17,8% berat. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian dismenore (p-value = 0,000; koefisien korelasi Spearman = 0,656), dengan kekuatan hubungan kategori kuat. Stres memengaruhi dismenore melalui mekanisme neuroendokrin yang meningkatkan kadar kortisol dan ketidakseimbangan hormonal, sehingga memicu aktivitas prostaglandin dan kontraksi uterus.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (IUD) Jasni Jasni; Yasrida Nadeak; Rasmi Manullang
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zc02n250

Abstract

Tingginya angka kelahiran di Indonesia menjadi tantangan bagi keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) di Desa Sepadan, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 42 akseptor KB sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,037), dukungan suami (p = 0,031), dan peran petugas kesehatan (p = 0,020) dengan penggunaan IUD. Responden dengan pengetahuan baik cenderung lebih memilih IUD dibandingkan yang kurang pengetahuan. Dukungan suami yang positif meningkatkan kenyamanan istri dalam menggunakan IUD, sementara peran petugas kesehatan melalui konseling efektif turut mendorong keputusan penggunaan IUD. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi kepada pasangan usia subur mengenai manfaat IUD, peran suami dalam mendukung keputusan istri, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain seperti faktor ekonomi, akses layanan kesehatan, dan norma budaya, serta pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam tentang persepsi masyarakat terhadap IUD. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pemanfaatan IUD sebagai metode kontrasepsi jangka panjang di Indonesia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Sri Rahmadani Harahap; Rasmi Manullang
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kxhe1281

Abstract

Antenatal care memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan janinnya. Melalui antenatal care, masalah kesehatan yang mungkin timbul selama kehamilan dapat diidentifikasi dan ditangani dengan cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian digunakan adalah kolerasi deskriptif, dengan menggunakan metode pendekatan Cross Sectional. Adanya hubungan yang signifikan antara status pekerjaan (P=0,002) dan dukungan suami (P=0,021) dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI 0-6 BULAN Anna Rahmi Siregar; Rasmi Manullang
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/x8978r95

Abstract

Bayi yang berusia 0-6 bulan sangat rentan terhadap perubahan gizi dan pola makan yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan desain atau rancangan penelitian Cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu memiliki bayi 0-6 bulan di  UPT Puskesmas Hanopan. Teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive sampling, jumlah sampel penelitian sebanyak 48 responden. Terdapat hubungan secara signifikan antara pengetahuan (p=0,002), dukungan tenaga kesehatan (p=0,003), dukungan suami (p=0,002) dan umber informasi (p=0,003) dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 12-24 BULAN TENTANG IMUNISASI DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI Nurhasanah Siregar; Rasmi Manullang; Ika Damayanti Sipayung; Lasria Yolivia Aruan
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/c7xfdy73

Abstract

Imunisasi merupakan upaya penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi bayi di Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat, tahun 2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain cross-sectional, melibatkan 40 ibu balita sebagai responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,001). Ibu dengan pengetahuan baik lebih cenderung melengkapi imunisasi bayi, sementara ibu dengan pengetahuan kurang memiliki tingkat ketidaklengkapan imunisasi yang lebih tinggi (37,5%). Tingkat pendidikan ibu, terutama lulusan SMA, juga berpengaruh terhadap pemahaman dan kepatuhan imunisasi. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan edukasi tentang imunisasi, terutama bagi ibu dengan tingkat pendidikan rendah. Untuk penelitian selanjutnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5