cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): Juni" : 8 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI PADA PRIA Resli Maryani Sitorus; Mastaida Tambun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8pbga381

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi menjadi tantangan dalam pembangunan nasional, yang salah satu solusinya adalah melalui peningkatan partisipasi program keluarga berencana (KB). Namun, tingkat keikutsertaan pria dalam pemakaian alat kontrasepsi masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian alat kontrasepsi pada pria di Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel berjumlah 64 pria yang dipilih secara random dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan pemakaian alat kontrasepsi adalah jumlah anak (p=0,001), pendapatan (p=0,006), pengetahuan (p=0,001), dan sikap (p=0,001). Sementara itu, usia, pendidikan, dan akses pelayanan KB tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor internal individu lebih dominan dalam memengaruhi perilaku kontrasepsi pada pria dibandingkan faktor eksternal seperti akses layanan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI Fazliyati; Mastaida Tambun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qswj1z36

Abstract

Imunisasi dasar lengkap merupakan upaya penting dalam melindungi bayi dari penyakit menular berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 57 ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,4% ibu memiliki pengetahuan baik, 56,1% memiliki sikap baik, 61,4% mengakses sarana prasarana yang lengkap, dan 61,4% memperoleh dukungan petugas kesehatan yang baik. Sebanyak 59,6% bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan dukungan petugas kesehatan terhadap kelengkapan imunisasi (masing-masing p = 0,006). Namun, sikap ibu (p = 0,415) dan ketersediaan sarana prasarana (p = 0,043) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa faktor pengetahuan dan peran aktif tenaga kesehatan sangat berpengaruh terhadap pencapaian imunisasi lengkap.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PASANGAN USIA SUBUR DENGAN KEIKUTSERTAAN KB AKTIF Sri Ameliana Ginting; Mastaida Tambun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6726q428

Abstract

Partisipasi aktif pasangan usia subur (PUS) dalam program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi penting dalam pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kualitas hidup keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat PUS dalam mengikuti KB aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei analitik dengan desain cross-sectional dan melibatkan 60 responden yang dipilih secara random sampling di wilayah kerja UPTD Puskesmas Naman Teran, Kabupaten Karo, pada April–Juni 2023. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan keikutsertaan KB aktif (p-value masing-masing 0,001 dan 0,000). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan keikutsertaan KB aktif (p-value 0,109). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang baik dan dukungan dari pasangan berperan penting dalam mendorong keikutsertaan PUS dalam program KB aktif. Temuan ini memberikan dasar penting bagi upaya peningkatan edukasi dan keterlibatan pasangan dalam keberhasilan program KB di masyarakat.  
PENGARUH INISIASI MENYUSUI DINI TERHADAP  PENGELUARAN KOLOSTRUM PADA IBU POST PARTUM Ira Sartika; Mastaida Tambun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dat5h122

Abstract

Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan langkah penting dalam mempercepat pengeluaran kolostrum yang bermanfaat bagi kesehatan bayi baru lahir. Kolostrum mengandung nutrisi dan antibodi yang esensial dalam membangun sistem kekebalan tubuh bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IMD terhadap pengeluaran kolostrum pada ibu post partum. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 27 ibu post partum yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling di wilayah kerja UPTD Puskesmas Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, pada April–Juni 2024. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi checklist dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 ibu yang melakukan IMD, sebanyak 12 orang (95,5%) mengalami pengeluaran kolostrum, sedangkan dari 14 ibu yang tidak melakukan IMD, hanya 2 orang (14,3%) yang mengalaminya. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara IMD dan pengeluaran kolostrum dengan p-value = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan IMD berpengaruh secara signifikan terhadap percepatan pengeluaran kolostrum pada ibu post partum.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI 0-6 BULAN Nurul Hudha; Mastaida Tambun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/t6g0bn85

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat penting dalam menunjang tumbuh kembang serta ketahanan tubuh bayi. Namun, praktik pemberian susu formula masih cukup tinggi dan menjadi tantangan dalam pemenuhan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan. Faktor yang diteliti meliputi pengetahuan ibu, pendidikan, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dukungan suami, dan sumber informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuala Bangka, Kabupaten Labuhan Batu Utara, dengan jumlah responden sebanyak 48 orang, yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan nilai signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan (p = 0,002), pengetahuan (p = 0,002), dukungan tenaga kesehatan (p = 0,003), dan sumber informasi (p = 0,003) dengan pemberian susu formula pada bayi 0–6 bulan. Ibu yang bekerja, berpengetahuan kurang, tidak mendapat dukungan tenaga kesehatan, serta memperoleh informasi dari sumber non-kesehatan lebih cenderung memberikan susu formula kepada bayinya.
HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASESPSI HORMONAL JENIS SUNTIK  DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA AKSEPTOR KB Dahlia Octavia Tampubolon; Mastaida Tambun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/etk67842

Abstract

Kontrasepsi hormonal jenis suntik merupakan metode yang banyak digunakan oleh wanita usia subur di Indonesia. Meskipun efektif dalam mencegah kehamilan, metode ini sering menimbulkan efek samping, salah satunya adalah keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal jenis suntik dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Buntung, Kota Batam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 41 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 21–35 tahun, berpendidikan SMA, dan menggunakan KB suntik 3 bulan. Sebanyak 58,5% responden menggunakan KB suntik lebih dari satu tahun dan mayoritas di antaranya mengalami keputihan. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama penggunaan KB suntik dan kejadian keputihan (p = 0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan KB hormonal suntik, terutama dalam jangka panjang, berhubungan erat dengan meningkatnya kejadian keputihan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi menyeluruh tentang efek samping kontrasepsi serta pentingnya pemantauan kesehatan reproduksi pada akseptor KB.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN FAKTOR BUDAYA TERHADAP MINAT SUAMI DALAM MENGIKUTI VAKSEKTOMI Siti Nurhasanah; Mastaida Tambun
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7e996k29

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia menuntut peran aktif laki-laki dalam program Keluarga Berencana, salah satunya melalui metode kontrasepsi vasektomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan faktor budaya terhadap minat suami dalam mengikuti vasektomi di Nagori Mancuk, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang berjumlah 210 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 responden dengan pengetahuan baik, 21 orang (30,9%) berminat mengikuti vasektomi, sedangkan dari 30 responden dengan pengetahuan kurang, hanya 8 orang (11,8%) yang berminat. Hubungan antara pengetahuan dan minat memiliki nilai p = 0,018. Sementara itu, budaya yang mendukung diikuti oleh 31 orang, di mana 18 orang berminat (26,5%), sedangkan budaya yang tidak mendukung diikuti oleh 37 orang dengan 11 orang berminat (16,1%), dengan nilai p = 0,019. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan budaya dengan minat suami dalam mengikuti vasektomi. Upaya promosi dan edukasi yang lebih intensif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan partisipasi pria dalam program KB.
EFEKTIVITAS EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DETEKSI DINI TUBERKULOSIS PADA ORANG DEWASA Ferdi Riansyah; Mhd. Hidayattullah; Mahadzir Z.A; Safrina Safrina; Ibrahim Ibrahim; Muhibuddin Muhibuddin; Eridha Putra
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nrp67e70

Abstract

Tingginya prevalensi kasus penyakit TB tiap tahunnya yang dapat menimbulkan kematian membuat upaya-upaya pencegahan yang telah ada tidak berjalan dengan efektif. Hal tersebut dikarenakan berbagai faktor diantara lain terlambatnya penemuan dan diagnosis penderita. Perilaku dan sikap masyarakat sangat berperan penting dalam rendahnya penemuan kasus. Desain Penelitin yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain quasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode Pre experimental dengan one group pre-test post-test design. Postest dilaksanakan sebagai tolak ukur dari intervensi yang diberikan dengan hari yang sama dengan jumlah sampel 65 Orang. Adapun cara pengumpulan data yag digunakan dengan cara meyebarkan kuesioner dan memberi pendidikan kesehatan melalui media leaflet. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank dengan nilai mean rank sebelum diberikan Penyuluhan 7,00 dan setelah diberikan penyuluhan 0,00 nilai min-maks sebelum diberikan Penyuluhan 2-3 dan sesudah Penyuluhan 1-3, nilai Z sebesar -3,419a dan signifikan  sebesar 0.001. hasil uji wilcoxon signed rank test sebelum diberikan Edukasi dan sesudah diberikan edukasi bahwa Z hitung sebesar -3,419a dan signifikan sebesar 0.001. hal  ini menunjukkan bahwa nilai signifikan 0.001 lebih kecil dari 0.05 (taraf kesalahan 5%). Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh pengetahuan masyarakat terhadap deteksi dini penyakit tuberculosis sebelum diberikan edukasi dan sesudah edukasi. Dengan pemberian penyuluhan diharapkan masyarakat dapat menerapkan sesuai dengan materi yang sudah diajarkan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 8