cover
Contact Name
Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Contact Email
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Phone
+6282133922038
Journal Mail Official
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Miliran Street #16, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
ISSN : 24433187     EISSN : 29619599     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Social, Engineering,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of eight articles for each issue. This journal accepts and publishes paper on civil and environmental engineering related scope, including (1) Structures, (2) Geotechnics, (3) Transportation, (4) Environment, (5) Water Resources, (6) Hydraulic, (7) Hydrology, (8) Construction Materials, and (9) Construction Management. The article published in Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is written in Bahasa Indonesia and will be reviewed using a double blind review system.
Articles 131 Documents
Studi Desain Jalur Kendaraan Tak Bermotor Kawasan Perkotaan Di Kota Ternate Susyanto Ahmad, Andi Arifah Pasri, Muhammad Darwis, Yuni Damayanti
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Ternate adalah salah satu kota di Provinsi Maluku Utara. Kota Ternate merupakan salah satu waterfront city di Indonesia yang awalnya dikenal dalam sejarah dunia sebagai pusat perdagangan rempah- rempah skala internasional di abad ke-15 silam. Selama menjadi kotamadya, Ternate telah menunjukkan perkembangan sebagai kota perdagangan dan industri serta kemajuan yang cukup pesat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Laju perkembangan Kota Ternate diiringi dengan laju peningkatan kendaraan bermotor.Pada tahun 2018 jumlah kendaraan mobil tumbuh menjadi 4.743 unit, dimana 3.763 unit adalah mobil pribadi (individu) sedangkan sisanya 980 unit merupakan mobil pemerintah (kendaraan dinas) dan angkutan umum. Pertumbuhan dan penggunaan kendaraan bermotor perlu diatasi dengan pengembangan moda transportasi alternatif. Kendaraan tidak bermotor dapat menjembatani kesenjangan antara penjalan kaki dan transportasi bermotor. NMT ekonomis untuk pengguna dan fasilitator serta dapat berfungsi sebagai alternatif untuk memecahkan masalah mobilitas perkotaan. Sepeda dan bendi sebagai kendraan tak bermotor, menjadi pemilihan masyarakat golongan tertentu sebagai sarana transportasi utama untuk bekerja. Kerakteristik NMT yang tidak menggunakan bahan bakar minyak untuk mengoperasionalkannya dianggap sebagai sarana transportasi dan paling murah dan mudah dijangkau masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk persepsi masyarakat tentang berlalu lintas menggunakan NMT dijalan raya dan mengetahui desain jalur NMT. Tinjauan pada penelitian ini berupa kendaraan tak bermotor. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara (Interview).Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persepsi masyarakat dalam berlalu lintas mnggunakan NMT bahwa sebagian besar sangat sulit mencapai tujuan ketika berkendara dengan persentase 70% dan melakukan pergerakan atau alih tempat sangatlah berbahaya jika bercampur dengan transportasi kendaraan bermotor dengan persentase 82 %, begitu pula sebagian besar pengguna NMT ketika berlalu lintas pada volume lalu lintas yang berdesak-desakan dan ketika berkendara di bawa terik sinar matahari sangat tidak nyaman dengan persentase 80 % dan persentase 62 %. Oleh karena itu, pertimbangan indikator diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kebutuhan akan jalur NMT sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat dari pertimbanagan faktor keamanan dan kenyamanan dalam berlalu lintas.
Pemecah Gelombang Sisi Miring Dengan Lapis Lindung Tetrapod Ahmad Da’im Adhi Kusuma, Ida Bagus Agung, Zainul Faizien Haza
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini tetrapod akan dijadikan sebagai  lapis lindung pemecah gelombang sisi miring. Penelitian ini dilakukan untuk merencanakan pemecah gelombang sisi miring dengan lapis lindung tetrapod. Tetrapod mempunyai bentuk yang teratur dengan empat buah kaki yang simetris berbentuk kerucut terpancung. Tetrapod bila ditata ditata dengan baik mempunyai kekuatan saling kunci yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan batu pecah alam, dengan demikian pemakaian tetrapod akan memberikan stabilitas lapis lindung yang  lebih besar  jika dibandingkan dengan batu pecah alam.Penelitian ini dihitung dengan menggunakan formula Hudson, salah satu syarat dari formula Hudson adalah hanya berlaku untuk gelombang tidak pecah atau gelombang pecah ketika membentur struktur. Untuk itu dibuat model struktur pemecah gelombang fleksibel sisi miring. Model dibuat di laboratorium diserang gelombang acak (irregular wave) dengan mempergunakan spectrum Bretschneider yang belum pecah sebelum mencapai struktur pemecah gelombang hingga kerusakan material lapis lindung mencapai kurang lebih 2%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi gelombang yang menyerang lapis lindung akan semakin besar kerusakan lapis lindung yang terjadi. Dalam merencanakan pemecah gelombang sisi miring  banyak faktor yang perlu diperhatikan antara lain: panjang durasi serangan gelombang, tinggi gelombang, bentuk dan kekasaran lapis lindung, kemiringan lereng pemecah gelombang, berat lapis lindung dan lain-lainnya. Pemakaian formula Hudson menghasilkan nilai koefisien lapis lindung( Kd ) yang   cukup tinggi yaitu 18 pada Hs/d = 1.3, pada kerusakan 5 %. Padahal nilai Kd yang dipersyaratkan hanya 8.
Perilaku Lentur Pelat Sistem Satu Arah Beton Bertulang Berongga Dengan Pemanfaatan Botol Bekas Berbahan Plastik Sebagai Pembentuk Rongga Novia Tinna Wijayanti, Djoko Sulistyo, Muslikh
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelat beton bertulang berongga sejajar sistem satu arah beton bertulang berongga dengan pemanfaatan botol bekas berbahan plastik sebagai pembentuk rongga merupakan salah satu teknologi alternatif untuk mengurangi berat sendiri pelat dan menghemat kebutuhan material beton. Penempatan rongga pada beton diharapkan tidak akan mengurangi kekuatan lentur pelat tersebut. Namun demikian, perilaku lentur dalam keadaan layan (lendutan) maupun keadaan batas yaitu kekuatan, beban maksimum, dan pola keruntuhan beton bertulang berongga dengan pelat solid, untuk itu perlu penelitian lebih lanjut.              Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan dua tahap pengujian. Pada tahap awal dilakukan dengan pengujian pendahuluan yang meliputi pengujian sifat fisik dan mekanik bahan. Tahap kedua dilakukan dengan pembuatan benda uji, berupa empat benda uji pelat yang terdiri dari satu pelat beton bertulang solid (PS) dan tiga pelat beton bertulang dengan botol plastik bekas kemasan air minum sebagai pembentuk rongga PBBP-1, PBBP-2, dan PBBP-3. Keempat benda uji pelat ini berukuran skala penuh (2200 mm x 1000 mm) dengan ketebalan semua pelat sama yaitu 120 mm. Pengujian dilakukan secara statik dengan beban garis di sepertiga bentang pada sistem struktur dengan tumpuan sederhana. Pada penelitian ini juga diamati terhadap beban berulang 20 % (setara dengan beban hidup ruangan pada perkantoran) dari beban retak awal dilakukan sebanyak 10 kali pembebanan.Pengurangan volume beton pada pelat berongga 1 (PBBP-1) diperoleh sebesar 18,52 %, pelat berongga 2 (PBBP-2) sebesar 16,46 %, dan pelat berongga 3(PBBP-3) sebesar 14,41 % dari pelat solid (PS). Nilai kuat lentur hasil eksperimen yang diperoleh berupa beban maksimum menunjukkan bahwa pelat berongga 1 (PBBP-1) sebesar 98,0 %, pelat berongga 2 (PBBP-2) sebesar 98,04 %, dan pelat berongga (PBBP-3) sebesar 90,98 % dari pelat solid. Beban maksimum hasil eksperimen sedikit lebih kecil dari hitungan analitis, yaitu berturut-turut untuk pelat berongga PBBP-1, PBBP-2, PBBP-3 sebesar 96,83 %, 96,96 %, 90,09 %, dan pelat solid sebesar 99,93 %. Hasil pengujian lendutan pada beban layan untuk semua benda uji kurang (dibawah) dari lendutan ijin maksimum sebesar 4,17 mm, yaitu untuk pelat berongga PBBP-1 sebesar 0,570 mm, PBBP-2 sebesar 0,710 mm, PBBP-3 sebesar 0,650 mm, dan pelat solid (PS) sebesar 0,700 mm. Hasil pengujian beban berulang (20 % dari Pcrsecara analitis) menunjukkan bahwa setiap benda uji pelat tidak mengalami retak. Pola retak yang terjadi pada semua benda uji pelat menggambarkan pola retak kerusakan lentur.
Pengaruh Perubahan SNI 1726:2012 Menjadi SNI 1726:2019 Untuk Nilai Gaya Geser Dasar Statik Ekivalen (Studi Kasus Gedung Kampus Di Provinsi Jawa Tengah) Bagus Aditya, Dimas Langga Chandra Galuh, M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara geografis Pulau Jawa berada di lokasi rawan gempa yang memiliki resiko terjadinya gempa  cukup tinggi sehingga dapat mengakibatkan kerusakan dan keruntuhan bangunan. Sehingga bangunan-bangunan yang ada di wilayah Pulau Jawa khususnya Jawa Tengah harus direncanakan dan dibuat sebagai bangunan yang tahan gempa.Penelitian untuk perubahan SNI 1726:2012 menjadi SNI 1726:2019 bertujuan, mengetahui perubahan dari nilai gaya dasar statik ekivalen untuk sepuluh Kabupaten di provinsi Jawa Tengah, karena adanya berubahan SNI 1726:2012 menjadi SNI 1726:2019. Karena adanya perubahan  SNI 1726 atau biasa disebut SNI Gempa, maka untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan nilai dilakukanlah perhitungan yang sama tetapi dengan SNI yang berbeda kemudian akan menghasilkan nilai yang kemudian dibandingkan untuk mengetahui perubahan nilainya pada studi kasus yang telah ditentukan yaitu pulau jawa meliputi kota Kebumen, Purworejo, Banjarnegara, Cilacap, Banyumas, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Semarang, dan Demak.Hasil analisis sebagian besar kota-kota mengalami peningkatan nilai gaya geser statik ekivalen, dengan adanya perubahan SNI 1726:2012 ke 1726:2019, akan tetapi juga ada yang mengalami penurunan nilai  gaya geser statik ekivalen, yang meliputi kota Kebumen mengalami kenaikan 9,28%, kota Purworejo mengalami kenaikan 20,34%, kota Cilacap 2,67%, dan kota Banyumas mengalami peningkatan 11,48%. Sedangkan yang mengalami penurunan nilai di kota Banjarnegara yaitu 7,95%. Lalu untuk kota Magelang mengalami kenaikan 24,46%, kota Temanggung mengalami kenaikan 17,29%, kota Wonosobo mengalami kenaikan 6,30%. Lalu kota yang juga mengalami penurunan nilai pada kota Semarang 21,288%, dan Demak 18,12%.
Analisis Genangan Banjir Menggunakan Sistem Aplikasi Hec-Ras 5.0.7 (Studi Kasus Sub-DAS Sungai Dengkeng) Tedi Irawan, Zainul Faizien Haza, Lilik Hendro Widaryanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Dengkeng merupakan  salah satu sungai yang melintas di wilayah  administrasi Solo raya. Hulu sungai terletak dilereng merapi  yaitu pecahan dari sungai Woro di Kabupaten Sleman dan hilir sungai terletak di Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten. Banjir yang terjadi di Sungai Dengkeng hampir setiap tahun terjadi dan menimbulkan banyak kerugian. Pada Tahun 2017, terjadi banjir yang lebih parah dari pada tahun sebelumnya.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis genangan banjir yang diakibatkan oleh luapan sungai Dengkeng menggunakan sistem aplikasi HEC-RAS 5.0.7 pada tanggal 28 November sampai dengan 2 Desember 2017. Data DEM (Digital Elevation modelling) diperoleh dari DATA DEMNAS kemudian diproyeksikan menjadi koordinat UTM menggunakan Global Mapper dan data debit sungai diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Luasan genangan banjir diperoleh dengan mengexport layer static meliputi (Layer Deepth, layer velocity, layer Water surface elevation) pada kondisi debit maksimal dalam bentuk KML dan dihitung menggunakan software Google Eart Pro dengan pengukuran polygon.Hasil analisa di didusun Sarimulyo, Karangjoho, Karangdowo diperoleh tinggi genangan sebesar   0,034 sampai 3,204 meter dengan kecepatan sebesar 0,115 sampai 1,521 m/d. Di dusun Lembuputih, Karangjoho, Karangdowo tinggi genangan sebesar 0,282 sampai 2,054 meter dengan kecepatan 0,08 sampai 0,612 m/d. Di dusun Sawah, Babadan, Karangdowo tinggi genangan sebesar 0,698 sampai 2,698 meter dengan kecepatan 0,698 sampai 1,153 m/d. Di dusun Satu, Majasto, Tawangsari tinggi genangan sebesar 0,18 sampai 2,539 meter  dengan kecepatan 0,07 sampai 0,254 m/d. Hasil Pemetaan genangan banjir untuk luasan genangan banjir di Kecamatan Karangdowo sebesar 124,72 ha dan di Kecamatan Tawangsari sebesar 30,89.
Perancangan Struktur Atas Jembatan Busur Baja Tipe Tied Arch Bridge Bentang 60 M (Studi Kasus: Jembatan Kali Putih, Magelang) Budi Setiawan, Algazt Aryad Masagala
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan suatu konstruksi yang berguna menunjang sarana transportasi sebagai penghubung antara kedua sisi jalan yang terputus karena rintangan dibawahnya. Jembatan existing Kali Putih berada di ruas jalan Srumbung-Jurangjero merupakan jembatan tipe Truss A-60 dengan bentang 60 meter, lebar 9,4 meter, dan tinggi rangka 6,4 meter. Jembatan existing rangka baja dibangun pada tahun 2019 dimana merupakan penggantian dari jembatan lama berstruktur girder. Jembatan Kali Putih direncanakan ulang menggunakan jembatan busur baja tipe Tied Arch Bridge dengan dimensi panjang serta lebar jembatan yang sama.            Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh hasil analisis struktur jembatan busur baja tipe Tied Arch Bridge, peraturan perancangan yang digunakan mengacu pada SNI 1725-2016 tentang Pembebanan Jembatan, SNI 2833-2016 tentang Perencanaan Jembatan Terhadap Beban Gempa, RSNI T-03-2005 tentang Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan, serta peraturan lain yang berkaitan dengan perencanaan jembatan busur baja. Dalam perencanaan ulang digunakan software SAP 2000 v.14 untuk analisa struktur serta software AutoCad 2013 untuk penggambaran DED. Didapatkan komponen struktur utama menggunakan material baja BJ 55 dengan tegangan leleh fy 410 MPa serta tegangan putus fu 550 MPa, sedangkan perencanaan slab lantai jembatan menggunakan material beton fc’ 25 MPa.            Dari hasil perencanaan ulang Jembatan Kali Putih menggunakan jembatan busur baja tipe Tied Arch Bridge didapatkan dimensi profil baja arch rib dan chord tie beam BOX 1200.500.20.20, profil baja top bracing BOX 300.150.10.10, profil baja end cross girder IWF 700.300.13.24, profil baja cross girder IWF 900.300.16.28, profil baja stringers IWF 450.200.9.14, profil baja wind bracing IWF 200.200.8.12, dimensi hanger Ø40 mm, plat lantai kendaraan komposit tebal 20 cm dengan tulangan pokok Ø16-150 dan tulangan bagi Ø13-150, serta sambungan menggunakan baut mutu tinggi A-325. Didapatkan nilai lendutan terbesar berada di tengah bentang sebesar 0,057 m kurang dari lendutan ijin sebesar 0,075 m.
Analisis Frekuensi Alami Rumah Instan Baja (RISBA) Dan Rumah Instan Baja Ringan (RISBARI) Reza Fajar Pratama, Widarto Sutrisno, Iskandar Yasin
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap wilayah rawan gempa harus memperhatikan frekuensi gempa, jika frekuensi gempa dan frekuensi alami sebuah bangunan hunian memiliki nilai yang sama atau berdekatan sehingga mengalami resonansi dan bangunan hunian mengalami kerusakan berat, oleh karena itu dalam perencanaan bangunan hunian ditempat rawan gempa perlu memperhatikan struktur bangunan hunian tersebut yaitu frekuensi alami yang dimikilinya.Penelitian ini bertujuan untuk mencari besar nilai frekuensi alami, perbandingan antara nilai frekuensi alami, perilaku bentuk model getaran struktur frekuensi alami pada struktur RISBA dan RISBARI, yang kedua rumah tersebut merupakan rumah tahan gempa, salah satu perencanaan bangunan hunian tahan gempa yaitu frekuensi alami yang tinggi. Penelitian ini dengan menggunakan software SAP2000 (Student Version), dibatasi hanya frekuensi alami saja, tanpa pelapis dinding dan model sesuai petunjuk teknis RISBA ukuran denah 6x6 m dan RISBARI  dengan ukuran denah 5x6 m.Hasil Analisis frekuensi alami pada RISBA pada mode 1 adalah 5.0497 Hz, RISBARI pada mode 1 adalah 8,141 Hz. Berdasar besarnya nilai frekuensi alami yang dimiliki RISBA dan RISBARI tersebut  didesain agar rumah ini tahan gempa pada daerah rawan gempa.
Perbandingan Analisis Frekuensi Alami Jembatan Gantung Dengan Menggunakan Aplikasi Accelerometer Meter Dan Software (Studi Kasus Jembatan Gantung Kemiri Buluharjo Karangmojo) Diah Prawestri, Widarto Sutrisno, Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tipe jembatan gantung sering digunakan untuk jenis jembatan bentang panjang. Pertimbangan pemakaian tipe jembatan gantung adalah dapat dibuat untuk bentang panjang tanpa pilar ditengahnya. Jembatan gantung terdiri atas pelengkung penggantung dan batang penggantung (hanger) dari kabel baja, dan bagian yang lurus berfungsi mendukung lalulintas (dek jembatan).Analisis modal secara teoritis dan eksperimen dilakukan pada penelitian ini untuk mendapatkan frekuensi alami. Objek struktur yang digunakan adalah Jembatan Gantung Kemiri di Buluharjo, Karangmojo, Gunungkidul yang merupakan jembatan gantung baja dengan panjang 72 meter. Jembatan dimodelkan secara tiga dimensi dengan program SAP 2000 untuk mendapatkan periode getar dan frekuensi pada duabelas mode getar jembatan gantung secara teoritis. Free vibration test kemudian dilakukan untuk mendapatkan frekuensi dan amplitudo secara eksperimental. Pengukuran vibrasi menggunakan aplikasi Accelerometer Meter.Frekuensi alami pada hasil output SAP 2000 adalah mode 1 dengan frekuensi 1,6127 Hz. Hasil dari eksperimen terdapat data frekuensi alami 22,5 Hz untuk channel X, sebesar 3,1 Hz untuk channel Y, dan untuk 12,8 Hz untuk channel Z. Frekuensi dari hasil eksperimen menunjukkan selisih yang lebih besar dengan frekuensi hasil modelisasi. 
Analisis Perilaku Dinamik Struktur Gedung Perkantoran Empat Lantai Di Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Beban Gempa SNI 1726:2019 Samuel Steviano Pait, M. Afif Shulhan, Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor adalah sebuah bangunan atau gedung sebagai tempat kerja untuk urusan kepemerintahan atau perusahaan dan bersosialisasi yang menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi orang-orang yang menggunakannya. Hal penting yang mempengaruhi keamanan dan kenyamanan tersebut yakni yang tersedia untuk menahan beban akibar gempa.Salah satu gedung empat lantai yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dibentuk berdasarkan sistem rangka ruang yang diasumsikan berada pada tanah sedang (SD) dan dianalisis berdasarkan Sistem Rangka Beton Bertulang Pemikul Momen Khususm (SRPMK). Dengan mutu beton,fy = 25 MPa, mutu baja tulangan polos, fy = 240 MPa untuk diameter ≤ 12 mm dan mutu baja tulangan ulir, fy = 400 MPa untuk diameter >12 mm. Pembebanan yang digunakan mengacu pada SNI 1727:2010 untuk standar ketahanan gempa mengacu pada SNI:1726:2019, dan kapasitas elemen struktur beton mengacu pada SNI 2847:2019.Berdasarkan hasil analisis respon dinamik diperoleh persyaratan gerak ragam yang sudah sesuai dengan mode 1 menunjukan gerak translasi arah Y adalah 55,47%, mode 2 menunjukkan gerakan translasi arah X yaitu 57,55% dan mode 3 menunjukan gerakan struktur dalam rotasi yaitu 49,98%. Gaya geser dasar dinamik, Vtx 3090,856157 KN dan Vty 2892,928284 KN yang telah memenuhi hampir mencapai 100%. Arah gempa yang diterapkan berupa arah orthogonal dengan nilai factor redunansi (ρ) sebesar 1,3. Simpangan antara tingkat tidak ada yang melebihi batas izin. Efek P-Delta dari struktur menyimpulkan bahwa struktur tetap stabil.
Studi Pengaruh Corridor Berhimpit Terhadap Karakteristik Galian Dan Timbunan Pada Proyek Jalan Paris Girijati Andika, Zainul Faizien Haza, Widarto Sutrisno
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jalan raya merupakan salah satu hal yang selalu beriringan dengan kemajuan teknologi dan pemikiran manusia yang menggunakannyam karena jalan merupakan fasilitas penting bagi manusia supaya dapat mencapai suatu daerah yang ingin dicapai.Penelitian ini menggunakan metode AASHTO, 2011 a policy on geometric design of highways and streets dan SNI Departemen Pekerjaan Umum , 2005 Pelatihan Road design engineer. Penelitian ini meliputi 2D dan 3D Modelling, Analysis dan visualisasi jalan.Hasil analisis untuk corridor jalan berhimpit diperoleh kemiringan lereng galian 1H:5V, timbunan 1.5H:1V dan total volume galian sebesar 1045890 m3, timbunan 525050.45 m3  sedangkan untuk corridor jalan normal diperoleh kemiringan lereng galian 1H:2V, timbunan 1.5H:1V dan total volume galian sebesar 26002354 m3, timbunan 169241 m3.

Page 8 of 14 | Total Record : 131