cover
Contact Name
Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Contact Email
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Phone
+6282133922038
Journal Mail Official
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Miliran Street #16, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
ISSN : 24433187     EISSN : 29619599     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Social, Engineering,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of eight articles for each issue. This journal accepts and publishes paper on civil and environmental engineering related scope, including (1) Structures, (2) Geotechnics, (3) Transportation, (4) Environment, (5) Water Resources, (6) Hydraulic, (7) Hydrology, (8) Construction Materials, and (9) Construction Management. The article published in Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is written in Bahasa Indonesia and will be reviewed using a double blind review system.
Articles 131 Documents
Studi Optimasi Pemanfaatan Waduk Wadaslintang Untuk Kebutuhan Air Irigasi, Air Baku, Dan Potensi PLTA Rindho Wahyu Santoso; Ahmad Mashadi; Lilik Hendro Widaryanto; Adi Sutarto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Wadaslintang terletak di desa Sumberejo, kecamatan Wadaslintang, kabupaten Wonosobo, sekitar 17 km sebelah utara kota Prembun. Manfaat utama pembangunan Waduk Wadaslintang adalah penyediaan air irigasi untuk irigasi persawahan seluas 33.279 hektar yang terdiri dari 18 daerah irigasi di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo. Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas, perlu adanya studi optimasi Waduk Wadaslintang untuk pemanfaatan irigasi, kebutuhan air baku, dan potensi PLTA. Dengan adanya studi optimasi dapat diketahui pengaturan cara pemberian air yang baik dan pengaturan pola tanam. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan studi optimasi antara pola tanam dan kebutuhan air baku serta potensi PLTA sehingga fungsi dari Waduk Wadaslintang dapat digunakan secara optimal. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, didapatkan beberapa kesimpulan yaitu debit maksimal bangkitan inflow yang digunakan untuk menghitung besar kebutuhan air sebesar 2,47 m3/detik dan debit inflow minimum sebesar 0.41 m3/detik, kebutuhan air alternatif pola tanam yang paling besar adalah alternatif pola tanam 3 dengan masa awal tanam Nopember dengan besar kebutuhan air 4713,32 besar kebutuhan air untuk kebutuhan air baku pada tahun 2030 pada kondisi jam puncak adalah sebesar 135,05 liter/detik, dan besar energi yang dihasilkan dari perhitungan potensi PLTA didapatkan daya sebesar 3721423,2 kW dengan debit andalan 90% sebesar 0.94 m3/detik.
Analisis Komposisi Abu Cangkang Kelapa Sawit Dan Pasir Pantai Sumur Tujuh Sebagai Bahan Pengisi Campuran Batako Hana Dwitasari; Dewi Sulistyorini; Lilik Hendro Widaryanto; Angga Darmawan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bata beton menjadi salah satu pilihan bahan bangunan yang banyak digunakan dalam konstruksi sebagai pasangan dinding. Bahan utama pembentuk batu bata yaitu tanah liat yang prosesnya dibakar sampai berwarna kemerahan. Beragam jenis batu bata antara lain yaitu batako. Material dinding pembentuk batako terbuat dari campuran pasir, air dan semen yang dicetak padat atau dipress. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasir kuarsa, pasir pantai umur tujuh, semen Portland, abu cangkang kelapa sawit, dan air. Ukuran sampel benda uji 15 cm x 15 cm x 15 cm dengan cetakan kubus. Campuran bahan pembuatan batako terdiri dari semen yang penggunaannya digantikan sebagian dengan 0% dan 10% abu cangkang kelapa sawit, dan penggunaan pasir pantai sumur tujuh 0%, 50%, dan 100% terhadap pasir kuarsa. Perbandingan takaran pembuatan batako adalah 1 Semen : 3,75 Pasir. Pengujian dilakukan mengetahui kuat tekan dan daya serap air. Penambahan abu cangkang kelapa sawit 0% dan 10% yang disubtitusikan terhadap semen, nilai kuat tekan yang dihasilkan mengalami penurunan. Pada penggunaan pasir pantai 0%, 50%, 100% sebagai subtitusi pasir kuarsa juga mengalami penurunan. Dari hasil daya serap air batako yang diperoleh dengan komposisi 0% dan 10% abu cangka ng kelapa sawit dan penggunaan pasir pantai 0%, 50%, 100% sebagai subtitusi pasir kuarsa pada umur batako 14 hari dengan hasil daya serap rata-rata secara urut sebesar 2,96%, 2,71%, 2,58%, 5,82%, 10,58%, dan 6,97%. Hasil daya serap air pada batako tidak melebihi dari persyaratan nilai penyerapan air maksimum yaitu sebesar 25 % yang menurut SNI. 03-0349- 1989 dan PUBI 1989.
Analisis Kinerja Simpang Empat Tak Bersinyal Studi Kasus Di Jalan Sambiroto, Purwomartani, Kalasan, Sleman Kurnia Yuniawan; Widarto Sutrisno; Detha Sekar Langit Wahyu Gutama; Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang empat tak bersinyal adalah perpotongan atau pertemuan pada suatu bidang antara dua atau lebih jalur jalan raya dengan simpang masing - masing dan pada titik – titik simpang tidak dilengkapi dengan lampu sebagai rambu – rambu simpang. Hasil yang diperoleh setelah melakukan pengamatan dan analisis adalah mengetahui kinerja simpang empat tak bersinyal Jalan Sambiroto menunjukan kinerja yang baik. Berdasarkan analisis PKJI 2014 didapatkan kapasitas (C) sebesar 2984 skr/jam, derajat kejenuhan (DJ) 0,67, tundaan (T) 11,72 det/skr dan peluang antrian (PA) 18,47 % - 38,19 %.
Pengaruh Beban Gempa Terhadap Stabilitas Dinding Penahan Tanah (Studi Kasus Proyek Preservasi Ruas Jalan Pasar Plono – Kebun Teh Nglinggo) Widarto Sutrisno; Dewi Sulistyorini; Zainul Faizien Haza; Latif Putra Pradana
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan dinding penahan tanah dalam proyek merupakan salah satu upaya dalam penanganan tanah longsor dengan sebagai perkuatan lereng. Perencanaan dinding penahan tanah diperhitungkan secara teliti agar kesalahan perencanaan tidak terjadi. Perkuatan dengan dinding penahan tanah tersebut bertujuan agar meminimalisir terjadinya longsoran terhadap pembangunan jalan di Proyek Preservasi Ruas Jalan Pasar Plono – Kebun Teh Nglinggo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor keamanan lereng dan perencanaan dinding penahan tanah sebagai perkuatan pada lereng. Metode yang digunakan untuk perhitungan faktor keamanan lereng adalah metode Fellinius (1927). Hasil dari perhitungan faktor keamanan dengan R = 6.6 m didapatkan angka keamanan sebesar F = 0.97, dengan angka tersebut maka dapat dikategorikan sebagai lereng mudah longsor. Sebagai perkuatan pada lereng digunakan dinding penahan tanah dengan dimensi H = 7.1 m, B = 3.3 m. Perhitungan stabilitas dinding penahan tanah dihitung dengan 3 kondisi. Pada kondisi normal tanpa beban tambahan didapatkan nilai keamanan terhadap guling (Fgl) = 2.77 > 2 aman dan nilai keamanan terhadap geser (Fgs) = 2.15 > 1.5 aman. Pada kondisi normal dengan beban tambahan nilai faktor keamanan terhadap guling (Fgl) = 2.61 > 2 aman, faktor keamanan terhadap geser (Fgs) = 2.04 > 1.5 aman. Pada kondisi gempa didapatkan faktor keamanan terhadap guling (Fgl) = 1.61 > 1.25 aman, faktor keamanan terhadap geser (Fgs) = 1.01 > 1.25 tidak aman. Untuk faktor keamanan terhadap keruntuhan didapatkan angka keamanan sebesar 4.338 > 3 aman. Penulangan pada dinding penahan didapatkan untuk tulangan pokok memakai D19~150 dan untuk tulangan bagi memakai D16~200.
Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Terhadap Beban Gempa Respon Spektrum (Studi Kasus : Zona 2 Apartemen Yogyakarta) Retno Mawarti; Dimas Langga Chandra Galuh; M.Afif Shulhan; Iskandar Yasin
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis dinamik respon spektrum merupakan salah satu sarana untuk mengetahui persyaratan parameter bangunan tahan gempa dan untuk melakukan pengecekan kapasitas suatau elemen struktur. Analisis ini dinilai dapat memberikan hasil perhitungan yang lebih akurat dibandingkan dengan analisis statik ekuivalen. Oleh karena itu, dipilihlah metode analisis dinamik respon spektrum guna melakukan upaya penelitian analisis kinerja struktur pada salah satu bangunan gedung bertingkat di Kota Yogyakarta yaitu Zona 2 Apartemen Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur apartemen tersebut ditinjau berdasarkan nilai drift, displacement dan base shear serta untuk mengetahui kinerja kapasitas struktur atas yakni balok, kolom, pelat lantai dan shear wall. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung ini memenuhi beberapa parameter persyaratan bangunan tahan gempa. Hal ini dibuktikan bahwa pola ragam getar mode-1 dan mode-2 merupakan translasi arah X dan Y sedangkan mode-3 merupakan deformasi rotasi. Modal participation mass ratio menunjukkan struktur mencapai 90% pada mode shape 11 untuk sumbu X dan mode shape 18 untuk sumbu Y. Base shear yang diperoleh telah memenuhi persyaratan yakni Vt harus lebih besar 100% V. Syarat sistem ganda memenuhi persyaratan SNI 1726-2019 karena shear wall hanya memikul sebesar 9,594% gaya seismik pada arah X dan 69,005% pada arah Y. Gedung ini aman dan tidak melebihi batas izin terhadap beban gempa rencana ditinjau dari drift, pengaruh P-Delta, kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit. Hasil analisis pengecekan kapasitas elemen struktur atas yaitu balok, kolom, pelat lantai dan shear wall aman dan tidak perlu didesain ulang ditinjau dari persyaratan gaya dan geometri serta persyaratan kapasistas lentur, geser dan torsi.
Karakterisik Paving Block dengan Limbah Besi Tempa sebagai Agregat Tambahan dalam Agregat Halus Oktavianus Jeverson; Dewi Sulistyorini; M.Afif Shulhan; Ida Bagus Agung
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum struktur perkerasan jalan di Indonesia menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement) dan perkerasan lentur (flexible pavement). Salah satu inovasi perkerasan untuk jalan bervolume kecil saat ini adalah pengembangan paving block. Menurut SNI 03-0691-1996, bata beton (paving block ) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya. Akan tetapi bahan yang digunakan dalam paving block bisa juga divariasikan dengan bahan lain. Di kabupaten Magelang terdapat industri pengrajin besi tempa dimana setiap harinya menghasilkan berton- ton limbah yang tentu saja mengganggu kesehatan lingkungan sekitar. Hal ini menjadi inovasi peneliti untuk memanfaatkan limbah ini sebagai tambahan dalam agregat halus pada perencanaan campuran paving block. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu dari paving block dengan mensubstitusikan beberapa persen agregat halusnya dengan bahan lain. Penelitian dilakukan di laboratorium PT. Aneka Dharma Persada dan juga ditempat percetakan paving block. Jenis pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan, daya serap air dan berat jenis paving block. Hasil dari pengujian tersebut adalah untuk uji kuat tekan variasi 1 ( 0%) ; 231,132 kg/cm2, variasi 2 (10%) ; 210,738 kg/cm2, variasi 3 (20%) ; 142,758 kg/cm2, dan variasi 4 (30%); 169,95 kg/cm2. Uji daya serap air hasilnya adalah variasi 1 (0%) : 7,48 %, variasi 2(10%) : 5 %, variasi 3(20%) : 7,7 %, dan variasi 4(30%) : 10,11 %. Sedangkan untuk uji berat jenis adalaah variasi 1 (0%) ; 1,87 gr/cm³, variasi 2 (10%) : 1,84 gr/cm³, variasi 3 (20%) : 1,84 gr/cm³, dan variasi 4 (30%) : 1,74 gr/cm³.
Pengaruh Limbah Beton Dan Abu Sekam Padi Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Material Terhadap Kuat Tekan Beton Bagus Ramadhan Harry Nugraha; Agus Salim Al Fathoni; Besty Afriandini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi pekerjaan sipil yang sangat berperan penting dalam pembangunan. Keistimewaan dari beton adalah mudah dibentuk sesuai dengan keinginan, memiliki nilai kuat tekan yang tinggi, memiliki ketahanan dalam jangka panjang dengan perawatan yang sederhana dan relatif murah karena menggunakan bahan dasar dari bahan local. Beton merupakan campuran agregat kasar (kerikil) dan agregat halus (pasir) sebagai bahan pengisi, serta semen dan air sebagai bahan pengikat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mutu dan pengaruh mutu beton terhadap penggantian sebagian agregat kasar menggunakan limbah beton (LB) dan abu sekam padi (ASP) sebagai pengganti sebagian semen dengan variasi campuran (LB : 0%, 50%, 60%, 70%, dan ASP : 2,5%). Hasil uji didapat kesimpulan penambahan limbah beton dan abu sekam padi sebagai bahan pengganti sebagian campuran beton mutu rendah fc’ 20 MPa dapat menaikkan kuat tekan pada persentasi variasi 50% dan 60% sebesar 11% dan 21% dari nilai kuat tekan beton normal tanpa campuran (0%). Sedangkan pada presentase 70% hanya mengalami kenaikan sebesar 8% dari kuat tekan beton normal tanpa campuran (0%). Nilai kuat tekan optimum pada penelitian ini terjadi pada beton dengan variasi penambahan limbah beton 60%.
Pengaruh Penambahan Serat Serabut Kelapa Terhadap Kuat Lentur Pada Beton Dengan Mutu 20 MPa Eggy Nazar Dwi Saputro; M. Agus Salim Al Fathoni; Besty Afriandini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton pada umumnya digunakan sebagai bahan kontruksi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Beton biasanya terbuat dari semen, agregat halus, agregat kasar, air serta dapat ditambahkan bahan yang mampu meningkatkan kinerja dan mutu dari beton. Beton serat adalah beton yang cara pembuatannya ditambah serat. Tujuan penambahan serat tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan tarik beton, sehingga beton tahan terhadap gaya tarik akibat, cuaca, iklim dan temperatur yang biasanya terjadi pada beton dengan permukaannya yang luas. Salah satunya adalah penambahan serat serabut kelapa sebagai bahan tambah serat pada beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dengan penambahan serat serabut kelapa terhadap kuat lentur beton mutu f’c 20 MPa. Benda uji berbentuk balok dengan panjang 60 cm lebar 15 cm dan tinggi 15 cm, dengan 4 penambahan serat serabut kelapa yaitu 0%, 0.2%, 0.4% dan 0.6%. Pengujian kuat lentur dilakukan pada beton umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan penambahan serat serabut kelapa mengalami kenaikan kuat lentur pada persentase serat 0.2%, 0.4% dan 0.6% dengan angka 2.40 MPa, 2.66 MPa dan 2.70 MPa dari nilai kuat lentur beton normal tanpa campuran yang pada angka 2.18 MPa. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa semakin tinggi variasi penambahan serat serabut kelapa maka semakin tinggi nilai kuat lenturnya.
Analisis Kapasitas Fasilitas Sisi Darat Terminal Penumpang Bandar Udara Sultan Babullah Ternate Febrianti Ode Mane; Muhammad Taufiq Yuda Saputra; Erwinsyah Tuhuteru; Yuni Damayanti
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis kapasitas pada fasilitas sisi darat terminal penumpang bandar udara sultan bebullah ternate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hasil analisis kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang Bandar Udara Sultan Babullah Ternate pada 10 tahun yang akan datang dengan menggunakan data lalu lintas angkutan udara penumpang bandar udara Sultan Babullah Ternate tahun 2011 – 2020. Sebelum melakukan analisis kapasitas, penelitian ini menganalisis kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang di tahun 2020 untuk mengetahui kondisi eksisting. Kemudian perencanaan kapasitas dimulai dengan meramalakan jumlah permintaan penumpang di tahun 2021 sampai dengan 2030 dengan metode yang digunakan yaitu metode regresi linier, metode aritmatika dan metode geometrik. Melalui penumpang pada jam sibuk, hasil peramalan yang diperoleh digunakan sebagai input untuk memprediksi kebutuhan kapasitas di tahun 2021 sampai tahun 2030 berdasarkan SKEP/77/VI/2005. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis kapasitas fasilitas sisi darat terminal penumpang yang harus di berikan oleh Bandar Udara Sultan Babullah Ternate di 10 tahun mendatang berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP//77/VI/2005, menunjukkan bahwa  kebutuhan kapasitas pada luas ruang tunggu, luas check-in area, check-in counter dan tempat duduk di tahun 2020 telah memenuhi kapasitas di 10 tahun mendatang. Begitu pula dengan pengembangan yang dibutuhkan pada 10 tahun mendatang yaitu luas hall keberangkatan, baggage claim area, dan luas hall kedatangan memerlukan penambahan kapasitas.
Studi Tingkat Pelayanan Dan Fasilitas Terminal Tipe C (Studi Kasus: Terminal Weda, Kabupaten Halmahera Tengah) Divinika Pusung; Muhammad Taufiq Yuda Saputra; Nurmaiyasa Marsaoly; Yuni Damayanti
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal berfungsi sebagai penunjang kelancaran mobilitas orang dan arus barang serta tempat perpaduan intra dan antar moda secara lancar dan tertib. Pada hakekatnya terminal merupakan simpul dari sistem jaringan angkutan jalan yang fungsi utamanya sebagai tempat pelayanan umum untuk naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang, tempat pengendalian lalu lintas dan angkutan kendaraan umum, serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda angkutan. Terminal Weda diresmikan pada November 2017 dengan luas kurang lebih 1 Hektare. Namun pengoperasian Terminal ini baru dijalankan pada  Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas yang ada dalam Terminal Weda dan memberikan penilaian terhadap pelayanan terminal sesuai dengan Standar Pelayanan Penyelenggara Terminal Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2015. Studi tingkat pelayanan dilakukan dengan mengetahui kesesuaian tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap tingkat pelayanan Terminal Tipe C berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2015 dan menyebarkan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan metode Customer Satisfication Index (CSI), sedangkan untuk menghitung tingkat ketersediaan fasilitas menggunakan Metode Evaluasi. Hasil analisa menggunakan metode evalusi menunjukan kondisi fasilitas yang ada dalam Terminal Weda  Kabupaten Halmahera Tengah  masuk dalam kategori “kurang baik” dengan persentase sebesar 58,51%. Berdasarkan analisis menggunakan metode CSI, hasil persepsi pengguna jasa terhadap tingkat pelayanan masuk dalam skala penilaian “kurang puas” dengan persentase sebesar 49,51%.

Page 10 of 14 | Total Record : 131