cover
Contact Name
Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Contact Email
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Phone
+6282133922038
Journal Mail Official
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Miliran Street #16, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
ISSN : 24433187     EISSN : 29619599     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Social, Engineering,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of eight articles for each issue. This journal accepts and publishes paper on civil and environmental engineering related scope, including (1) Structures, (2) Geotechnics, (3) Transportation, (4) Environment, (5) Water Resources, (6) Hydraulic, (7) Hydrology, (8) Construction Materials, and (9) Construction Management. The article published in Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is written in Bahasa Indonesia and will be reviewed using a double blind review system.
Articles 131 Documents
Perbandingan Frekuensi Alami Jembatan Karangsemut Menggunakan Accelerometer Dan Sap2000 Widarto Sutrisno; Dimas Langga Chandra; Agung Deonanda
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frekuensi alami jembatan merupakan frekuensi untuk menentukan syarat kelayakan jembatan secara teoritis dan eksperimen. Nilai frekuensi alami digunakan untuk menentukan syarat kelayakan jembatan secara teoritis dan eksperimen. Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Jembatan Karangsemut, merupakan batas wilayah antara Kecamatan Jetis dan Kecamatan Imogiri, Karangsemut, Trimulyo, Jetis, Bantul, D.I. Yogyakarta, Indonesia. Memiliki bentang 125,70 meter dan merupakan jembatan rangka baja. Penelitian ini untuk mengetahui nilai frekuensi alami melalui pemodelan struktur jembatan karangsemut menggunakan SAP2000 dan untuk mengetahui frekuensi alami pada aplikasi Accelerometer melalui tes vibrasi pada jembatan karangsemut. Hasil nilai frekuensi dari SAP2000 pada mode pertama frekuensi 1,23006 dengan periode 1,17816128 detik, sedangkan hasil tes vibrasi menggunakan aplikasi Accelerometer menunjukan grafik amplitude channel X yang tertinggi terletak pada frekuensi 5 sampai 45,channel Y yang tertinggi terletak pada frekuensi 5 sampai 40, grafik amplitude channel Z yang tertinggi terletak pada frekuensi frekuensi 5 sampai 10 pada angka 14.960763 Hz. Maka dari penelitian menggunakan software SAP2000 dan aplikasi Accelerometer menunjukan bahwa jembatan karangsemut aman dan layak dilintasi.
Analisis Kinerja Struktur Gedung Sekolah 4 Lantai Dengan Metode Push Over M.Afif Shulhan; Eeng Julianto; Dimas Langga Chandra Galuh; Arrizka Yanuar Adipradana
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi gempa. Gempa bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng bumi merupakan penyebab terbesar dari gempa yang akan menimbulkan kerusakan pada struktur gedung. Gempa bumi yang terjadi di Indonesia sering kali memakan korban jiwa. Namun, dapat dipastikan bahwa penyebab adanya korban jiwa bukan diakibatkan secara langsung oleh gempa, tetapi akibat oleh rusaknya bangunan yang menyebabkan keruntuhan pada bangunan. Pada tahun 2019 terjadi perubahan SNI gempa menjadi SNI 1726:2019, hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan besaran beban gempa terhadap bangunan eksisting yang berpotensi mempengaruhi level kinerja suatu bangunan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berusaha menerapkan proses analisis ulang terhadap kinerja struktur gedung dengan tinjauan gedung sekolah 4 lantai yang berlokasi di Magelang. Dalam rangka mengetahui unjuk kinerja struktur, penelitian ini mempergunakan metode pushover analysis. Secara spesifik, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui displacement inelastic dan level kinerja struktur gedung 4 lantai akibat beban gempa SNI 1726:2019 berdasarkan analisis push over. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai displacement inelastic sebesar 0,00593 m (arah X) dan 0,00229 m (arah Y). Nilai displacement inelastic tersebut tidak melampaui nilai batas displacement maksimal (ATC-40), sehingga gedung termasuk dalam level kinerja Immediate Occupancy (IO), yaitu bila terjadi gempa, hanya sedikit kerusakan struktural yang terjadi, sehingga bangunan aman dan dapat langsung dipakai kembali.
Pengembangan Sumber Daya Air Permukaan Untuk Layanan Kebutuhan Air Baku Pulau Nunukan Ahmad Hakim Bintang Kuncoro; Joko Sujono; Rachmad Jayadi
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan sumber daya air (PSDA) di pulau Nunukan menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya memenuhi kebutuhan pokok penduduk pulau Nunukan. Kapasitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan pada tahun 2016 sebesar 160 l/s dan penampungan air hujan (PAH) penduduk sebesar 53,78 l/s, masih mengakibatkan terjadinya defisit air. Dalam Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Nunukan (RISPAM) (Peraturan Bupati Kab. Nunukan No. 33, 2014), direncanakan peningkatan kapasitas produksi PDAM menjadi 245 l/s hingga tahun 2017. Perlu adanya penelitian untuk mengetahui hasil dari peningkatan tersebut.Pada penelitian ini dilakukan perhitungan kebutuhan air dan ketersediaan air pulau Nunukan pada tahun 2016 hingga tahun 2036. Analisis diawali dengan menghitung kebutuhan air penduduk dan pelanggan PDAM Nunukan. Tahap selanjutnya menghitung ketersediaan air, simulasi Standard Operating Rule (SOR) pada embung, analisis PAH, serta analisis imbangan air. Tahap terakhir adalah menentukan pengembangan sumber daya air dengan metode Analysis Hierarchy Process (AHP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi defisit terjadi pada tahun 2017hingga tahun 2036. AnalisisPSDA hingga tahun 2036 dengan AHP menghasilkan nilai 47,01% untuk membangun embung Mamolo, 35,59% untuk meningkatkan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Binusan dan 17,41% untuk peningkatan PAH.
Kajian Pemanfaatan Underwater Sill (UWS) Dalam Mengatasi Pendangkalan Kolam Labuh (Studi Kasus: Pelabuhan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Di Tuban) Remo Marichi; Nur Yuwono; Radianta Triatmadja
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Gresik (Persero) tbk tmembuat pelabuhan khusus untuk bongkar muat produk semen dari PT. Semen Gresik (Persero) di Tuban. Dengan adanya pelabuhan ini diharapkan dapat melayani kapal dengan bobot 30.000 sampai dengan 40.000 DWT. Untuk keperluan itu, maka dilakukan pembangunan alur pelayaran dengan kedalaman sekitar -12 m (LWS) dan kolam labuh sekitar -13,00 m (LWS), serta perpanjangan dermaga yang ada dari 175 m menjadi 400 m. Kemudian timbul masalah yaitu terjadinya pendangkalan alur pelayaran dan kolam labuh, hal ini terjadi disebabkan oleh posisi kolam labuh berada pada kawasan surf zone. Maka dilakukan pengerukan sedimen pada lokasi kolam labuh dan alur pelayaran, solusi ini dinilai kurang efektif karena harus dilakukan secara periodik dan membutuhkan biaya yang relatif banyak. Untuk mengatasi dan mengurangi pendangkalan yang terjadi di Pelabuhan Khusus PT. Semen Gresik tersebut, telah dibangun Underwater Sill (UWS) di sekeliling kolam labuh dengan jarak 500 m dari garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adanya struktur UWS dalam mereduksi jumlah sedimen yang masuk ke kolam labuh. Pendangkalan kolam labuh dihitung dengan anggapan bahwa distribusi sedimen tidak terdistribusi sempurna atau merata sehingga debit sedimen yang masuk ke kawasan UWS dihitung dengan menggunakan koefisien distribusi sedimen (Kc). Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya bangunan UWS pada jarak 500 m dari garis pantai dapat mengurangi / mereduksi sedimen yang akan masuk ke kolam labuh yang semula sebelum adanya bangunan UWS adalah 426993,809 m3/tahun menjadi 302615,157 m3/tahun setelah adanya bangunan UWS. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya bangunan UWS dapat mengurangi / mereduksi sedimen yang akan masuk ke kolam labuh sebesar 124378,6518 m3/tahun atau sebesar 29,13%.
Analisis Kapasitas Terminal Peti Kemas Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Surahman Basri; Andi Arifah Passri; Yuni Yuni
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran angkutan laut sangat penting bagi kehidupan sosial, ekonomi, Pemerintahan, Pertahanan, keamanan dan lain sebagainya. Di wilayah kepulauan seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia, sangat penting dalam pengembangan transportasi angkutan laut sebab ini merupakan elemen penting dan strategis dalam memperlancar kegiatan perekonomian. Pelabuhan Ahamd Yani berperan penting dalam pengangkutan, baik penumpang maupun barang yang menggunakan angkutan laut sebagai sarana transportasi serta menghubungkan area seluas 140,3 ribu km² di Provinsi Maluku Utara. Sebagai penunjang untuk kelancaran arus pergerkan baik penumpang maupun barang, Pelabuhan Ahmad Yani dalam hal ini yang dikelola oleh PT.(Persero) Pelabuhan Indonesia IV cabang Ternate. Teknik analisa data yang digunakan pada penilitian ini adalah bersifat kualitatif dimana, data-data yang diperoleh baik dari instansi terkait maupun hasil observasi di lapangan akan di analisis sesuai dengan kapasitas terminal peti kemas Ahmad Yani Ternate di beberapa periode yang akan datang. Dari data yang diperoleh melalui studi lapangan, selanjutnay dianlisis menggunakan metode linear, untuk memprediksi arus peti kemas dan arus barang. Dari hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa, Kinerja kapasitas/produktifitas masing-masing peralatan bongkar muat yang ada di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate berdasarkan kondisi dan jumlah alat yang ada saat ini (kondisi eksisting), yakni berupa 1 unit Froklift, 2 unit Reach Stacker, 1 unit Container Crane, 2 unit Head Truck + Chassis, 6 unit Tronton, dari jumlah peralatan tersebut masih mampu melayani arus pergerakan peti kemas sebanyak 29.791 TEUs pada tahun 2019 dan masih mampu melayani arus pergerakan peti kemas hingga 10 tahun mendatang yakni pada tahun 2029 sebanyak 37.214 TEUs. Kemudian Pada luasan areal lapangan penumpukan Palabuhan Ahmad Yani Ternate mampu menampung peti kemas sebanyak 164.256 box.
Pemodelan Pola Aliran Sungai Opak Dan Pengaruh Inline Structure Terhadap Banjir Menggunakan Sistem Aplikasi Hec-Ras 4.1.0 Lilik Hendro Widaryanto; Dendy M Bardan; Rya Dwisari
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta tidak luput dari bencana banjir, seperti halnya sering terjadi pada Daerah Aliran Sungai Opak. Pada musim penghujan banjir kerap terjadi pada bagian hilir Sungai Opak, debit yang besar dan daya tampung yang lemah pada Sungai Opak yang berlokasi sangat dekat dengan pemukiman masyarakat mengakibatkan bencana banjir yang dapat merugikan. Penelitian ini membahas tentang kapasitas Sungai Opak dengan menggunakan Sistem Aplikasi HEC-RAS 4.1.0. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pemodelan pola aliran Sungai Opak periode ulang dengan menggunakan data yang diperoleh secara tidak langsung atau menggunakan program komputer Google Earth Pro dan pemodelan Inline Struktur sebagai solusi permasalahan yang ada dalam penelitian ini. Hasil dari dilakukannya penelitian ini menunjukan bahwa Sungai Opak hanya mampu menampung debit maksimum dalam periode ulang 2 sampai 5 tahun. Periode ulang 10 tahun Sungai Opak mengalami banjir pada ruas sungai bagian hilir. Struktur Checkdam dalam hal ini dapat mempengaruhi laju debit banjir sebesar 39% pada periode tersebut dengan solusi berupa pemodelan 3 tipe dimensi pintu checkdam pada lokasi yang berbeda.
Analisis Stabilitas Lereng Menggunakan Program Geostructural Finite Element Analysis Dan Roclab Studi Kasus : Jalan Planjan Baron Tepus Sta 8+450 (Student Version) Tito Tria Febriati; Zainul Faizien Haza; Angga Darmawan; Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis stabilitas lereng adalah salah satu cara untuk menentukan kondisi aman atau tidak aman lereng tersebut dari kelongsoran. Pada era 1990 an analisis bangunan perancangan tanah di dasarkan pada analisis model secara deterministik. Meskipun pendekatan deterministik telah di pakai secara luas, namun pada kenyataan nya hampir seluruh properties tanah sangat bervariasi dan kemudian sifat homogen sangat jarang terjadi (Listyawan, 2006). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai SF antara metode Fellenius dengan metode Geostructural Finite Element Analysis dan untuk Mengetahui berapa kemiringan lereng yang harus di capai agar mendapatkan nilai SF yang aman dari longsoran . Hasil penelitian ini berhasil membuat model 2D lereng menggunakan Geostructural Finite Element Analysis. Penelitian ini juga menghasilkan suatu bahan perbandingan Nilai SF antara metode Fellenius dan Metode Geostructural Finite Element Analysis. Perbandingan nilai SF antara metode fellenius dengan analisis menggunakan program GeoStructural Finite Element Analysis dengan kemiringan 1V : 1,5H diperoleh nilai SF untuk metode Fellenius sebesar 0,431 dan program GeoStructural Finite Element Analysis sebesar 2,04. Berdasarkan kedua hasil analisis tersebut, nilai SF yang diperoleh belum mencapai kategori kemiringan stabil dengan selisih sebesar 1,609. Untuk mendapatkan kategori kemiringan lereng stabil maka diperlukan lereng dengan kemiringan 1V : 1H dengan perkuatan trap (h = 4m) sehingga diperoleh nilai SF sebesar 1,52.
Analisis Struktur Gedung Perkantoran Tiga Lantai di Kabupaten Sleman Terhadap Beban Gempa SNI 1726:2019 Hironimus Pahur; Dewi Sulistyorini; Iskandar Yasin; Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bertingkat sebagai salah satu kebutuhan prioritas pada suatu institusi karena semakin berkurangnya lahan dan mahalnya harga tanah . Sehingga hal penting yang harus diperhatikan dalan membuat bangunan bertingkat adalah perilaku dari struktur ketika terjadi gempa dan kapasitas dari elemen struktur yang tersedia untuk menahan beban akibar gempa. Gedung Perkantoran Tiga Lantai di Kabupaten Sleman Yogyakarta dibentuk berdasarkan sistem rangka ruang yang diasumsikan berada pada tanah sedang (SD) dan dianalisis berdasarkan Sistem Rangka Beton Bertulang Pemikul Momen Khususm (SRPMK). Dengan mutu beton,fy = 30 MPa, mutu baja tulangan polos, fy = 235 MPa untuk diameter ≤ 12 mm dan mutu baja tulangan ulir, fy = 390 Mpa untuk diameter >12 mm. Pembebanan yang digunakan mengacu pada PPURG 1983 dan SNI 1726:2019, untuk standar ketahanan gempa mengacu pada SNI:1726:2019, dan kapasitas elemen struktur beton mengacu pada SNI 2847:2019. Berdasarkan analisis Respon Dinamik diperoleh hasil mode 1 nilai faktor translasi UY memberikan yaitu 65,34%, pada mode 2 nilai faktor translasi UX memberikan angka yaitu 65,72%. Pada mode 3 nilai RZ dominan yaitu 73,49%. Beban geser dasar nominal statik ekivalen V untuk bangunan ini, diambil dari nilai terbesar antara 100% V dan Vt. Hasil beban gempa untuk arah x dengan period Tx 0,5360 detik, geser dasar dinamik, Vtx 938,0513 kN dan beban gempa untuk arah y dengan period Ty 0,5415 detik, geser dasar dinamik, Vty 2108,9949 kN. Rasio tulangan maksimum dan minimum (1% sampai 8%) untuk K1, K2 dan K3 berturut-turut 1,19%, 1,19% dan 1,18%.
Analisis Perilaku Jembatan Box Girder Beton Prategang Fly Over Jombor Yogyakarta Ruas P2-R2 Pada Masa Konstruksi Ilham Setya Budi; Djoko Sulistyo; Muslikh
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfer gaya prategang pada struktur jembatan dengan kelengkungan horisontal akan mengakibatkan adanya gerakan struktur ke arah horisontal. Pada saat pelaksanaan konstruksi jembatan adanya gerakan horisontal ini diakomodir dengan memberikan ruang gerak pada angkur pot bearing agar tidak terjadi retak pada beton dan atau patah pada angkur tumpuan pada saat transfer gaya prategang. Pengetahuan mengenai arah dan besarnya gerakan horisontal maupun tegangan beton pada saat transfer gaya prategang ini diperlukan untuk menyediakan besaran ruang gerak angkur pot bearing yang diperlukan untuk mengakomodir gerakan horisontal struktur diatasnya.Penelitian ini adalah studi review terhadap jembatan fly overJombor bentang P2-R2 pada masa konstruksi. Salah satu elemen struktur jembatan dimodelkan dengan elemen frame menggunakan software Midas. Penelitian ini dilakukan dengan meninjau tegangan dan displacement struktur pada lengkung horisontal segmen P2-R2 saat pemberian gaya prategang 25%fps, 50%fps, 75%fps dan 100%fps.Analisis struktur secara keseluruhan menyimpulkan bahwa semua tegangan tarik beton yang terjadi pada struktur setelah berakhir proses transfer gaya prategang menimbulkan tegangan tarik yang melampaui batas tegangan tarik ijin. Tegangan tekan yang terjadi setelah transfer gaya prategang tidak melampaui batas ijin. Tegangan tarik terbesar terjadi pada daerah tumpuan sebesar 11,8 MPa yang berpotensi menimbulkan retak pada beton. Tegangan tekan beton terbesar bernilai 9,49 MPa. Deformasi struktur terjadi pada arah sumbu x,y maupun z. Deformasi terbesar terjadi pada arah sumbu-y positif sebesar 2,24 mm dan deformasi arah sumbu-x berarah negatif sebesar 18,99 mm.
Pengaruh Faktor Ekonomi Pada Transformasi Spasial HBE di Kampung Karangasem, Sleman Luluk Rani Puspita; Dwita Hadi Rahmi
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor ekonomi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya transformasi rumah tinggal menjadi Home Based Enterprises. Pada rumah-rumah tinggal di Kampung Karangasem, Depok, Sleman , perubahan rumah diakibatkan oleh munculnya peluang usaha bagi pemenuhan fasilitas mahasiswa setelah Kampus UGM dan UNY dibangun. Hal ini memunculkan perubahan fungsi hunian dari yang tadinya berupa rumah tinggal menjadi rumah usaha atau home based enterprises. Pesatnya perubahanruang-ruang didalam rumah tinggal akibat HBE ini menjadikan penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor ekonomi terhadap perkembangan spasial HBE di Kampung Karangasem. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menyebutkan bahwa faktor ekonomi mempengaruhi jenis transformasi spasial.Pada HBE dengan pemilik rumah yang memiliki pendapatan utama , strategi adaptasi yang dilakukan pada proses transformasi adalah pemampatan ruang (squishing of space), pergantian ruang horizontal (horizontal shifting of space),pembagian ruang(horizontal sharing of space) , perluasan ruang vertikal (vertical extending of space), dan perluasan ruang horizontal (horizontalextending of space).Sedangkan pada HBE dengan pemilik rumah yang memiliki profesi utama, strategi adaptasi yang ditemukan kebanyakan adalah perluasan ruang (extending of space) baik vertikal maupun horizontal.

Page 9 of 14 | Total Record : 131