cover
Contact Name
Devy Habibi Muhammad
Contact Email
makkajournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
makkajournal@gmail.com
Editorial Address
https://ojssulthan.com/makkah/about/editorialTeam
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Makkah: Journal Of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 31234437     DOI : -
Journal of Islamic Studies is a journal for the study and development of Islamic studies. As a medium to: 1) develop science based on literature and empirical results, 2) encourage the birth of new research ideas and actions within the scope of Islamic studies concepts and practices. This journal is a media published which aims to improve the quality and disseminate science in the field of Islamic studies studied in Indonesia, in order to increase the strength and results of educational institutions in Indonesia. This journal specializes in Islamic studies. The manager welcomes contributions in the form of articles from scientists, scholars, professionals, and researchers in Islamic disciplines to be published and disseminated after going through the mechanism of selection of manuscripts, reviewing sustainable partners, and editing processes. All articles published in this journal are the views of their authors and do not represent this journal or its affiliated authors. Makkah: Jurnal Islamic Studies published fourth a year in March, June, September and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): Juni" : 4 Documents clear
PERAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI PELAKSANAAN SALAT JUMAT DI SMP NEGERI 1 COMAL PEMALANG M. Furqon Hidayat; Arditya Prayogi; Qurrota A’yun; Riki Nasrullah
Makkah: Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Makkah: Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter religius siswa melalui pelaksanaan salat Jumat berjemaah di SMP Negeri 1 Comal, Pemalang. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan peran guru PAI dan mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam program tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek kepala sekolah, guru PAI, dan siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, pemimpin, motivator, dinamisator, dan supervisor, dengan peran supervisor dan pemimpin menjadi paling efektif dalam meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran siswa. Faktor pendukung meliputi fasilitas sekolah, dorongan guru, dan dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya kesadaran siswa, yang menyebabkan sebagian siswa membolos. Program salat Jumat berjemaah terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan, yang memperkuat akhlak mulia siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru PAI dalam membentuk karakter religius melalui pendekatan holistik dan pengawasan intensif, yang dapat menjadi model bagi sekolah lain.
ANALISIS KONSEP WISATA RELIGI PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Muhammad Haidar Ali; Muhammad Nabat Ardli
Makkah: Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Makkah: Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious tourism is a form of travel activity that combines both spiritual and economic Religious tourism is a form of travel activity that combines both spiritual and economic dimensions. In Indonesia, religious tourism has grown rapidly in various forms, such as pilgrimages to the graves of saints, visits to Islamic historical sites, and collective religious gatherings. However, practices in the field do not always reflect ideal Sharia-compliant values, particularly in terms of economic transactions, equitable distribution, and doctrinal purity. This study aims to analyze the concept of religious tourism from the perspective of Islamic economic law using a qualitative-descriptive approach and normative analysis method. Data were obtained from classical and contemporary fiqh muʿāmalah literature, fatwas issued by Indonesia’s National Sharia Council (DSN-MUI), and empirical studies on religious tourism practices in Indonesia. The analysis reveals that religious tourism is essentially permissible in Islam as long as it does not involve elements of shirk (polytheism), bidʿah (unwarranted innovation), or exploitation of the faithful. Principles of Islamic economic law, such as lawful transactions, justice, and public benefit (maṣlaḥah), must be the foundational basis for its management. The study identifies several deviations in practice, such as the commercialization of religious rituals and unjust economic benefit distribution. Therefore, strengthening of regulations, issuance of relevant fatwas, and public education are necessary to ensure that religious tourism becomes a means of Islamic propagation (daʿwah), preservation of Islamic culture, and economic empowerment of the Muslim community. This article contributes to expanding the scope of Islamic economic law into the tourism sector and provides a normative foundation for developing Sharia-compliant religious tourism based on maqāṣid al-sharīʿah.
KALENDER HIJRIAH GLOBAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENETAPAN WAKTU IBADAH: PENDEKATAN MANHAJ TARJIH MUHAMMADIYAH Ibban Muhammad Yusal; Siti Wasilah Sani; Firdatus Sholihah; M. Abdul Yunus; Siti Aminah; Muh. Nabat Ardli
Makkah: Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Makkah: Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalender Hijriah memiliki posisi krusial dalam kehidupan keagamaan umat Islam, terutama dalam penentuan waktu ibadah seperti puasa Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Namun, hingga kini, perbedaan metode penetapan awal bulan baik melalui rukyat (pengamatan hilal) maupun hisab (perhitungan astronomis) seringkali menimbulkan ketidaksamaan dalam pelaksanaan ibadah, bahkan di antara negara-negara Muslim. Muhammadiyah, melalui manhaj tarjih-nya, menawarkan solusi dengan merumuskan konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). KHGT disusun dengan berbasis hisab hakiki dan kriteria imkanur rukyat secara internasional, yang bertujuan menyatukan kalender Islam secara global agar penentuan waktu ibadah dapat dilakukan secara seragam, tepat, dan ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis terhadap dokumen resmi Muhammadiyah, khususnya keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHGT tidak hanya menawarkan solusi teknis terhadap problem kalender, tetapi juga menjadi upaya rekonsiliasi antara pendekatan tekstual dan rasional dalam fikih ibadah. Manhaj tarjih Muhammadiyah menekankan perlunya integrasi antara dalil naqli dan data ilmiah dalam penetapan hukum. Penerapan KHGT secara global diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah, mengurangi perbedaan penetapan waktu ibadah, serta menjadi model integrasi ilmu dan agama dalam praksis keislaman kontemporer. Kata kunci: Kalender Hijriah, Manhaj Tarjih Muhammadiyah, Imkanur Rukyat, hisab hakiki, unifikasi kalender Islam.
Mahar Pernikahan Islam Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah Nabila Putri Islami; Fifin Lailiyatul Mukarromah; Dwi heryanti; Muhammad Sholeh Mustofa; Muhammad Andrean Maulana Ishaq; Muhammad Nabat Ardli
Makkah: Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Makkah: Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pandangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah tentang praktik mahar dalam pernikahan dengan pendekatan teologis-normatif berbasis maqāṣid al-syarī‘ah. Dalam Islam, mahar adalah syarat sah pernikahan sekaligus bentuk penghormatan kepada perempuan. Namun, praktik di masyarakat sering menjadikannya beban sosial akibat tuntutan budaya dan nilai materialistik. Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih menekankan mahar yang sederhana, tidak memberatkan, dan bebas dari kesan pamer. Metode penelitian menggunakan studi pustaka terhadap Al-Qur’an, hadis sahih, fatwa Majelis Tarjih, pandangan mazhab fikih, serta praktik sosial di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan tarjih Muhammadiyah bersifat kontekstual dan solutif, di mana bentuk dan nominal mahar diserahkan pada kesepakatan kedua belah pihak dengan prinsip kerelaan, keadilan, dan maslahat. Mahar dapat berupa barang, uang, jasa, atau hafalan Al-Qur’an. Pendekatan ini diharapkan menjadi solusi atas mahalnya mahar yang menghambat pernikahan, serta memperkaya kajian hukum keluarga Islam kontempor

Page 1 of 1 | Total Record : 4