cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 142 Documents
Penghematan Air Irigasi Saat Olah Tanah dengan Tanaman Sela pada Subak I Wayan Tika; I. A. G. Bintang Madrini; Sumiyati Sumiyati; Ni Nyoman Sulastri
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i02.p07

Abstract

One of the significant programs in paddy rice cultivation is the management of irrigation water efficiently and effectively. Commonly, the planting schedule for the subak system in Bali is performed simultaneously, which leads to the highest peak of irrigation water demand. The high demand for water causes a high risk of water shortage, especially during soil tillage. One of the solutions to save irrigation water is to use the intercropping farming method. This method allows farmers to cultivate more than a single crop in a given field area (Monoculture). Based on recent field observation, approximately 10% of the rice paddy field was chili pepper field as a second crop for the intercropping farming method. The result shows by using the intercropping farming method; the water-saving was not significant, which is less than 7 %. It is important to note that the data was collected during the chili pepper growing season from July to August. Additionally, during that time, the soil tillage period was quite long, which was 50 days.
Perancangan dan Pengujian Alat Penyiram Bibit Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis) Otomatis Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah Ajis Kurniawan; Andre Wahyu Krisdiarto; Suparman
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p05

Abstract

Indonesia merupakan produsen karet terbesar kedua di dunia dengan luas lahan 3,55 juta hektar. Salah satu penentu produktivitas tanaman karet adalah kualitas pertumbuhan bibit. Selain varietas, jenis tanah, dan pupuk, ketersediaan air sangat penting dalam pertumbuhan bibit. Penyiraman yang tepat pada tahap pembibitan sangat penting untuk memastikan pertumbuhan optimal dan keberhasilan budidaya. Saat ini, selain mengandalkan air hujan, bibit karet juga disiram secara manual. Penyiraman manual memiliki kelemahan dalam kepastian jumlah dan frekuensi penyiraman, sehingga selain penggunaan air yang tidak efisien, juga dapat merugikan pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat prototipe, dan menguji sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembaban tanah yang terintegrasi dengan platform IoT. Sistem ini dirancang untuk menjaga kelembaban tanah sesuai kebutuhan bibit karet dan memungkinkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh melalui smartphone. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melalui tahapan desain perangkat keras, kalibrasi sensor dan penentuan rumus, pengembangan perangkat lunak, dan uji fungsional. Pada kalibrasi sensor, hasil pengukuran sensor dibandingkan dengan pengukuran kadar air tanah menggunakan metode grafimatri. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem berhasil berfungsi sesuai spesifikasi target, dengan akurasi 97,13%. Sistem ini dapat mengatur pengoperasian pompa air berdasarkan kadar air tanah optimal untuk bibit karet, yaitu mempertahankan batas minimum 30% dan maksimum 70%. Sistem ini dapat dijalankan dan dipantau secara otomatis atau dikendalikan dari ponsel secara real time melalui internet menggunakan aplikasi Blynk.
Studi Komponen Bioaktif Asparagus (Asparagus offcinalis) dan Potensinya sebagai Antioksidan Agus Selamet Duniaji; D. N. Suprapta; NN Puspawati; I B Yoga
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 01 (2016): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p09

Abstract

Asparagus adalah sayuran yang telah lama digunakan sebagai makanan karena rasanya lezat dan sifatdiuretik. Sebagai sifat diuretik, asparagus diyakini mampu memperbaiki saluran kemih sehingga dapatmeningkatkan kinerja ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komponen bioaktif dariasparagus yang dibudidayakan di Bali. Penelitian ini dilakukan pada 5 jenis asparagus segar terdiri dari 2sampel dari petani, 1 sampel yang diambil di supermarket dan dua sampel asparagus dari Malang danMedan yang diperoleh di ACS (Aero Catering Service Ngurah Rai Tuban). Penelitian ini diulangsebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menampilkan nilai rata-rata danstandar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil tertinggi asparagus adalah 9.28mg kg-1bb, Total fenol adalah 285,22 mg GAE / 100g bb dan komponen bioaktif untuk 5 sampelberpotensi sebagai antioksidan karena dapat mengurangi senyawa radikal dengan adanya klorofil dansenyawa fenolik. Kandungan klorofil terendah ada pada asparagus Malang yaitu sebesar 6.87 mgkg-1bbdan Total fenol adalah 243,12 mg GAE / 100g bb
Pemodelan Intersepsi untuk Pendugaan Aliran Permukaan Risky Munandar; Dewi Sri Jayanti
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 01 (2016): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p10

Abstract

Intersepsi hujan adalah proses tertahannya air hujan pada permukaan vegetasi sebelum diuapkan kembalike atmosfer. Aliran permukaan merupakan sebagian dari air hujan yang mengalir di ataspermukaan tanah. Tanaman yang digunakan berfungsi untuk mengurangi erosivitas hujan dan aliranpermukaan dengan mengintersepsi hujan yang jatuh diatasnya. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan model intersepsi sebagai fungsi karakteristik hujan pada tanaman jati dan pinus danmenyusun perangkat lunak perhitungan intersepsi dan limpasan permukaan menggunakan VisualBasic. Net 2008 . Penelitian ini menggunakan pendekatan neraca volume, dengan pengukuran curahhujan dan intersepsi selama 15 hari kejadian hujan. Intersepsi pada pohon Jati lebih tinggi dibandingkanpohon Pinus. Besarnya perbandingan hasil pengukuran intersepsi dan model diperoleh persamaan padatanaman. Is = –3E – 07R4 – 2E-05R3 + 0,0132R2 – 0,2194R + 6,0754 dengan R2 = 0,9766 sedangkanuntuk tanaman Pinus IS = 0,0052 R2 + 0,0954R + 2,0833 dengan R2 = 0,962. Model untuk limpasanpermukaan diperoleh persamaan untuk tanaman Jati RO = –9E-05 R2 + 0,0331R + 0,8049 dengan R2 =0,8061 sedangkan untuk tanaman Pinus RO = 1E–05R3 – 0,0018 R2 + 0,1011R – 0,1629 dengan R2 =0,8002. Perangkat lunak yang telah dibuat dalam pemodelan ini sudah dapat digunakan dan berjalandengan baik dan telah dilakukan verifikasi dan validasinya. Hasil verifikasi permodelan ini diketahuibahwa hasil perhitungan dalam perangkat lunak perhitungan sesuai dengan Microsoft Excel
Karakteristik Krim Kunyit Daun Asam (Curcuma domestica Val. - Tamarindus indica L.) pada Perlakuan Konsentrasi Emulsifier dan Waktu Pengadukan Mujahidah; Sri Mulyani; Lutfi Suhendra
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i01.p01

Abstract

This study aimed to know cream of turmeric tamarind leaves on the treatment of concentration emulsifier and stirring time and to determine the concentration emulsifier and stirring time to produce characteristics of cream fulfill requirement of SNI. This study used a randomized block design with two factors. The first factor was the concentration emulsifier which consist of three levels, namely 3, 5 and 7%. The second factor is stirring time which consist of three levels, namely 5, 7.5 and 10 minutes. The data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and continued with the tukey test. The result of the study showed that concentration emulsifier has an effect on the adhesion time, pH, viscocity and spread power. The stirring time has an effect on the adhesion time. Concentration emulsifier 5% and 7% with stirring time 10 minutes were creams that fulfill requirement of SNI. The characteristics cream of concentration emulsifier 5% with stirring time 10 minutes is: homogeneus, separation ratio = 1, adhetion time 48.52 seconds, viscocity 3550 cp, spread power 6.72 cm and pH 6.60. The characteristics cream of concentration emulsifier 7% with stirring time 10 minutes is: homogeneus, separation ratio = 1, adhetion time 28.82 seconds, viscocity 3650 cp, spread power 6.79 cm and pH 6.45.
Sistem Pengkabut dan Intermitten Lighting Colour Otomatis untuk Optimalisasi Budidaya Microgreen Organik Hіlmі А'іnі Nurthoyіbаh; Ayu Fіtrіаnі; Rеzа Zulіаnsyаh Sobіrіn; Rаіhаn Putrа Dwіyаnа; Аіf Аl Zulfа; Hеrіk Sugеru
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p03

Abstract

Infrastructure development in major cities in Indonesia is growing rapidly, converting agricultural land into non-agricultural land. Urban farming is the activity of cultivating plants on limited land in urban areas to improve family nutrition or food security. Urban agriculture serves as a strategy to address the gap between food production and population growth rates. Microgreens are vegetables harvested very young, typically 7-14 days after germination. Microgreen cultivation can be done on limited land, such as in urban areas. With the continuous advancement of technology, the use of technology-based agricultural systems is highly needed, one of which is the use of IoT (Internet of Things) technology. AMICRON is a modified growth environment to optimize organic microgreen cultivation by applying mist systems and intermittent lighting color. The development of the AMICRON tool involves several stages, including preparation, design creation, product manufacturing, planting processes, product feasibility testing, and evaluation. Microgreen planting is carried out both inside and outside the AMICRON tool. Microgreens planted inside the AMICRON tool with intermittent lighting color lamps result in faster germination and harvesting times than those planted outside the AMICRON tool or those using grow lights.
Soil Electrical Conductivity (Ec) Mapping Using Real-Time Soil Sensor Ni Nyoman Sulastri; Sakae Shibusawa; Masakazu Kodaira
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i01.p02

Abstract

The development of soil electrical conductivity (EC) recently to generate soil EC spatial variability map is increasingly attractive because of its application for site-specific crop management. Several commercial applications have been developed and marketed. The purpose of this paper is to compare soil EC spatial variability map produced by capacitance and spectroscopic sensors. The two sensors (capacitance and spectroscopic sensors) was mounted in a Real-time soil sensor. The spectrophotometer was used that has linearly arrayed photodiodes of 256 channels for 400 to 900 nm for visible (Vis) lights and 128 channels for 900 to 1700 nm for near infrared (NIR) lights. For two capacitance sensors were embedded in soil penetrator (front/ECF and side/ ECS), which its tip with a flat plane edge to make uniform soil cuts and the soil flattener behind produced a uniform surface texture. It was found that spectroscopic method performed better compared to capacitance sensor. Using linear regression, the spectroscopic method has shown a correlation of 0.75 with soil EC generated from laboratory analysis (ECL). While, the capacitance method shows significant different compared to soil ECL. The primary cause of the extreme differences between ECL, ECF and ECS values is likely related to the calibration of the capacitance sensor itself.
Rancang Bangun Mesin Pelubang Plastik Mulsa Akbar Harahap; Mustaqimah Mustaqimah; Afriadi Afriadi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i01.p03

Abstract

Plastik mulsa merupakan produk selembar plastik yang digunakan untuk menutup tanah bedengan atau lahan pada pembudidayaan tanaman. Mulsa sangat berguna untuk menghambat tumbuhnya gulma, melindungi tanah dari erosi, menjaga struktur tanah agar tetap baik, serta menjaga kelembaban tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sebuah mesin pelubang plastik mulsa mekanis yang prinsip kerjanya sederhana dan mudah dioperasikan. Mesin pelubang plastik mulsa ini adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk melubangi plastik mulsa secara mekanis. Alat ini memiliki dimensi atau ukuran 100 x 80 x 60 cm. Pelubangan dengan menggunakan mesin ini rata-rata nilai persentase plastik mulsa terlubangi sempurna pada pengujian kali ini dengan menggunakan kecepatan putaran rol atau silinder pelubang sebesar 70 rpm memiliki nilai persentase sebesar 50%, dari total lubang didapat yaitu sebanyak 16 lubang, hasil pelubangan sempurna yang didapat yaitu sebanyak 8 buah lubang.
Pengaruh Berbagai Varietas Padi dan Pupuk Biobost terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi di Lahan Gambut Marhani Marhani; Merita Ayu Indrianti
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i01.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pengujian varietas dan pupuk Biobost terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi pada sawah laahan gambut. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor Pertama adalah penggunaan tiga varietas yang terdiri atas tiga taraf yaitu varietas Ciherang (V1), varietas Santani 13 (V2) dan varietas Mekongga (V3). Faktor kedua adalah pemberian pupuk Bio Boost yang terdiri atas empat taraf yaitu, tanpa pupuk (BO), 20 cc/ liter air (B1), 40 cc/liter air (B2) dan 60 cc/liter air (B3) dan masing masing perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 36 petakan (luas petakan 3 x 4 m?).Peubah pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan dan komponen hasil. Hasil penelitian menujukkan bahwa kajian varietas unggul padi dan pupuk hayati Bioboost memberikan interaksi yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, jumlah gabah permalai, jumlah gabah bernas permalai, jumlah gabah hampa permalai serta tidak berpengaruh nyata terhadap umur panen, panjang malai dan bobot 1000 butir. Dosis pupuk Bioboost terbaik meningkatkan pertumbuhan, komponen hasil yaitu dosis 60cc/liter air.
Pengaruh Perlakuan Suhu dan Waktu Maserasi terhadap Karakteristik Ekstrak Daun Bambu Duri (Bambusa blumeana) sebagai Sumber Antioksidan Ni Made Sri Wahyuni; Luh Putu Wrasiati Wrasiati; Amna Hartiati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu maserasi terhadap karakteristik ekstrak daun bambu duri sebagai sumber antioksidan serta untuk menentukan suhu dan waktu maserasi terbaik untuk menghasilkan karakteristik ekstrak daun bambu duri sebagai sumber antioksidan. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu suhu maserasi yang terdiri atas 30°C, 45°C, dan 60°C. Faktor kedua yaitu waktu maserasi yang terdiri atas 24, 36, dan 48 jam. Data dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu maserasi dan waktu maserasi berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, total fenolik, total flavonoid, klorofil total, kapasitas antioksidan, dan aktivitas antioksidan. Interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap total fenolik, total flavonoid, dan kapasitas antioksidan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen ekstrak daun bambu duri. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak daun bambu duri sebagai sumber antioksidan adalah menggunakan suhu maserasi 60°C dan waktu maserasi 36 jam dengan karakteristik rendemen 9,82±0,18 persen, total fenolik sebesar 100,19±0,14 mg GAE/g, total flavonoid sebesar 186,86±0,70 mg QE/g, dan kapasitas antioksidan sebesar 83,99±0,78 mg GAEAC/g.