cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 142 Documents
Aktivitas Antioksidan dan Evaluasi Sensoris Teh Herbal Bunga Gumitir (Tagetes erecta L.) I Gusti Ngurah Bagus Pranantha Bistara Kusuma; Ni Komang Ayu Nila Ratna Auriel Gabriella Kalalinggi; I Wayan Rai Widarta
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i02.p01

Abstract

Bunga gumitir memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan karena mengandung komponen bioaktif berupa flavonoid, fenol, dan karotenoid berupa lutein sehingga sangat berpotensi digunakan sebagai teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik pengeringan teh herbal bunga gumitir yang tepat sehingga menghasilkan karakteristik teh herbal bunga gumitir dengan komponen bioaktif dan antioksidan yang tinggi serta sensoris yang baik. Pengeringan dilakukan dengan 5 teknik yang berbeda yaitu pengeringan matahari, pengeringan oven, pengeringan dingin, pengeringan udara, dan pengeringan sangrai. Parameter yang diamati meliputi kadar air, total fenol, total flavonoid, aktivitas antioksidan (IC50) serta pengujian sensoris air seduhan teh herbal bunga gumitir (warna, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan dingin mampu menghasilkan teh herbal dengan karakteristik terbaik yaitu kadar air sebesar 6,86%, total fenol sebesar 83,88 mg GAE/g ekstrak, total flavonoid sebesar 373,06 mg QE/g ekstrak, nilai IC50 sebesar 257,65 mg/L, karakteristik sensoris paling disukai dengan rasa agak khas bunga gumitir, rasa tidak asam, dan berwarna merah kekuningan.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Karakteristik Fisikokimia Keju Mozzarella I Wayan Rai Widarta; Ni Wayan Wisaniyasa; Herni - Prayekti
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 01 (2016): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p06

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penambahan ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoabilimbi L.) terhadap sifat fisikokimia dari keju Mozzarella dan menentukan perlakuan yang tepat untukmenghasilkan keju Mozzarella dengan karakteristik terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap dengan 5 level konsentrasi ekstrak belimbing, yaitu 5.0%, 6.0%,7.0%, 8.0%dan 9.0% (v/v) yang didasarkan pada volume susu yang digunakan. Variabel yang diamati adalah hasil,kandungan air, kandungan protein dan lemak, elastisitas dan kemampuan regangnya (strechtability). Datadianalisis dengan analisi ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menunjukkan pengaruh yangsignifikan terhadap karakteristik keju Mozarella (P<0.01). Perlakuan dengan 7.0% ekstrak belimbingmerupakan perlakuan yang mampu menghasilkan keju dengan karakteristik fisikokimia terbaik, denganhasil rata-rata 9.39%, kandungan air, protein dan lemak masing-masing 57.49%, 20.84% dan 11.55%serta elastisitas dan kemulurannya masing-masing 62.01% dan 1.09 l/N.
Karakteristik Ekstrak Aseton Pewarna Alami Daun Singkong (Manihot Esculenta C.) pada Perlakuan Ukuran Partikel Bahan dan Lama Maserasi Ezra Elkana Karo Sekali; Ni Made Wartini; Lutfi Suhendra
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i02.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan lama maserasi terhadap karakteristik ekstrak aseton pewarna alami daun singkong dan menentukan ukuran partikel dan lama maserasi terbaik untuk mendapatkan ekstrak aseton pewarna alami daun singkong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan 2 Faktor yaitu Ukuran Partikel (40 mesh, 60 mesh, 80 mesh) dan Lama Maserasi (24 jam, 36 jam, 48 jam). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, klorofil b, tingkat kecerahan (L*), tingkat kekuningan (b*) tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap klorofil total, klorofil a, kemerahan (a*). Perlakuan ukuran partikel 80 mesh dan lama maserasi 36 jam merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak aseton pewarna alami daun singkong dengan karakteristik rendemen sebesar 8,08%, klorofil total sebesar 3,83%, klorofil a sebesar 2,05%, klorofil b sebesar 1,77%, tingkat kecerahan (L*) sebesar 11,03, tingkat kemerahan (a*) sebesar 10,29, tingkat kekuningan (b*) sebesar 2,83.
Analisis Faktor-Faktor Bauran Pemasaran Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Oleh Konsumen Seoulok Korean Restaurant, Sidewalk-Jimbaran Bella Christina Tambunan; Amna Hartiati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i02.p03

Abstract

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sangat erat hubungannya dengan keputusan pembelian konsumen sehingga pada persaingan bisnis yang semakin ketat terutama bisnis kuliner pada saat ini menuntut perusahaan untuk bersaing dan mengatur strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor bauran pemasaran yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di Seoulok Korean Restaurant dan mengetahui faktor-faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen di Seoulok Korean Restaurant. Penelitian dilaksanakan di Seoulok Korean Restaurant. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada 92 orang responden menggunakan metode accidental sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis faktor dan diolah menggunakan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 5 faktor yang terbentuk. Faktor 1 (kombinasi pertama) yang terdiri dari 8 variabel dengan nilai eigen value 11,071.Faktor 2 (kombinasi kedua) yang terdiri dari 6 variabel yang memiliki nilai eigenvalue sebesar 2,025. Faktor 3 (kombinasi ketiga) terdiri dari 7 variabel dengan nilai eigenvalue 1,354. Faktor 4 (tempat) terdiri dari 2 variabel dengan nilai eigenvalue sebesar 1,223. Faktor 5 (promosi) yang terdiri dari 2 variabel dengan nilai eigenvalue sebesar 1,162.
Pengaruh Penambahan Ragi Tape Selama Fermentasi Terhadap Karakteristik Cairan Pulpa Hasil Samping Fermentasi Kakao untuk Produksi Cuka Makan G.P. Ganda Putra; Ni Made Wartini
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 01 (2016): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p07

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengkaji pengaruh penambahan ragi tape dan waktu fermentasi terhadapkuantitas dan karakteristik cairan pulpa hasil samping fermentasi kakao dan 2) mendapatkan cairan pulpahasil samping fermentasi kakao yang potensial sebagai bahan baku cuka makan. Penelitian inimenggunakan RAK faktorial 2 faktor. Faktor I adalah penambahan ragi tape yang terdiri atas 5 taraf,yaitu: tanpa ragi tape (kontrol), 0.5%; 1.0%; 1.5%, dan 2.0%; dan faktor II adalah waktu fermentasi yangterdiri atas 5 taraf, yaitu: 1, 2, 3, 4, dan 5 hari. Masing-masing kombinasi perlakuan dilakukan dalam 2kelompok sehingga diperoleh 50 unit percobaan. Pengamatan yang dilakukan meliputi: suhu dalamtumpukan biji kakao, kuantitas (% b/b), pH, dan total asam (meq NaOH/mg). Hasil yang diperolehmenunjukkan bahwa : 1) penambahan ragi tape dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap suhu dalamtumpukan biji kakao dan karakteristik seperti: kuantitas, pH, dan kadar total asam cairan pulpa yangdihasilkan dan 2) penambahan ragi tape sekitar 1,0% dengan waktu fermentasi biji kakao 1-3 harimenghasilkan cairan pulpa yang potensial sebagai bahan baku cuka makan
Penentuan Pola Tanam Tanaman Pangan Berdasarkan Neraca Keseimbangan Air di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur Marten Umbu Nganji; Bistok H. Simanjuntak
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i02.p04

Abstract

Pola tanam merupakan suatu kegiatan usaha pertanian untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan mempertimbangkan kondisi iklim dan tanah. Mengatur pola tanam adalah bagian dari perencanaan kegiatan pertanian untuk memperkecil resiko kegagalan panen. Perencanaan dan kesesuaian pola tanam sangat bergantung pada besar kecilnya intensitas curah hujan pada wilayah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola tanam tanaman pangan komoditas tanaman pangan berdasarkan neraca kesimbangan air di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat dengan metode pengumpulan data primer dan sekunder, dan selanjutnya dilakukan analisis laboratorium. Data-data yang digunakan adalah tektur tanah, suhu tanah, suhu udara, kemampuan tanah mengikat air dan data curah hujan bulanan sepuluh tahun terakhir. Untuk menghitung neraca keseimbangan air digunakan model jNSM (Java Newhall Simulation Model), dilanjutkan dengan software sistem informasi geografis untuk memetakan wilayah yang berada pada periode surplus air tanah maupun wilayah yang defisit air tanah untuk dapat menentukan alternatif pola tanam. Berdasarkan perhitungan neraca keseimbangan air, maka diperoleh alternatif pola tanam untuk kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat dengan rata-rata ketersediaan air yang cukup (surplus) pada wilayah yang berbeda dengan pilihan tanaman yaitu Wilayah pertama dengan pilihan tanaman ubi jalar-bera; padi-bera atau jagung-bera dengan luas 588,83 ha (2,09%). Wilayah kedua dengan pilihan tanaman alternatif yaitu ubi jalar-bera; padi-kacang hijau-bera; jagung-kacang hijau-bera dengan luas 7.856,96 ha (27,95%). Wilayah ketiga dengan alternatif tanaman pilihan yaitu ubi jalar-bera; padi-padi-bera; padi-jagung-bera; padi-kacang hijau-bera; jagung-jagung-bera; jagung-kacang hijau-bera dengan luas 19.662,96 ha (69,96 %).
Karakteristik Komposit Bioplastik Dalam Variasi Rasio Pati Umbi Talas (Xanthosoma sagittifolium)-Kitosan Esmeralda Oktaviani Simarmata; Amna Hartiati; Bambang Admadi Harsojuwono
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i02.p05

Abstract

This research aims to know the effect of variations in the ratio of taro-chitosan tuber starch to the characteristics of bioplastic composites and determine the ratio of taro-chitosan tuber starch that produces the best bioplastic composites. This research uses a Factorial Randomized Block design with taro-chitosan tuber starch ratio variation factor in five level (40: 60%, 35: 65%, 30: 70%, 25: 75% and 20: 80%). The treatments which grouped into 3 based on the time of making bioplastics, so there are 15 experimental units. The observed variables which tensile strength, elongation at break, modulus young, swelling development, biodegradation and FTIR test. The obtained data were analyzed for diversity and continued with the Honestly Significant Difference test. The results showed that the variation of the taro-chitosan tuber starch ratio significantly affected the tensile strength, elongation at break, modulus young, and swelling development but did not significantly affected the biodegradation of the bioplastic composites of taro-chitosan tuber starch. Variation of taro-chitosan tuber starch ratio 35: 65% produces the best bioplastic composite characteristics with tensile strength values 3.15 MPa, elongation at break 21.33%, modulus young of 14.87 MPa, swelling development test 29.69% and biodagradation ability for 13 days. FTIR analysis results show the presence of hydroxyl (O-H) alcoholic groups, (O-H) Carboxylic acid, (C = O) esters, (C - H) alkana, (C=C) alkena , and hydrocarbons - (CH2) n.
Analisis Kandungan Protein dan Serat pada Bakso Ayam Fortifikasi Tepung dan Ekstrak Edamame (Glycine max (L) Merrill) Nadhifah Al Indis
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p04

Abstract

Edamame (Glycine max (L) Merrill) is a vegetable green bean widely cultivated in Jember Regency, and is an export commodity. Edamame has a high protein content of 30-40%, fat 20%, carbohydrates 33%, and fiber 6%. Edamame is also rich in vitamins and minerals. However, the utilization of edamame in Indonesia is still limited to snacks and boiled green beans. This research aims to utilize edamame reject export sold at a low price to be processed into flour and protein extract. This flour and protein extract are used as food additives to increase the protein and fiber content of chicken meatballs. The experimental design was designed using a CRD consisting of 5 treatments and 2 repetitions. Treatments are distinguished based on the percentage of protein extract and edamame flour addition. The method used for protein extraction is MAE, sensory analysis with hedonic test, protein analysis with Kjeldahl, crude fiber analysis with Chesson Datta, and statistical analysis with one way ANOVA followed by DMRT (?=0.05). Based on the research conducted, the highest protein content of 19.330% and crude fiber of 5.955% were obtained from treatment BA.01 (15% edamame flour and 0% tapioca), but this variation was less favored by the panelists. The best treatment was obtained from BA.03 (5% edamame flour and 10% tapioca) with a protein content of 15.196% and crude fiber of 4.245%, and it was favored by the panelists (average score for taste parameter is 3.48; aroma 3.59; color 3.37; texture 3.41, and overall preference 3.59).
Purwarupa Alat Ukur Kandungan pH, Suhu Air dan Suhu Udara pada Pertanian Hidroponik Vernandi Yusuf Muhammad; Alfian Ma’arif; Sunardi Sunardi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i02.p06

Abstract

Salah satu solusinya dengan pertanian dilahan sempit menggunakan hidroponik. Perlu inovasi untuk meningkatkan kualitas pertanian di Indonesia dengan lahan sempit menggunakan sistem monitoring otomatis secara wireless . Purwarupa ini dilengkapi sistem sensor DHT-22 dan Sensor pH-Meter yang dapat memberikan informasi mengenai suhu, kelembaban udara, dan pH pada tanaman sehingga mendapatkan pengawasan maksimal. Integrasi sistem controlling kipas pendingin dapat mengkondisikan tanaman dalam keadaan terbaiknya. Arduino Uno sebagai eksekutor perintah yang diberikan server, serta dilengkapi Bluetooth HC-05 yang dapat mengirim data sampai jarak 10 meter. Alat ini mempermudah pekerjaan hidroponik, diharapkan eksistensi hidroponik meningkat dan rakyat Indonesia dapat meminimalisir kebutuhan pangan dengan produksi sendiri yang berkualitas. Pada hasil dan pembahasan purwarupa yang kami buat yaitu purwarupa berjalan dengan baik dan mengalami eror hanya 2,77% serta Purwarupa ini dapat disimpulkan dengan menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno R3 dan empat sensor yaitu suhu air pH dan DHT-22 purwarupa berjalan dengan baik serta menghasilkan sebuah eror hanya 2,77%.
Pengaruh Pencucian dan Perebusan terhadap Residu Insektisida pada Asparagus (Asparagus Officinalis) yang Dihasilkan di Kabupaten Badung I Gusti Ayu Lani Triani; I.A. Mahatma Tuningrat
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 01 (2016): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pencucian dan perebusan terhadap kadar residuinsektisida dan karakteristik mutu sensoris pada asparagus, menentukan lama pencucian dan perebusanyang tepat untuk menurunkan kadar residu insektisida dan menghasilkan karakteristik asparagus yangdisukai. Pengambilan sampel dilakukan di petani di desa Bukian, Kabupaten Badung. Kombinasiperlakuan pada penelitian ini adalah: (1) Cuci 0 detik, rebus 0 menit, (2) Cuci 15 detik, rebus 0 menit, (3)Cuci 30 detik, rebus 0 menit, (4) cuci 0 detik, rebus 5 menit, (5) cuci 15 detik, rebus 5 menit, (6) cuci 30detik, rebus 5 menit, (7) cuci 0 detik, rebus 10 menit, (8) cuci 15 detik, rebus 10 menit dan (9) cuci 30detik, rebus 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pencucian dan perebusan berpengaruhterhadap kadar residu insektisida yaitu berkisar 0.01449 – 0.03615 mg/kg, hasil tersebut masih berada dibawah Baku Mutu Residu (BMR). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lama pencucian danperebusan berpengaruh terhadap karakteristik mutu sensoris dari sayuran asparagus. Asparagus denganperlakukan lama pencucian 30 detik dan perebusan 5 menit menghasilkan penurunan residu insektisidadeltametrin sekitar 45%, memiliki warna hijau agak muda, tekstur lunak dan karakteristik disukai

Page 11 of 15 | Total Record : 142