cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 142 Documents
Karakteristik Pengeringan Biji Kopi dengan Pengering Tipe Bak dengan Sumber Panas Tungku Sekam Kopi dan Kolektor Surya Raida - Agustina; Hendri - Syah; Ryan - Moulana
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 01 (2016): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p03

Abstract

Salah satu tahapan pascapanen yang sangat kritis adalah pengeringan biji kopi, karena dapatmempengaruhi mutu biji kopi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji proses pengeringan biji kopi denganmenggunakan alat pengering tipe bak dengan sumber panas dari tungku sekam kopi dan kolektor surya.Parameter yang dikaji adalah distribusi temperatur, kelembapan relatif, iradiasi surya, penurunan kadar airdan laju pengeringan. Temperatur di dalam ruang pengering lebih tinggi dari pada temperatur lingkungan,sedangkan kelembapan relatif di dalam pengering lebih rendah dibandingkan dengan di lingkungan. Halini menyebabkan proses pengeringan berlangsung cepat. Nilai iradiasi surya yang didapat berfluktuasi.Iradiasi tertinggi mencapai 742.86W/m2. Kadar air awal biji kopi yaitu 48,7%. Kadar air akhirpengeringan biji kopi ulangan 1 yaitu 11,66% dan pengeringan biji kopi ulangan 2 yaitu 11,40% sudahdibawah kadar air maksimal biji kopi kering menurut SNI yaitu 12.5%.
Efektivitas Pemakaian Mesin Magic Sugar Cane Terhadap Penurunan Kualitas Nira pada Sistem Tebang Angkut Retno Muji Rahayu; Warkoyo; Noor Harini; Rista Anggriani
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 7 No. 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2022.v01.i01.p09

Abstract

The Sugarcane plantations have a role in the development of agriculture in Indonesia. Sugarcane is needed by industry as raw material for making sugar. It is one of the nine main ingredients on making sugar. National sugar production has decreased due to the delay in sugarcane milling (down time). The milling delay of up to three days can reduce the quality of the nira in terms of the increasing in °Brix, decreasing in pH, increasing in reducing sugar content in °Brix. In addition, it can also reduce the nature of purity which can affect the amount of sugar yield produced. The Magic Machine Sugarcane is a sugarcane harvesting machine to produce nira. The purpose the Magic Machine Sugar Cane is an effort to maintain the physical and chemical quality of the nira in the cutdown system. The design method of Magic machine sugarcane starts from drafting the concept, designing, and testing. The test parameters used were total sugar, viscosity, TSS, total acid and pH. The results of the Magic Machine Sugar Cane is designed with a height of 1.85 meters and a width of 1.65 meters and a length of 3.75 meters consisting of diesel components, cutting blades, cane carriers, cane cutters, wheels, roller mills, filters, handles, frame body and equipped with a storage tube with the principle of maintaining the nira temperature to 5 ºC. The Storage of nira at 5 ºC minimize the loss of total sugar value, viscosity, TSS value from 16 °Brix to 18 °Brix, total acid value in the range of 0.045%-0.055% and pH 5.0-6.0. So that the Magic Machine Sugar Cane is effective in maintaining the physical and chemical quality of the nira during the cutdown system.
Pemanfaatan Kacang Merah dan Ubi Jalar Putih sebagai Bahan Bolu Kukus Novia Agustina; Shanti Fitriani
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2021.v06.i02.p03

Abstract

Bolu merupakan salah satu makanan yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Bolu kukus memiliki rasa yang enak, dan memiliki tekstur yang lembut, rasanya yang manis dan bentuknya yang beragam. Berkaitan dengan hal tersebut, bolu kukus pada penelitian ini dibuat dari tepung kacang merah dan tepung ubi jalar putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi terbaik tepung kacang merah dan tepung ubi jalar putih terhadap mutu bolu kukus yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah perbedaan rasio tepung kacang merah dan tepung ubi jalar putih yaitu KUJ1 (80:20), KUJ2 (70:30), KUJ3 (60:40), KUJ4 (50:50), dan KUJ5 (40:60). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan diikuti dengan uji duncan’s multiple range test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan rasio tepung kacang merah dan tepung ubi jalar putih berpengaruh nyata terhadap analisis kimia dan tidak berpengaruh nyata terhadap uji sensori. Perlakuan terbaik dari parameter yang telah diamati adalah perlakuan KUJ1 yaitu memiliki kadar air 33,86%, kadar abu 1,19%, kadar protein 9,74%, kadar lemak 1,09%, kadar karbohidrat 54,13%, dan kadar serat kasar 12,34% dengan deskripsi warna putih kecoklatan, beraroma diantara kacang merah dan ubi jalar, berasa diantara kacang merah dan ubi jalar serta memiliki tekstur yang lembut, dan disukai oleh panelis.
Optimasi Suhu dan Waktu Proses Delignifikasi pada Isolasi Selulosa dari Tongkol Jagung Dewi Sartika; Amanda Patappari Firmansyah
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 7 No. 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2022.v01.i01.p010

Abstract

This study aims to optimize the temperature and time of the delignification process to isolate cellulose from corn cobs. The research was carried out in stages, namely preparing corn cob powder samples and the delignification process. Statistical regression modeling and optimization of the temperature and time of the delignification process used the response surface (RSM) methodology. Central Composite Design (CCD) was used for experimental design and analysis of the effect of temperature and time of the delignification process on lignin, cellulose, hemicellulose, and fiber yields. The optimum process conditions were determined using the desirability method. The analysis of the diversity of the quadratic polynomial model shows that the temperature and time of the deligninification process significantly affect changes in the characteristics of lignin, cellulose, hemicellulose, and fiber yields. The optimal condition of the corncob fiber delignification process was obtained at a temperature of 100.38? for 79.17 minutes. It produced the characteristics of delignified fiber with lignin, cellulose, hemicellulose, and yields of 6.47%, 73.73%, 5, respectively. 39% and 57.76% w/w. The optimization model is valid with a desirability value of 0.71. Thus, the temperature and time optimization model of the delignification process can be applied in real conditions to produce delignified corncob fiber with optimum characteristics.
Karakteristik Rantai Nilai Rumput Laut di Kabupaten Klungkung I Wayan Gede Sedana Yoga; Dewa Ayu Anom Yuarini
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 01 (2016): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p04

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rantai nilai dari produsen sampai ke konsumen.Dalam penelitian ini dikaji tiga variabel yaitu kondisi objektif rantai nilai, nilai tambah, serta sertakehilangan yang terjadi pada masing-masing rantai. Penelitian ini mengambil lokasi di kecamatan NusaPenida, kabupaten Klungkung. Pemilihan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling,sedangkan pemilihan responden menggunakan metode acak dan metode snowball. Metode analisis yangdigunakan adalah CSAM (A Commodity Sistem Assessment Method). Lokasi penelitian secara spesifikadalah pada tiga desa penghasil rumput laut terbesar di Nusa Penida, yaitu Desa Semaya, Desa Suana, danDesa Batu Mulapan. Dari penelitian diperoleh pola rantai nilai dari produsen sampai ke konsumen adalahprodusen – pengepul – pedagang Surabaya; produsen – pengepul – supplier – pedagang Surabaya; danprodusen – supplier – pedagang Surabaya. Nilai tambah yang diberikan pada tingka petani yaitu:pemanenan, penjemuran, pembersihan, pengemasan. Nilai tambah yang diberikan pada tingkat pengepul,yaitu: tranportasi, penjemuran, pembersihan, pengemasan ulang, penimbangan, serta penyimpanan.
Identifikasi Unsur Hara Sulfur pada Sistem Irigasi Primer di Tanah Sawah Wilayah Bendungan Arca Kiri, Kabupaten Banyumas Leony Agustine; Amanullah Thaariqa Tri Wibowo; Begananda
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2021.v06.i02.p04

Abstract

This study aims to determine1) the amount of nutrient content of Sulphur in a paddy field in the irrigation channel of Arca Kirit dam in Banyumas Regency, 2) nutrient distribution of Sulphur in paddy field in the irrigation channel of Arca Kiri dam in Banyumas Regency, and 3) recommendations of Sulphur fertilizers in paddy field in the irrigation channel of Arca Kiri dam in Banyumas Regency. The research was conducted in paddy field, in the irrigation channel of Arca Kiri dam in Banyumas Regency, then continued with analysis of the soil in the Institute of Determining Technology of Agriculture (BPTP), Yogyakarta. The research carried out by the determination of sample points based on a purposive random sampling be based Land Homogenous Unit (SLH). Land Homogenous Unit arranged by overlaying the Administrative Map, Slope Map, and Soil Type Map. The number of samples is 8, which is located in 5 villages. The variables were observed namely the nutrient content of Sulphur, EC, pH (H2O), and BS of land. The results showed that the nutrient content of Sulphur from both SLH relatively high, there were SLH A1 reach 86.20 ppm and SLH A2 reach 85.33 ppm. Sulphur fertilizer recommendations for SLH A1 is 10.64 kg S/ha and SLH A2 is 14.60 kg S/ha.
Pengaruh Penambahan Jeruk Nipis Terhadap pH, Total Antosianin, dan Aktivitas Antioksidan pada Minuman Bunga Telang Putu Ayu Gaudiya Waisnawi; Gusti Ayu Kadek Diah Puspawati; Luh Putu Wrasiati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 7 No. 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2022.v01.i01.p011

Abstract

Bunga telang memiliki banyak khasiat salah satunya mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dan pigmen. Kelemahan pemanfaatan bunga telang pada pigmen antosianin bersifat kurang stabil. Antosianin lebih stabil dalam larutan asam dibandingkan larutan basa. Penambahan jeruk nipis yang kaya asam sitrat diharapkan dapat meningkatkan keasaman pH bunga telang (pH 5) karena jeruk nipis memiliki pH 2,48-2,5. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jeruk nipis terhadap karakteristik minuman bunga telang dan menentukan penambahan jeruk nipis yang tepat untuk menghasilkan minuman bunga telang dengan karakteristik terbaik. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan jeruk nipis yang terdiri dari 6 level yaitu: 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila perlakuan berpengaruh terhadap variabel yang diamati maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan penambahan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, kadar vitamin C, total antosianin dan aktivitas antioksidan. Penambahan jeruk nipis 5% merupakan hasil terbaik dalam menghasilkan minuman bunga telang, dengan karakteristik pH 4,81, kadar vitamin C 5,47%, total antosianin 2,19 mg/g dan aktivitas antioksidan 45,60%. Penambahan asam sitrat berpotensi meningkatkan stabilitas antosianin dan antioksidan minuman bunga telang melalui penurunan pH, peningkatan total antosianin, peningkatan vitamin C dan peningkatan akitivitas antioksidan.
Efektifitas Fermentor Fuzzy Digital Terhadap Kualitas Mutu Biji Kopi Nurhaya Kusmiah; Abdul Waris; Ishak Manggabarani
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2021.v06.i02.p05

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang potensial di Indonesia, saat ini pengolahan kopi telah banyak dilakukan untuk menciptakan kopi olahan dengan aroma dan rasa yang khas melalui proses fermentasi, sehingga dapat meningkatkan harga jual kopi di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana rancangan fermentor dengan penerapan fuzzy digital mampu memberikan proses fermentasi sempurna sehingga dapat meningkatkan mutu biji kopi atau kopi bubuk. Metode yang digunakan yakni RAK (Rancang Acak Lengkap) untuk melihat apakah fermentasi dengan menggunakan fermentor dapat meningkatkan mutu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kinerja fermentor sangat baik, ditandai dengan tidak terjadi overshoot, offset. Pengujian mutu hasil fermentasi biji kopi menunjukkan bahwa pulp mudah lepas, warna biji lebih gelap yaitu notasi L* 31,63, total asam sekitar 20%, dan begitupun dengan pH produk kopi tergolong aman untuk dikonsumsi yaitu pH 6.
Kajian perbandingan tepung Ubi Jalar Kuning (Ipomoea batatas L) dan Tepung Terigu terhadap Karakteristik Bolu Kukus Putu Ari Sandhi Wipradnyadewi; AAGN Anom Jambe; GAK Diah Puspawati; P Timur Ina; N. M. Yusa; N.L Ari Yusasrini
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 01 (2016): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ubi jalar kuning (Ipomeas batatas L) dapatdimanfaatkan dalam pembuatan bolu kukus, mengetahui pengaruh perbandingan ubi jalar kuning kukusdengan terigu terhadap karakteristik bolu kukus serta mengetahui persentase perbandingan ubi jalarkuning kukus dengan terigu yang tepat sehingga dihasilkan bolu kukus dengan karakteristik terbaik.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbandingan ubijalar kuning kukus dengan terigu dengan level 0% : 100 %, 10% : 90%, 20% : 80%, 30% :70%, 40% :60%. Persentase berdasarkan jumlah berat terigu dan ubi jalar kuning kukus. Seluruh perlakuan diulangsebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidikragam, apabila terdapat pengaruh pada perlakuan maka dilanjutkan analisis dengan Uji Duncan’s.Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini antara lain kadar air, daya kembang, dan uji sensoris.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 80% terigu dan 20% ubi jalar kuning kukus menghasilkanbolu kukus dengan karakteristik terbaik dengan kriteria kadar air 35,77 %, daya kembang 85,71 %,warna putih kekuningan, tekstur biasa, aroma agak suka, rasa agak suka, dan penerimaan keseluruhanagak suka.
Analisis Protein, Tekstur dan Rasa Ice Cream Berbahan Dasar Rumput Laut Merah (Kappaphycus alvarezii) Andreas Lawe Belang; James Ngginak; Sonya Titin Nge
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2021.v06.i02.p06

Abstract

Rumput laut merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah yang tergolong dalam ganggang (algae). Berbagai macan species rumput laut berpeluang untuk diproduksi menjadi ice cream. Ice cream merupakan produk pangan beku yang sangat populer di seluruh dunia dan sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa yang tentunya memiliki kandungan nutrisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kadar protein, tekstur dan rasa ice cream berbahan dasar rumput laut Kappaphycus alvarezii. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan. Analisis data menggunakan one way Anova. Formulasi perlakuan yang digunakan P1 (15% Kappaphycus alvarezii ), P2 (30% Kappaphycus alvarezii ) dan P3 (45% Kappaphycus alvarezii ). Hasil penelitian terbukti Kappaphycus alvarezii dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif pembuatan ice cream. Berdasarkan analisis one way anova dan uji lanjut DMRT menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada kandungan kadar protein P1 yaitu sebesar 0.12792 %. Sedangkan hasil uji organoleptik terkait parameter tekstur ice cream berdasarkan analisis one way anova menunjukkan tekstur tidak terdapat pengaruh yang signifikan sehingga tidak dilanjutkan pada uji DMRT dengan nilai P2 sebesar 4,36 %. Sedangkan uji organoleptik untuk aspek rasa berdasarkan analisis one way anova menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan sehingga tidak dilanjutkan pada uji DMRT dengan nilai P1 sebesar 4,45 %.

Page 10 of 15 | Total Record : 142