cover
Contact Name
Firnimus Konstantinus Bhara
Contact Email
ferrybhara@gmail.com
Phone
+6281339514260
Journal Mail Official
ferrybhara@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3 Maumere, Flores – NTT Tlpn. (0382) 22388Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3 Maumere, Flores – NTT Tlpn. (0382) 22388
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Siartek
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 24428299     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur adalah jurnal ilmu dan penerapan bidang Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur yang terbit dua kali dalam setahun, pada bulan April dan Oktober sejak tahun 2015. Artikel dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam teknik sipil dan arsitektur yang belum pernah dipublikasikan di jurnal ilmiah atau media lain. SIARTEK mengundang peneliti dan praktisi di bidang teknik sipil dan arsitektur untuak mempublikasikan karyanya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris ke jurnal SIARTEK.
Articles 108 Documents
POLA PERILAKU PENGHUNI RUMAH TINGGAL DI JLN. KLITREN LOR GK. III/262, YOGYAKARTA, TERHADAP HUNIAN BERDINDING KACA Cornelia Hildegardis
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 2 (2016): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada peradapan modern saat ini, kita banyak menemukan berbagai macam bahan yang dapat diaplikasikan untuk kebutuhan rumah dan bangunan. Pola hidup, selera dan gaya hidup masyarakat modern yang lebih bersifat terbuka dan selalu mencari sesuatu yang baru dalam memenuhi kebutuhannya menemukan material kaca sebagai pilihan utamanya untuk memenuhi kebutuhan rumah dan bangunan gedung saat ini.
PERHITUNGAN KENYAMANAN TERMIS MANUSIA Ranhard Sonny Tommy Antou
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 2 (2016): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu kenyaman termis hanya membatasi pada kondisi udara yang tidak ekstrim, dimana tubuh manusia masih bisa beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan disekitarnya. Dalam kondisi ini, terdapat daerah suhu dimana manusia tidak memerlukan usaha apapun sebagai bentuk respon dari perubahan suhu, seperti menggigil ataupun mengeluarkan keringat. Daerah suhu ini yang disebut dengan ‘suhu netral atau nyaman’. Farida Idealistina (1991) dari penelitiannya menyatakan bahwa suhu nyaman diperlukan manusia untuk mengoptimalkan produktifitas kerja. Masyarakat Indonesia sebagai daerah yang beriklim tropis lembab mampu beradaptasi dengan keadaan kurang menguntungkan akibat dari keberadaan suhu lingkungan di daerahnya. Guna menciptakan suatu kondisi bangunan yang bisa memenuhi keadaan ‘suhu netral atau nyaman’, maka dibangun suatu konsep bangunan yang memiliki banyak bukaan. Dengan adanya konsep ini, membantu masyarakat menciptakan suatu tempat beraktifitas dengan penghawaan alami dan mekanisme pergerakan udara segar yang baik dalam ruangan.
KARAKTERISTIKKEKUATAN BETON DENGAN GLASS POWDER, FLY ASH DAN GBFS SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI SEMEN Sandy I. Yansiku
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 2 (2016): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyajikan hasil investigasi laboratorium menyangkut perilaku beton yang dicampur dengan material bekas pakai sebagai pengganti sebagian volume semen beton konvensional.Kuat desak, kuat tarik, dan kuat geser diuji pada campuran beton baik penggantian material tunggal maupun kombinasinya di mana glass powder (bubuk kaca), fly ash (abu terbang) dan Granulated Blast Furnace Slagdicampur dalam adukan beton dengan proporsi tertentu.Hasil uji coba menunjukkan bahwa penggantian semen dalamjumlah tertentu dengan tiga jenis material tersebut mampu mencapai kekuatan yang bersaing serta perilaku fisik yang memadai dalam mengganti beton normal. Penggantian material tunggal secara tipikal menghasilkan kuat tekan, kuat tarik dan kuat geser yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggantian semen dengan kombinasi lebih dari satu material. Beton dengan kandungan alternatif material yang lebih rendah menunjukkan kekuatan yang bersaing relatif terhadap beton normal.
IMPLIKASI FREE AIRBLAST DAN FULLY-VENTED BLAST TERHADAP TEKANAN DAN IMPULS PERMUKAAN ELEMEN STRUKTUR Sandy I. Yansiku; Christian L. Keraf
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi pengaruh ledakan ganda terhadap elemen struktur melalui sebuah studi parametrik. Studi kasus dilakukan dengan skenario ledakan udara bebas dan ledakan dalam ruang tertutup terbatas. Analisa beban ledakan mengadopsi metode Unified Facilities Criteria (UFC). Hasil studi menunjukkan bahwa pada skenario free airblast ledakan ganda menimbulkan refleksi tekanan dan impuls yang lebih tinggi dibandingkan satu ledakan, sedangkan dua ledakan menghasilkan tekanan dan impuls yang lebih berarti dibandingkan tiga ledakan sebagai akibat dari kontribusi jarak dan posisi ledakan. Pengaruh ledakan ganda tidak signifikan pada skala jarak lebih besar 2 m/kg1/3. Ukuran mesh dan adanya logaritma natural secara proporsional mempengaruhi output tekanan dan impuls. Pengaruh ruang antar ledakan lebih signifikan pada tekanan daripada impuls karena makin besar ruang antar ledakan dapat mengurangi interaksi antar gelombang ledakan. Jumlah ledakan tidak berdampak pada tekanan apabila rasio S/R lebih besar 2 dan oleh karena itu dampak yang ditimbulkan mendekati ledakan tunggal. Fully-vented blast menghasilkan tekanan refleksi puncak rerata sebesar 1710 Psi atau 11,78 MPa dan impuls rerata sebesar 112 psi-ms/lb1/3 atau 4,828 MPa-ms dalam durasi 0,82 ms.
PENERAPAN KONSEP PENCAHAYAAN-PENGHAWAAN DENGAN TEKNOLOGI SENSOR SUHU DAN PHOTOVOLTAIC PADA DESAIN COTTAGE MBARU NIANG Maria Carolina Tandafatu
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian rumah adat Mbaru Niang pada saat ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Manggarai, agar arsitektur rumah adat asal kampung Wae Rebo tetap terpelihara dengan baik . Kunjungan wisatawan yang terus meningkat setiap tahun, namun fasilitas menginap bagi wisatawan di kampung Wae Rebo masih minim. Dengan mengkonsepkan sebuah cottage bagi wisatawan di luar kampung Wae Rebo sebagai sarana penunjang sehingga dapat membantu memfasilitasi aktivitas pariwisata Mbaru Niang. Konsep modern disematkan pada desain Cottage dengan pencahayaan dan penghawaan yang ideal dengan teknologi terbaru, namun tetap mengaplikasikan bentuk dan filosofi bangunan Mbaru Niang.
EVALUASI GEOMETRIK JALAN LUAR KOTA TRANS ENDE-WATUNESO STA 90+525,973-STA 92+357,543) Anastasia M. Noralita Soludale
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Trans Ende-Watuneso merupakan salah satu jalan utama di pulau Flores, yang menghubungkan antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende. Jalan ini sangat membantu peningkatan ekonomi masyarakat serta aspek lainya. Pada ruas jalan ini terdapat banyak tikungan tajam, yang secara otomatis membahayakan penggunanya baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Oleh karena itu faktor tikungan sangat mempengaruhi keselamatan pengguna jalan sehingga perencanaan pada tikungan sangat perlu untuk diperhatikan agar perencanaannya sesuai dengan metode yang dipakai, dalam hal ini Metode Bina Marga. Proses perencanaan ini yang kerap kali diabaikan oleh konsultan perencana sehingga untuk meminimalisir kekeliruan perencanaan, dilakukan evaluasi geometrik jalan sesuai dengan standart yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, yaitu Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota 1997. Data geometrik jalan diperoleh dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pejabat Pembuat Komitmen Wolowaru-Batas Kota Maumere. Hasil yang diperoleh dari evaluasi geometrik alinyemen horisontal pada jalan Trans Ende-Watuneso, bahwa perencanaan yang dilakukan tidak sesuai dengan TPGJAK 1997. Hal ini dapat menyebabkan turunnya tingkat keamanan dan kenyamanan bagi pengemudi.
STUDI PENELITIAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TUKANG BATU DAN TUKANG BESI (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Kampus Poltekom Malang) Octavianus Jori
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu proyek konstruksi, peranan tenaga kerja tukang batu dan tukang besi mengambil peranan yang tidak kecil. Maka dari itu peranan tenaga kerja tukang batu dan tukang besi tidak bisa diabaikan, sehingga faktor tenaga kerja tersebut menjadi faktor penting. Hal ini disebabkan faktor tenaga kerja tukang batu dan tukang besi berpengaruh langsung terhadap waktu dan biaya. Faktor yang mempengaruhi tenaga kerja tukang batu dan tukang besi antara lain ; gaji, pendidikan, pengalaman kerja, umur, jarak material, dan asal tenaga kerja. Penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap 32 tukang batu dan 16 tukang besi di proyek pembangunan Kampus Poltekom Malang. Dari data-data yang diperoleh kemudian dilakukan analisa statistik diantaranya uji validitas, uji reliablitas, dan uji regresi berganda. Dari hasil uji validitas di dapat nilai korelasi Rhitung lebih besar dari Rtabel = 0,349. Artinya, semua item pertanyaan tentang produktivitas kerja dinyatakan valid. Dari hasil uji regresi berganda secara simultan untuk tukang batu didapat Fhitung lebih besar dari Ftabel = 2,49. Sedangkan secara simultan untuk tukang besi didapat Fhitung lebih besar dari Ftabel = 3,37. Setelah dilakukan perhitungan produktivitas, untuk produktivitas rata-rata tukang batu sebesar 4,2 m²/ hari dan untuk produktivitas rata-rata tukang besi sebesar 13,5 lonjor/ hari atau sebesar 904 Kg besi. Dari hasil analisa data dengan Uji t untuk tukang batu diperoleh : variabel gaji = 1,109, pendidikan = 0,56, pengalaman = 3,772, umur = 0,049, jarak material = 1,226, dummy daerah asal = 0,004 dan untuk tukang besi diperoleh : variabel gaji = 0,905, pendidikan = 1,482, pengalaman = 2,365, umur = 1,111, jarak material = 10,474, dummy daerah asal = 0,055. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap produktivitas baik tukang batu maupun tukang besi adalah : faktor pengalaman, dari nilai yang tertinggi dari nilai variabel yang lainnya.
ANALISIS FASILITAS PEJALAN KAKI DI JALAN RAYA WAIRKLAU-MAUMERE KABUPATEN SIKKA Henrikus Lando; Yosef Norbertus T. Muda; Octavianus Jori
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 2 (2017): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trotoar merupakan bagian ruang terbuka publik yang berfungsi sebagai jalur khusus pejalan kaki untuk dapat melakukan aktifitasnya dengan aman dan nyaman. Permasalahan secara umum jalur pejalan kaki yang terjadi di negara berkembang seperti di Indonesia adalah kurang mewadahinya aktifitas pejalan kaki sebagai pengguna utamanya yang kurang mempertimbangkan pejalan kaki baik dari kualitas dan kuantitasnya. Mengenai hak para pejalan kaki di Indonesia sudah diatur dan dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dimana pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyebrangan, dan fasilitas lain. Penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap pejalan kaki yang yang melewati fasilitas trotoar di jalan raya Wairklau-Maumere sisi jalan sebelah Utara. Dari data-data yang diperoleh kemudian dilakukan analisa statistik diantaranya Analisa Uji Chi Square untuk tingkat kepuasan pejalan kaki atau pengguna trotoar. Selain itu dilakukan pula analisa keadaan eksisting trotoar berdasarkan peraturan Pedoman Bahan Kontruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil (PBKBRS), Kementrian PUPR 2018.Dari tabel uji chi square diatas dapat diketahui bahwa chi Square hitung sebesar 8,105 > x2 tabel sebesar 46,194. Hal ini berarti tidak adanya pengaruh tingkat kepuasan pelanggan terhadap fasilitas trotoar atau tergolong rendah. Berdasarkan hasil survey keadaan eksisting jalur fasilitas pejalan kaki (trotoar) bahwa fasilitas jalur pejalan kaki atau ntrotoar yang ada di Jalan Wairklau sudah memenuhi syarat pedoman PBKBRS 2018. Setelah dilakukan perhitungan dan analisa menunjukkan bahwa fasilitas jalur pejalan kaki yang ada di Jalan Wairklau – Maumere dengan Pedoman Bahan PBKBRS 2018 adalah : telah memenuhi syarat dengan total lebar jalur fasilitas pejalan kaki 5,5 m ( lebar efektif trotoar = 2 m). Tingkat kepuasan pejalan kaki terhadap pelayanan fasilitas trotoar yang ada di Jalan Wairklau – Maumere adalah : tergolong rendah, karena masih sebagian fasilitas belum terpenuhi, misalnya fasilitas penerangan.
PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI (PEDESTRIAN WAYS) DI KORIDOR JALAN ELTARI, KOTA MAUMERE Oktavianus Rebu Yulio; Yohanes Pieter Pedor Parera
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 2 (2017): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Eltari merupakan salah satu koridor jalan di Kota Maumere yang perlu mendapat khusus dari pemerintah karena peruntukkanya sebagai salah satu landmark Kawasan kota Maumere dan juga sebagai Kawasan Pusat Pemerintahan. Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Sikka dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terletak di koridor ini dan juga banyak aktivitas publik yang terjadi di sekitar koridor ini. Namun, dari hasil pengamatan dan survey lapangan, diketahui bahwa di Koridor Eltari masih banyak kekurangan baik dari segi sarana, prasarana, perabot jalan dan elemen pendukung lainnya, sehingga perlu dilakukan penataan dalam kaitannya dengan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksplanatori yaitu dengan melakukan kajian/tinjauan terhadap prinsip penataan koridor jalan, juga melakukan berbagai pendekatan studi banding dengan persoalan koridor yang sejenis. Setelah itu ditetapkan prinsip desain yang sesuai dengan penataan koridor jalan Eltari tanpa mengurangi potensi-potensi yang sudah ada pada Koridor tersebut
POLA, SELERA DAN GAYA HIDUP MASYARAKAT MODERN DALAM MEMILIH KACA SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DI INDONESIA Ranhard Sonny Tommy Antou; Alexius Boer
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 2 (2017): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada peradaban modern saat ini, kita banyak menemukan berbagai macam bahan yang dapat diaplikasikan untuk kebutuhan rumah dan bangunan. Pola hidup, selera dan gaya hidup masyarakat modern yang lebih bersifat terbuka dan selalu mencari sesuatu yang baru dalam memenuhi kebutuhannya menemukan material kaca sebagai pilihan utamanya untuk memenuhi kebutuhan rumah dan bangunan gedung saat ini.

Page 3 of 11 | Total Record : 108