cover
Contact Name
Firnimus Konstantinus Bhara
Contact Email
ferrybhara@gmail.com
Phone
+6281339514260
Journal Mail Official
ferrybhara@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3 Maumere, Flores – NTT Tlpn. (0382) 22388Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3 Maumere, Flores – NTT Tlpn. (0382) 22388
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Siartek
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 24428299     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur adalah jurnal ilmu dan penerapan bidang Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur yang terbit dua kali dalam setahun, pada bulan April dan Oktober sejak tahun 2015. Artikel dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam teknik sipil dan arsitektur yang belum pernah dipublikasikan di jurnal ilmiah atau media lain. SIARTEK mengundang peneliti dan praktisi di bidang teknik sipil dan arsitektur untuak mempublikasikan karyanya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris ke jurnal SIARTEK.
Articles 108 Documents
STUDI BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG “ STUDI KASUS PADA BAGIAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN GEDUNG UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA” Octavianus Jori
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia konstruksi pemeliharaan gedung merupakan suatu cara untuk mempertahankan fungsi gedung itu sendiri. Pelaksanaan pemeliharaan gedung membutuhkan manajemen pemeliharaan yang trampil dan biaya pemeliharaan yang menunjang.Hasil dari pemeliharaan gedung dinikmati dan mampu memberikan kepuasaan kepada pengguna gedung. Penelitian ini digunakan untuk mengkaji dan memberikan informasi biaya pemeliharaan gedung kuliah di Kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Metode penelitiannya menggunakan “Multivariate Analysis of Varians atau Manova” dan Analisa Mean. Data tersebut diperoleh dari hasil kuesioner dari team pemelihara gedung dan pengguna gedung. Hasil pengolahan data Manova dari team pemelihara gedung akan di bandingkan antara hasil biaya pemeliharaan gedung A dan gedung B. sedangkan hasil analisa mean dari pengguna gedung digunakan untuk menilai kinerja gedung. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dari masing – masing item pekerjaan memiliki perbandingan biaya pemeliaraan yang bervariasi. Faktor yang paling berpengaruh pada biaya pemeliaraan gedung A dan gedung B adalah faktor volume kerusakan pada item pekerjaan plafon dengan kategori sangat tinggi atau nilai skor 5. Sedangkan untuk penilaian kepuasan gedung A dan gedung B adalah masuk dalam kategori baik, nilai rata – rata 4. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manajemen untuk biaya pemeliharaan gedung sudah memenuhi standar pemeliharaan dan mampu memberikan kepuasan kepada pengguna gedung.
KAJIAN BANGUNAN RUMAH TINGGAL PERMUKIMAN TRADISIONAL NUABARI, DESA LENANDARETA, KECAMATAN PAGA, KABUPATEN SIKKA Yohanes Pieter Pedor Parera
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini mengambil lokasi di Permukiman Tradisional Nuabari, Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Kajian ini dilaksanakan untuk mencapai dua tujuan utama. Pertama, mengidentifikasi wujud beragam tampilan bangunan rumah tinggal yang ada di pemukiman Nuabari. Kedua, untuk mengevaluasi kesesuaian bangunan dengan style arsitektur tradisional suku Lio yang bermukim di pemukiman Nuabari. Ketiga, penelitian ini juga menstudi typology bangunan yang ada di permukiman Nuabari. Sehingga penelitian ini memfokuskan bahasannya pada bentuk asli bangunan tradisional suku Lio, arsitektur tradisional suku Lio, wujud bangunan, dan pemanfaatan material bangunan. Metode kualitatif deskriptif dengan model paradigm fenomenologi naturalistic telah diterapkan oleh penelitian ini, yang didukung oleh wawancara, pengamatan langsung, dokumen tertulis dan dokumentasi foto terkait bangunan yang disurvey. Hasil penelitian menunjukan ada tiga type bangunan yang terdapat pada permukiman Nuabari dilihat dari wujud bangunan, style arsitektur dan pemakaian material pada bangunan. Kondisi tersebut diakibatkan oleh berbagai aspek dan mengindikasikan bahwa terjadi ketidaksesuaian bangunan dengan karakterisitik arsitektur tradisional yang melekat pada permukiman tradisional Nuabari ini.
APLIKASI PENGAKU RANGKA BATANG BAJA UNTUK MENGURANGI GETARAN LANTAI AKIBAT AKTIVITAS MANUSIA Firnimus Konstantinus Bhara
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getaran lantai yang sifatnya sangat berlebihan dapat mengganggu kenyamanan pengguna bangunan karena adanya aktivitas manusia, hal ini dapat dikendalikan dengan meningkatkan kekakuan lantai. Salah satu cara untuk meningkatkan kekakuan lantai dengan menggunakan pengaku (queen post hanger) yang dipasang dibawah pelat lantai. Menurut ISO 2361-1/2 kriteria batas untuk frekuensi alami lantai adalah 4 – 8 Hz. Di luar dari batas tersebut orang akan menerima percepatan getaran yang lebih tinggi, ini berarti jika pengguna bangunan akan merasa nyaman dengan getaran lantai yang terjadi maka frekuensi alami lantai tersebut harus berada pada batas yang telah ditentukan. Ada dua cara untuk memprediksi frekuensi alami lantai yaitu dengan panduan desain yang dikembangkan oleh Murray et al (1997) dan dengan analisis riwayat waktu menggunakan program bantu ETABS. Hasil analisis menunjukkan bahwa frekuensi alami lantai tanpa pengaku adalah 0,45 Hz dengan panduan desain sedangkan dengan menggunakan ETABS adalah 0,49 Hz. Untuk lantai yang dipasang pengaku diperoleh frekuensi lantai sebesar 5,56 Hz dengan panduan desain dan 5,26 Hz menggunakan ETABS. Akibat beban dinamis, perpindahan arah vertikal maksimal terjadi di tengah bentang lantai yaitu 1,18 cm sebelum dipasang pengaku dan sebesar 0,36 cm setelah dipasang pengaku. Pengaku yang digunakan cukup ideal untuk mengurangi getaran yang terjadi pada lantai.
AKUSTIKA PADA RUANG KARAOKE HAPPY PUPPY MANADO Ranhard Sonny Tommy Antou
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini selain bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh suara kebisingan terhadap ruang karaoke yang berdampingan juga untuk mengukur tingkat kenyamanan yang dirasakan pengguna akibat kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas dari ruang bersebelahan Lokasi penelitian yang dijadikan studi kasus dalam penelitian ini adalah tempat Karaoke keluarga Happy Puppy yang terletak di jalan Boulevard Manado. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, Pengambilan data dilakukan dengan mengukur tingkat intensitas bunyi, volume ruangan dan jenis material permukaan ruang. Pengukuran dilakukan pada dua ruang yang bersebelahan dengan kondisi tiap-tiap ruang diam, bersuara, bersuata + bernyanyi dan bunyi bersamaan.
EVALUASI KUALITAS PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUMAH TINGGAL BERBAHAN BOTOL KACA BEKAS Cornelia Hildegardis
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam perancangan sebuah bangunan. Pada setiap bangunan diharapkan mampu memberikan pencahayaan alami yang cukup bagi setiap ruangnya. Cahaya yang masuk ke dalam ruangan dipengaruhi oleh media rambat yang digunakan seperti kaca maupun botol bekas. Pemanfaatan botol bekas dalam perancangan dianggap mampu menjawab issue akan ramah lingkungan yang marak saat ini
KINERJA PERALATAN BONGKAR MUAT BARANG DAN PETI KEMAS PELABUHAN MAUMERE Dedi Imanuel Pau
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Maumere yang di kenal dengan pelabuhan Laurentius Say merupakan pelabuhan utama di Kabupaten Sikka dan merupakan salah satu pelabuhan besar di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peran Pelabuhan Laurentius Say Maumere menjadi sangat penting karena merupakan simpul utama perekonomian dan sebagai jalur keluar masuknya barang lintas Flores. Pelabuhan Laurentius Say Maumere ini pengoperasiannya dilakukan oleh PT. Pelabuhan Indonesia III Persero (PELINDO) dengan kantor pusat di Surabaya. Pelabuhan sebagai penunjang kegiatan pergerakan manusia dan barang maka diperlukan sarana dan prasarana yang baik. Sarana berupa kapal penumpang maupun kapal barang. Prasarana merupakan pelabuhan. Dalam perkembangan pelabuhan Laurentius Say Maumere mengalami peningkatan akan permintaan volume jasa pelayanan yaitu menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan peti kemas. Peningkatan permintaan jasa tersebut harus diimbangi dengan ketersedian fasilitas yang menunjang seperti pelabuhan, dermaga peti kemas serta alat-alat bongkar muat di pelabuhan guna memberi pelayanan cepat, ekonomis serta keamanan dan keselamatan barang, baik yang akan keluar maupun yang akan masuk ke pelabuhan. Oleh karena itu, guna meningkatkan pelayanan akan kebutuhan jasa bongkar muatan yang ideal yang menghasilkan produktifitas yang optimal baik dari segi waktu maupun biaya, sehingga perlu dilakukan penelitian kinerja peralatan bongkar muat barang dan peti kemas di pelabuhan Laurentius Say Maumere. Hasil yang diperoleh dari penelitian kinerja peralatan bongkar muat barang dan peti kemas pada Pelabuhan Laurentius Say Maumereguna pelayanan sampai tahun 2015. Kebutuhan bongkar muat peti kemas dibutuhkan crane kapal produktifitas 9 box/jam sebanyak 2 unit, truck trailer produktifitas 7 box/jam sebanyak 2 unit danReach Stacker produktifitas 9 box/jam sebanyak 1 unit.Kebutuhan bongkar muat barang umum dibutuhkan crane kapal produktifitas8jala-jala/jam sebanyak 1 unit dan truck produktifitas 10jala-jala/jam sebanyak 1 unit..
TINJAUAN TEKNIS PELAYANAN BANDAR UDARA FRANS SEDA MAUMERE Yosef Norbertus Tembu Muda
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi penilaian pengguna jasa terhadap pelayanan Bandara Frans Seda Maumere. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner ke pengguna jasa bandar udara. Responden yang berhasil dikumpul berjumlah 135 orang, terdiri dari 100 orang pengguna jasa penumpang moda transportasi udara, dan 35 orang operator maskapai penerbangan. Analisis dilakukan dengan menghitung Importance Performance Analysis (IPA), Service Quality (Servqual), dan Customer Satisfaction Index (CSI), sedangkan pengukuran standar teknis fasilitas sisi darat bandara dengan membandingkan berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara SKEP/77/VI/2005, mengenai Persyaratan Teknis Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara. Hasil penelitian diperoleh nilai indeks kepuasan rata-rata penumpang Bandara Frans Seda terhadap 8 (delapan) indikator pelayanan sebesar 84,74 persen masuk kriteria sangat puas. Indikator bandara membutuhkan pelayanan pesawat yang berbadan lebar dan lokasi bandara terletak di tempat strategis masuk kriteria cukup puas dan menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya oleh pengelola bandara. Indeks kepuasan rata-rata operator maskapai berdasarkan terhadap 8 (delapan) indikator pelayanan sebesar 79,35 persen masuk kriteria puas. Indikator bandara mempunyai peraturan mengenai pengaturan terhadap penumpang dan pengunjung yang baik dan efektif untuk mewujudkan proses yang lancar masuk kriteria cukup puas dan menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya oleh pengelola bandara. Pengukuran pengoperasian fasilitas sisi darat Bandara Frans Seda Maumere saat ini telah sesuai standar teknis berdasarkan SKEP/77/VI/2005 dan masuk dalam kelompok Bandara Udara C, dimana merupakan bandar udara yang telah berkembang dengan jenis pelayanan lalulintas udara adalah Aerodrome Tower Control (ADC).
ARSITEKTUR RUMAH ADAT SAKALOBO DAN SAKAPU’U SEBAGAI PERWUJUDAN WARISAN BUDAYA DI KAMPUNG ADAT BENA Maria Carolina Tandafatu
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung adat Bena merupakan kampung megalitikum dengan sejumlah peninggalan bangunan megalitik dan tata kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh filosofi nenek moyang. Bena mempunyai karakteristik yang spesifik dimana rumah-rumah adat mereka memiliki bentuk dan ukuran yang hampir sama. Seperti halnya manusia sebagai makhluk sosial, rumah adat pun dipercaya harus berpasangan. Ada rumah yang dianggap mewakili kaum pria yang diberi nama sakalobo dan ada rumah yang mewakili kaum perempuan diberi nama sakapu’u. Melalui perwujudan perilaku dan tradisi, dapat diketahui makna yang terdapat pada tata ruang dalam rumah adat. Perlu diketahui makna apa yang terkandung pada tata ruang dalam rumah adat?. Penelitian menggunakan metode kualitatif rasionalistik, dengan menggali data atau gambaran kondisi rumah adat dengan menggunakan pendekatan perancangan arsitektur. Menurut Koentjaraningrat (1987:108) budaya merupakan keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar. Kebudayaan lahir dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman manusia. Apabila komponen arsitektur rumah adat dipertahankan maka kekhawatiran dampak negatif dari perkembangan jaman tidak akan terjadi, sebaliknya akan memberi peluang kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
ANALISA TEGANGAN KABEL PADA JEMBATAN GANTUNG SEDERHANA Firnimus Konstantinus Bhara
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 2 (2016): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan gantung merupakan suatu kabel yang melintas diatas sungai atau laut dengan lantai jembatan (struktur jalur jalan) digantung pada kabel tersebut mempunyai 2 jenis yaitu jembatan gantung tanpa pengaku dan jembatan gantug dengan pengaku. Stuktur jembatan gantung (suspensi) terdiri dari struktur bagian atas dan struktur bagian bawah. Kabel merupakan bahan atau material utama dalam struktur jembatan gantung. Kabel besifat fleksibel, cenderung berubah bentuk dratis apabila pembebanan berubah, dalam pemakaiannya kabel berfungsi sebagai batang tarik. Jika beban vertikal dikenakan pada kabel gantung yang diikatkan pada 2 tumpuan akan memberikan bentuk segi banyak terbatas yang ditentukan oleh hubungan antar beban, jika beban terbagi merata diagram momen lentur adalah parabola. Nilai tegangan tarik akhir pada kabel dipengaruhi oleh besarnya beban yang bekerja dan faktor geometrik dari bentuk jembatan itu sendiri. Nilai lendutan akhir pada tengah bentang kabel dapat mengurangi tegangan horizontal yang terjadi pada kabel utama.
ANALISA PENGARUH AIR HUJAN TERHADAP KINERJA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE(AC-WC) Dedi Imanuel Pau; Stefanus Arifin
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 2 No 2 (2016): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusaknya jalan diakibatkan oleh berbagai macam faktor diantaranya penanganan sistem drainase yang kurang baik sehingga badan jalan sering digenangi air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) yang terendam air hujan dan air tawar terhadap Marshall test.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengadakan kegiatan percobaan di laboratorium milik PT. Alam Fores dengan dasar menggunakan sistem pencampuran aspal panas Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) yang merupakan dasar dari pembangunan jalan raya yang digunakan oleh Bina Marga. Dari hasil perhitungan didapat kadar aspal optimum 5,7%, maka variasi kadar aspal rencana yang dipakai berkisar antara 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%. Hasil pengujian menyatakan bahwa seluruh karateristik Marshall memenuhi spesifikasi pada kadar aspal 5.8%. Hasil pengujian Marshall adalah sebagai berikut: Perendaman dengan durasi 30 Menit nilai stabilitas perendaman air tawar 1380.16 Kg, 1326.60 Kg untuk perendaman air hujan, nilai Flow perendaman air tawar 3.79 mm, 3.67 mm untuk perendaman air hujan, nilai Marshall Quotient perendaman air tawar 364.25 Kg/mm, 361.44 Kg/mm untuk perendaman air hujan, nilai VIM perendaman air tawar 4.09 %, 4.01 % untuk perendaman air hujan, nilai VMA perendaman air tawar 17.59 %, 17.30 % untuk perendaman air hujan, nilai VFB perendaman air tawar 76.97 %, 76.30 % untuk perndaman air hujan. Perendaman dengan durasi 24 Jam nilai stabilitas perendaman air tawar 1322.25 Kg, 1226.66 Kg untuk perendaman air hujan, nilai Flow perendaman air tawar 3.80 mm, 3.68 mm untuk perendaman air hujan, nilai Marshall Quotient perendaman air tawar 348.13 Kg/mm, 342.50 Kg/mm untuk perendaman air hujan, nilai VIM perendaman air tawar 3.80 %, 3.69 % untuk perendaman air hujan, nilai VMA perendaman air tawar 16.90 %, 16.77 % untuk perendaman air hujan, nilai VFB perendaman air tawar 75.26 %, 72.64 % untuk perendaman air hujan.

Page 2 of 11 | Total Record : 108