cover
Contact Name
Firnimus Konstantinus Bhara
Contact Email
ferrybhara@gmail.com
Phone
+6281339514260
Journal Mail Official
ferrybhara@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3 Maumere, Flores – NTT Tlpn. (0382) 22388Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3 Maumere, Flores – NTT Tlpn. (0382) 22388
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Siartek
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 24428299     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur adalah jurnal ilmu dan penerapan bidang Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur yang terbit dua kali dalam setahun, pada bulan April dan Oktober sejak tahun 2015. Artikel dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam teknik sipil dan arsitektur yang belum pernah dipublikasikan di jurnal ilmiah atau media lain. SIARTEK mengundang peneliti dan praktisi di bidang teknik sipil dan arsitektur untuak mempublikasikan karyanya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris ke jurnal SIARTEK.
Articles 108 Documents
PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN (FAS) TERHADAP KUAT TEKAN DALAM MIX DESIGN BETON K 250 DENGAN MEMPERHATIKAN PROSES CURING BETON DAN TANPA CURING BETON Petrus Ronny Diaz; Harry Janto Jepira; Yono Yono
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 2 (2017): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan campuran yang homogen antara semen, air dan agregat. Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton diantaranya kualitas dan penentuan proporsi dalam perancangan campuran beton atau mix design, proses pemadatan dan perawatan beton (curing). Perawatan (curing) dilakukan saat beton sudah mulai mengeras yang bertujuan untuk menjaga agar beton tidak cepat kehilangan air dan sebagai tindakan menjaga kelembaban beton sehingga beton dapat mencapai mutu yang direncanakan. Untuk membuktikan asumsi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton peneliti melakukan penelitian tentang Pengaruh Faktor Air Semen (FAS) Terhadap Kuat Tekan dalam Mix Design Beton K 250 dengan memperhatikan curing beton dan tanpa curing beton. Dalam penelitian ini menggunakan Semen Bosowa 40 kg dengan komposisi campuran beton mutu K 250 yang mengacu pada SNI 7394-2008, faktor air semen (FAS) yang digunakan 0,4, 0,6, dan 0,8, dengan memperhatikan memperhatikan curing dan tanpa curing beton. Hasil penelitian jika dilihat dari nilai faktor air semen (FAS), kuat tekan beton tertinggi dan terendah terdapat pada faktor air semen (FAS) 0,4 yaitu 229,17 kg/cm² . Dilihat dari faktor curing, penurunan kuat tekan rata-rata terbesar pada faktor air semen (FAS) 0,4 mencapai 10,64 % dan Penurunan kuat tekan terkecil yaitu 2,33 % terdapat pada faktor air semen (FAS) 0,8.
FUNGSI DAN PERAN JALUR PEDESTRIAN BAGI PEJALAN KAKI, STUDI KASUS JALAN ANGGREK – MAUMERE Maria Carolina Tandafatu; Yohanes Karmelius
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 1 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur pedestrian mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan sebuah kota dan seiring pertumbuhan kota sistem transportasi semakin kompleks, sehingga terciptanya berbagai sarana dan prasarana tranportasi untuk memperlancar mobilitas penduduk. Masyarakat kota Maumere tentunya membutuhkan pergerakan dalam kegiatannya sehari-hari salah satu moda transportasi di perkotaan yang digunakan adalah berjalan kaki yang tentu saja sebagai salah satu pilihan seseorang untuk mencapai suatu tempat. Sebagai salah satu ruang publik, jalur pedestrian berupa trotoar merupakan ruang khusus bagi pejalan yang secara cepat telah menurun daya tariknya menurun dan berangsur-angsur berubah menjadi lingkungan tidak nyaman dan tidak aman kemudian mulai ditinggalkan oleh pejalan kaki dan pada akhirnya fungsinya mulai terganggu, dan hak ruang bagi pejalan kaki terabaikan.
PENERAPAN KACA BEREMISI RENDAH PADA BANGUNAN SEBAGAI PEMANFAATAN PENGHEMATAN ENERGI DI INDONESIA (Penerapan Produk MAGI Glass Sebagai Kaca Beremisi Rendah Pada Bangunan Perkantoran) Doni Malwita S
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 1 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semula material kaca jarang digunakan sebagai material dinding maupun pintu. Sifat kaca yang rapuh dan rawan pecah merupakan alasannya. Namun kini, material kaca cukup populer digunakan sebagai dinding. Terutama pada bangunan-bangunan rumah modern. Beberapa orang bahkan mengaplikasikan dinding kaca untuk sebagian besar dinding rumah. Namun banyak juga yang hanya mengaplikasikan pada dinding ruangan tertentu. Meningkatnya penggunaan kaca se- bagai bahan dasar konstruksi rumah seiring-sejalan dengan meningkatnya produksi dan teknologi kaca itu sendiri. Kaca rendah emisi atau low-e merupakan salah satu teknologi yang digunakan se- bagai pelapis pada kaca yang diyakini dapat mengurangi hilangnya panas melalui kaca. Pemanfaa- tan ini diharapkan mampu menjawab permasalahan lingkungan akan penghematan energi yang meresahkan saat ini.
ANALISA KEBUTUHAN PEDESTRIAN PADA RUAS JALAN RAJA CENTIS YANG MERUPAKAN KORIDOR PADA AREA PERTOKOAN KOTA MAUMERE Yoseph Thobias Pareira; Emiliana Y Polawati
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 1 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maumere merupakan salah satu kota potensial di pulau Flores untuk pertumbuhan dan perkembangan kota yang pesat. Destinasi pariwisata potensial banyak sekali bermuncul di kota ini dan daerah-daerah sekitarnya. Kota Maumere juga merupakan salah satu kawasan pusat distribusi barang untuk kepulauan Flores. Kota ini memiliki beberapa universitas dan sekolah tinggi populer dari propinsi Nusa Tenggara Timur. Salah satu kawasan di Kota Maumere yang saat ini memiliki aktivitas lalu lintas yang padat adalah pada kawasan Jalan Raja Centis (area pertokoan). Kepadatan lalu lintas terjadi karena area ini merupakan pusat perdagangan kota Maumere, yang juga didukung dengan aktivitas penunjang lainnya seperti rumah makan dan perkantoran. Dengan bentuk yang linear dan letak antara satu bangunan dan bangunan lainnya yang berdekatan, sirkuliasi di area ini dipadati juga oleh para pejalan kaki. Sayangnya, aktivitas pejalan kaki tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, dimana yang paling utama, belum terdapatnya jalur khusus untuk pejalan kaki. Kondisi ini berimbas pada dimanfaatkannya bahu jalan untuk berjalan kaki, yang mengganggu lalu lintas sekaligus membahayakan keselamatan para pejalan kaki. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji karakteristik dari pejalan kaki dan kemudian merumuskan lebar area pedestrian yang ideal untuk kawasan dimaksud. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah pemahaman mengenai karakteristik dari pejalan kaki dan ukuran pedestrian yang ideal untuk Jalan Raja Centis. Penentuan lebar efektif area pedestrian didapatkan dari volume pejalan kaki dibagi dengan 35 dan ditambah “N”. Data – data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan survey langsung ke lokasi penelitian yang berupa volume pejalan kaki dan penyebaran kuisioner, sedangkan data sekunder adalah peta lokasi penelitian. Berdasarkan analisis dan pembahasan diperoleh kebutuhan lebar efektifnya adalah 1,6 m, dengan tingkat pelayanan yang diperoleh adalah A
EVALUASI KAPASITAS GESER PANEL DINDING BATA TAK BERTULANG AKIBAT BEBAN GEMPA Sandy I. Yansiku; Slavator D. Dala
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 1 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi perilaku dinding pasangan bata merah tanpa tulangan terhadap kapasitas geser bidang akibat beban gempa berdasarkan Standar Australia. Distribusi beban gempa sebagai beban yang diperlukan dan kapasitas geser bidang segmen dinding dinilai melalui model bangunan sederhana dari pasangan bata merah tak bertulang. Asesmen numerik menunjukkan bahwa sebagian besar panel mengalami kegagalan meskipun rasio kapasitas-permintaan lebih dari 1. Panel nomor 9, 7 dan 4 memiliki kapasitas geser yang lebih tinggi dibandingkan dengan panel lainnya. Evaluasi menunjukkan kegagalan pada panel dinding nomor 2 dan nomor 6 diakibatkan oleh lebih tingginya aspek rasio yang menghasilkan 60% kapasitas di bawah kekuatan yang diperlukan.
ANALISIS DESAIN GEOMETRIK JALAN PADA LENGKUNG HORIZONTAL (TIKUNGAN) DENGAN METODE BINA MARGA DAN AASHTO (Studi Kasus Ruas Jalan Km 180–Waerunu Sta. 207+500 s/d Sta. 207+700) Dedi Imanuel Pau; Siprianus Aron
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 2 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalan merupakan salah satu tujuan dari pemerintah daerah untuk membuka akses jalan dari kawasan terisolir menjadi kawasan terbuka dengan demikian akan semakin banyak pembangunan lainnya yang mendukung dengan pemerintah daerah bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Hal ini mendukung sekali dengan terciptanya perekonomian yang lebih baik. Secara spesifik, Perencanaan Geometrik Jalan tersebut antara lain pada Alinyemen Horizontal meliputi : gaya sentrifugal, jari- jari tikungan, lengkung peralihan, superelevasi, bentuk lengkung Horizontal, jarak pandangan dan pelebaran tikungan. sedangkan untuk Alinyemen Vertikal, meliputi : kelandaian Alinyemen Vertikal, Lengkung Vertikal Cembung dan Cekung. Kecendrungan tikungan dan tanjakan serta penurunan jalan yang ada saat ini di jalan Trans Maumere-Larantuka pada ruas jalan Km 180-Waerunu, Sta.207+500 s/d Sta. 207+700 tidak sesuai standar Perencanaan Geometrik Jalan, oleh karena itu harus di rencanakan ulang.
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN GEOMETRIK JALAN TERHADAP KINERJA JALAN ANGGREK KOTA MAUMERE Anastasia Merdekawati Noralita Soludale; Guido Jogo Dio
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 2 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Anggrek merupakan tipe lingkungan komersil. Tingginya arus kendaraan pada jam-jam sibuk mengakibatkan kinerja ruas Jalan Anggrek meningkat. Keberadaan beberapa sekolah yang dihubungkan ruas jalan ini serta berbagai unit usaha masyarakat seperti kios, pertokoan, dan warung makan yang tidak menyediakan tempat parkir khusus untuk pengunjung merupakan penyebab terjadinya masalah lalu lintas pada ruas jalan ini. Tahun 2016 dilaksanakan peningkatan jalan pada Jalan Anggrek. Adanya perubahan geometrik jalan serta ditambah median jalan secara tidak langsung mempengaruhi arus lalu lintas di ruas jalan tersebut yang berpengaruh juga terhadap kinerja ruas Jalan Anggrek. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perubahan geometrik jalan terhadap kinerja ruas Jalan Anggrek saat ini. Analisa kinerja ruas jalan menggunakan metode pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) Tahun 2014 untuk jalan perkotaan. Survey dilakukan selama tiga (3) hari yakni dari hari Selasa, Rabu , dan Kamis. Dari hasil survey dan analisis data diperoleh bahwa Volume lalu lintas tertinggi adalah pada hari Selasa dengan jam puncak pada pukul 06.30 wita – 07.30 Wita sebesar 2786 kend/jam. Nilai kapasitas ruas Jalan Anggrek diperoleh sebesar 1187,99 skr/jam, lebih besar dari pada volume lalu lintas yang terjadi yaitu sebesar 995,70 skr/jam. Nilai derajat kejenuhan yaitu sebesar 0,84. Tingkat pelayanan Jalan Anggrek masuk dalam kategori D, dimana arus mulai terganggu, kecepatan rendah, arus pelayanan berkaitan dengan kapasitas maksimal
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU DAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN PERUBAHAN JAM KERJA (LEMBUR) MENGGUNAKAN METODE PERTUKARAN WAKTU DANBIAYA (TIME COST TRADE OFF) (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung Koperasi Kredit Pintu Air Di Nita) Oktavianus Jori
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 2 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bersifat sementara yang sudah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya. Menurut Nurhayati (2010), sebuah proyek merupakan suatu usaha / aktivitas yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resources, dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Keterlambatan pekerjaan proyek dapat diantisipasi dengan melakukan percepatan dalam proses pelaksanaannya, namun juga harus tetap memperhatikan faktor biaya. Pertambahan biaya yang dikeluarkan diharapkan seminimum mungkin dan tetap memperhatikan standar mutu. Percepatan dapat dilakukan dengan mengadakan penambahan jam kerja, alat bantu yang lebih produktif, penambahan jumlah pekerja, menggunakan material yang lebih cepat pemasangannya, dan metode konstruksi yang lebih cepat. Untuk mengetahui hal ini perlu dipelajari tentang jaringan kerja yang ada, dan hubungan antara waktu dan biaya, hal tersebut sebagai analisis pertukaran waktu dan biaya (Time Cost Trade Off Analysis). Penelitian yang dilakukan dengan menghitung nilai cost slope dari masing – masing aktivitas, maka dengan melihat diagram preseden yang dibuat dalam kondisi normal dapat diketahui lintasan kritisnya. Penekanan (kompresi) durasi proyek dilaukan untuk semua aktivitas yang berada pada lintasan kritis dan dimulai dari aktivitas yang mempunyai cost slope terendah. Kompresi dilakukan terus pada semua item pekerjaan yang berada di jalur lintasan kritis. Namun pada bagian pekerjaan persiapan tidak dilakukan kompresi dikarenakan durasi kerja yang tergolong singkat dan juga untuk pekerjaan utama harus menunggu hingga semua pekerjaan persiapan selesai. Percepatan yang dilakukan tidak mengurangi biaya, akan tetapi percepatan akan menyebabkan biaya total meningkat. Garis yang menunjukkan kemiringan (slope), mengasumsikan bahwa semakin tinggi biaya pengeluaran akan mempercepat waktu pekerjaan, demikian pula sebaliknya biaya pengurangan waktu kegiatan yang konstan tiap satuan waktu. Hasil analisis percepatan durasi menggunakan metode Time Cost Trade Off bahwa; dari segi waktu untuk penyelesaian proyek pembangunan gedung bertingkat koperasi kredit Pintu Air yang awalnya selama 589 hari setelah ditambah waktu lebur selama 4 jam perhari menjadi 468 hari atau terjadi pengurangan durasi selama 121 hari, atau dapat dipercepat sebesar 20,54% dari waktu normalnya. Perubahan biaya total proyek yang terjadi setelah penambahan jam kerja mengalami peningkatan menjadi Rp.13.769.047.699,53 dari biaya awal yang sebesar Rp.11.453.247.975 atau terjadi peningkatan sebesar Rp.2.315.799.725 atau sebesar 16.81%
KOMPRESIF KARAKTERISTIK BETON DENGAN SEKAM PADI DAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS DAN AGREGAT KASAR Dedi Imanuel Pau; Jhon Yosep Bisararua
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 2 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekam padi dan tempurung kelapa memiliki kandungan silikat yang cukup tinggi pada bagian luarnya yang mengakibatkan sekam padi dan tempurung kelapa memiliki sifat abrasif (sifat keras). Sekam padi dan tempurung kelapa selama ini hanya dianggap sebagai sampah anorganik yang sulit terurai. Dalam penelitian akan diteliti yaitu pengaruh penggunaan sekam padi dan tempurung kelapa sebagai pengganti agregat halus dan agregat kasar terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan.sekam yang digunakan yaitu sekam yang berasal dari limbah penggilingan padi yang lolos saringan 5 mm dan tempurung kelapa yang telah dihancurkan dan telah lolos saringan 25,4 mm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada beton berumur 7 hari dan dikonversikan ke 28 hari dengan komposisi sekam padi dan tempurung kelapa 10 %, 20 %, 30 %, 50 %. Penggunaan sekam padi dan tempurung kelapa sebagai pengganti agregat halus dan agregat kasar dalam campuran beton berpengaruh terhadap kuat tekan beton yang dihasilkan ditandai dengan semakin besar persentase penggantinya maka semakin kecil nilai kuat tekan yang dihasilkan. Penurunan kuat tekan beton terkecil terdapat pada campuran beton dengan penambahan tempurung kelapa 10 % dengan kuat tekan beton yang dihasilkan sebesar 117,37 kg/cm² pada sedangkan untuk penurunan kuat tekan beton terbesar terdapat pada campuran BTS50% dengan kuat tekan beton yang dihasilkan adalah 21,65 kg/cm²
TINJAUAN PERENCANAAN PERKERASAN KOMPOSIT JALAN (Studi Kasus : Peningkatan Pembangunan Jalan Wolofeo - Woloara) Yosef Norbertus Tembu Muda
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 4 No 2 (2018): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Wolofeo-Woloara merupakan salah satu ruas jalan lokal berlokasi di Desa Renggarasi ,kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka yang menghubungkan beberapa daerah di sekitarnya dan sebagai jalur alternatif bagi warga sekitar untuk memperjual belikan barang dagangannya di pasar Wolofeo dan satu-satunya jalur menuju ke tempat pariwisata yang sudah di kenal hingga tingkat nasional yaitu air terjun Muro Sobe, sebagai sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Tugas akhir ini bertujuan untuk meninjau ulang perencanaan perkerasan komposit jalan Wolofeo-Woloara berdasarkan standar perencanaan manual desain perkerasan jalan Bina Marga 2017 dan metode AASTHO 1993. Data-data yang di pakai data CBR dari pihak kontraktor pekerjaan jalan Wolofeo-Woloara, data survey lalu lintas, data dimensi perkerasan jalan lama sebagai pembanding dan acuan untuk merencanakan perkerasan komposit jalan. Hasil analisa data tersebut di atas di peroleh tebal lapisan perkerasan komposit jalan berdasarkan standar perencanaan manual desain perkerasan jalan Bina Marga 2017 untuk tebal lapis pondasi 10 cm, tebal beton 15 cm, tebal lapis permukaan aspal 4 cm dan metode AASHTO 1993 di peroleh untuk tebal lapis pondasi 10 cm, tebal beton 10 cm, tebal lapis permukaan aspal 3 cm. Sedangkan lebar jalan yang di gunakan tanpa bahu sebesar 450 cm dan untuk lapis lapis perkerasan jalan lama di peroleh tebal pondasi 8,6 cm, tebal beton 10 cm, tebal lapis permukaan aspal 3,4 cm, lebar jalan 337 dari pengukuran di lapangan. Perbedaan tersebut terjadi dikarenakan perbedaan parameter perhitungan dari pihak perencana dan penggunaan grafik untuk masing-masing standar perencanaan, sehingga untuk tinjauan perencanaan perkerasan komposit jalan Wolofeo-Woloara tentunya akan mengalami perbedaan.

Page 4 of 11 | Total Record : 108