cover
Contact Name
Firnimus Konstantinus Bhara
Contact Email
ferrybhara@gmail.com
Phone
+6281339514260
Journal Mail Official
ferrybhara@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3 Maumere, Flores – NTT Tlpn. (0382) 22388Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3 Maumere, Flores – NTT Tlpn. (0382) 22388
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Siartek
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 24428299     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur adalah jurnal ilmu dan penerapan bidang Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur yang terbit dua kali dalam setahun, pada bulan April dan Oktober sejak tahun 2015. Artikel dapat berupa produk penelitian, pemikiran ilmiah atau studi kasus, dalam teknik sipil dan arsitektur yang belum pernah dipublikasikan di jurnal ilmiah atau media lain. SIARTEK mengundang peneliti dan praktisi di bidang teknik sipil dan arsitektur untuak mempublikasikan karyanya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris ke jurnal SIARTEK.
Articles 108 Documents
PENANGANAN LIMPASAN DAN GENANGAN AIR PADA PERMUKAAN JALAN DENGAN SISTIM JEBAKAN (STUDI KASUS DI JALAN JENDERAL AHMAD YANI MAUMERE) Dedi Imanuel Pau; Agustinus Frencis
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 1 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Jenderal Ahmad Yani Maumere sering terjadi limpasan dan genangan pada permukaan jalan yang bukan berasal dari luapan saluran drainase samping. Atau dengan kata lain saluran tersebut tidak menyebabkan masalah, namun hal ini terjadi akibat dari air hujan yang jatuh pada permukaan jalan itu sendiri.Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melalui survey di lokasi penelitian guna memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian.Setelah data dianalisis, maka diperoleh besarnya debit rencana (design flood) yang akan digunakan dalam mendesain bangunan jebakan air dan bangunan air lainnya, ditentukan debit maksimum dengan periode ulang sepuluh tahun (Q10 tahun). Daerah limpasan dalam penulisan ini diasumsikan dalam beberapa segmen yakni segmen I sampai dengan segmen IV dengan besarnya debit rencana untuk masing-masing segmen adalah: Segmen I= 0.2749 m3 /dtk, Segmen II = 0.3665 m3 /dtk, Segmen III = 0.4581 m3 /dtk, Segmen IV = 0.2749 m3 /dtk.Dari hasil tersebut di atas selanjutnya digunakan untuk mendesain bangunan jebakan air yang berfungsi untuk mengalirkan limpasan dan genangan air yang ada di atas permukaan jalan dari masing-masing segmen.
VARIASI SUHU PEMADATAN LABORATORIUM PADA GRADASI IDEAL DENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN HRS - WC Yosef Norbertus Tembu Muda; Nuryadi
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 1 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai parameter marshall dengan suhu pemadatan laboratorium yang bervariasi dan kadar aspal optimum terhadap stabilitas perkerasan dan rentang tamperatur sasaran sehingga material permukaan memenuhi spesifikasi Bina Marga. Laboratorium yang di pakai dalam penelitian ini yaitu Laboratorium milik PT. Alam Flores. Komposisi campuran yang ideal dari penggunaan material quarry Magepanda dalam campuran LATASTON adalah untuk fraksi agregat kasar berupa komposisi batu pecah ¾” = 32%, komposisi batu pecah ½” = 9%, untuk fraksi agregat halus berupa komposisi abu batu 42%, komposisi pasir alam 17%. Total komposisi gradasi agregat gabungan yaitu 100%. Kadar aspal optimum yang dihasilkan dari hasil pengujian metode marshall dengan menggunakan material quarry Magepanda adalah 7,2 %, dimana pada kadar aspal ini memenuhi semua parameter yang ditetapkan dalam spesifikasi Bina Marga. Dari hasil analisa didapatkan untuk nilai stabilitas bahwa semakin tinggi suhu pemadatan maka semakin besar nilai stabilitas, untuk nilai Flow bahwa pada suhu 137°C dengan nilai flow 2.80 mm tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga sedangkan pada suhu suhu 141°C sampai dengan 153°C nilai flow memenuhi standar Bina Marga, untuk semua variasi suhu pemadatan nilai Marshal Quotion memenuhi semua parameter yang ditetapkan dalam spesifikasi Bina Marga, untuk nilai VIM bahwa suhu pemadatan semakin tinggi nilai VIM semakin kecil, untuk nilai VMA bahwa suhu pemadatan semakin tinggi nilai VMA semakin kecil, untuk nilai VFB bahwa suhu pemadatan semakin tinggi nilai VFB semakin besar.
SPASIAL MESSO PERMUKIMAN KAMPUNG PETILASAN WURING KOTA MAUMERE Ambrosius Alfonso Korasony Sevili Gobang
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 1 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepi laut atau pesisir pantai merupakan ruang yang relatif dominan bagi permukiman perairan di Indonesia. Satu diantaranya adalah kawasan permukiman Suku Bajo di kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Permukiman kampung di Wuring memiliki kekhasan yaitu dibangun di atas air yang menyatu dengan daratan. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan dan menginterpretasi catatan budaya Suku Bajo, berupa dokumen historis, peta lokasi, maupun wujud fisik bangunan rumah masyarakat Suku Bajo dan objek lainnya yang ada di lapangan. Adapun pendekatan fenomenologi digunakan untuk melihat makna dalam masyarakat yang menjelaskan pengalaman orisinal dari situasi spesifik dan bertujuan menganalisis spasial messo yang terbentuk dan aspek-aspek yang melandasi terwujudnya spasial messo permukiman Suku Bajo pada kawasan kampung petilasan Wuring. Hasil penelitian memberikan gambaran tentang spasial messo permukiman masyarakat Suku Bajo di pesisir kampung petilasan Wuring Kota Maumere ini memiliki suatu pola spasial yang unik yaitu membentuk pola linier memanjang, karena rumah-rumah tinggal masyarakat selalu berorientasi ke jalan lingkungan dan ruang laut di belakangnya. Pola perkembangan kampung Wuring ini dimulai dari leko yaitu koral atau gugusan karang dalam laut dan dangkal. Di atas taka ini kemudian masyarakat Suku Bajo melakukan aktivitas menangkap ikan dengan memarkir sampan atau rumah perahu yang lama kelamaan masyarakat menanam tiang-tiang lalu membangun rumahnya dan perlahan-lahan menimbun taka tersebut menjadi daratan. Kecenderungan ini dapat menjelaskan keadaan kampung Wuring saat ini yaitu Wuring Tengah dan Wuring Laut yang sudah menjadi daratan itu awalnya adalah perairan dengan taka yang ditimbun oleh Suku Bajo karena sifat uniknya bermukim di atas laut. Pola spasial kawasan ini menunjukan adanya pengaruh ruang luar yaitu jalan dan lautan yang keduanya bemanfaat sebagai jalur aksesibilitas kawasan. Selain itu adanya suatu relasi yang cukup kuat antara hunian masyarakat dengan berbagai fasilitas penunjang aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
ANALISIS PENCAPAIAN PROFIT MAKSIKUM DENGAN MODIFIKASI BIAYA DAN PENJADWALAN PROYEK (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Taman Tsunami Maumere) Oktavianus Jori
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 1 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan yang mempunyai jangka waktu tertentu, dengan sumber daya terbatas untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan berupa pembangunan / perbaikan sarana fasilitas baik gedung, jalan, jembatan, bendungan, atau berupa kegiatan penelitian / pengembangan lainnya. Didalam proyek konstruksi terdapat masalah-masalah yang cukup kompleks sehingga memerlukan keahliahan manajemen konstruksi untuk menghasilkan produk konstruksi yang optimal. Sebagai salah satu sumber daya proyek, finansial memegang peranan yang sangat penting. Keterlambatan turunnya dana akan mempengaruhi pekerjaan proyek, misalnya pembelian material terlambat sehingga pekerjaan tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal semula. Dengan demikian perlu diadakan studi untuk mengkaji lebih lanjut tentang perencanaan cash flow yang optimal, yang pada akirnya dapat diperoleh keuntungan yang maksimal. Penelitian yang dilakukan dengan menghitung Cash Flow dari masing – masing tipe pembayaran. Dengan sistem pembayaran tanpa uang muka, profit proyek maksimal diberikan oleh sistem pembayaran progress bulanan pada penjadwalan kondisi GESER dengan profit 9,17%. Dengan sistem pembayaran Dengan Uang Muka 30%, profit proyek maksimal diberikan oleh sistem pembayaran bulanan dan progress 30% pada penjadwalan kondisi EST dengan Profit 9,85%. Dengan sistem pembayaran Dengan Uang Muka 15%, profit proyek maksimal diberikan oleh sistem pembayaran bulanan pada penjadwalan kondisi EST dengan Profit 9,66%. Dengan sistem pembayaran Dengan Uang Muka 50%, Profit proyek maksimal diberikan oleh sistem pembayaran progress 30% pada penjadwalan kondisi EST dengan Profit 9,98%. Pembayaran pada kondisi penjadwalan est memiliki profit dan penutupan akhir lebih besar di banding penjadwalan lst, dan pergeserean est walaupun secara presentase perkembangan pekerjaan lebih besar pada bulanbulan awal lebih besar di karenakan; sistem pembayaran yang memberikan profit maksimum adalah sistem pembayaran bulanan pada penjadwalan kondisi EST dengan profit 9.25%, untuk pembayaran uang muka 0%, pembayaran progress 15% pada penjadwalan kondisi EST dengan profit 9,86%. dan uang muka 30%, progress 50% serta bulanan pada penjadwalan kondisi EST dengan profit 9,72%. Sedangkan untuk sistem pembayaran dengan uang muka 30%, baik bulanan maupun progress 15% memperoleh profit 10,00% pada penjadwalan EST dan pergerseran EST. Penjadwalan yang menghasilkan profit paling besar bagi kontraktor yaitu penjadwalan pada kondisi EST (Earliest Start Time) dan pergeseran EST
EVALUASI TARIF ANGKUTAN KOTA MAUMERE BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) De Rosario Rosantus Tapun; Anastasia Merdekawati Noralita Soludale; Firnimus Konstantinus Bhara
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 1 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Sebagai elemen dalam suatu sistem transportasi, angkutan kota idealnya mampu menjangkau setiap wilayah, mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, dan berfungsi untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lainnya dalam satu kota. Data diperoleh dari survey ke pemilik angkutan kota/sopir angkot trayek Terminal Lokaria–Terminal Madawat dan juga wawancara dengan pengusaha angkot. Hasil analisis data untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dilakukan dengan metode perhitungan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.687/AJ.206 /DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur. Data pada penelitian ini diperoleh langsung dari responden/objek penelitian. Data yang diperlukan adalah data jumlah penumpang, harga komponen BOK (Biaya Operasional Kendaraan), jarak yang ditempuh, biaya transportasi penumpang, jumlah angkutan kota yang terdaftar, jenis angkutan kota, dan besarnya tarif angkutan kota Maumere. Hasil analisis data menunjukkan tarif berdasarkan BOK sebesar Rp. 3.200,- dan tarif yang berlaku sekarang adalah sebesar Rp. 4.000,- untuk tarif umum dan Rp. 2.000,- untuk pelajar. Selisih antara tarif BOK dan tarif yang berlaku sekarang trayek Terminal Lokaria -Terminal Madawat sebesar Rp.800,- untuk penumpang umum sehingga operator masih memiliki keuntungan tambahan sebesar 20% dan selisih tarif untuk penumpang pelajar sebesar minus Rp 1.200,- sehingga operator memiliki kerugian sebesar 60%
ANALISA KEBUTUHAN PEDESTRIAN PADA RUAS JALAN RAJA CENTIS YANG MERUPAKAN KORIDOR PADA AREA PERTOKOAN KOTA MAUMERE Yoseph Thobias Pareira; Emiliana Y. Polawati
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 2 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maumere merupakan salah satu kota potensial di pulau Flores untuk pertumbuhan dan perkembangan kota yang pesat. Destinasi pariwisata potensial banyak sekali bermuncul di kota ini dan daerah-daerah sekitarnya. Kota Maumere juga merupakan salah satu kawasan pusat distribusi barang untuk kepulauan Flores. Kota ini memiliki beberapa universitas dan sekolah tinggi populer dari propinsi Nusa Tenggara Timur. Salah satu kawasan di Kota Maumere yang saat ini memiliki aktivitas lalu lintas yang padat adalah pada kawasan Jalan Raja Centis (area pertokoan). Kepadatan lalu lintas terjadi karena area ini merupakan pusat perdagangan kota Maumere, yang juga didukung dengan aktivitas penunjang lainnya seperti rumah makan dan perkantoran. Dengan bentuk yang linear dan letak antara satu bangunan dan bangunan lainnya yang berdekatan, sirkuliasi di area ini dipadati juga oleh para pejalan kaki. Sayangnya, aktivitas pejalan kaki tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, dimana yang paling utama, belum terdapatnya jalur khusus untuk pejalan kaki. Kondisi ini berimbas pada dimanfaatkannya bahu jalan untuk berjalan kaki, yang mengganggu lalu lintas sekaligus membahayakan keselamatan para pejalan kaki. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji karakteristik dari pejalan kaki dan kemudian merumuskan lebar area pedestrian yang ideal untuk kawasan dimaksud. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah pemahaman mengenai karakteristik dari pejalan kaki dan ukuran pedestrian yang ideal untuk Jalan Raja Centis. Penentuan lebar efektif area pedestrian didapatkan dari volume pejalan kaki dibagi dengan 35 dan ditambah “N”. Data – data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan survey langsung ke lokasi penelitian yang berupa volume pejalan kaki dan penyebaran kuisioner, sedangkan data sekunder adalah peta lokasi penelitian. Berdasarkan analisis dan pembahasan diperoleh kebutuhan lebar efektifnya adalah 1,6 m, dengan tingkat pelayanan yang diperoleh adalah A.
FUNGSI DAN PERAN JALUR PEDESTRIAN BAGI PEJALAN KAKI, STUDI KASUS JALAN ANGGREK – MAUMERE Maria Carolina Tandafatu; Yohanes Karmelius
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 2 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur pedestrian mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan sebuah kota dan seiring pertumbuhan kota sistem transportasi semakin kompleks, sehingga terciptanya berbagai sarana dan prasarana tranportasi untuk memperlancar mobilitas penduduk. Masyarakat kota Maumere tentunya membutuhkan pergerakan dalam kegiatannya sehari-hari salah satu moda transportasi di perkotaan yang digunakan adalah berjalan kaki yang tentu saja sebagai salah satu pilihan seseorang untuk mencapai suatu tempat. Sebagai salah satu ruang publik, jalur pedestrian berupa trotoar merupakan ruang khusus bagi pejalan yang secara cepat telah menurun daya tariknya menurun dan berangsur-angsur berubah menjadi lingkungan tidak nyaman dan tidak aman kemudian mulai ditinggalkan oleh pejalan kaki dan pada akhirnya fungsinya mulai terganggu, dan hak ruang bagi pejalan kaki terabaikan.
PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI (PEDESTRIAN WAYS) DI KORIDOR JALAN ELTARI, KOTA MAUMERE Oktavianus Rebu Yulio; Yohanes Pieter Pedor Parera
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 2 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Eltari merupakan salah satu koridor jalan di Kota Maumere yang perlu mendapat khusus dari pemerintah karena peruntukkanya sebagai salah satu landmark Kawasan kota Maumere dan juga sebagai Kawasan Pusat Pemerintahan. Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Sikka dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terletak di koridor ini dan juga banyak aktivitas publik yang terjadi di sekitar koridor ini. Namun, dari hasil pengamatan dan survey lapangan, diketahui bahwa di Koridor Eltari masih banyak kekurangan baik dari segi sarana, prasarana, perabot jalan dan elemen pendukung lainnya, sehingga perlu dilakukan penataan dalam kaitannya dengan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksplanatori yaitu dengan melakukan kajian/tinjauan terhadap prinsip penataan koridor jalan, juga melakukan berbagai pendekatan studi banding dengan persoalan koridor yang sejenis. Setelah itu ditetapkan prinsip desain yang sesuai dengan penataan koridor jalan Eltari tanpa mengurangi potensi-potensi yang sudah ada pada Koridor tersebut.
PENERAPAN KACA BEREMISI RENDAH PADA BANGUNAN SEBAGAI PEMANFAATAN PENGHEMATAN ENERGI DI INDONESIA (Penerapan Produk MAGI Glass Sebagai Kaca Beremisi Rendah Pada Bangunan Perkantoran) Doni Malwita
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 2 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semula material kaca jarang digunakan sebagai material dinding maupun pintu. Sifat kaca yang rapuh dan rawan pecah merupakan alasannya. Namun kini, material kaca cukup populer digunakan sebagai dinding. Terutama pada bangunan-bangunan rumah modern. Beberapa orang bahkan mengaplikasikan dinding kaca untuk sebagian besar dinding rumah. Namun banyak juga yang hanya mengaplikasikan pada dinding ruangan tertentu. Meningkatnya penggunaan kaca se- bagai bahan dasar konstruksi rumah seiring-sejalan dengan meningkatnya produksi dan teknologi kaca itu sendiri. Kaca rendah emisi atau low-e merupakan salah satu teknologi yang digunakan se- bagai pelapis pada kaca yang diyakini dapat mengurangi hilangnya panas melalui kaca. Pemanfaa- tan ini diharapkan mampu menjawab permasalahan lingkungan akan penghematan energi yang meresahkan saat ini.
POLA, SELERA DAN GAYA HIDUP MASYARAKAT MODERN DALAM MEMILIH KACA SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DI INDONESIA Ranhard Sony Tommy Antou; Alexius Boer
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 2 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada peradaban modern saat ini, kita banyak menemukan berbagai macam bahan yang dapat diaplikasikan untuk kebutuhan rumah dan bangunan. Pola hidup, selera dan gaya hidup masyarakat modern yang lebih bersifat terbuka dan selalu mencari sesuatu yang baru dalam memenuhi kebutuhannya menemukan material kaca sebagai pilihan utamanya untuk memenuhi kebutuhan rumah dan bangunan gedung saat ini.

Page 5 of 11 | Total Record : 108