Cakrawala Pendidikan
Cakrawala Pendidikan (CP) merupakan jurnal ilmiah kependidikan. Jurnal ini menerbitkan berbagai artikel tentang kajian ilmiah dan hasil penelitian pendidikan baik dalam pengertian luas (pendidikan secara umum) maupun khusus (menunjuk pada bidang-bidang studi tertentu). Pemuatan suatu artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep keilmuan dan aplikasinya atau pada pemahaman pendidikan di Indonesia. Jurnal CP terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu edisi Februari, Juni, dan November, diterbitkan oleh LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta
Articles
1,490 Documents
MENINGKATKAN DAYA GUNA PERS SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ANTARA SEKOLAH DAN MASYARAKAT
B. Suryosubroto
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/cp.v2i2.7533
Sekolah sebagai lembaga pendidikan di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tidak mungkin melepaskan diri tanpa berkomunikasi dengan masyarakat. Kegiatan demikian disebut publisitas sekolah. Pers sebagai media komunikasi (publisitas) mempunyai peranan yang amat penting karena ia memiliki fungsi menyiarkan informasi, fungsi mendidik, fungsi menghibur dan fungsi mempengaruhi dalam masyarakat. Oleh karena itu sekolah sangat perlu meningkatkan daya guna pers tersebut untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Beberapa bentuk kegiatan yang dapat dilakukan melalui pers ialah: Press Release (pernyataan melalui pers).Menulis dan mengirim berita pendidikan.Menulis dan mengirim artikel pendidikan.Menulis dan mengirim "Pikiran Pembaca" yang relevan dengan masalah persekolahan.Memasang pengumuman sekolah. Agar komunikasi melalui pers menjadi lebih erektip maka 4 ciri pers: publisitas, periodisitas, universalitas dan aktualitas memang harus diperhatikan oleh fihak sekolah.
PENERAPAN DIAGONALISASI MATRIKS DALAM GENETiKA TERAPAN
Kristina Wijayanti, Kristina Wijayanti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.22 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v3i3.9138
Untuk mendapalkan bibit unggul pada lanaman dan hewan temak, perludilakubn selebi genetik. Sifal-sifat yang diinginkan pada varielas unggul diseleltsi daribeberapa generasi. Tulisan ini benujuan untuk menyajikan penerapan beberapa konsepdalam aljabar linier, khususnya nilai dan vektor eigen serta diagnonalisasi malrib,dalam genelika.Pandang M suatu matrilts bujunangkar yang dapat didiagonalkan. Denganmenggunakan konsep nilai dan veklor eigen sena diagonalisasi matrib dapat diperolehprosedur untuk mendiagonalkan malrib M, schingga dengan mudah dapat dihilungMn, dengan n bilangan asli.Jika diketahui distribusi genotip dan pola perkawinan dalam sualu populasidapat diramalkan distribusi genotip lenebul selelall gencrasi kc-n. Hal ini dapaldilakukan dengan menggunakan perhitungan diagonalisasi matrib yangkomponen-komponennya dapat diperoleh dari prluang pemunculan gcnolip turunanke-n untuk kombinasi dari kedua induk.
PEMBELAJARAN ESTETIKA WACANA TUTUR UPACARA PENGANTIN JAWA
Suwarna Suwarna
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2008): Cakrawala Pendidikan, November 2008, Th. XXVII, No. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.763 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v3i3.327
AbstractThe aesthetic aspect in the Javanese wedding ceremony spoken discourse isvery important and even it can take the place of the semantic aspect. Speakersemphasize more on the former than on the latter. This is the uniqueness of theJavanese wedding ceremony spoken discourse. Such a phenomenon sometimesresults in a controversy between practitioners in the Javanese wedding ceremonyand the audience. This study on the aesthetic aspect in the Javanese weddingceremony spoken discourse was supported by empirical and reflective data. Theanalysis units included sounds, words, phrases, clauses, and sentences. On thebasis of the analysis, it can be concluded that (1) the aesthetic aspect of the Javanesewedding ceremony spoken discourse comprises the phraseology, figures ofspeech, idioms, and aesthetic diction; and ( 2)it shows a communication register.Keywords: aesthetic aspect, Javanese wedding ceremony spoken discourse,empirical and reflective data
PRAGMATIK, CARA PENGAJARAN DAN CARA PENILAIANNYA DALAM BAHASA INDONESIA
Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1988,TH.VII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.03 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v3i3.7728
Pada pertengahan dekade delapan puluhan, dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD, SMTP dan SMTA dihangatkan oleh kehadiran Pokok Bahasan baru yang dikenal dengan nama Pragmatik. Pokok Bahasan ini rclatif masih sangat muda baik di negara asalnya (Negara Barat), maupun di negara kita Indonesia jika dibandingkan dengan Pokok-pokok Bahasan yang lain di dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.Pragmatik dapat berupa suatu keterampilan, sering disebut dengan istilah Keterampilan Pragmatik, dan dapat pula berupa suatu ilmu atau teori yang disebut dengan I1mu Pragmatik. Kelerampilan Pragmatik ialah kemampuan menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan konteks, kondisi dan situasi pemakainya. I1mu Pragmatik ialah suatu telaah bahasa yang membicarakan penggunaan bahasa yang disesuaikan dengan konteks, kondisi dan situasi pemakaiannya. Pembicaraan dalam Pragmatik di antaranya meliputi masalah konsep teori tindak bahasa, konsep implikatur percakapan, variasi berbahasa, dieksis dan sebagainya.
EXPERIENCE-BASED CAREER EDUCATION: MODEL ALTERNATIF PEMBELAJARAN KETERAMPILAN DI SLTP
Endang Mulyatiningsih
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2004): CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI JUNI 2004, TH. XXIII, NO. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.067 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v2i2.4855
The Experience-Based Career Education (EBCE) learning model aimsto relate learning activity to real experience inthe field. This learning model is appropriately applicable on skill subject matter classes with limited facilities, time, students' motivation, andteachers' ability. Classes with such characteristics are commonly found at junior high schools teaching such subject matter as a local content school subject. The EBCE learning model makes use ofthe learning resources available in society. The selected learning resources can be those belonging to anindividual, anorganization, and society. Inthe teach ing activity teachers act as learning coordinators. Thematerials stu dents can learn are those about career-related knowledge and skills in accordance with their interests. The students planthe learning ac tivity in the form ofa project ofwhich the result can be demonstrated in front ofthe class. The EBCElearning model is recommended only as a supple mentary learning model to the existing ones. This model can be applied on other subject matter with similar characteristics. Ifthis model is appropriately implemented, it will enhance students' career understanding, which has become everyone's primary need. Key words: skill, career education, learning model
KETERLIBATAN PENDIDIKAN DALAM KANCAH PENDEWASAAN IMPLEMENTASI DEMOKRASI DI INDONESIA
Kus Eddy Sartono
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1992,TH.XII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2516.485 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v2i2.8895
Implementasi demokrasi dalam kehidupan politik kenegaraanmenuntut tara! kecerdasan tertentu, tida\ saja bagipara pemimpin, tetapi bagi seluruh rakyat karena mekanismedemokrasi hanya akan berjalansehat jika semua rakyatmemiliki kesadaran dan pengertian akan hak, kewajiban dantanggung jawabnya sebagai warga negara. Keadaan semacamini mau tidak mau menuntut pendidikan untuk berperan sertadi dalamnya.Bagi bangsa Indonesia pendidikan politik sudah menjadikeputusan poUtik. Oleh karena itu, pendidikan poUtik harusdilaksanakan. Meskipun belum mempergunakan istilah pendidikanpolitik secara eksplisit, pendidikan formal telah melaksanakanpendidikan politik dari tingkat dasar sampai pergut-uantinggi baik secara monolitik maupun secara integratif.Pendidikan politik juga dilakukan melalui pendidi~an nonformal,melalui organisasi kemasyarakatan khususnya organisasikepemudaan. Di samping kedua jalur pendidikan tersebut,pendidikan politik juga berlangsung melalui pendidikan masyarakat,dalam hal ini media massa, pengalaman langsung sertasosialisasi palitik dalam pergaulan sangat besar peranannya.Ada korelasi positif antara pemilihan umum denganpendidikan politik. Di satu pihak. pemilihan umum dapat berJungsisebagai sarana pendidikan politik, di lain pihak pendidikanpolitik akan memberikan arti terhadap pemilihanumum. Melalui pendidikan politik yang berhasil, pemilihanumum. akan lebih berfungsi dalam kehidupan demokrasi dank.c:hidupan kenegaraan pada. umumnya.
KORELASI ANTARA IMPLEMENTASI MOVING CLASS DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Suparji .
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Juni 2012, Th. XXXI, No. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.008 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v5i2.1558
Abstrak: Korelasi antara Implementasi Moving Class dengan Motivasi Belajar Siswa. Penelitian korelasional ini bertujuan untuk mengungkap korelasi antara implementasi moving class dengan motivasi belajar siswa. Sampel diambil secara acak. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TGB 1 dan TGB 2 SMKN 1 Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui observasi proses moving class. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan korelasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel termasuk kategori cukup. Skor implementasi moving class adalah 3,3 dan skor motivasi belajar siswa adalah 3,4. Temuan penelitian juga menunjukkan ada korelasi positif antara implementasi moving class dengan motivasi belajar siswa (to = 0.72). Kata kunci: moving class, motivasi belajar siswa Abstract: Correlation between the Moving Class Implementation and Students’ Learning Motivation. This correlational study was aimed to reveal the correlation between the moving class implementation and the students’ learning motivation. The sample was taken randomly. The subjects were grade X TGB 1 and TGB 2 students of SMKN 1 Sidoarjo. The data were collected through observing the moving class process. The data were analyzed using the descriptive and correlation analyses. The findings showed that both variables were in the fair category. The score of the moving class implementation was 3.3 and that of the students’ learning motivation was 3.4. The findings also showed that there was a positive correlation between the moving class implementation and students’ learning motivation (to = 0.72). Keywords: moving class, student learning motivation
HANUMAN DI DALAM KARYA SASTRA JAWA
Soekimin Soekimin
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1990,TH.X
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.476 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.8687
Hanuman ialah tokoh dalam cerita pewayangan , berupa ker, berbulu putih. Cerita Hanuman terdapat dalam siklus Rama maupun siklus Mahabarata, baik yang berbasa Jawa Kuna maupun yang berbahasa Jawa Baru. Keberadaan Hanuman dalam siklus Mahabarata seakan-akan merupakan penghubung siklus Rama dengn siklus Mahabarata. Tuisan ini berupa kajian dari beberapa karya sastra yang ada hubungannya dengan : kelahiran, tugas, dan kematian Hanuman. Hasilnya menunjukkan bahwa Hanuman mempunyai umur panjang dibanding dengan tokoh-tokoh yang terdapat dalam ceritera trama maupun ceritera Mahabarata.
PENGEMBANGAN PENGAJARAN BERBANTUKAN KOMPUTER SUATU STRATEGI UNTUK MENCAPAI TUJUAN INSTRUKTIONAL
Subardjono Subardjono
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1988,TH.VII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1465.893 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v2i2.7573
Komputer sebagai "Teaching Machine" merupakan aplikasi langsung dari konsep yang menyatakan bahwa alat dan materi tidak saja menjanjikan informasi, tetapi lebih dari itu harus ada hubungannya dengan perilaku peserta didik yang meliputi: jawaban, sekuensa yang terkendali, penguatan ("teleinforcement") yang segera dan sering, dan laju belajar individual sehingga "contingencies reinforcement" di dalam kegiatan belajar dapat dikelola dengan baik.Di dalam proses belajar-mengajar inovatif direfleksikan penekanannya pada kegiatan belajar peserta didik dan bukan kegiatan mengajar guru, sehingga guru sebagai penyebar informasi ("transmitter of information") lebih berperan sebagai pembimbing, penasehat, dan pendorong di dalalm proses belajar peserta didik di dalam kelas semakin berkurang. Presentasi belajar seperti ini akan menuntut lahirnya guru-guru canggih ("sophisticated techers") yang denan medium komputer dapat mengembangkan kegiatan belajar madiri, pemanfaatan sumber-sumber belajar, permainan dan simulasi, dan belajar masyarakat lingkungannya.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN (SEBUAH TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK)
Burhan Nurgiyantoro
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1995,TH.XIX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (479.945 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.9157
Dalam percakapan sehari-hari orang tidak selarnanyamempergunakan bentuk-bentuk kebahasaan yang bermaknaliteral, meJainkan juga memakai bentuk-bentuk lain yang 0ermaknatidak langsung. Walau antara bentuk kebahasaan yangdipakai dengan makna yang dimaksud tak ada kesesuaian,orang rnasih dapat memahami maksud pembicaraan denganmembuat implikatur-implikatur. lrnplikatur merupakan maknaekstra yang sengaja diinferensikan untuk menjembataniperbedaan antara bentuk kebahasaan yang dipakai denganmakna yang dimaksudkan dalam konteks prakmatikpercakapan. Implikatur memberikan penafsiran pragmatisyang mampu melewati dan rr:enembus b,atas-batas strukturallinguistik. lmplikatur' lebih diderivasikan dari struktur logikaatau semantis daripada 'struktur lahir kebahasaan.Untuk dapat memanfaatkan implikatur secara b~ik.ada semacam aturan yang perlu dipatuhi pembicara, yaituyang disebut maksiro percakapan. Ada empat macam maksim.yaitu maksim kualitas yang bei"kaitan dengan kebenaraninformasi yang dikatakan, maksiro kuantitas yang berupatuntutan berbicara seperlunya, maksim relasional yang bcrkaitandengan kerelevansian dengan sesuatu yang dituturkan,dan maksim 'cara yang berwujud cara mengemukakan sesuatu.Maksiro Cara inilah yang dalam banyak hal menentukan stile"penuturan seseorang. Bentuk metafora -yang memiliki keunggulankarena kemarnpuannya rnengemukakan banyak dengansedikit kata- yang sering ban yak dipergunakan dalam percakapandapat dipahami dengan memanfaatkan jasa implikaturterutama yang berupa maksiro relasional. Dampak bagi pengajaranbahasa dan sastra di sekolah adalah perlunya pengajaranpembuat~n implikatur-implikatur karena kemampuan itutak akan diperoleh begitu saja oleh anak.