cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6282350008708
Journal Mail Official
musafir.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
MUSAFIR: Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage
ISSN : -     EISSN : 31105602     DOI : 10.30983/musafir
Core Subject : Economy, Social,
Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage focuses on field research and literature reviews related to tourism studies, with a special emphasis on Islamic tourism and pilgrimage practices. The journal aims to advance scholarly understanding of tourism from an Islamic perspective, covering both theoretical frameworks and real-world practices in Muslim societies globally, especially within Southeast Asia.
Articles 19 Documents
Strategi Pengelolaan Brand Image pada Objek Wisata Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Kota Bukittinggi Defriyeni
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10538

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pengelolaan citra (brand image) pada Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi sebagai destinasi heritage dan edukatif. Latar belakang penelitian menyoroti potensi museum sebagai ikon branding kota yang kuat, namun masih terbatasnya promosi digital, pengalaman interaktif, dan storytelling terstruktur menghambat pemanfaatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan non-partisipatif, serta dokumentasi arsip, brosur, dan konten digital. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, & Saldaña melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan museum memiliki modal heritage otentik dan lokasi strategis, namun memerlukan penguatan komunikasi digital, desain pengalaman pengunjung, dan integrasi narasi brand. Strategi brand image yang integratif diharapkan meningkatkan daya tarik, loyalitas pengunjung, serta kontribusi ekonomi lokal. Temuan menegaskan pentingnya modernisasi pengelolaan citra museum agar tetap relevan di era pariwisata kontemporer. This study examines the brand image management strategy of the Bung Hatta Birthplace Museum in Bukittinggi as a heritage and educational tourism destination. The study is motivated by the museum’s potential as a strong city branding icon, yet limited digital promotion, interactive experiences, and structured storytelling constrain its full utilization. A descriptive qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory and non-participatory observations, and documentation of archives, brochures, and digital content. Data analysis followed the Miles, Huberman, & Saldaña (2014) model through data reduction, presentation, and conclusion drawing. Findings indicate that the museum possesses authentic heritage assets and a strategic location but requires strengthened digital communication, visitor experience design, and integrated brand narrative. An integrative brand image strategy is expected to enhance visitor appeal, loyalty, and local economic contributions. The study underscores the importance of modernizing museum image management to maintain relevance in contemporary tourism.
Pengaruh City Branding dan Muslim Friendly terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan ke Kota Bukittinggi Ade Febriani Tanjung
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v1i2.10540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh city branding dan destinasi ramah Muslim terhadap keputusan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bukittinggi, yang telah memposisikan diri sebagai destinasi dengan identitas pariwisata “Great Bukittinggi” sekaligus sebagai kawasan pariwisata ramah Muslim yang sedang berkembang di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Teknik ini dipilih karena kepraktisannya dalam menangkap persepsi wisatawan secara langsung di lokasi, meskipun berpotensi menimbulkan bias sampel sebagai keterbatasan metodologis. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan dari variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa city branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan (β = 0,578), sementara destinasi ramah Muslim juga memberikan pengaruh positif dan signifikan (β = 0,325). Secara simultan, kedua variabel tersebut memiliki daya jelaskan yang kuat dengan kontribusi sebesar 57,0% terhadap variasi keputusan berkunjung wisatawan (R² = 0,570). Hasil uji F juga menegaskan adanya pengaruh bersama yang signifikan (F = 65,378; p < 0,05). Temuan ini memberikan kontribusi bagi kajian pariwisata dengan menegaskan pentingnya sinergi antara destination branding dan atribut ramah Muslim dalam membentuk perilaku wisatawan, serta menawarkan implikasi praktis bagi pengelola destinasi dan pengembangan strategis Bukittinggi sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim yang kompetitif dan berkelanjutan.   This research targets to examine the impact of city branding and muslim – friendly destinations on tourists’ decisions to visit Bukittinggi. The research involved 100 respondents selected using accidental sampling. Statisitcs were collected through the distribution of questionnaires and interviews. The study employed multiple linear regression analysis, revealling that city branding has a positive and significant influence on tourists’ to visit Bukittinggi, while muslim friendly destination also has a advantageous and substantial impact on that decision. The test result show that city branding and muslim-friendly destination together have a positive and significant impact on tourists’ decision to visit Bukittinggi city. These findings are based on the F-test results, showing that the calculated Fvalue of 65,378 > the tabulated F 3,09 with a significance value of 0.00 < 0.05.
Evaluasi Dampak Pariwisata Masjid Raya Al-Mashun Kota Medan Nency Ayu Wandira
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v2i1.11152

Abstract

Arsitektur yang megah membuat Masjid Raya Al-Mashun tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat sosial dan budaya. Namun keindahan tersebut belum berjalan maksimal jika lingkungan masih belum terjaga dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak pariwisata Masjid Raya Al-Mashun Kota Medan. Menggunakan kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan responden yang diambil secara acak yang pernah berkunjung ke Masjid Raya Al-Mashun sebanyak 100 orang dengan memakai pengukuran skala likert. Sumber data dari penelitian terdahulu, buku, jurnal ilmiah, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori T=W-D yang dikembangkan oleh Universitas Kyushu Jepang. Hasil penelitian ini adalah evaluasi dampak pariwisata Masjid Raya Al-Mashun di Kota Medan dilakukan dengan melihat dampak sosial budaya dan lingkungan. Dampak sosial budaya harus terus dijaga agar stabil pada euphoria yaitu dengan cara selalu menjaga dan menghormati nilai-nilai sejarah yang ada di Masjid Raya. Sikap saling menghargai dan menghormati keberagaman yang ada. Menjaga nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat, dan saling menjaga lingkungan agar tetap nyaman dan bersih. Dampak lingkungan dari Masjid Raya Al-Mashun bernilai positif yaitu 2431 sekitar 24% yang berarti memiliki nilai keberlanjutan yang positif.
Tradisi Ziarah ke Makam Leluhur: Kasus Pejabat Muslim di Madiun (2018-2024) Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v2i1.11168

Abstract

Madiun merupakan sebuah wilayah di bagian timur Pulau Jawa, berdiri sekitar 458 tahun lalu dengan nama Purabaya, dan beberapa kali mengalami pergantian fase kerajaan Islam, di antaranya Demak, Pajang, dan Mataram. Selanjutnya beralih ke tangan Pemerintah Hindia Belanda dengan berbagai dinamika politik, hingga puncaknya terpisah menjadi dua pemerintahan, yaitu Kabupaten Madiun dan Kota Madiun. Di sisi lain, kegiatan ziarah ke makam para leluhur sebagai tradisi keagamaan yang diajarkan oleh orang-orang zaman dulu, begitu mengakar kuat di kalangan masyarakat muslim Madiun tak terkecuali pejabat pemerintahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana peran pejabat muslim di Madiun dalam melestarikan tradisi ziarah ke makam para leluhur yang mempunyai andil dalam membangun Madiun pada masa lampau. Metode yang digunakan adalah sejarah, adapun tahapannya terdiri atas heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi (penafsiran), dan penulisan. Berikutnya pendekatan sosiologi agama untuk menganalisis hubungan antara agama dengan pejabat pemerintah, serta diperkuat teori peranan sosial oleh Erving Goofman untuk menjelaskan peran pejabat pemerintah di Madiun dalam mengajak masyarakatnyaa agar ikut melestarikan tradisi ziarah ke makam para leluhur. Selain itu, teori tindakan sosial oleh Max Weber untuk menguraikan beberapa temuan mengenai tujuan melakukan ziarah, seperti mengenang jasa para pemimpin sebelumnya yang telah mengabdi untuk kemakmuran masyarakat Madiun, serta memohon doa restu agar diberi kelancaran selama mengemban tugas di pemerintahan.
Problematika Kuota Haji dan Akses Produk Halal pada Masyarakat Muslim Minoritas di Sulawesi Utara Ali Ridho; Sahari; Mardan Umar; Muhammad Imran; Muhammad Tahir Alibe; Nadia Farissa Azmia
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v2i1.11169

Abstract

Riset ini membahas tentang problematika yang dialami oleh masyarakat Muslim minoritas di wilayah Sulawesi Utara pada aspek keterbatasan jumlah kuota haji dan akses terhadap produk halal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif model analitis melalui studi pustaka dan analisis kebijakan. Data didapatkan dari dokumen resmi regulasi pemerintah, buku dan artikel ilmiah jurnal bereputasi, serta dianalisis menggunakan pendekatan interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa keterbatasan kuota haji terhadap Muslim minoritas di Sulawesi Utara berimplikasi pada lamanya waktu tunggu dan ketidakseimbangan mengakses layanan ibadah haji, kemudian minimnya produk halal di Sulawesi Utara dipengaruhi oleh lemahnya tingkat sertifikasi halal, rendahnya pemahaman pemilik UMKM, dan belum maksimalnya penerapan regulasi jaminan produk halal di wilayah Sulawesi Utara. Kedua permasalahan tersebut sesungguhnya menunjukkan bahwa masih terjadi ketimpangan antara regulasi pemerintah pusat yang berbasis nasional dengan kebutuhan masyarakat Muslim muslim di daerah. Penelitian ini sekaligus menegaskan perlunya menggunakan pendekatan fiqih minoritas sebagai kerangka moderat dalam ritual keagamaan dan diperlukannya model kebijakan afirmatif yang bekerjasama dengan IAIN Manado dalam meningkatkan kemampuan literasi keagamaan dan elaborasi industri halal bagi masyarakat Muslim minoritas di kawasan Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara.
Analisis Penanganan Kendala Perjalanan Ibadah Umrah di PT. Al-Azhar Mitra Utama Cabang Bukittinggi Ira Dinawati; Ariyun Anisah
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v2i1.11172

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi jamaah selama proses perjalanan ibadah umrah serta mengkaji upaya penanganan kendala tersebut berdasarkan perspektif manajemen risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala perjalanan ibadah umrah terdiri atas kendala internal dan eksternal. Kendala internal meliputi pengurusan paspor, kerusakan koper, keterlambatan penerbangan (delay), dan masalah kesehatan. Sementara itu, kendala eksternal mencakup permasalahan akomodasi karena keterbatasan koordinasi dengan pihak layanan di Arab Saudi, tersesat, kehilangan paspor di Arab Saudi, serta faktor lingkungan dan situasi di luar kendali penyelenggara. Penanganan kendala dilakukan melalui tahapan manajemen risiko, yaitu identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko. Meskipun upaya penanganan telah dilakukan, masih diperlukan peningkatan dalam perencanaan dan pengawasan agar risiko dapat diminimalkan secara efektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan manajemen risiko. Abstract This study aims to analyze the obstacles faced by pilgrims during the Umrah pilgrimage and examine efforts to address these obstacles from a risk management perspective. The research method used was a qualitative descriptive approach, collecting data through observation, interviews, and documentation. The results indicate that obstacles during the Umrah pilgrimage consist of internal and external constraints. Internal obstacles include passport processing, damaged luggage, flight delays, and health issues. Meanwhile, external obstacles include accommodation issues due to limited coordination with service providers in Saudi Arabia, getting lost, losing passports in Saudi Arabia, and environmental factors and situations beyond the organizer's control. Obstacle management is carried out through the stages of risk management: identification, analysis, evaluation, and risk control. Although mitigation efforts have been implemented, improvements in planning and supervision are still needed to minimize risks effectively. This research is expected to contribute to improving the quality of service and risk management for Umrah pilgrimage organizers.
Analisis Tourist Experience dalam Wisata Edukatif di Destinasi Pacuan Kuda Bukit Ambacang Bukittinggi Asnah
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v2i1.11244

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman wisatawan (tourist experience) dalam wisata edukatif di destinasi pacuan kuda Bukit Ambacang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan pengalaman tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap wisatawan, pengelola wisata, serta anggota latihan berkuda dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman wisatawan terbentuk melalui empat dimensi utama, yaitu pengalaman emosional, pengalaman kognitif, pengalaman sosial, dan pengalaman sensorik. Pengalaman emosional muncul melalui rasa antusias, senang, dan kagum terhadap aktivitas berkuda serta suasana alam. Pengalaman kognitif terbentuk melalui proses pembelajaran mengenai sejarah pacuan kuda, jenis dan perawatan kuda, serta budaya lokal. Pengalaman sosial berkembang melalui interaksi wisatawan dengan pengelola, komunitas berkuda, dan masyarakat sekitar, sedangkan pengalaman sensorik terbentuk melalui panorama alam, suasana arena pacuan, dan aktivitas berkuda. Penelitian ini menunjukkan bahwa Bukit Ambacang memiliki potensi besar sebagai wisata edukatif berbasis budaya dan olahraga tradisional, namun masih memerlukan peningkatan fasilitas, media edukasi, dan pengelolaan wisata berbasis pengalaman secara lebih terintegrasi. Abstract This study aims to analyze tourist experience in educational tourism at the horse racing destination of Bukit Ambacang and identify the factors influencing the formation of such experiences. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving tourists, tourism managers, and horse-riding trainees selected through purposive sampling. Data analysis applied the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that tourist experiences were formed through four main dimensions: emotional experience, cognitive experience, social experience, and sensory experience. Emotional experience emerged from feelings of excitement, enjoyment, and admiration toward horse-riding activities and the natural environment. Cognitive experience was developed through learning processes related to the history of horse racing, horse care, horse types, and local culture. Social experience was shaped through interactions between tourists, tourism managers, horse-riding communities, and local residents, while sensory experience was formed through natural scenery, the atmosphere of the racing arena, and horse-riding activities. The study indicates that Bukit Ambacang has strong potential as an educational tourism destination based on local culture and traditional sports. However, improvements in facilities, educational media, and integrated experience-based tourism management are still required.
Assessing Mon Ceunong Waterfall as an Emerging Nature-Based Tourism Destination: A 4A Approach Eka octavian Pranata; Arinal Rahmati; Ika Indah Smaradhani; Nur khotimah; Karinta fakhira
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v2i1.11147

Abstract

This article examines the development potential of Mon Ceunong Waterfall, a nature-based tourism destination located in Indrapuri, Aceh Besar, Indonesia. The study applies a descriptive qualitative approach using a literature study method, drawing on data from online publications, tourism portals, and media reports. The analysis is structured using the 4A tourism framework: attraction, accessibility, amenities, and ancillary services. The findings indicate that Mon Ceunong Waterfall has strong natural attractiveness and experiential value, yet faces significant challenges in accessibility, infrastructure, and institutional support. The study highlights the importance of integrated destination management and sustainable tourism strategies to enhance its competitiveness. This research contributes to the discourse on emerging rural tourism destinations, particularly in underdeveloped regions of Indonesia.
Eksplorasi Pengalaman Wisatawan pada Objek Wisata Alam Luak Gadang Bukik Baka Kabupaten Agam Eka Febrianti
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v2i1.11320

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji pengalaman wisatawan pada objek wisata alam Luak Gadang Bukik Baka di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami pengalaman wisatawan melalui interaksi langsung dengan lingkungan wisata. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola wisata dan wisatawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman wisatawan terbentuk melalui kombinasi daya tarik alam, aktivitas wisata, fasilitas, pelayanan pengelola, suasana sosial masyarakat, dan peran media sosial. Pengalaman estetika dan emosional menjadi pengalaman yang paling dominan dirasakan wisatawan. Panorama tebing batu karst, kolam alami, dan suasana perbukitan yang sejuk memberikan rasa nyaman, relaksasi, dan pengalaman visual yang menarik. Aktivitas wisata seperti hiking, wisata air, fotografi, dan rekreasi keluarga juga memperkuat keterlibatan wisatawan selama berkunjung. Selain itu, sikap ramah pengelola dan masyarakat sekitar turut menciptakan pengalaman wisata yang positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman wisatawan menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata alam secara berkelanjutan melalui peningkatan fasilitas, aksesibilitas, promosi digital, dan pelestarian lingkungan. Abstract This study examines tourist experiences at the Luak Gadang Bukik Baka natural tourism destination in Agam Regency, West Sumatra. The research employed a qualitative approach with a descriptive method to understand tourist experiences through direct interaction with the tourism environment. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants consisted of tourism managers and tourists selected using purposive sampling techniques. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that tourist experiences were shaped by a combination of natural attractions, tourism activities, facilities, management services, social atmosphere, and the role of social media. Aesthetic and emotional experiences were the most dominant experiences perceived by tourists. The scenery of karst cliffs, natural pools, and cool hillside environments created comfort, relaxation, and attractive visual experiences for visitors. Tourism activities such as hiking, water recreation, photography, and family recreation also strengthened tourist engagement during visits. In addition, the hospitality of tourism managers and local communities contributed to positive tourist experiences. This study concludes that tourist experience is an important factor in supporting sustainable tourism destination development through improving facilities, accessibility, digital promotion, and environmental conservation.

Page 2 of 2 | Total Record : 19